Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pengkhianat Kekaisaran


__ADS_3

Mereka tidak mengetahui darimana Han Zhie mendapatkan informasi itu. Yu Wuhen mulai mencurigai bahwa Han Zhilah orang yang telah menghancurkan Sekte Mawar Hitam.


Yu Wuhen merasa aneh karena Han Zhie berada tidak jauh dari Sekte mawar hitam dan mengetahui informasi penyerangan ke Sekte Pedang Naga yang pastinya rahasia. Ia bertanya-tanya kenapa Han Zhie malah akan pergi ke Sekte Pedang Naga jika akan ada penyerangan, apakah Ia akan menyelesaikan pembantaian yang belum selesai terhadap Orang-orang dari Sekte Mawar Hitam disana, pikirnya.


Yu Wuhen tahu bahwa kemampuan Han Zhie memang lebih tinggi darinya. Akan tetapi menghancurkan Sekte Seorang diri dengan jumlah lawan hampir mencapai seribu sebenarnya tidak pernah Ia bayangkan, hanya saja pikirannya berkata lain, tidak sejalan dengan apa yang Ia banyangkan.


Han Zhiepun berkata jujur bahwa memang Dialah yang sudah menghancurkan Sekte Mawar Hitam dan akan menyelesaikan yang belum Ia tuntaskan di Sekte Pedang Naga. Ia meminta Yu Wuhen dan Jun Bing merahasiakan hal itu.


Yu Wuhen mulai menyadari kenapa Han Zhie mengalah dan tidak serius melawannya saat turnamen. Yu Wuhen dan Jun Bingpun berjanji akan merahasiakan hal itu.


Han Zhie kemudian meminta Yu Wuhen dan Jun Bing memberitahu lokasi Sekte Pedang Naga. Dengan kecepatannya Ia mungkin dapat sampai sebelum Orang-orang Sekte aliran hitam di Sekte Pedang Naga.


Han Zhie kemudian pergi terlebih dahulu ke Sekte Pedang Naga, sementara Yu Wuhen dan Jun Bing akan menyusulnya, Yu Wuhen menyerahkan lencana Sektenya agar Ia dapat memasuki Sekte tanpa kendala. Mereka tersentak kaget melihat kecepatan Han Zhie saat melesat bersama, Mereka tidak mengetahui kalau sudah tertinggal jauh darinya, Mereka berdua hanya bisa menelan ludahnya Sendiri melihat kecepatan Han Zhie.


Perjalanan ke Sekte memakan waktu sekitar tiga sampai empat minggu kecepatan biasa. Dengan kecepatan Han Zhie, Ia dapat sampai di sana sepuluh hari sampai dua minggu lamanya.


Sudah sekitar seminggu berlalu tiada henti Han Zhie melesat berlari, melompat dari dahan ke dahan, atap ke atap. Tidak ada kendala yang berarti, Ia hanya sesekali singgah di Desa atau Kota untuk makan dan beristirahat, terkadang Ia makan di dalam hutan dengan bekal yang sudah Ia beli sebelumnya. Pakaiannya sudah Ia ganti dengan jubah hitam bertudung dan tidak lupa mengenakan cadar hitamnya.


Di perjalanannya, Ia mendapati dua orang sedang bertarung melawan lima orang di antara tebing yang tinggi. Pakaian dua orang itu sama seperti yang Ia kenakan. Tidak jauh dari Mereka, terlihat juga seseorang berpakaian sama seperti Han Zhie terbaring seperti sedang terluka.


Han Zhie mengamati Mereka dari atas bukit. Pertarungan yang tidak seimbang membuat dua orang bercadar hitam seringkali terdesak. Perhatian Mereka sesekali menuju Seseorang yang sedang terbaring terluka, Mereka berdua terlihat selalu menghalau agar kelima lawannya tidak bisa mendekatinya.

__ADS_1


Han Zhie sendiri masih bingung akankah membantu Mereka bertiga atau tidak. Pasalnya Ia tidak mengetahui pasti permasalahan yang sedang Mereka perselisihkan. Dengan langkah yang sedikit mengendap-endap, Ia berjalan mendekati seseorang yang sedang terluka, kemudian menjauhkannya dengan cepat tanpa sepengetahuan Mereka yang sedang bertarung.


Dua orang yang sudah mengetahui hilangnya Seseorang yang sedang Mereka lindungi berpikir bahwa Ia sedang bersembunyi. Sementara lima lawannya mengamati sekitar untuk menemukannya. Dua orang Pendekar di suruh salah Seorang yang menjadi ketua keluar dari Pertarungan untuk menemukannya.


Dua orang bercadar hitam mencoba menghalau Mereka agar tetap terus bertarung. Tetapi tiga lawannya menghalangi Mereka dengan sangat sengit sehingga Dua orang berhasil keluar pertarungan dan segera mencari keberadaan Seseorang yang Mereka kejar.


Han Zhie menelan ludahnya mengetahui Seseorang yang terluka ternyata Seorang gadis. Ia tidak sengaja bersentuhan dengan dadanya ketika membopong menjauh dari area pertarungan.


Gadis itu sadar dan dapat berbicara, tetapi tubuhnya sangat lemah karena terluka dan mungkin Ia sudah berlari lama dengan jarak yang cukup jauh menghindari kejaran lima Orang yang mengincarnya.


