
Mata setan melepas jubah Yo Bang, dan Yo Bangpun berbalik ke arahnya, mengucek-ngucek matanya masih tidak percaya pukulannya yang selama ini tidak ada yang berhasil selamat darinya, tidak menewaskan Han Zhie. Dia tidak mengetahui kalau Han Zhie sudah di ambil alih oleh Mata Setan.
"Bangsat Kau, Rasakan ini" Teriaknya keras.
Belum sempat Yo Bang akan menyerang Mata Setan, Mata Setan sudah menyerangnya sama persis dengan yang sudah Yo Bang lakukan beberapa saat yang lalu kepada tubuh yang sekarang Dia kendalikan.
Han Zhie memukuli Yo Bang, dan kali ini Yo Bang yang terlihat pasrah tidak bisa menepis, menghindar, ataupun balik menyerang karena kecepatan serangan Mata Setan.
Yo Bang terus bergerak mundur di pukuli oleh Mata Setan. Sejurus kemudian Mata Setan meninju perut Yo Bang dengan sangat keras.
Yo Bang melesat di udara, tidak menunggu lama Mata Setan sudah berada di atas udara, Dia terbang menunggu tubuh Yo Bang dan bersiap meninjunya kembali ke tanah.
Banggggg
Tinjunya mengenai punggung Yo Bang dan secepat kilat Mata Setan sudah berada di samping tubuh Yo Bang yang terbenam di tanah. Dia membalikkan tubuh Yo Bang dan mengangkatnya dengan mencekik leher Yo Bang menggunakan lengan kirinya.
Banggggg
Tubuh Yo Bang melesat ratusan meter terkena tinju Mata Setan, menghancurkan beberapa bangunan yang terkena tubuhnya yang melesat dengan cepat.
Mata Setan mengikuti tubuh Yo Bang yang melesat akibat tinjunya. Dia malayang rendah di depannya. Setelah beberapa saat tubuh Yo Bang berhenti mengenai sebuah tembok bangunan. Dia menjambak rambut Yo Bang dengan tangan kirinya dan membawa Yo Bang terbang untuk di pertontonkan di beberapa Prajurit yang masih berdiri mematung.
Mata Setan terbang dengan tangan kiri membawa tubuh Yo Bang dan tangan kanan membawa Pedang Hantu yang sudah Dia keluarkan setelah sebelumnya Dia masukkan dari dalam ruang Dimensi.
__ADS_1
Di hadapan beberapa Prajurit Dia melayang terbang membuat beberapa dari Mereka mengeluarkan bau pesing akibat terkencing di celana.
Tanpa banyak bicara Mata Setan menebas kepala Yo Bang. Beberapa Prajurit tewas karena amat takut melihat mata Setan yang dengan mudahnya membunuh Yo Bang seolah terkena serangan jantung dan beberapa lainnya tidak sadarkan diri.
Mata Setan membiarkan Mereka yang sejak tadi sudah lari tunggang langgang, beberapa Prajurit yang melihatnya dari kejauhan dan masih tersadarpun Dia biarkan begitu saja. Dia terbang menuju Istana membawa kepala Yo Bang dengan tangan kanan masih memegangi Pedang hantu.
Di Istana hanya ada sedikit bangunan yang tersisa, beberapa sudah hancur dan porak poranda, api berkobar di mana-mana menghanguskan bangunan-bangunan yang tadinya megah nan indah.
Kalajengking raksaksa mengamuk tidak pandang bulu. Su Kong pun tewas karenanya. Dia sangat geram dengan Kalajengking itu yang sangat banyak membunuh pasukannya. Su Kong, Xiang Yu, dan beberapa Patriark Pemberontak berbalik melawan Kalajengking itu dan Dia pun harus tewas karenanya. Satu Kalajengking berhasil tewas di keroyok ribuan Orang, dua sisanya masih terus mengamuk.
Di tengah-tengah kobaran api, saling serang terus terjadi. Wajah-wajah Prajurit pihak Kaisar tampak begitu lusuh dengan tubuh penuh luka. Beberapa dari Mereka harus bertahan bertarung dengan dua sampai tiga Prajurit musuh. Begitupun Para Patriark dan Tetua. Jumlah Mereka terus berkurang dari waktu ke waktu. Tidak ada satupun dari Mereka terlihat bersemangat. Wajah mereka tampak begitu murung. Mereka seakan sudah pasrah menerima kematian dan kekalahan beberapa saat lagi dan hanya menunggu waktu saja sampai Mereka benar-benar habis di keroyok di sana sini. Bagaimana tidak, setelah membunuh tiga Tetua Sekte Bambu Kuning, Luo Yang tanpa basa-basi memenggal Kepala Kaisar melihat Hua Meng sangat lama mengalahkan Kaisar, di halangi oleh Patriark Wan Yong dan Guangzhou, dan beberapa murid topeng emas.
