
Di Ruangan Patriark, Liang Feng sangat berterima kasih kepada Han Zhie yang telah menyelamatkan Sektenya dari kehancuran. Ia juga meminta maaf karena sudah merendahkan dan meremehkan Han Zhie.
Liang Feng memberikan banyak koin emas simpanan dari Sektenya kepada Han Zhie tetapi Han Zhie menolaknya.
Han Zhie awalnya ingin bergegas pergi untuk menemukan Ayahnya sekaligus menyelesaikan masalah Kerajaan dengan menghancurkan beberapa Sekte aliran hitam yang beraliansi, tetapi Patriark Liang Feng memintanya untuk menginap di sana beberapa hari. Han Zhiepun tidak menolak permintaan Patriark.
Liang Feng, Min Tai dan Han Zhie kemudian pergi dari Ruangan Patriark ke Aula pertemuan menemui Tetua yang berhasil selamat untuk membahas beberapa masalah setelah terjadinya penyerangan besar-besaran.
Liang Feng memberitahu Tetua tentang Han Zhie yang akan menginap beberapa hari di Sekte, membuat Mereka senang akan hal itu.
Bagi Mereka, Han Zhie merupakan Pahlawan Sekte Pedang Naga. Merekapun sama seperti Patriark berterimakasih dan meminta maaf atas perlakuan sebelumnya yang telah meremehkan Han Zhie.
"Patriark, Murid-murid Sekte sekarang harus menjalani masa pemulihan. Beberapa dari Mereka mengalami luka yang parah begitupun Kami para Tetua" Ucap Tetua Zhang.
"Apa yang harus Kami lakukan Patriark? Persediaan Pil pemulihan dan Obat-obatan hanya tinggal sedikit" Lanjutnya.
"Benar yang di sampaikan Tetua Zhang Patriark, Pil pemulihan dan obat-obatan tingkat rendahpun tidak dapat memulihkan murid-murid dan Kami para Tetua yang mengalami luka dalam cukup serius" Sahut Tetua Xie.
"Butuh waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun bagi Kami dan Tetua yang luka serius untuk memulihkan diri" Lanjut Tetua Xie.
"Baiklah. Akupun tidak tahu apa yang harus Aku lakukan saat ini. Kalian istirahatlah terlebih dahulu, Aku akan memikirkan caranya nanti" Balas Patriark Liang Feng.
"Maaf Patriark dan Tetua, mungkin Aku bisa sedikit membantu" Ucap Han Zhie kemudian mengeluarkan tumpukan Pil pemulihan dan obat.
Liang Feng, Min Tai dan para Tetua melongo melihat tumpukan Pil Obat dan Pil Pemulihan yang Han Zhie keluarkan. Begitupun dengan Yu Wuhen yang memapah Tetua Cheng yang terluka cukup parah.
"Tuan Zhie,,, Kau sangat bermurah hati sekali, Kau sudah menyelamatkan Kami dari kehancuran, sekarang Kau bahkan memberi Kami Pil yang sangat banyak ini" Ujar Patriark Liang Feng.
"Tidak masalah Patriark, hanya sedikit saja dari semua yang Aku miliki" Balas Han Zhie membuat Mereka semakin melongo dan menelan ludahnya sendiri.
Tetua Chengpun sama terkejutnya
__ADS_1
"Hanya sedikit? Seberapa banyak yang Ia miliki? Bahkan seluruh Uang Sektepun tidak sanggup untuk membelinya" Gumam Tetua Cheng.
"Benarkah Dia temanmu? Kau sedang tidak membualkan?" Lanjutnya berbisik bertanya kepada Yu Wuhen. Yu Wuhen hanya mengangguk tidak yakin apakah Han Zhie yang di luar jangkauannya menganggapnya sebagai Teman.
"Tuan Zhie,,, Kurasa Sekte Pedang Naga sangat berhutang budi kepadamu, Kami selalu siap jika Kau membutuhkan bantuan Kami" Sahut Patriark Liang Feng.
Han Zhie hanya mengangguk mengiyakan Patriark Liang Feng.
"Tuan Zhie, Ku dengar Kau adalah teman anakku ini. Bisakah Kau mengajarinya sedikit Ilmu Pedang?" Tanya Tetua Cheng kepada Han Zhie.
"Tidak.. Tidak.. Ayah lebih baik Aku berlatih sendiri dulu saja sampai Patriark pulih" Balas Yu Wuhen membuat Patriark dan Tetua lainnya bingung dengan Yu Wuhen.
"Wuhen,, kenapa Kau menolak berlatih dengan Tuan Zhie? bukankah seharusnya Kau senang bisa belajar dari Tuan Zhie?" Tanya Patriark.
"Tidak Patriark biarkan Tuan Zhie beristirahat beberapa hari, Mungkin Dia lelah" Ucap Yu Wuhen terlihat sangat Khawatir.
"Kenapa Kau terlihat khawatir seperti itu?" Tanya Tetua Cheng.
"Saudara Wu,,, apa yang Kau bisikkan kepada Ayahmu?" Tanya Han Zhie.
