Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Tabib Kecil


__ADS_3

Nama Pendekar Hantu semakin senter terdengar di kalangan penduduk desa dan kota setelah menghancurkan Walikota Pengkhianat dari bangsawan Keluarga Yang di kota Yudong. Sedang Klan Yang yang berada di Kekaisaran sangat geram mendengar Hal itu.


Beberapa hari berlalu, Han Zhie sampai di Ibukota Kekaisaran. Di depan Gerbang Ibukota, Ia di hadang oleh para Penjaga dan tidak boleh masuk ke Ibukota Kekaisaran.


Han Zhipun pergi dari Gerbang bermaksud untuk menyelinap ke Ibukota setelah menjauh dari Gerbang. Tidak jauh dari Gerbang Ibukota, Seorang pengemis tua meminta-minta kepadanya.


"Baru kali ini Aku melihat Pendekar tingkat tinggi sepertinya menjadi Pengemis. Apa Dia sedang menyamar?" Batinnya sambil memberi satu koin emas kepadanya.


"Terimakasih Tuan" Ucap Pengemis tua itu.


Han Zhiepun dengan mudah menyelinap memasuki Ibukota Kekaisaran. Ia sangat takjub dengan megahnya Ibukota Kekaisaran. Ia kemudian pergi mencari Paviliun Bambu Kuning untuk menukarkan koin bambu miliknya sekalian mendapatkan informasi agar dapat menemui Kaisar untuk menyalin Peta Dunia milik Kaisar Mo.


Selang beberapa lama Ia menemukan Paviliun Bambu Kuning dan kagum dengan megahnya Paviliun Bambu Kuning di Kekaisaran.


"Tuan.. Ada yang bisa Kami bantu?" Tanya Penjaga Paviliun.


"Aku ingin menukar koin ini. Dimana Aku harus menukarnya" Balas Han Zhie sambil menunjukkan koin Bambu Kuning miliknya.


"Tuan kesana saja. Bangunan itu tempat penukaran koin Bambu" Jawab Penjaga ramah menunjukkan bangunan yang di maksud.


"Baiklah terimakasih" Balas Han Zhie.


Han Zhie kemudian menuju ke bangunan yang dimaksud Penjaga dan menukar koin Bambu miliknya tanpa gangguan yang berarti. Bangunan Paviliun itu sangat megah dan sudah terbiasa menerima Penukaran koin Bambu dengan Penjagaan yang sangat ketat.


Han Zhie kemudian pergi ke bangunan Paviliun yang terlihat paling tinggi di sana. Ia ingin menemui Ling Gui, manager Pusat Paviliun dan bermaksud ingin menjual Pil-pil yang Ia miliki.


Baru saja Ia akan menunjukkan lencana yang di berikan kepada para Penjaga di sana, terdengar suara Seseorang di belakangnya kepada para Penjaga.


"Biarkan Dia masuk" Ucap Seorang Kakek tua di belakang Han Zhie.


"Baik Tuan" ucap Penjaga di pintu masuk Paviliun itu.


Han Zhie menengok ke belakang dan ternyata Kakek itu Pengemis yang Ia temui di luar Gerbang Ibukota.


"Silahkan Tuan baik hati" Ucap Kakek tua itu yang ternyata Pemilik dari Paviliun Bambu Kuning mempersilahkan Han Zhie masuk.


"Hmmmm baiklah" Jawab Han Zhie biasa saja.


"Anak muda, Kenapa Kau tidak terkejut?" Tanya Kakek Pemilik Paviliun, Yun Yintai.


Han Zhie menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya Aku terkejut" Balas Han Zhie sambil memasang wajah terkejut.


Kakek itu menjitak kepala Han Zhie karena bertingkah konyol.


Setelah menjelaskan bahwa Han Zhie ingin menemui Ling Gui bermaksud ingin menjual Pil yang Ia miliki, Yun Yintai menyuruh Han Zhie berbicara dengannya saja dan Mereka menuju ke lantai lima bangunan itu.


