Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pemberontakan ll


__ADS_3

Pertarungan sengit terus terjadi, pihak Kaisar di desak mundur dari Gerbang dan Pemberontak berhasil menguasai Gerbang Ibukota. Dengan kecepatan minimal pasukan Mereka yang paling lambat, perjalanan ke tengah Ibukota ke Istana Kekaisaran memakan waktu sekitar satu hari, tapi dengan adanya Pasukan yang bersiap siaga menghadapi dan menghambat Mereka tentu saja akan menjadi lebih lama untuk sampai di Istana Kekaisaran.


"Berhenti" Perintah Su Kong menyuruh para pasukannya untuk beristirahat di Gerbang Ibukota ketika Patriark pihak Kaisar menyuruh pasukan Mereka mundur.


"Kita istirahat sejenak" Lanjutnya.


Xiang Yu, beberapa Patriark dan Tetua musuhpun menyetujuinya karena Mereka sudah menghabiskan cukup banyak tenaga melawan Patriark dan Tetua Sekte dari di pihak Kaisar.


Beberapa Sekte aliran hitam kaki tangan Empat serangkaipun hanya mengikuti Mereka sebelum di perintah lebih lanjut Oleh Hua Meng.


"Shi Tong, Kau sampaikan ke Tuan Luo Yang, apa yang harus Kita lakukan!!!" Perintah Hua Meng Ke Patriark Sekte Tanduk Api setelah Su Kong menyuruh yang lainnya untuk beristirahat.


"Baiklah" Jawab Shi Tong.


Shi Tongpun mendatangi Patriark Sekte Pedang Iblis Luo Yang dan Patriark Sekte Kalajengking Merah Yo Bang dan memberitahukan tentang perintah dari Klan Su. Luo Yang kemudian menyuruh mengikuti Su Kong terlebih dahulu, kemudian menjalankan sesuai rencana. Luo Yang dan Yo Bang akan mengamati di belakang Mereka bersama Pasukannya.


Meskipun para Klan menyuruh Mereka untuk sebisa mungkin tidak banyak menghancurkan bangunan Ibukota, tetapi empat serangkai akan memporak-porandakan seluruh Ibukota beserta dengan Istana Kekaisaran.


Patriark Shao Liu dari Sekte Bulan Sabit dan Patriark Jing An dari Sekte Harimau Putih yang memimpin pasukan Istana, menyuruh Li Ningfei untuk menyampaikan bahwa musuh sudah menguasai Gerbang Ibukota kepada Kaisar, sekalian menyuruhnya untuk di Istana saja.


"Tetua Cheng, tampaknya kita tidak akan mampu mempertahankan Istana" Ujar Liang Feng kepada Tetua Cheng tidak jauh dari Patriark dan Tetua lain berada.


"Tampaknya memang seperti Itu. Tuan Zhie juga sepertinya sedang konsentrasi sekali berlatih, atau mungkin juga Dia sedang memikirkan sebuah rencana" Balas Tetua Cheng.


"Tampaknya kali ini susah baginya, sehebat apapun Dia dengan pasukan musuh sebanyak itu, di tambah tiga Orang yang selalu mengawasi dari atas Kelelawar dan burung raksaksa" Kata Liang Feng tidak begitu yakin dan masih bertanya-tanya tentang kemampuan Han Zhie yang sebenarnya.


"Siapa tahu Tuan Zhie jauh lebih hebat dari Mereka" Ucap Tetua Cheng.


"Ya itu mungkin saja. Bukankah menurut Putramu Dia juga suka berpura-pura lemah" Jawab Liang Feng mengingat ketika murid bertopeng emas mengalahkan Han Zhie.


"Patriark Feng, Tetua Cheng, bagaimana menurut Kalian perang ini?" Tanya Jing An Patriark Sekte Harimau Putih yang menghampiri Mereka.

__ADS_1


"Entahlah Aku juga tidak tahu, sepertinya hanya sebuah keajaiban yang mampu menyelamatkan Kekaisaran" Balas Liang Feng.


"Aku juga merasa seperti itu, kemampuan Mereka jauh diatas Kita" Ujar Sekte Harimau Putih.


"Aku hanya sedikit berharap pada Pendekar Hantu bercadar" Sahut Tetua Cheng.


"Apa Pendekar itu benar-benar hebat?" Tanya Patriark Sekte Harimau putih tidak mengetahui kalau Han Zhie merupakan Pendekar Hantu.


"Aku mungkin belum melihat semua kemampuan dan kehebatannya. Bukankah begitu Tetua Cheng?" Ucap Patriark Liang Feng kepada Tetua Cheng dan Tetua Cheng hanya mengangguk.


Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang tentang Pendekar Hantu yang namanya sedikit tidak asing di telinga, di susul dengan Shau Liu yang ikut mengobrol dengan Mereka sambil memperhatikan pasukan musuh, dan juga membicarakan strategi yang akan Mereka lakukan.


Setelah beberapa jam beristirahat, Musuh kembali bergerak maju.


