
Beberapa saat kemudian, babak keduapun telah selesai. Babak berikutnya akan di lanjutkan esok hari.
Han Zhie mengajak Paman Du, Feng Gun, dan Lin Mei untuk menginap di Kediaman Walikota. Walikota juga mempersilahkan Mereka, Ia juga sudah sedikit akrab dengan Paman Du.
Sun Ho dan Jendral Song mengetahui bahwa Mereka sama-sama menginap di kediaman Walikota, hanya saja jarak tempat mereka cukup jauh dan Walikota juga lupa memberitahukan keberadaan Jendral Song kepada Sun Ho.
Malam harinya, Han Zhie mengajak Feng Gun ke Paviliun Bambu Kuning, Ia berniat akan menjual beberapa Gulungan Teknik Suci.
Feng Gun yang lolos babak berikutnya tidak mau ikut karena akan berlatih dan menyuruhnya mengajak Lin Mei. Han Zhie kemudian memberikan Feng Gun Kitab Dewa-Dewi yang sudah Ia tulis dan siapkan untuknya yang cocok sesuai dengan senjatanya yaitu Kitab Trisula Dewa.
Han Zhie menyuruh Feng Gun merahasiakannya, Feng Gun hanya mengiyakan dan membuka beberapa lembar dari Kitab itu, kemudian melemparkannya remeh karena pernah mendengar sedikit isinya seperti bualan Kakek Huan Li saat sedang mengajari Han Zhie.
Han Zhiepun mengajak Lin Mei untuk menemaninya ke Paviliun Bambu Kuning.
Di Paviliun ternyata akan di adakan pelelangan, banyak Orang sedang mengantri untuk memasukinya. Mendengar akan Hal itu, Han Zhie sangat antusias, Ia berharap dapat melelang beberapa Gulungan Teknik Sucinya.
Ia kemudian mengantri bersama dengan Lin Mei di Gerbang masuk Paviliun Bambu Kuning. Setelah sampai di barisan depan, Penjaga itu memintanya menunjukkan tanda pengenal. Merekapun mengeluarkan Lencana Desa Pelanginya dan Penjaga memperbolehkannya masuk.
"Tuan, boleh Saya bertanya, dimana kalau saya ingin melelang sesuatu" Tanya Han Zhie kepada Penjaga.
"Kau boleh ke sana, cepat cepat di sini sangat ramai, Aku sibuk" Balas Penjaga menunjukkan tempatnya.
Han Zhie dan Lin Mei berjalan ke arah sebuah Bangunan yang di tunjuk oleh Penjaga. Xhio Li dan Tetua Sektenya melihat Mereka berjalan menuju ke Tempat Pengelola Paviliun Bambu Kuning.
Mereka ke sana tentu ingin memperoleh barang yang mungkin dapat menarik perhatian Mereka atau hanya sekedar melihat-lihat.
"Xhio Li, bukankah Dia Peserta Turnamen? Kenapa mereka berjalan ke sana?" Tanya Tetua Sekte Xhio Li kepadanya.
"Benar Tetua, itu Pemuda yang melawan Yu Wuhen" Balasnya, tetapi Mereka tidak begitu memikirkannya dan memasuki tempat Pelelangan.
"Tuan apa yang membuatmu kesini?" Ucap Penjaga Pintu di tempat itu kepada Han Zhie.
"Saya ingin menjual dan melelang sesuatu, apakah bisa Tuan Penjaga" Balas Han Zhie.
"Baiklah silahkan masuk, Aku akan bertanya Kepada Pengelola Paviliun ini" Ucap Penjaga tempat itu.
__ADS_1
"Baiklah" Han Zhie dan Lin Mei kemudian masuk dan duduk di lantai pertama menunggu Pengelola Paviliun.
"Adik Zhie, sebenarnya apa yang ingin Kau lelang? Aku sangat penasaran, Kau juga belum menceritakan tentang Kekuatanmu itu" Tanya Lin Mei.
"Aku hanya ingin melelang beberapa Gulungan Teknik, asal Kakak Mei tahu, Gulungan Teknik Suci untuk hadiah juara pertama Turnamen Kota, itu dariku" Han Zhie menyombongkan diri kepada Lin Mei.
"Apa? Kau tidak membohongikukan Adik Zhie, jika Kau tidak berbohong, kenapa Kau tidak memberikannya saja padaku, dasar Kau adik yang durhaka" Umpat Lin Mei tidak mempercayainya.
"Tenang Kakak Mei, Aku masih mempunyai banyak Gulungan" Ucap Han Zhie kemudian mengeluarkan beberapa Gulungan Teknik Suci.
Lin Mei tercengang melihat Gulungan Teknik Suci seperti sampah bagi Han Zhie. Kemudian Han Zhie memasukkannya kembali ke Ruang dimensinya.
"Kakak Mei, Kau tidak perlu penasaran nanti saja Aku ceritakan" Lanjut Han Zhie melihat Lin Mei melongo melihat Gulungan Teknik yang di keluarkan Han Zhie.
