
Di dalam kediaman Patriark Sekte Edelweiss, Biksu Agung memberitahukan kalau Han Zhie berbeda dengan Kultivator biasa. Menurut Biksu Agung, Han Zhie sepertinya secara instan berada di tengah-tengah antara Kultivator tingkat yang paling tinggi dengan Kultivator Dewa.
Setelah berada di tingkatan kultivasi paling atas, Seseorang bisa menuju setengah Dewa. Tetapi, tidak semua Orang bisa menjadi setengah Dewa, bahkan Mereka bisa berakhir tragis. Untuk menuju setengah Dewa, diperlukan ujian dan penempaan.
Bagi Kultivator biasa, Mereka mungkin membutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk menjadi setengah Dewa, dan sangat jarang Seseorang yang bisa sampai ke tahap setengah Dewa, satu berbanding sepuluh juta orang.
Menurut Biksu Agung, untuk membuka jalan setengah Dewa, Han Zhie perlu melakukan beberapa tahapan sesuai dengan petunjuk yang akan Han Zhie terima di Kuli Lentera Suci.
Jalan setengah Dewa di jaga oleh beberapa Sekte Aliansi Perdamaian.
Kuil Lentera Suci merupakan jalan pertama menuju setengah Dewa. Jika beruntung, Seseorang akan memperoleh petunjuk tentang tahapan berikutnya yang harus di lakukan di Kuil.
Setidaknya ada beberapa tahapan yang harus di lewati untuk menuju setengah Dewa setelah ke Kuil Lentera Suci, seperti mandi di Telaga Sekte Tujuh Bidadari, ujian godaan surga di Sekte seribu Nirvana, memperoleh kekuatan Naga Langit di Sekte Naga Langit, merasakan petir di Sekte Gunung Petir, memperoleh kekuatan bintang di Sekte Serigala Bintang, merasakan panas di Sekte Api Neraka, berendam di Sekte Kawah Lava, merasakan dingin di Sekte Poenik Es, lembah kematian di Sekte Lembah Kematian.
Beberapa Orang tidak harus melakukan semua ujian, hanya beberapa saja sesuai dengan petunjuk yang akan di dapatkan dari Roh Biksu Dewa yang bisa di temui di Kuil Lentera Suci. Biasanya tergantung dari dalam diri Seseorang yang akan menuju setengah dewa.
"Apakah Biksu Agung yakin akan hal itu?" Tanya Han Zhie.
"Sebenarnya, Aku tidak begitu yakin akan hal itu, tetapi mungkin bisa di coba terlebih dahulu. Tuan Muda Zhie mungkin bisa bertemu dengan roh Biksu Dewa" Jawab Biksu Agung Li Yao.
"Baiklah Aku akan mencobanya" Jawab Han Zhie.
"Mungkin Tuan Muda Zhie bisa pergi bersama dengan Murid dari Wan Ming nanti menuju ke Sekte-sekte Aliansi Perdamaian jika tahapanmu tidak jauh berbeda dengannya" Ucap Biksu Agung.
"Murid dari Patriark Wan Ming?.. " Gumam Han Zhie.
"Dia seorang Gadis dari Kekaisaran Mo, memiliki tubuh Naga" Balas Biksu Agung Li Yao.
"Kekaisaran Mo?... " Gumam Han Zhie lagi.
"Dia ke sini bersama Yun Yintai dari Sekte Bambu Kuning, apa Kau pernah mendengar Sekte itu?" Tanya Biksu Agung Li Yao.
__ADS_1
"Yun Yintai?... Cihhhh, apakah Dia Si Cerewet itu?" Gumam Han Zhie menyadari sesuatu dan mengumpat.
"Amitabha... Kenapa Tuan Muda Zhie mengumpat seperti itu?" Tanya Biksu Agung Li Yao.
"Tidak apa-apa, maaf biksu, hanya sedikit kaget saja, sepertinya Dia Orang yang Aku kenali, Aku juga berasal dari Kekaisaran Mo" Jawab Han Zhie.
***
Bangsa Hantu, Setan, Penyihir adalah Kultivator yang menuju Kultivator Dewa. Mereka berada di antara Kultivator di dunia ini dan Kultivator Dewa. Mereka di lahirkan sebagai Makhluk Setengah Dewa.
Setengah Dewa memiliki sembilan tingkatan Kekuatan. Setelah tingkatan ke Sembilan, Mereka akan dapat menjadi Kultivator Dewa.
***
Setelah Biksu Agung menjelaskan yang Dia ketahui, Mereka kemudian pergi ke Aula perjamuan.
Setelah beberapa jam berlalu, para peserta Kompetisi sudah berada di stadion begitupun dengan para penonton.
Selain mendapatkan sebuah hadiah untuk pemenang kompetisi dari Sekte Edelweiss, para peserta berkesampatan menjadi murid dari Sekte Aliansi Perdamaian jika bakat Mereka membuat Patriark atau Tetua tertarik.
