Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Racun Penyihir


__ADS_3

Han Zhie kemudian keluar menemui Kaisar Mo dan Yun Yintai yang mukanya terlihat sangat aneh.


"Bagaimana apa Kau sudah memeriksanya?" Tanya Yun Yintai.


"Ya Aku sudah memeriksanya" Jawab Han Zhie membuat Kaisar Mo dan Yun Yintai mengerutkan keningnya.


"Bocah... Jangan main-main, Aku sedikit mendengarmu, Kau sejak tadi sepertinya hanya bertengkar dengan putriku. Apanya yang Kau periksa?" Sahut Kaisar Mo.


"Maaf Kaisar, Aku hanya memastikan Penyakit Tuan Putri" Balas Han Zhie.


"Apa Maksudmu?" Tanya Kaisar Penasaran.


"Putri Mahkota terkena racun Penyihir. Apa Ia pernah bertemu dengan Penyihir?" Balas Han Zhie.


"Penyihir? Apa itu Penyihir?" Lanjut Kaisar bertanya. Yun Yintai juga heran karena baru pertama kali mendengarnya.


"yang jelas Mereka sangat kuat" Jawab Han Zhie


"Apa Kau tidak salah memeriksa?" Tanya Kaisar ke Han Zhie.


"Aku sangat yakin. Aku tadi membuatnya marah. Jika Seseorang terkena racun Penyihir itu, maka ketika marah otot-ototnya akan bereaksi menjadi sedikit berwarna hitam dan tubuhnya akan semakin terlihat tua" Terang Han Zhie membuat Kaisar dan Yun Yintai terkejut dengan Penyakit yang baru mereka ketahui itu.


"Anak muda, Kau terlihat sangat mengerti. Apa Kau bisa menyembuhkannya? Mungkin Aku akan sedikit memberimu kesempatan untuk menjadikan Putriku menjadi isterimu" Ucap Kaisar membuat Han Zhie tersedak, sedang Yun Yintai menahan tawanya.


"Benarkah Kalian berdua hanya mendengar sedikit? Aku tahu Kalian berdua lama menguping" Ujar Han Zhie.


"maaf maaf, Kami hanya sedikit penasaran" Balas Kaisar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, begitupun dengan Yun Yintai.


"Kurasa Aku bisa sedikit membantu Tuan putri. Tapi, ini hanya sementara sampai Ia benar-benar pulih. Tuan Putri masih harus meminum air yang aku sendiri tidak mengetahui air apa itu untuk menghilangkan sisa efek racun itu sampai Ia benar-benar pulih" Ucap Han Zhie.


"Aku akan berusaha menghilangkan seluruh racun di tubuh Tuan Putri, tapi untuk menghilangkan sisa efek dari racun itu Aku tidak bisa banyak membantu"


"Baiklah. Ayu lekas kita kembali ke kamar Tuan Putri" Ujar Kaisar, sedangkan Yun Yintai hanya menganggukkan kepalanya. Ia sangat kagum dengan Han Zhie yang mampu mendefinisikan penyakit Tuan Putri terlebih sepertinya Han Zhie sangat meyakinkan bisa mengobati Tuan Putri.


Sudah lebih dari setahun Tuan Putri menderita penyakit aneh tersebut bahkan seluruh tabib tidak ada yang mampu mendefinisikan penyakit Tuan Putri secara rinci apalagi menyembuhkannya.


Kaisar kemudian membujuk Tuan Putri agar bersedia di sembuhkan oleh Han Zhie. Tuan Putripun akhirnya mau karena tidak berdaya dengan Kaisar yang terus membujuknya meski masih sangat kesal dengan Han Zhie.


"Aku akan berusaha, tetapi tolong jangan mengganggu konsentrasiku" Ucap Han Zhie sebelum memasuki kamar Tuan Putri.


Tuan Putri sudah menunggunya duduk di atas kasur membelakangi pintu masuk dan juga Han Zhie.


"Tuan Putri Aku akan berusaha sedikit membantumu" Ujar Han Zhie.


"Terserah Kau saja Tabib kecil"


"Kau jangan memanggilku tabib kecil. Aku sudah besar. Kau yang seperti anak kecil"


"Kau bilang Aku seperti anak kecil? Apa Kau sedang menyinggungku atau Kau buta sehingga tidak melihat wajah tuaku ini?"


"Bagaimana Aku bisa melihat wajahmu? Kau sedari tadi membelakangiku hanya sedikit uban di kepalamu yang dapat ku lihat"

__ADS_1


"Kau ingin menyembuhkanku atau mencari keributan denganku. Cepat lakukan bualanmu itu kemudian enyahlah dari kamarku"


"Kau jangan marah-marah terus atau Kau akan terlihat semakin tua"


"Memangnya kenapa kalau Aku terlihat semakin Tua? Kurasa sebentar lagi Aku juga akan mati. Aku sebaiknya pasrah saja menerima nasib burukku"


"Terserah kalau Kau ingin mati. Tapi biarkan Aku mencoba menyembuhkanmu terlebih dahulu"


"Ya sudah lakukanlah kenapa Kau hanya berdiam diri saja di sana"


"Bagaimana Aku bisa melakukannya? Aku akan menetralisir dan mengeluarkan racun Penyihir dengan membuat mantra di punggungmu"


"Apa maksudmu Aku harus melepaskan bajuku? Kau bukan tabib, Kau bocah mes**"


"Ya sudah kalau Kau tidak mau Aku akan keluar"


"Enyah saja Kau bocah mes**"


Han Zhie tanpa banyak bicara kembali keluar menemui Kaisar dan Yun Yintai.


