Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pemberontakan Vl Munculnya Mata Setan


__ADS_3

Baru beberapa saat yang lalu Yo Bang sangat senang karena melihat Hua Meng, Kie Rung, dan juga Shi Tong membantai prajurit Kaisar dengan cara mengenaskan.


Sekarang wajahnya tampak begitu kecut setelah melihat puluhan ribu prajurit yang di tugaskan membumi hanguskan Ibukota tewas tidak kalah mengenaskan dari apa yang sudah di lakukan Hua Meng, Kie Rung, Shi Tong, dan tiga kalajengking raksaksa yang sudah melakukan pembantaian.


"Bocah aliran hitam dari mana Dia?" Gumam Yo Bang.


Bagi Sekte aliran hitam, melawan dan membantai Orang-orang yang tingkat kultivasinya sangat jauh di bawah Mereka mungkin merupakan suatu hal yang bisa di terima. Mereka bahkan tidak segan menghancurkan dan membunuh Penduduk Desa dan Kota yang penduduknya ribuan bahkan sampai puluhan ribu jumlahnya. Tapi, bagi Sekte aliran Putih dan Netral akan sangat sulit di percaya apalagi membantai puluhan ribu Prajuritnya Seorang diri ditambah Han Zhie juga terlihat sangat menikmatinya. Han Zhie terlihat lebih kejam di banding Orang-orang kejam yang pernah di lihat olehnya. Berberapa Patriak bahkan tidak mau terjun langsung membantai penduduk Desa dan hanya mengerahkan beberapa Prajurit bau kencur demi menjaga reputasi Mereka.


Yo Bang sendiri menatap Han Zhie tidak percaya. Hanya dengan satu jurus yang baru pernah Dia lihat berhasil membunuh ratusan prajurit dalam satu kali serangan. Baginya sekalipun hal itu sangat mustahil di lakukan jika hanya Seorang diri apalagi jika menggunakan sebuah Pedang sebagai senjatanya.


Karena kemarahannya yang sudah sangat mendidih, Yo Bang melesat sangat cepat dan menendang Han Zhie. Han Zhie yang tidak mengetahui karena terlihat menikmati pembantaian yang sedang Dia lakukan dan juga bukan tandingan Yo Bang, terkena tendangan Yo Bang yang sangat kuat di dadanya. Han Zhie terpental puluhan meter dan mengeluarkan banyak darah segar dari mulutnya.


Yo Bang tidak berusaha sedikitpun menurunkan kekuatannya menghadapi Han Zhie. Dia kembali melesat ke arah Han Zhie dan menendangnya. Han Zhie yang masih terkejut mendapatkan serangan yang tiba-tiba, terkena kembali tendangan Yo Bang dan Diapun terpental kembali ke belakang.


Han Zhie berusaha berdiri dengan Pedang yang masih dia genggam erat sebagai penopangnya.


Selain Yo Bang sangat kuat, Han Zhie juga sudah kelelahan membantai puluhan ribu Prajurit musuh karena jurusnya memakai banyak energi Hantu dan akan sangat melelahkan jika terus-menerus menggunakan jurus tingkat tinggi.


Han Zhie seperti di permainkan oleh Yo Bang yang tingkat kultivasinya menyamai Patriark dari Aliansi Perdamaian yang pernah Dia lihat, Patriark Xiao Jiansi dan Yun Yintai.


Yo Bang kembali menyerang Han Zhie yang sedang berusaha berdiri. Dia memukuli Han Zhie dengan jurusnya dan Han Zhie entah kenapa tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menerima pukalannya yang begitu kuat dan gerakannya sangat cepat. Kaki Han Zhie seperti tidak menapak tanah terus di pukuli oleh Yo Bang dan tubuhnya terus bergerak mundur sementara Yo Bang terus memukulinya.


"Rasakan ini"


Yo Bang meninju perut Han Zhie sangat keras, membuatnya memuncratkan banyak darah dari mulutnya, membasahi cadar hitamnya dan terbang di udara.


Yo Bang melompat sangat cepat ke udara melewati tubuh Han Zhie. Dari atas udara Dia kemudian kembali melesat ke bawah ke arah Han Zhie yang masih bergerak ke atas. Dia mengumpulkan sangat banyak tenaga dalam di kepalan tangannya entah jurus apa yang akan Dia lakukan.


Banggggg

__ADS_1


Punggung Han Zhie terkena hantaman keras dari atas dan seketika tubuhnya kembali melesat ke bawah mengenai tanah dan tampak sebuah lubang di tanah yang terkena tubuhnya. Tubuh Han Zhie seperti terpendam di dalam tanah dan tanah di sekelilingnya membentuk seperti lubang kawah kecil.


Han Zhie masih sedikit tersadar dan berusaha bangkit, membalikkan badannya. Dia begitu kesakitan, tulang-tulangnya seakan remuk, tubuhnya lemah tidak berdaya. Pendekar biasa mungkin sudah tewas dan tubuhnya hancur lebur terkena pukulan Yo Bang.