"Kau ternyata Orang penting disini" Ujar Han Zhie.

__ADS_1


"Ya Aku Pemilik Paviliun Bambu Kuning"


Han Zhie hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Bocah, Aku penasaran kenapa Kau dari tadi tidak kaget denganku?"


Han Zhie kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa Aku harus kaget ya? Sejujurnya Aku malah melihat Tuan Yintai sangat aneh"


"Apa maksudmu?"


"Apa maksud Tuan Yintai menjadi Pengemis? Apa ada alasan tertentu?"


"Hanya ingin" Jawab Yun Yintai mengerutkan keningnya.


Setelah Basa-basi, Yun Yintai mengajak Han Zhie dan juga Ling Gui yang Mereka temui ke Gudang penyimpanan Paviliun Bambu Kuning. Yun Yintai dan Ling Gui terkejut Pil milik Han Zhie sangat banyak, Pil itu juga merupakan Pil-pil tingkat tinggi.


"Tu.. Tuan darimana Kau mendapat Pil-pil ini?" Tanya Yun Yintai.


"Aku sendiri yang membuatnya Tuan Yintai" Balas Han Zhie.


Yun Yintai kembali terkejut mengetahui kalau Han Zhie yang membuat Pil-pil itu sendiri. Ia kemudian meminta Han Zhie membuat sebuah Pil obat untuk penyakit yang aneh.


Yun Yintai merupakan teman dari Kaisar Mo. Putri Kaisar menderita penyakit yang sangat aneh. Yun Yintai sangat frustasi. Ia di suruh mencari obat ataupun tabib yang bisa menyembuhkan Penyakit Putri Mahkota. Sebagai teman dari Kaisar Mo, Ia tentu tidak menolak permintaan dari Kaisar Mo. Akan tetapi, sudah setahun lebih penyakit yang di derita Putri Mahkota tidak ada yang bisa menyembuhkannya.


Han Zhiepun akan mencobanya dan berjanji merahasiakan keadaan Putri Mahkota yang terkena penyakit aneh. Ia akan melihat kondisi Putri Mahkota terlebih dahulu yang menurut Yun Yintai semakin hari semakin terlihat sangat tua sebelum membuat pil obat yang Ia ketahui.


Han Zhie pergi bersama Yun Yintai menuju Istana Kekaisaran. Ia kembali kagum dengan bangunan-bangunan Kekaisaran yang sangatlah megah. Penjagaan di sana juga sangat ketat, tetapi formasi Pelindung yang di buat sangatlah lemah.


"Tuan Yintai, bolehkah Aku melihat-lihat Istana Kekaisaran?" Tanya Han Zhie.


"Tentu saja boleh. Tetapi lebih baik Kita menemui Kaisar terlebih dahulu" Balas Yun Yintai.


"Baiklah kalau begitu. Tuan Yintai, Apa Aku boleh menyalin peta Dunia milik Kaisar Mo?"


"Jangan banyak omong, Sembuhkan dulu Putri Mahkota kalau Kau mampu. Dari tadi Kau hanya memikirkan dan bertanya seputar Peta. Apa Putri Mahkota lebih penting dari peta itu?" Balas Yun Yintai menjitak Kepala Han Zhie karena kesal.


Tak beberapa lama Mereka sampai ke Pintu masuk Istana Kaisar. Para penjaga mempersilahkan Mereka masuk.


"Saudara Yin, apa Kau sudah menemukan obat untuk Putriku?" Tanya Kaisar Mo setelah menemui Mereka yang sudah menunggu cukup lama.


"Saya membawakan tabib kecil untuk memeriksa kondisi Putrimu" Balas Yun Yintai.


Han Zhie dan Kaisar Mo mengerutkan keningnya mendengar Yun Yintai menyebutnya sebagai tabib kecil.


"Saudara Yun. Apa tabib kecil ini bisa menyembuhkan putriku?" Tanya Kaisar sedikit meragukannya.