"Aku punya banyak waktu luang untuk berlatih denganmu" Lanjutnya.
"Maaf Tuan Zhie, Patriark... Kurasa Aku membutuhkan Yu Wuhen beberapa hari untuk merawatku, jadi lupakan permintaanku tadi" Ucap Tetua Cheng menjadi khawatir dengan Yu Wuhen.
Bisa saja Han Zhie menghilangkan tangan atau kaki anaknya saat berlatih karena berani melukainya, pikiran Tetua Cheng sama dengan Yu Wuhen. Meskipun Mereka mengagumi ilmu pedang Han Zhie, tapi Mereka berdua sedikit takut dengan jurus-jurus milik Han Zhie setelah melihat Han Zhie dalam pertempuran, apalagi Yu Wuhen yang sudah berani melukai Han Zhie.
Han Zhie hanya menghela nafas dengan tingkah aneh Yu Wuhen dan Tetua Cheng.
"Baiklah terserah Kalian saja" Balas Patriark Liang Feng.
"Tetua Zhang, apa Kau sudah mengurus mayat-mayat orang-orang Kita? Dan Tetua Xie, bagikan Pil-pil ini secara merata sesuai dengan tingkat luka murid-murid dan para Tetua" Lanjutnya.
__ADS_1
"Sudah Patriark"Jawab Tetua Zhang.
"Baik Patriark" Jawab Tetua Xie.
Beberapa hari telah berlalu, Tetua dan Murid-murid Sekte yang terluka ringan sudah banyak yang pulih, begitupun dengan Patriark Liang Feng dan Min Tai.
Beberapa hari itu Han Zhie juga mengajari Yu Wuhen beberapa jurus dan Teknik Pedang.
Han Zhie juga sudah tahu tentang barang berharga yang Sekte Pedang Naga miliki yang membuatnya sedikit penasaran sampai Patriark dan Tetua rela untuk menjemput kematian demi melindungi barang itu yaitu Kitab Pedang Terbang warisan dari leluhur Sekte Pedang Naga yang bagi Han Zhie merupakan Kitab yang biasa saja.
Sementara itu, Shan Long bertemu dengan Chong Pau di Sekte Rubah Hitam. Sekte Rubah hitam sendiri memimpin aliansi aliran hitam untuk menyerang Kerajaan Luan. Disana kebetulan juga ada Patriark dari Sekte Tengkorak Hitam.
Patriark Sekte Rubah hitam yang bernama Jing Jing dan Qi Mo yang merupakan Patriark tengkorak hitam memarahi Shan Long yang merupakan dalang penyerangan Sekte Pedang Naga tanpa memberitahukan kepada Mereka.
Jing Jing mengangkat Chong Pau menjadi Patriark menggantikan Patriark Sekte kepala ular yang sudah tewas.
Jing Jing menjelaskan jika seharusnya aliansi bergerak sesuai dengan arahan dari Klan Su. Ia sangat murka terhadap Shan Long yang seharusnya bertugas merekrut Sekte-sekte hitam lainnya tetapi sudah membuat rencana Mereka gagal dan tertunda akibat banyaknya prajurit Sekte aliansi yang tewas.
Jing Jing dan Qi Mo tidak mempercayai apa yang Shan Long dan Chong Pau sampaikan tentang Han Zhie dan menganggap Mereka hanya membual mencari alasan.
Jing Jing juga menyampaikan bahwa penyerangan ke Kerajaan Luan adalah sebuah pengalihan dari Klan Su yang akan langsung menyerang Kekaisaran. Mereka sedang menyiapkan pasukan untuk menyerang Kekaisaran di Kerajaan Sin Wu.
Para Patriark sangat kaget karena Mereka hanya di jadikan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian Kerajaan. Hanya Jing jing yang tahu akan hal ini.
Jika saja Kekaisaran sudah jatuh di tangan Klan Su, maka sekte Pedang Naga hanyalah sampah yang dapat dengan mudah Mereka singkirkan jika Shan Long bergerak sesuai dengan apa yang sudah Ia tugaskan, dan Aliansilah yang akan menguasai seluruh wilayah Kerajaan Luan dan beberapa bangsawan boneka yang bisa kita manfaatkan.
Berita tentang hancurnya Sekte mawar hitam dan penyerangan terhadap Sekte Pedang Naga tersebar dengan cepat sampai ke wilayah Kekaisaran.
Han Zhie kemudian melanjutkan perjalanan sedangkan Min Tai pergi ke Desa Pelangi.
Han Zhie akan pergi ke Kerajaan Sin Wu untuk menyelamatkan Ayahnya. Dari informasi yang di dapatkan dari Zung Po, Sekte mawar hitam dan beberapa Bangsawan penghianat di Kerajaan Luan bertugas untuk mencari dan membawa para Pekerja ahli ke Kerajaan Sin Wu.
__ADS_1
Han Zhie juga mengetahui dari Min Tai jika kemungkinan Kerajaan Sin Wu sedang meningkatkan kemampuan dan pertahanan di sana.