Dengan burung tunggangannya, Luo Yang terbang kesana-kemari membawa bagian kepala Kaisar yang tertancap di ujung Pedangnya seolah memamerkannya kepada lawan dan kawan.
Dari jarak yang cukup jauh, Mata Setan melihat jelas apa yang Luo Yang lakukan.
"Si.. Siapa Kau?" Tanya Luo Yang menghadang belum menyadari Mata Setan membawa kepala sahabatnya Yo Bang.
"Ka.. Kau, apa yang Kau lakukan dengannya?" Luo Yang sangat kaget melihat kepala Yo Bang berada di tangan Mata Setan.
Mata Setan hanya mengangkat kedua bahunya tidak berdosa. Beberapa Orang melihat Mereka berdua karena sejak awal menyaksikan tingkah Luo Yang yang membawa kepala Kaisar ke sana sini.
"Tu.. Tuan Zhie, itu Tuan Zhie" Teriak Tetua Cheng yang sedang berhadapan dengan tiga Tetua bersama dengan Patriark Li Ningfei. Seketika Li Ningfei dan tiga Tetua yang mengeroyok Mereka menengok ke arah yang di tunjuk Tetua Cheng.
__ADS_1
"Pendekar Hantu. Akhirnya Tuan Pendekar Hantu muncul" Lanjut Tetua Cheng membuat Li Ningfei dan juga tiga Tetua yang melawan Mereka terkejut.
"Tetua Cheng, apa Anak itu Pendekar Hantu?" Tanya Li Ningfei sambil terus melawan tiga Tetua bersama Tetua Cheng.
"Ya benar, Tuan Zhie adalah Pendekar Hantu" Ucap Tetua Cheng, membuat tiga Tetua yang melawan Mereka berdua menelan ludahnya, pasalnya Mereka tidak meyakini dan menganggap Pendekar hantu hanya omong kosong yang di lebih-lebihkan.
"Kenapa Dia datang sangat terlambat?" Gumam Li Ningfei sedikit kecewa.
"Jangan banyak omong, Kita bunuh dulu ketiga keparat ini" Balas Tetua Cheng mulai bersemangat melawan tiga Tetua di hadapan Mereka berdua.
Guang Zhou dan Wan Yong yang sedang menghadapi Hua Meng dan salah satu Patriak Sekte Banteng Hitam mendengar apa yang di ucapkan Tetua Cheng dan menengok ke atas langit.
"Apa tabib kecil Pendekar Hantu? Aku kira Pendekar hantu hanya omong kosong yang di lebih-lebihkan" Gumam Guangzhou terdengar oleh Wan Yong.
"Patriark Zhou, jangan lengah mari habisi Mereka" Ucap Wan Yong yang sedang berhadapan dengan Hua Meng.
"Sedang beromong kosong apa Kalian? Dewapun tidak akan sanggup menyelamatkan Kalian" Ujar Hua Meng belum pernah mendengar nama Pendekar hantu dan kembali menyudutkan Wan Yong.
Patriark Do Zhie dan beberapa murid bertopeng emas yang tidak berhasil menyelamatkan Kaisar dan berada tidak jauh dari Merekapun bertanya-tanya tentang Pendekar Hantu yang Mereka perbincangkan sambil terus berhadapan dengan lawan-lawan Mereka. Begitupun dengan Kie Rung, Shi Tong, Patriak, dan Tetua lain yang menjadi lawan Mereka.
Bermaksud ingin memamerkan kepala Yo Bang, tanpa banyak bicara, Mata Setan menjatuhkan kepala Yo Bang ke bawah. Bersamaan dengan hal itu, entah kapan kepala Kaisar sudah berada di tangannya.
Mata Setan menendang Luo Yang dan Luo Yangpun terpisah dari tunggangannya. Mata Setan sudah berada di atas tubuh Luo Yang yang masih melayang di udara hendak jatuh kebawah. Dia kemudian menendangnya ke bawah.
__ADS_1
Banggggg
Suara dentuman dari tubuh Luo Yang yang terjatuh menghantam tanah memekikkan telinga Orang-orang yang sedang bertarung.