Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Formasi Ruang Hantu


__ADS_3

Han Zhie menutup tubuh Wanita yang sudah di tolongnya dengan sehelai Kain yang Ia ambil di pojok Ruangan. Wanita itu sudah tidak sadarkan diri sesaat setelah Han Zhie membunuh Prajurit Sekte mawar hitam.


Wajahnya menampakkan bekas tamparan dan pukulan, Darah segar sedikit mengalir di Bibirnya, Tubuhnya seperti telah di hantam menggunakan benda keras, perutnya merah kebiruan akibat sebuah tendangan. Ia mengeluarkan Pil Obat dan meminumkannya ke Wanita itu.


Han Zhie membopongnya ke ranjang yang ada di Gubug itu dan membaringkannya kemudian keluar duduk di depan Gubug.


Han Zhie bingung harus Ia apakan mayat-mayat yang berserakan. Ia berpikir akan menyuruh Penduduk Desa Huachen untuk mengurusnya nanti dengan bayaran yang setimpal.


Matahari sebentar lagi muncul. Han Zhie tidak tidur sepanjang malam, menjaga dan menunggu Wanita itu siuman di luar Gubug.


Wanita itu tersadar, isak tangis keluar dari mulutnya sambil sesenggukkan. Han Zhie yang menyadari mengetuk Pintu dan masuk ke dalam Gubug untuk memenangkannya.


Wanita itu ingin berterima kasih. Akan tetapi, mulutnya serasa berat, Ia tidak bisa berkata-kata, matanya terus meneteskan air mata yang tidak henti hentinya. Ia masih mengingat beberapa saat yang lalu, lebih dari seratus Orang dari Sekte mawar hitam membantai Penduduk Desa tanpa ampun di depan matanya.


Han Zhie yang melihat itu menyuruhnya untuk tetap beristirahat sampai benar-benar pulih dan tenang.


"Istirahatlah, Aku akan menunggumu kembali di luar" Ujar Han Zhie kemudian keluar kembali.


Beberapa saat kemudian barulah suara tangis sesenggukan terhenti, Wanita itu menyeka matanya yang memerah. Luka-luka di tubuh dan wajahnya sudah mulai kembali pulih berkat Pil obat yang di berikan oleh Han Zhie, Iapun sekarang sudah berganti Pakaian.


"Tuan... Terima kasih sudah menolongku" Ucapnya setelah keluar menemui Han Zhie.


Han Zhie menganggukkan Kepala dan tidak mau banyak bertanya tentang kejadian yang menimpa Desa Wanita itu.


"Tidak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi kewajibanku. Panggil saja Aku Han Zhie tidak perlu memanggilku Tuan" Jawabnya.


"Tidak Tuan, Maaf Aku tidak bisa membalas kebaikan Tuan, Namaku Lu Lu" Jawab wanita itu masih dengan sikap hormat dan wajahnya menunduk.


"Baiklah terserah Kamu saja" Balas Han Zhie. Sebenarnya Dia ingin bertanya tentang jalan kedepan yang akan di lakukan oleh Lu lu setelah Desanya hancur, akan tetapi Ia menepisnya, tidak ingin mengingatkan Lu lu dengan kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


"Apa Kamu mengenali Cing Mi? Dia ada di Desa Huachen" Lanjut Han Zhie bertanya kepada Lu lu.


"Iya Tuan Aku mengenalinya, Cing Mi anak Kepala Desa, tetapi Ia jarang keluar Akupun tidak pernah melihat anak itu." Balas Lu lu.


"Apakah hanya Aku dan Dia yang selamat Tuan?" Lanjutnya.


"Aku juga tidak tahu, sepertinya memang hanya Kalian berdua yang berhasil selamat" Ucap Han Zhie menjawab pertanyaan Lu lu.


"Seandainya Aku di Desa ini lebih awal, mungkin Aku bisa lebih banyak menyelamatkan Penduduk Desa dan Keluargamu. Maaf" Lanjutnya dengan wajah penuh kesedihan.


"Tidak perlu seperti itu Tuan, itu bukan salah Tuan" Balas Lu lu.


"Ayo Kita ke Desa Huachen untuk makan, Kau pasti lapar. Aku juga akan memberikanmu dan Cing Mi beberapa Pakaian. Mungkin Kau juga bisa memulai hidup yang baru di sana, tidak perlu lagi memikirkan tentang Sekte Mawar Hitam" Ajak Han Zhie kepada Lu lu.


Setelah pagi tiba, Mereka kemudian pergi ke Desa Huachen. Di perjalanan, Lu lu bercerita tentang Suaminya yang di ajak oleh Orang Sekte Mawar Hitam entah kemana. Suaminya merupakan Seorang Pandai besi yang sangat ahli dalam pembuatan berbagai macam senjata, Ia beranggapan bahwa Suaminya di gunakan untuk kepentingan Sekte Mawar Hitam.


Lu lu memaksa untuk membalas kebaikan Han Zhie. Ia pandai memasak, bersih-bersih, Ia sangat ingin membalas kebaikan Han Zhie dengan keahliannya. Ia juga merelakan nyawanya jika Han Zhie menginginkannya, Ia hanya ingin hidupnya dapat berguna bagi Han Zhie, karena berkat Ialah Lu lu bisa hidup sampai sekarang ini.


Di depan Penginapan, Sun Ho, Jenderal Song, Cing Mi dan Pengawal sudah menunggunya, siap untuk melanjutkan Perjalanan. Mengetahui ada Seseorang yang selamat selain Cing Mi dari desanya, Cing Mi ingin ikut dengannya ke Desa Pelangi setelah Han Zhie memberitahukannya.


