
Kemarahan Kaisar memuncak setelah mengetahui Orang-orang Klan Xiang menerobos memasuki Istana. Tanpa pikir panjang, Ia menyuruh Jenderal dan Prajurit menangkap para pembuat onar hidup ataupun mati. Ia sudah tidak perduli dengan Mereka sebagaimana Mereka juga tidak peduli dan menghargainya sebagai Kaisar meskipun dapat di pastikan jika Klan Xiang bergabung dengan pengkhianat, hanya tinggal menunggu waktu saja para pengkhianat itu memberontak karena bertambahnya kekuatan dari Sekte Pedang Suci dan Klan Xiang.
Kaisar menyuruh salah satu Prajurit yang berasal dari Klan Mo menyampaikan kepada Pasukan elit rahasia Kekaisaran agar bersiap siaga dan meningkatkan keamanan Istana. Ia juga menyuruhnya untuk menyampaikan hal ini kepada Patriark Klan Mo.
Tidak mau ketinggalan, Patriak, Tetua bersama dengan Kaisar, Jenderal, dan prajuritnya menyerang Orang-orang dari Klan Xiang.
"Sial, ini tidak seperti yang Kita pikirkan" Gumam salah satu Tetua Klan Xiang berkeringat dingin.
"Tidak ada pilihan lain, Xiang Lang sudah bertindak gegabah" Balas Tetua yang lain.
##
"Tunggu, Kalian bertiga turun dan lindungi Permaisuri dan Tuan Putri, sepertinya Mereka mampu menangani Klan sampah itu" Perintah Seseorang bertopeng emas kepada tiga juniornya yang bertopeng Perak. Mereka mengetahui bahwa Klan Xiang sudah berkhianat dan tinggal menunggu waktu saja untuk melakukan Pemberontak.
Di sisi lain Pria bertopeng emas juga khawatir akan keselamatan Ryurong dan Ryuyie, bisa saja Mereka di jadikan sandera oleh Orang-orang dari Klan Xiang untuk melarikan diri.
##
Bersamaan dengan Kaisar, beberapa Patriark dan Tetua melakukan penyerangan.
__ADS_1
Wussssh
Han Zhie mengeluarkan aura dan Pedang hantunya yang membuat semua Orang kaget kecuali Liang Feng dan juga Tetua Cheng yang sedang bertarung dengan Xiang Lang, akan tetapi tidak menghentikan Mereka untuk bergerak menyerang.
Han Zhie melihat pergerakan Orang-orang yang sejak tadi mengamati Mereka turun ke atas sebuah bangunan dan melompat ke arah Permaisuri dan Ryuyie. Secepat kilat Ia mengeluarkan aura hantu dan pedang hantunya. Ia segera melesat ke arah Orang-orang bertopeng perak yang hendak mendekat ke Ryurong dan Ryuyie, membuat Ryurong dan Ryuyie menelan ludah Mereka. Ia hanya mengira kalau Orang-orang itu akan berusaha mencelakai Permaisuri dan Tuan Putri dan sedikit waspada dengan Mereka.
Tiga Orang bertopeng perak mengerutkan keningnya. Belum sempat mereka menginjakkan kaki di tanah untuk melindungi Permaisuri dan Tuan Putri, Han Zhie melompat menghalau Mereka. Meskipun Mereka merupakan Pendekar Bumi level puncak dan dua di antaranya Pendekar Petapa level awal, Han Zhie tidak meremehkannya karena Mereka bisa terbang menggunakan tongkatnya. Dengan refleknya, Meraka pun beradu jurus dengan Han Zhie.
Trang
Trang
Trang
Benar saja perkiraan Han Zhie, meskipun Mereka hanya berada di tingkat Bumi dan Petapa, Kekuatan Mereka melampaui Pendekar biasa di tingkat dan level yang sama. Setidaknya kemampuan Mereka menyamai beberapa Tetua di tingkat Pendekar langit di atasnya yang dapat mengimbangi serangan Han Zhie, tetapi dengan Teknik dan jurus di tingkat surgawi, tentunya Han Zhie juga mampu mengimbangi tiga sekaligus dari Mereka yang hanya menggunakan Teknik dan Jurus di tingkat langit.
