
"Aku Manusia, sama seperti Kalian. Tidak perlu takut, Aku hanya numpang lewat" Jawab Han Zhie.
"Ngomong-ngomong Tuan mau kemana?" Tanya kepala Desa.
"Entahlah mungkin akan berjalan-jalan melihat-lihat Kekaisaran Qing" Jawab Han Zhie.
"Desa ini terisolasi karena di kelilingi Hutan kabut Hitam. Meskipun harus melewati pinggiran hutan, Beast-Beast di pinggiran hutanpun sangat ganas, lebih baik Tuan mengurungkan niat dan tinggal di sini sampai situasi terkendali. Sangat di sayangkan sekali Tuan terbawa arus sampai ke sini" Balas Kepala Desa menganggap kalau Han Zhie kemungkinan terbawa oleh arus, entah jatuh dari kapal ataupun terbawa arus sungai sampai ke lautan lepas.
Di pinggiran Hutan berbatasan dengan Desa Mereka ada beberapa Beast yang selalu mengamati Mereka. Beruntung Beast-Beast itu masih belum cukup mampu untuk menerobos formasi pelindung dan akan menyerang seseorang yang masuk ke hutan itu jika Orang itu melewati formasi Pelindung yang kasat mata di mata Pendekar biasa. Sementara Penduduk Desa itu sudah mengetahui adanya formasi pelindung yang mengelilingi hutan kabut hitam.
"Apa situasi ini berlangsung sejak lima tahun yang lalu?" Tanya Han Zhie.
"Tepatnya tiga tahun yang lalu. Aliansi perdamaian tidak sanggup menahan Mereka. Beberapa dari Mereka berhasil menerobos formasi pelindung dan kemungkinan sekarang Mereka berkeliaran atau bersembunyi di Desa, Kota, bahkan mungkin sampai Ibukota Kekaisaran, Kami sendiri kurang begitu mengetahuinya" Balas Kepala Desa.
"Mari silahkan beristirahat, Anda mungkin sangat lelah terombang-ambing di lautan lepas" Lanjut Kepala Desa kemudian mempersilahkan Han Zhie untuk beristirahat di kediamannya, dan Han Zhiepun mengikutinya untuk beristirahat sejenak di kediaman Kepala Desa itu.
Dari Kepala Desa itu Han Zhie mengetahui jika kehidupan Mereka sangat kekurangan dan kelaparan. Selain karena terisolasi, Mereka hanya mengandalkan hasil tanaman yang sangat sedikit dan pastinya kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup Mereka karena tanah di pinggiran Pantai tidak subur dan Mereka harus makan makanan yang tidak enak yang bisa di tanam di sana.
Dulu ikan-ikan sangat banyak di pantai itu, tetapi entah kenapa sejak hutan kabut hitam menjadi aneh, ikan-ikan itu seperti ketakutan dan menjauh dari sana, hanya beberapa ikan saja yang masih bertahan, memancing di sanapun kian susah waktu demi waktu. Han Zhiepun menyadari hal itu karena memang saat melesat mendekati Pantai itu, makhluk hidup dan ikan-ikan di laut memang sangat jarang di temui.
Selain itu, Mereka juga tidak bisa melaut terlalu jauh untuk menangkap ikan karena ada Beast spirit tingkat tinggi yang berada di lautan tidak jauh dari Pantai itu. Han Zhiepun juga mengetahui akan hal itu karena Dia melihat Kepiting raksaksa tidak jauh dari sana dan sudah membinasakan Kepiting raksaksa itu saat berusaha menyerangnya.
Setelah merasa cukup beristirahat, Han Zhie pamit kepada Kepala Desa dan beberapa Sesepuh yang sudah sangat baik menjamu meskipun baru mengenalinya. Mereka dan beberapa Orang di Desa itu mengkhawatirkan Han Zhie yang akan pergi melewati hutan kabut hitam. Mereka meminta Han Zhie untuk jangan pergi dan tinggal di sana karena akan sangat membahayakan jika memasuki Hutan kabut hitam, tetapi Han Zhie bersikeras, berkata akan baik-baik saja.
Han Zhie berjanji akan berusaha membantu Penduduk Desa itu. Dia akan menangkap Beast di sekitar Desa itu terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan Desa. Meskipun Mereka menganggap Han Zhie hanya akan mengantarkan nyawa, tetapi Kepala Desa, sesepuh, dan Penduduk Desa akhirnya melepas kepergian Han Zhie untuk menangkap Beast yang berada di dekat Desa itu. Meskipun tidak yakin akan hal itu, Mereka berjejer rapi melihat Han Zhie memasuki hutan kabut hitam dan menunggunya kembali.