Han Zhie, Sun Ho, Jenderal Songpun menyetujuinya. Han Zhie kemudian membuat sebuah mantra Formasi Ruang Hantu dan tiba-tiba muncul sebuah pintu lingkaran biru di depan Mereka. Mereka selain Han Zhie terkejut melihatnya.


"Kalian berdua masuklah ke dalam. Ingat, Kalian akan terjatuh dari atas air Terjun ke sungai, berjalanlah lurus ke arah utara, satu sampai dua hari kalian akan tiba di Desa Pelangi" Han Zhie berkata kepada Lu lu dan Cing Mi.


Han Zhie memberikan Lencana Desa Pelangi miliknya untuk berjaga-jaga dari gangguan di perjalanan menuju Desa.


Han Zhie juga memberikan buntalan kain berisi makanan dan Pakaian yang sudah Ia siapkan setelah makan bersama Lu lu di perjalanan sebagai bekal untuk Mereka berdua dan menitipkan salam untuk Ibunya.


Mereka tidak banyak bertanya, kemudian memasuki pintu lingkaran tersebut. Setelah memasukinya, lingkaran itu menghilang kembali.

__ADS_1


Sun Ho, Jenderal Song dan Pengawal membelalakkan matanya dan melongo melihat Lu lu dan Cing Mi menghilang begitu saja.


Han Zhie menjelaskan kalau itu merupakan jurus rahasia melihat Sun Ho dan Jenderal Song kebingungan. Ia menyuruh Mereka merahasiakannya.


Mereka mengangguk tidak mau membuat masalah dengan Han Zhie yang ilmunya sangat Misterius bagi Mereka.


Mantra Formasi Ruang Hantu merupakan sebuah mantra yang sudah Han Zhie pelajari di Dunia buatan. Dengan Formasi Ruang Hantu, Seseorang bisa masuk dan keluar dari tempat yang berbeda.


Han Zhie sebelumnya telah membuat mantra Formasi Ruang Hantu di air terjun. Mantra itu merupakan mantra keluar ataupun masuk ke tempat yang Han Zhie kehendaki. hanya saja mantra untuk masuk dari air terjun tidak Ia aktifkan dan air terjun itu hanya bisa untuk keluar untuk saat ini.


Han Zhie membuatnya untuk Pasukan Bangsa Hantu yang nantinya akan menjadi Pasukannya agar mudah baginya keluar masuk dan juga air terjun itu dekat dengan Desa dan Kediamannya.


Formasi Ruang Hantupun sebelumnya sudah di gunakan oleh Paman Du, Feng Gun, dan Lin Mei.


Han Zhie kemudian meminta agar Sun Ho dan Jenderal Song pergi ke Kerajaan meninggalkannya, karena Ia mempunyai sebuah urusan dan akan mencari informasi tentang keberadaan Ayahnya


Han Zhie akan menyusul Mereka atau tidak itu tergantung situasi, jelasnya kepada Sun Ho dan Jenderal Song. Sun Hopun memahami dan Mereka berpisah di depan Penginapan meninggalkan Han Zhie.


Han Zhie melesat ke arah Hutan yang di sebutkan oleh Prajurit dari Sekte Mawar Hitam. Dengan kecepatannya, Setengah hari Ia sampai di Hutan yang di maksud. Dengan mata kirinya, Ia melihat ke kedalaman Hutan di dahan pohon yang tinggi.


Han Zhie melihat susunan mantra formasi pelindung menutupi sebuah bangunan-bangunan besar. Orang biasa mungkin tidak akan melihat sebuah bangunan karena tertutup mantra formasi pelindung. Mereka hanya akan melihat pepohonan yang tinggi dan lebat di tempat tersebut tidak akan pernah menyangka ada Markas sebuah Sekte di dalamnya.


Dengan mata kirinya, Ia dapat dengan mudah melihatnya. Ia mendekati bangunan tersebut, bersembunyi di balik pohon dan mengamati Orang-orang di Markas Sekte Mawar hitam.


Jumlah Mereka lebih sedikit di banding dengan yang di katakan Prajurit yang sudah dibunuhnya. Ada sekitar lima ratus orang di dalamnya yang Ia lihat. Han Zhie akan mencoba menghancurkan Markas beserta Orang-orang di dalamnya dengan kekuatannya. Jika tidak sanggup, kabur merupakan suatu hal yang tidak sulit baginya.


Memang Ia mampu mengalahkan ratusan bahkan ribuan Makhluk aneh di Dunia buatan. Akan tetapi, sekarang Ia akan menghadapi musuh yang kekuatan Mereka belum Ia ketahui, Mereka pastinya memiliki pemikiran dan strategi. Ia juga belum mengetahui sejauh mana batas kekuatannya, dan juga tingkatan musuh yang mampu Ia hadapi. Oleh karenanya, Ia sudah mempersiapkan strategi jika saja Mereka tidak bisa Ia hadapi.


Jubahnya sudah Ia ganti dengan warna serba hitam bertudung yang sudah Ia beli saat bersama Lu lu, mukanyapun sudah mengenakan Penutup dari kain yang juga berwarna hitam.

__ADS_1


Identitasnya dapat membahayakannya dan orang-orang yang Ia sayangi, pikirnya.


Dengan Pedang Hantunya Ia mencoba menembus mantra pelindung. Dan ternyata mantra pelindung dapat dengan mudah Ia tembus berkat Pedangnya yang Ia tebaskan ke arah formasi itu di depan Gerbang Sekte.


__ADS_2