Dari arah Istana puluhan ribu pasukan dari Sekte Bambu Kuning sampai, di pimpin oleh 30 murid bertopeng emas. Patriark dan Tetuapun bernafas lega karena ada yang bisa menghadapi musuh di atas udara yang sangat merepotkan Mereka dan pasukan Istana.


Hua Meng, Kie Rung, Shi Tong menyuruh Pasukan Mereka menghadapi murid-murid bertopeng perak, sementara beberapa Tetua Ia suruh menghadapi Murid bertopeng emas.


Shi Tongpun kembali melesat ke arah Luo Yang dan Yo Bang yang kali ini sedang menyuruh pasukan Mereka menghancurkan Gerbang Ibukota setelah Su Kong dan yang lainnya maju meninggalkan Gerbang Ibukota . Terlihat di antara pasukan dari Sekte Kalajengking Merah tiga Kalajengking raksaksa peliharaan Yo Bang yang sangat besar.


Di Istana, Patriark Sekte Bunga Es Li Ningfei melapor ke Kaisar tentang keadaan Gerbang Ibukota yang tidak bisa Mereka pertahankan karena Pihak musuh jauh lebih kuat dan jumlah Mereka hampir dua kali lipat dari pasukan yang berusaha mempertahankan Gerbang Ibukota.


Di atas atap bangunan Istana, Han Zhie berdiri berusaha melihat ke Gerbang Ibukota, tetapi matanya tidak bisa menjangkaunya. Ia hanya melihat kepulan asap di langit dari jarak yang amat jauh.


"Siapa Kau?" Tanya satu Tetua Sekte Bambu Kuning yang baru saja juga melesat ke atas atap Istana.


"Oh. Apakah Tuan dari Sekte Bambu Kuning?"


Tanya Han Zhie.


"Ya, bagaimana Kau tahu?" Tanya Tetua itu.

__ADS_1


"Hanya menebak saja, Murid-murid dari sana memakai topeng Kaupun juga" Balas Han Zhie.


"Apa Patriark Sekte merupakan Paman Yun Yintai?" Lanjut Han Zhie bertanya karena merasa ada yang aneh dengan nama paviliun dan sekte yang sama.


"Apa Kau mengenalnya?" Tanya Tetua itu.


"Ya Aku mengenalnya, Aku di pihak Kaisar, jadi Tuan tidak perlu mencurigaiku" Balas Han Zhie.


"Aku tidak mencurigaimu, bukankah Kau juga merupakan Pendekar Hantu yang sering di bicarakan Orang?" Ujar Tetua bertopeng menganggap Han Zhie Pendekar Hantu yang sering di bicarakan oleh Orang-orang.


"Bukan, Aku juga baru pernah mendengarnya" Jawab Han Zhie.


"Tapi menurut yang Aku dengar, bercadar sepertimu" Balas Tetua itu.


"Mungkin hanya kebetulan saja" Kata Han Zhie.


Beberapa Assassin Pembunuh bayaran yang tidak sabar dan ingin cepat menyelesaikan tugas Mereka, sudah berada tidak jauh dari Istana. Mereka mengawasi Istana dan akan dengan segera membunuh Keluarga Kekaisaran jika memiliki kesempatan.


Seorang yang memimpin Mereka merasakan energi aneh dari Seseorang yang pernah Ia kejar di Ibukota Kerajaan Sin Wu dari atas bangunan Istana Kekaisaran.


Han Zhiepun menatap Pemimpin itu dan Pemimpin Pembunuh bayaran menatap ke arah Han Zhie tetapi tidak bisa melihatnya seperti tatkala Ia merasakan energi aneh yang sama di Istana Kerajaan Sin Wu.


Pemimpin itu sebenarnya tidak benar-benar merasakan energi aneh dari arah Han Zhie. Akan tetapi, energi aneh muncul dari insting Seorang Assassin Pembunuh yang sangat terlatih.


Dengan pelatihan khusus Seorang Assassin, Pemimpin itu tentu akan tahu dan merasakan jika merasakan sebuah ancaman yang besar dengan Instingnya, apalagi Ia berada di tingkat Pendekar yang tinggi. Meskipun kekuatan Mereka melebihi Han Zhie, tapi entah kenapa insting Pemimpin itu merasakan kalau Han Zhie merupakan sesosok monster buas dan sangat membahayakan.


Han Zhie memberitahukan hal itu kepada Tetua Sekte Bambu Kuning. Tetua yang mengetahui informasi Pembunuh bayaran bertopeng hitam yang memang di kerahkan empat serangkaipun membicarakan hal itu dengan Tetua lainnya.


Dua Tetua Sekte Bambu Kuning dan ratusan muridnyapun melesat mendekat ke arah bangunan yang di sebutkan oleh Han Zhie, dan benar saja ratusan Pembunuh bertopeng hitam berjejer rapi di atas beberapa bangunan di Ibukota. akan tetapi, Pemimpin Pembunuh itu menyuruh anak buahnya untuk mundur tidak mau repot-repot melawan Tetua bertopeng Bambu Kuning dengan murid-muridnya.


Dua Tetua dan murid-muridnyapun mengejar Mereka tidak mau menunggu lama.

__ADS_1


__ADS_2