Han Zhie seperti sedang di ambang kematian terkena serangan dari jurus Yo Bang yang sangat kuat. Dia memandangi langit seolah akan menerima takdirnya yang hanya sebatas itu. Tubuhnya penuh luka terkena jurus pukulan Yo Bang dan tulang-tulangnyapun sepertinya patah dan remuk dibuatnya.


Dia mulai menatap Yo Bang yang sekarang berdiri di samping tubuhnya yang tergeletak lemah. Perlahan Han Zhie mulai menutup matanya merasakan sebentar lagi Dia akan mati karena rasa sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya.


"Apa hanya sampai di sini perjalanan takdirku? Ayah, Ibu, maafkan Aku karena akan mendahului Kalian" Batinnya.


"Semoga Kalian bangga karena Aku telah banyak membunuh Mereka yang pantas untuk di bunuh" Lanjutnya membatin kemudian sedikit demi sedikit mulai memejamkan matanya.


"Cihhh"


Yo Bang meludahi Han Zhie dan tanpa banyak bicara mencekik leher Han Zhie yang sudah lemah tidak berdaya di ambang kematian. Dia membuka cadar Han Zhie yang sudah menjadi merah penuh dengan darah yang keluar dari mulutnya.


"Bocah sialan, masih muda juga ternyata Kau, beruntung Aku bisa membunuhmu. Kau akan sangat berbahaya jika di biarkan hidup" Gumamnya.


"Rasakan ini"


Yo Bang menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seperti sedang membersihkannya dari debu.


Beberapa Prajurit musuh yang belum sempat di bunuh oleh Han Zhie bernafas lega karena Mereka di selamatkan oleh Pemimpin tertinggi Mereka.


Mereka semua menganggap bahwa Han Zhie sudah tewas begitupun dengan Yo Bang yang menganggapnya seperti itu. Tidak ada yang pernah selamat dari Pukulan kematian dalam sejarah Yo Bang. Jika tubuhnya masih utuhpun mungkin tulang-tulang dan organ dalam orang yang terkena pukulan yang sangat mematikan itu sudah remuk menjadi bubur hanya tersisa daging yang sangat lembek.


Han Zhie terbaring di atas tanah tidak sadarkan diri, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Dia berada dalam kondisi mati tapi hidup, dan jika hidup pasti mati.


Tiba-tiba, mata kiri Han Zhie terbuka dengan sendirinya dan bergerak-gerak sendiri ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah.

__ADS_1


Mata kiri Han Zhie seperti mengeluarkan Otot-otot yang bergerak dan melebar.


Otot-otot itu bergerak mencapai mata kanannya dan tiba-tiba mata kanannya terbuka dan berkedip-kedip. Dari mata kemudian bergerak ke seluruh bagian wajahnya dan ketika sampai di mulut, mulut Han Zhie seperti berkomat-kamit, memonyong-monyongkan mulutnya.


Otot yang di edarkan mata kirinya terus turun ke bawah sampai ke semua bagian tubuhnya. Tubuh Han Zhie di kendalikan oleh mata kirinya yang di sebut sebagai Mata Setan.


Mata Setan yang mengendalikan tubuh Han Zhie membangunkan dirinya. Dia menggerakkan leher, tangan, pinggang, kaki dan yang lainnya, meregangkan otot-otot yang telah lama tidak di gunakan olehnya.


"Akhirnya, Kau membutuhkanku juga" Gumam Mata Setan yang mengendalikan Han Zhie. Mata Setan merupakan salah satu dari beberapa Penguasa Beast Spirit Setan. Bersamaan dengan munculnya Jiwa Pedang saat itu, Mata Setan juga muncul. Saat itu, Jiwa Pedang dan Han Zhie yang berada di ruang jiwa merasakan aura dari energi Setan.


Setelah Mata Setan terserap masuk ke dalam mata Han Zhie. Mata Setan melihat semua yang di lakukan oleh Han Zhie dari balik mata kirinya. Mata Setan terkadang mengumpati Han Zhie karena sangat bodoh dan lemah.


Yo Bang menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seperti sedang membersihkannya dari debu.


Beberapa Prajurit kemudian memberi hormat dan berterimakasih kepada Yo Bang karena menyelamatkan Mereka. Yo Bang menyuruh Mereka untuk kembali menghancurkan bangunan-bangunan Ibukota dan segera bergabung dengan Pasukan dan Prajurit lain di Istana.


Dia kemudian akan melompat dan melesat kembali ke Istana.


Tiba-tiba, Seseorang memegangi jubahnya dari belakang yang membuat lompatannya tertahan.


"Mau kemana Kau?" Ucap Seseorang di belakangnya yang ternyata adalah Mata Setan.


Prajurit yang melihatnya lari tunggang langgang seolah tidak mempercayainya.


"Hantu.. Hantu... Dia Pendekar Hantu" Teriak Mereka.


Kaki Yo Bang terangkat di tanah. Han Zhie memegangi jubahnya dan mengangkatnya seperti seekor kucing. Dia menengok sejenak ke belakang.


"A... A... Apa Kau Hantu?" Tanya Yo Bang tidak percaya kalau Han Zhie masih hidup.

__ADS_1


"Bukan, Aku Setan" Jawabnya.


__ADS_2