"Entahlah. Ia akan mencoba memeriksanya terlebih dahulu"

__ADS_1


Karena Yun Yintai yang membawanya, Ia pun mempersilahkan Han Zhie untuk memeriksa kondisi Putri Ryuyie


Han Zhie kemudian di ajak ke kamar Putri kaisar untuk melihat Kondisinya. Ia bertanya kepada Kaisar tentang sesuatu yang aneh sebelum Putri Kaisar menderita penyakit tersebut. Tetapi tidak ada hal yang aneh yang terpikirkan oleh Kaisar Mo.


Tok tok tok


"Yie'er,, Ayah membawa seorang tabib untuk memeriksa kondisimu"


"Silahkan masuk Ayah"


Mereka bertiga kemudian masuk ke kamar Ryuyie.


"Ayah, tinggalkan Kami berdua saja" Ucap Ryuyie setelah membuka cadarnya yang membuat Han Zhie sedikit kaget karenanya. Tetapi Dia berusaha agar terlihat biasa saja.


Ryuyie berusia 15 tahun. Akan tetapi, setelah menderita penyakit aneh lebih dari setahun yang lalu, wajahnya setiap hari semakin terlihat tua. Sekarang Ia seperti seorang yang berusia 50 tahun jauh dari perkiraan Han Zhie, sehingga Ia begitu terkejut, selain karena wajah dari Tuan Putri, Ia juga terkejut karena penyakit itu berasal dari bangsa Penyihir menurut kitab yang Ia hafal.


"Sepertinya Dia terkena kutukan dari seorang Penyihir. Apa bangsa penyihir ada di dunia ini?" Batin Han Zhie melihat wajah Mo Ryuyie yang tampak tua.


"Saudara Yun, apa tidak apa-apa Mereka kita tinggal berdua saja?" Tanya Kaisar.


"Ya tidak tidak apa-apa, tabib kecil bukan seseorang yang harus kita waspadai, ia sangat baik" Balas Yun Yintai berbisik menceritakan saat Ia menyamar sebagai Pengemis.


"Tolong sembuhkan putriku. Jika Kau bisa Aku akan memberikan apapun yang engkau minta" Ujar Kaisar Mo dan Han Zhie hanya menganggukan kepalanya.


Kaisar dan Yun Yintai kemudian keluar dari kamar meninggalkan Mereka berdua.


"Kau tidak perlu repot-repot memeriksaku" Ucap Putri Ryu Yien.


"Kurasa Aku bisa sedikit menyembuhkanmu"


"Berapa Usiamu?"


"Tiga belas tahun"


"Kau masih kecil. Siapa yang menjulukimu tabib kecil?. Bahkan tabib besar saja tidak mampu menyembuhkan penyakitku apalagi tabib kecil sepertimu"


"Meskipun Aku masih kecil. Aku mungkin menyukai gadis berusia 15 tahun yang seusia denganmu. Tapi hanya gadis cantik yang Aku sukai, Kau mungkin bukan kriteriaku"


"Mulutmu tidak ada akhlak juga. Siapa yang dapat menandingi kecantikanku jika tidak menderita penyakit sialan ini"


"Ya ya. Jika Kau cantik mungkin Aku akan meminta Kaisar menjadikanmu sebagai istriku, tapi jika Kau jelek jangan bermimpi Aku mau denganmu"


"Mulutmu itu kotor sekali. Keluar Kau dari sini !!!"


"Kenapa Kau marah? Apa Kau benar-benar ingin menjadi Istriku?"


"Cihhh. Kau benar-benar membuatku marah"


Putri Mo Ryuyie mengusir Han Zhie keluar dari kamarnya. Han Zhiepun hanya menerima perlakuan dari Putri Ryuyie dan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Tabib kecil apanya? Dia hanya bisa membuatku sangat marah" Gumam Putri Ryuyie.


Sementara Kaisar Mo dan Yun Yintai yang sedari tadi menguping pembicaraan Mereka di balik pintu bergegas kembali ke tempat duduk Mereka.


__ADS_2