Dari seribu Pendekar muda, di buat sepuluh kelompok yang masing-masing berjumlah seratus Orang. Seratus Pendekar secara bertahap akan melawan seekor Beast Spirit.
Patriark, Tetua Sekte Aliansi Perdamaian hanya akan mengikuti tahap pertama kompetisi, untuk tahap berikutnya (mencari juara) di serahkan kepada Sekte Edelweiss. Mereka tidak bisa berlama-lama di tengah para Beast yang menggila yang keluar dari hutan kabut hitam.
Sebenarnya, melawan Beast bukanlah sebuah kompetisi itu sendiri, tetapi karena memakan banyak waktu untuk kompetisi di tengah Beast yang keluar dari hutan kabut hitam, Patriark, Tetua Sekte Aliansi Perdamaian hanya akan melihat beberapa murid berbakat saat melawan Beast Spirit dan akan memilih beberapa dari Mereka menjadi murid Sekte. Setidaknya seratus sampai dua ratus Orang akan Aliansi Perdamaian rekrut karena banyaknya murid-murid yang tewas akibat Beast Spirit yang mengamuk. dan itupun masih sangat kurang untuk menggantikan Mereka.
"Tetua Feng, dimana Pak Tua Lin? Bukankah Dia yang bertugas untuk mengawasi para peserta menghadapi Beast spirit?" Tanya Mu Weili kepada Tetua Sekte Poenik Abadi Qin Feng. Patriark Jin Lin dari Sekte Poenik Abadilah yang akan mengawasi para peserta menghadapi Beast yang akan di lepas.
"Cihhh. Dasar Orang itu, Tuan Muda Zhie, bagaimana kalau Kau saja yang mengawasi Mereka? Sudah sangat mendesak sebentar lagi di mulai" Ujar Wan Ming.
"Bukankah banyak Orang disini? Kenapa tidak Mereka saja?" Balas Han Zhie menunjuk Patriark, Tetua yang lainnya.
__ADS_1
"Amitabha... Tuan Muda Zhie Aku harap Kau mau membantu Kami" Sahut Biksu Agung Li Yao.
"Hmmm, baiklah" Jawab Han Zhie.
Seratus Kelompok pertama sudah berada arena. Beberapa Tetua bersiap melepas Beast Spirit yang akan Mereka hadapi. Beast itu bukanlah Beast biasa dan sangat kuat, sehingga memerlukan Seseorang yang mampu menjaga di arena kalau-kalau Peserta mengalami hal-hal yang tidak di inginkan.
Han Zhie kemudian memasuki arena dimana para Peserta berkumpul.
"Siapa Dia?" Tanya salah Seorang Peserta.
"Ku dengar Beast yang akan kita hadapi bukanlah Beast biasa, apa nyawa Kita di serahkan kepada Pemuda seusia dengan kita?" Sahut yang lainnya.
"Bukankah seharusnya Patriark Jin Lin dari Sekte Poenik Abadi yang mengawasi Kita?" Sahut yang lainnya.
"Seharusnya memang begitu, Aku sangat tidak yakin dengannya" Gumam yang lainnya.
Di tempat duduk atas Stadion Patriark dan Tetuapun angkat bicara.
"Patriark Ming, kenapa Kau menyuruh Bocah itu?" Tanya Tetua Qiaoyi dari Sekte Tujuh Bidadari.
"Apakah Tetua Qiaoyi mau menggantikan Jin Lin?" Tanya Wan Ming di gelengkan oleh Tetua Qiaoyi. Dia mengetahui karakter Jin Lin yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya dan sedikit temperamental sama seperti Patriark Wan Ming.
"Bagaimana Tetua Qin Feng? Matriark Mu Weili? Tetua Wu Zetian? Apa Kalian mau menggantikan Jin Lin yang tidak terlihat batang hidungnya?" Sahut Biksu Agung Yao bertanya dan di gelengkan oleh Matriark Mu Weili, Tetua Wu Zetian.
"Tentu saja tidak mau, tapi, sebenarnya, Aku tidak mau mengatakannya, Patriark Jin Lin bukannya terlambat datang, tapi Patriark sudah merencanakannya dan akan turun dengan Poeniknya agat terlihat hebat, seperti biasa membanggakan dirinya" Jawab Qin Feng.
"Kenapa Kau tidak bilang dari tadi? Habislah muka Jin Lin Tua itu" Balas Wan Ming, Biksu Agung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya "Ku harap Jin Lin tidak bertindak gegabah" Ucap Biksu Agung.
"Apa maksud Patriark dan Biksu Agung? Tanya Patriark Mu Weili.
"Sudahlah Kita lihat saja apa yang akan di lakukan Jin Lin jika posisinya di ambil Tuan Muda Zhie" Ucap Wan Ming.
__ADS_1