Beberapa dari Mereka bersiap-siap dengan panah dan tombaknya kalau-kalau Han Zhie berubah pikiran dan berlari kembali ke Desa itu karena di kejar oleh Beast yang sangat kejam dan mengerikan.
Han Zhie kemudian berjalan santai memasuki Hutan di iringi oleh Ling yang berada tinggi di atas awan. Dia selalu mengiringi setiap langkah Han Zhie dan selalu siap menunggu perintah darinya.
__ADS_1
Meskipun berjalan santai, Han Zhie selalu waspada, tidak sedikitpun lengah, dan tidak meremehkan kekuatan Beast yang belum Dia ketahui kekuatannya. Dari atas ketinggian, Ling melihat formasi pelindung yang sangat kuat. Di mata para Beast, formasi pelindung itu tampak seperti kilatan-kilatan listrik atau petir. Beast tingkat rendah tidak akan sanggup melewatinya atau Mereka akan terbakar dan hangus tersengat atau tersambar.
Penduduk Desa menatap kepergian Han Zhie sampai lama-lama menghilang dari pandangan mata Mereka, memasuki hutan yang lebat. Tidak lama setelah itu terdengar suara ledakan, gemuruh, dan raungan yang sangat keras sampai ke telinga Mereka.
Banggggg
Bommmm
Duarrrrrrrr
Goarrrrrr
Goarrrrrr
Bommmm
"Sepertinya Dia tidak akan selamat. Kita lanjutkan saja pekerjaan Kita" Ucap salah satu Sesepuh.
"Hanya satu Orang manusia, para Beast itu berebut sampai bertarung sedahsyat itu" Ucap salah satu Sesepuh yang lain.
"Baiklah mari Kita lanjutkan pekerjaan Kita. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, Dia sangat bersikeras sekali" Balas Kepala Desa di anggukkan oleh Sesepuh Desa.
"Setidaknya Kita sudah memperingatkannya" Lanjutnya kemudian Mereka membubarkan diri dan melakukan pekerjaan Mereka masing-masing.
Bangggg
Bommmm
Hoangggg
__ADS_1
Duarrrrr
Goarrrrrr
Banggggg
Suara ledakan, gemuruh, dan raungan terus terdengar beberapa saat, tapi tidak menghentikan para Penduduk yang sudah kembali melakukan pekerjaannya masing-masing. Lama kelamaan suara-suara itu menghilang setelah sesaat beberapa Beast memekik dan meronta seperti kesakitan.
Setelah beberapa lama Desa itu kembali tenang, tidak terdengar suara-suara yang memekik telinga, Han Zhie kembali dengan menggered buntut seekor Ular Raksaksa berkepala tiga.
Salah Seorang Penduduk melihat Han Zhie berjalan kembali ke Desa. Dia mengucek-ngucek matanya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sejenak kemudian Dia berlarian melewati rumah-rumah menuju kediaman Kepala Desa sambil berteriak-teriak dan menunjuk-nunjuk ke arah Han Zhie yang sedang berjalan, memberitahu Penduduk yang lainnya.
"Pemuda itu kembali"
"Lihat disana"
"Kepala Desa, Pemuda itu masih hidup"
"Dia berhasil mengalahkan Beast mengerikan itu" Teriaknya.
"Ternyata Dia bukan Pendekar biasa" Sahut yang lain setelah melihat ke arah Han Zhie.
"Benar, lihat di sana !!! Dia menggered Ular yang sudah memakan banyak korban Penduduk Desa" sahut yang lain.
Seketika Kepala Desa, Sesepuh, dan Penduduk Desa mengetahui akan hal itu dan berlarian mendekat menyambut Han Zhie.
"Tuan, Ternyata Kau sangat hebat. Maaf karena Kami tidak menyambutmu dengan layak sebelumnya" Ucap Kepala Desa setelah Han Zhie berada di hadapan Mereka.
"Tidak perlu sungkan seperti itu, sudah sepantasnya Aku membantu Penduduk di Desa ini" Balas Han Zhie.
__ADS_1
"Bisakah Tuan Kepala Desa membantuku menangani ini" Lanjut Han Zhie meminta tolong agar Penduduk Desa membantu menangani bangkai Ular raksaksa.
"Tentu, tentu saja dengan senang hati. Kapan lagi Kita bisa makan daging sebesar itu" Balas Kepala Desa tidak peduli itu bangkai Beast Ular raksaksa.