"Baiklah. Janji Kau Adik Durhaka, Kau hanya ingin kuat dan kaya sendiri saja huh" Umpat Lin Mei.
Han Zhie tertawa melihat Lin Mei kesal kepadanya, membuat Lin Mei semakin kesal sehingga Lin Mei menjitak kepalanya.
"Maaf Tuan, Pengelola Paviliun tidak bisa di ganggu, Dia sedang mengobrol dengan tamu penting dari Paviliun Pusat, dan sebentar lagi juga akan ke tempat Pelelangan" Ucap Penjaga yang tiba-tiba menghentikan percakapan Mereka.
Lin Mei yang mendengarnya berbisik kepada Han Zhi, kemudian Han Zhie pun mengangguk.
"Aku masih mempunyai banyak Gulungan Teknik Suci, Aku akan pergi sekarang, tulisan Gulungan ini akan menghilang sesaat setelah Mereka membukanya" Lanjut Han Zhie.
Penjaga terlihat tercengang.
"Tuan, tunggu sebentar di sini" Ucap Penjaga kemudian berlari tergopoh-gopoh menuju ruangan di tingkat atasnya.
"Ayu Adik Zhie Kita keluar, Mereka akan mengejar Kita" Perintah Lin Mei.
"Baiklah Kakak Mei, Kau cerdas ternyata" Balas Han Zhie.
Benar saja perkataan Lin Mei, sesaat setelah keluar dari Pintu masuk, terlihat Dua Orang dan satu Penjaga berlari turun dari anak tangga berteriak dengan Penjaga yang masih berada di Pintu masuk.
"Penjaga hentikan Tuan Muda dan Nona itu, Aku ingin bertemu Mereka" Ucap pengelola Paviliun.
__ADS_1
Penjaga di Pintu masuk Bangunan itu sejenak tampak kebingungan dan heran melihat Pengelola dan Tamu dari Pusat Paviliun.
Pengelola dan Tamu itu tidak mempedulikan Mereka yang tidak bergeming dengan perintahnya, Mereka berlari mengejar Han Zhie dan Lin Mei yang sedang berjalan belum jauh dari tempat itu.
"Tuan, Nona maafkan orang Tua ini" Ucap Pengelola yang terlihat berumur 60 tahun. Begitupun Tamu itu yang menunduk hormat kepada Han Zhie dan Lin Mei.
"Tidak apa-apa Paman" Balas Han Zhie.
"Ayu Tuan, Nona silahkan masuk kembali" Ucap Pria Tua pengelola itu.
"Baiklah kalau Kau memaksa" Balas Lin Mei memotong Han Zhie yang akan mengeluarkan kata-kata.
Pria Tua mengajak Han Zhie dan Lin Mei ke ruangan atas, Dia lalu Pergi meninggalkan Mereka berdua dengan Tamu dari Paviliun Pusat.
"Tuan, Nona perkenalkan nama saya Ling Gui" Tamu itu memperkenalkan dirinya sebagai Manager di Paviliun Pusat.
Ling Gui sebenarnya heran dengan perkataan Han Zhie kepada Penjaga yang katanya memiliki banyak Gulungan Teknik Suci, tetapi Dia tidak mau bertanya apapun tentang itu. Yang Ia pikirkan adalah keuntungan dari Teknik tersebut.
"Tuan, Nona, Aku atas nama Paviliun meminta maaf sebelumnya karena tidak menyambut Kalian dengan baik" Lanjut Ling Gui meminta maaf.
"Tidak apa-apa Paman, tidak masalah. Aku hanya ingin melelang atau menjual Gulungan-gulungan Teknik milikku" Balas Han Zhie.
"Iya Tuan Aku sudah mendengarnya, ini Gulungan Teknik Suci yang Tuan titipkan tadi, Aku tidak mau membukanya takut menyinggung Tuan" Ucap Ling Gui memberikan Gulungan Teknik yang tadi di titipkan ke Penjaga.
"Jadi apakah Paviliun menerima tawaranku?" Ucap Han Zhie.
"Bolehkah Aku melihat Gulungan-gulungan itu Tuan?" Tanya Ling Gui.
Han Zhie mengeluarkan 10 Gulungan Teknik Suci dari ruang dimensinya.
"Pemuda macam apa ini, Teknik Suci seperti sampah baginya" Gumamnya dalam hati.
"Kurasa Aku tidak Boleh menyinggungnya, Pemuda ini tidak bisa di anggap remeh" Lanjutnya dalam hati.
"Paman, bagaimana? Hanya Teknik ini dulu saja yang akan Aku jual atau Lelang" Ucap Han Zhie mengagetkan lamunan Ling Gui.
__ADS_1
"Hanya Teknik ini dulu saja? Seberapa banyak yang Ia miliki?" Gumamnya semakin sangat takut untuk menyinggung Han Zhie dan Lin Mei.
"Aku tidak boleh melepaskan kerja sama dengan Pemuda ini, Paviliun harus di percaya olehnya, Paviliun akan untung banyak berkat Pemuda ini" Lanjutnya membatin.