"Siapa Kau? Meskipun kita berpakaian sama Aku tidak mengenalimu" Tanya Gadis itu sedikit curiga kepada Han Zhie saat Ia sudah di dudukkan di bawah sebuah pohon besar. Ia tidak berpikir bahwa Han Zhie merupakan bagian darinya karena yang Ia tahu hanya ada dirinya dan dua Orang yang melindunginya.


"Mereka berlima mengejar dan mengincarku, sedang dua orang yang berpakaian sama denganku merupakan orang yang melindungiku" Jawab Gadis itu penuh harap Han Zhie mau membantunya melarikan diri meskipun Ia belum tahu kalau Han Zhie berada di pihak yang mana.


"Kenapa Aku harus mempercayaimu? Bisa saja Kalianlah Penjahatnya" Balas Han Zhie masih menyelidik.


"Terserah kalau Kau tidak mempercayaiku, jika Kau bukan bagian dari Mereka tinggalkan saja Aku di sini sebelum Mereka menyadari keberadaanmu juga. Kau pasti akan di buru oleh Mereka" Gadis itu terlihat pasrah jika Han Zhie tidak mau membantunya dan menyuruhnya pergi meninggalkannya di sana menunggu nasibnya.


"Maaf bukannya Aku tidak mempercayaimu, tetapi Dunia ini begitu kejam, banyak orang jahat dan pengkhianat, Aku tidak akan tertipu sebelum mengetahui situasinya" Balas Han Zhie masih belum jelas mau membantunya atau tidak.


Han Zhie memang menghentikan perjalannya untuk membantu dua Orang dan Gadis itu yang sedang terdesak kalau saja Mereka bukanlah Orang yang Jahat. Tetapi Ia sendiri tidak mau bertindak gegabah memihak salah satu kubu meskipun pihak dari gadis itulah yang sedang terdesak.

__ADS_1


"Memang seperti itu Dunia ini, bahkan tidak akan ada yang menyangka bahwa orang dekat Kekaisaranpun ternyata Pengkhianat yang sangat jahat, keji, dan juga kejam" Balas gadis itu sambil matanya berkaca-kaca.


"Ya Kau memang benar, apa Kau di kejar karena mengetahui informasi ini?" Tanya Han Zhie penasaran dengan Pengkhianat Kekaisaran yang gadis itu bicarakan.


"Bisa di bilang seperti itu. Jika Kau tidak berada di pihak Mereka, Kau pergilah dari sini dan bawa informasi ini ke Kekaisaran. Mereka yang mengejar Kami berasal dari Klan Su, Merekalah Pengkhianat Kekaisaran" Balas Gadis itu memberikan informasi kepada Han Zhie tentang kekuatan besar di balik Sekte Aliran Hitam yang berkhianat dan akan segera memberontak.


"Dasar ******, Siapa yang Kau suruh pergi setelah mengetahui informasi ini? Akan Kami pastikan Kalian semua akan mati di sini" Ucap salah satu orang Pendekar dari Klan Su memotong pembicaraan Mereka dan mengagetkan Gadis itu. Dua Pendekar Klan yang mencarinya sudah berada di sana cukup lama mendengar pembicaraan Han Zhie dan gadis itu.


Gadis itu kaget dan sedikit ketakutan melihat Mereka berdua, meskipun Ia tidak berharap banyak sambil menunggu nasibnya, sekarang hanya Han Zhie yang dapat Ia andalkan meskipun Dia tidak yakin akan hal itu.


Han Zhie tidak kaget dengan perkataan Orang-orang itu yang tiba-tiba. Ia sudah mengetahui sejak awal dua Orang dengan tingkat kultivasi Bumi level menengah dan puncak itu sedang memperhatikan Mereka berdua. Barulah sekarang Ia menghadap dua orang itu setelah Mereka mengeluarkan suaranya, dan Ia juga sudah mengetahui harus berada di pihak yang mana.


Tranggg


Bunyi Pedang terdengar nyaring ketika Han Zhie melesat dan sampai di hadapan Mereka berdua. Pedang salah satu dari Mereka terpotong menjadi dua saat berusaha menangkis serangan Han Zhie. Han Zhie kemudian bergerak cepat sudah berada di belakangnya dan "Jlebbb" Pedangnya menusuk dalam punggung orang itu dan tewas seketika.


Gadis itu tercengang menyaksikan kemampuan Han Zhie.


Melihat rekannya tewas dan merasa tidak mampu untuk melawan Han Zhie, Pria yang satunya bergegas ingin melarikan diri. Tetapi sebelum Ia melakukannya Han Zhie sudah bergerak cepat berada di depannya, bunyi Pedangpun terdengar kembali saat Ia dengan gerakan reflek menangkis tebasan Han Zhie. Pedangnya terlempar dan Ia hanya berdiri mematung menelan ludahnya sendiri kemudian Han Zhie menebas kepalanya.


Gadis itu hanya tercengang menyaksikan Han Zhie yang dengan mudahnya mengalahkan Mereka berdua. Dari suaranya saja Ia tahu kalau Han Zhie masih sangat muda.

__ADS_1


__ADS_2