Kaisarpun sangat geram dengan Putrinya yang tidak mau di sembuhkan oleh Han Zhie.


"Kau... Ayah ingin melihatmu kembali tersenyum, kenapa Kau tidak mau Tabib kecil mencoba menyembuhkanmu. Apa Kau ingin Ayah dan Ibumu terus menangisi kondisimu?" Ucap Kaisar setelah memasuki kamar Ryuyie bersama dengan Han Zhie


"Ta.. Tapi Ayah. Di.. Dia... Sangat mes.."


"Sudahlah. Kau harus mau. Tidak ada tawar menawar lagi. Turuti semua perintah tabib kecil. Apa Kau ingin Ayah dan Ibu mati perlahan-lahan, setidaknya biarkan tabib kecil mencobanya. Meskipun nanti Tabib kecil tidak bisa menyembuhkanmu, Kau harus tetap yakin jika penyakitmu suatu saat akan dapat di sembuhkan dan jangan pernah berputus asa"


"Apa Aku benar-benar harus membuka bajuku?"


"Ya"


"Kau sedang tidak bercanda denganku kan?"


"Tidak"


"Baiklah. Tapi Kau tutuplah matamu"


"Bagaimana Aku akan membuat mantra jika menutup mataku?"


"K... K... Kau. Awas saja kalau Kau hanya membual. Akan Aku suruh Ayahku menggantungmu"


"Lalu kapan Aku bisa membuktikan bualanku ini"


"Kau sangat percaya diri sekali"


"Kau banyak omong sekali, sudah cepat angkat saja sedikit bajumu jika Kau tidak mau melepaskannya"


"Aku sangat khawatir denganmu"


"Apa yang Kau khawatirkan apa Kau pikir Aku tertarik dengan gadis berwajah tua sepertimu"

__ADS_1


Ryuyie yang kesal meladeni Han Zhie kemudian mengangkat bajunya, berharap Han Zhie cepat melakukannya dan segera keluar dari kamarnya tidak kuat mendengar ocehan Han Zhie.


Sementara itu, Kaisar dan Yun Yintai kembali menguping dari balik pintu penasaran dengan pengobatan Han Zhie.


Han Zhie mulai membuat mantra di punggung Ryuyie untuk menyerap racun tingkat pertama.


"Kau tahan sedikit. ini akan sedikit sakit"


"Ahhhhhhh.. Pelan-pelan... Ahhhh sakit"


Kaisar dan Yun Yintai mengerutkan keningnya mendengar teriakan Ryuyie.


"Apa yang Mereka lakukan?" Gumam Kaisar.


Yun Yintai hanya menggelengkan kepalanya.


"Tahanlah... Aku sebentar lagi akan mengeluarkannya"


"Ahhhh...Aku sudah tidak kuat menahannya cepat keluarkan (berharap rasa sakit akibat racun yang mulai terserap mantra yang di buat oleh Han Zhie cepat berakhir)"


"Pelankan suaramu Nanti Kaisar dan Tuan Yin mendengarmu"


"Biarkan saja, Aku tidak kuat rasanya sakit sekali"


Kaisar kembali mengerutkan keningnya mendengar suara Mereka berdua dari dalam kamar.


"Apa yang tabib kecil lakukan Yin? Apa yang Ia keluarkan?" Tanya Kaisar kepada Yun Yintai.


"Tentu saja mengobatinya. Kita tunggu saja disini jangan berpikir macam-macam" Balas Yun Yintai.


"Apakah masih lama?"


"Sebentar lagi akan keluar"


"Ahhhh. Akhirnya keluar juga"


Ujar Han Zhie setelah sangat banyak darah hitam keluar dari punggung Tuan Putri.


"Apakah sudah selesai?" Tanya Tuan Putri.


"Belum Aku harus melakukannya tiga kali sampai benar-benar keluar semua. Ini baru pertama kali" Balas Han Zhie kemudian memberikan cermin ke Ryuyie agar dapat melihat perubahannya. Han Zhie akan membuat mantra berikutnya di punggung Ryuyie untuk mengeluarkan racun tingkat dua, dan untuk mantra yang ketiga menyerap racun tingkat ketiga pula.


Ryuyie sangat terkejut melihat wajahnya yang menjadi tampak lebih muda setelah sebagian racun keluar dari tubuhnya. Ia mulai kagum dengan kehebatan Han Zhie dan ingin segera menyelesaikan pengobatan agar Ia segera menjadi seperti sedia kala.


"Yun, Tabib kecil akan mengeluarkan tiga kali?" Gumam Kaisar di balik pintu tapi Yun Yintai tidak menanggapinya.


"Tabib kecil ayu lakukan lagi, Aku sudah tidak sabar" Ucap Ryuyie sambil terus memandangi wajahnya di cermin.


"Bisakah Kau angkat lagi sedikit bajumu? Aku sedikit kesusahan"


"Aku lepaskan saja agar Kau lebih cepat mengeluarkannya" (Ryuyie bersemangat sekali untuk segera sembuh, sambil menutup dadanya dengan satu tangannya).

__ADS_1


"Yun, apa Aku tidak salah dengar?" Kaisar semakin cemas dan khawatir dengan Mereka berdua di dalam kamar.


__ADS_2