Mereka adalah murid-murid dari Sekte Bambu Kuning yang tidak bisa di anggap remeh. Dengan pelatihan yang sangat keras dan lama hanya untuk naik ke level berikutnya, tentulah Mereka bukan Pendekar biasa meskipun kultivasinya berada di Tingkat Pendekar Bumi dan Petapa.
"Siapa bocah ini? Mengagetkan saja" Gumam salah satu murid bertopeng perak yang mendadak mendapat serangan dari Han Zhie.
__ADS_1
Sementara itu, Xiang Lang yang merasakan aura Han Zhie yang aneh dan cukup besar menelan ludahnya. Han Zhie yang dianggap lemah ternyata mampu mengeluarkan aura yang begitu besar dan bertarung secara sengit dengan murid-murid bertopeng perak yang terlihat kuat. Begitupun dengan Patriark, Tetua, dan Kaisar yang menganggap Han Zhie adalah Orang biasa karena tidak mempunyai tingkatan kultivasi. Beberapa dari Mereka terlihat mengerutkan keningnya mengetahui Han Zhie yang di khawatirkan keselamatannya oleh Liang Feng dan Tetua Cheng ternyata memiliki kemampuan yang tidak bisa di remehkan.
"Kau meremehkanku? Sudahi terkejutmu, mari bertarung serius denganku" Ucap Tetua Cheng kepada Xiang Lang yang terlihat sedang memperhatikan Han Zhie.
"Pembelah langit" Lanjut Tetua Cheng mengeluarkan jurus pedangnya. Ia melompat tinggi ke atas dan melakukan serangan yang amat kuat kepada Xiang Lang. Angin berhembus kencang seolah terbelah oleh kekuatan tebasan pedang tetua Cheng di atas udara menghujam ke bawah ke arah Xiang Lang.
Xiang Lang tidak tinggal diam. Dengan teknik pedang api suci, Ia melesat ke atas ke arah Tetua Cheng dengan pedangnya menghadap ke langit berusaha menusuk Tetua Cheng dari bawah.
Dengan tangan kirinya, Tetua Cheng membuat gelombang angin yang menghilangkan api di Pedang milik Xiang Lang. Ia kemudian bergerak lincah memutar tubuhnya menghindari Pedang Xiang Lang kemudian menyabetkan pedangnya dari arah samping ke pinggang Xiang Lang.
Xiang Lang menambah Energi ke pedangnya, membuat pedangnya berselimut api lebih pekat dari sebelumnya dan dengan cepat menangkis serangan dari Tetua Cheng.
Trang
Bunyi pedang Mereka terdengar nyaring saling beradu. Mereka sama-sama terpental ke belakang.
Tetua Cheng tidak tinggal diam dan kembali melesat menyerang. Teknik Gelombang pedang Naganya seolah membuat efek gelombang pedang-pedang yang amat tajam yang ingin memangsa Xiang Lang.
Xiang Lang mengeluarkan jurus Pedang harimau api suci, seketika efek gelombang menghilang dari hadapannya seperti meleleh dan terlahap oleh mulut harimau api yang terbentuk dari jurus pedangnya. Ia menyerang dangan pedang berselimut api yang amat panas membentuk kepala harimau di ujung pedang, aura panas dari pedang tingkat langit miliknya terasa hingga beberapa Prajurit di dekat Mereka bergerak menjauh, sedangkan serangan Tetua Cheng membuat kepala Naga air di ujung pedangnya, kepulan asap terlihat di antara Mereka berdua. Api dari Pedang Xiang Lang meredup, begitupun dengan kepala naga air yang terbentuk dari jurus pedang naga air Tetua Cheng yang menghilang.
__ADS_1
Pertarungan yang lama membuat Tetua Cheng banyak menguras tenaga dalamnya. Ia juga belum begitu pulih akibat pertempuran dengan dua Tetua Sekte Lembah Neraka saat penyerangan di Sekte Pedang Naga. Akan tetapi, Ia masih cukup mampu untuk menyerang dan bertahan.
Tetua Cheng dan Xiang Lang kembali terpental setelah jurus pedang Naga air dan jurus pedang harimau api suci saling beradu.