
Han Zhie berjalan tanpa arah, hanya mengandalkan mata kirinya untuk sesekali mengamati daerah di sekitarnya.
Han Zhie memilih berjalan untuk menikmati Pemandangan sambil menenangkan dirinya dari bayang-bayang Penduduk Desa yang tewas mengenaskan, dan juga Pembantaian yang barusaja Ia lakukan.
Han Zhie bertanya-tanya apakah benar yang sudah Ia lakukan, apakah perbuatannya pantas untuk Mereka yang kejam dan tidak manusiawi. Pertanyaan seperti itu berkecamuk di pikirannya.
Tidak berapa lama berjalan, Han Zhie melihat sumber mata air yang sangat jernih, Ia beristirahat di samping sumber mata air sambil membakar kelinci buruan dan memakannya.
Keesokan harinya saat sedang berendam di sumber mata air, tiba-tiba Han Zhie merasakan ada Seseorang berjalan ke arahnya.
Dengan mata kirinya, Han Zhie mengedarkan pandangan ke area sekitarnya berendam. Ia mendapati dua orang yang Ia kenal berada tidak jauh dari tempatnya dan sedang menuju ke arahnya. Bagaikan sebuah takdir yang baik, pucuk di cinta ulampun tiba. Mereka adalah Yu Wuhen dan Jun Bing, murid dari Sekte Pedang Naga.
Han Zhie mengentaskan diri dari berendam, kemudian mengganti pakaian serba hitamnya tanpa mengenakan cadar.
Yu Wuhen dan Jun Bing melihat Sumber mata air itu ketika menuju Kota Namdo untuk ikut Turnamen dan beristirahat di sana. Kali inipun Mereka bermaksud beristirahat dan menyegarkan badannya di sana saat kembali dari Kota Namdo menuju Sekte Pedang Naga.
Han Zhie duduk di kursi batu tidak jauh dari sumber mata air menunggu Mereka tiba. Mereka terkejut melihat Han Zhie saat sampai di tempat itu, tetapi Han Zhie biasa saja seakan sudah tahu akan kehadiran Mereka.
__ADS_1
"Saudara Zhie maaf telah mengganggumu" Ucap Yu Wuhen di hadapan Han Zhie yang masih duduk di kursi batu.
"Tidak Saudara Wu, Aku malah senang bertemu kalian berdua, kebetulan sekali" Balasnya merasa Mereka tidak mengganggu sama sekali, malah Ia sangat senang bertemu dengan Mereka karena sedari kemarin Ia sendiri memikirkan keberadaan Sekte Pedang Naga.
"Saudara Zhie, apa maksudmu sangat senang bertemu dengan Kami?" Tanya Yu Wuhen penasaran dengan maksud perkataan Han Zhie. Apa Ia ada urusan dengannya, pikirnya.
"Tidak ada apa-apa Saudara Wu, hanya Aku sedang memikirkan kemana harus melangkah untuk bisa sampai ke Sekte Pedang Naga, bukankah suatu takdir yang indah bagiku bertemu Kalian berdua" Ucapnya.
Yu Wuhen kembali penasaran tentang kepentingan Han Zhie dengan Sekte Pedang Naga, tetapi Han Zhie belum mengatakan apa-apa tentang penyerangan ke Sekte Pedang Naga.
Han Zhie mempersilahkan Mereka beristirahat terlebih dahulu dan membersihkan badannya sesuai dengan tujuan Mereka ke tempat itu.
Keberadaan Sekte yang tidak banyak di ketahui tiba-tiba saja muncul, tetapi kemunculannya membuat banyak orang terkejut sekaligus senang, karena Markas Sekte itu hancur menjadi puing-puing, dan mayat orang-orang Sekte mawar hitam yang tewas sangat mengenaskan seperti cara Mereka membunuh Penduduk Desa.
Banyak Penduduk yang berterimakasih kepada Orang-orang yang menghancurkan Sekte Mawar Hitam dan menganggap Mereka sebagai Pahlawan.
Orang-orang tidak tahu kalau yang menghancurkan Sekte hanyalah Han Zhie seorang diri. Mereka tidak akan beranggapan dan membayangkan bahwa kehancuran Sekte dan tewasnya orang dari Sekte Mawar Hitam yang mengenaskan dapat dilakukan oleh satu Orang saja.
__ADS_1
Mendengar akan hal itu, Han Zhie bertanya kepada Yu Wuhen dan Jun Bing tentang Orang-orang yang menghancurkan Sekte Mawar Hitam dan Membunuh dengan cara seperti itu apakah merupakan sesuatu yang benar atau tidak. Ia sendiri masih bertanya-tanya di dalam hati kecilnya apakah yang di lakukannya sudah benar atau justru Ia sendiri merupakan Monster yang menakutkan karena Ia sendiri merasakan sedikit rasa senang membunuh dengan kejam kepada orang-orang yang berlaku kejam.
Yu Wuhen dan Jun Bing tentu saja menjawab bahwa menghancurkan Sekte mawar hitam merupakan suatu hal yang benar dan mulia. Meskipun tidak semua orang dari Sekte yang di bunuh, hal itu dapat mengurangi kekejaman Mereka di masa depan.
Apapun motif membunuh yang terlihat kejam ke orang Sekte Mawar Hitam, nyatanya dengan cara membunuh yang mengenaskan seperti itu, banyak Penduduk yang senang dan bagi mereka hal itu merupakan angin yang segar, meningkatkan harapan akan keamanan hidup Mereka, Hal itu juga akan menjadi pelajaran untuk Sekte-sekte lain yang sudah atau akan melakukan kekejaman dan kekejian, atau nasib Mereka akan sama mengenaskan seperti orang-orang Sekte mawar hitam itu.
Mendengar penuturan Yu Wuhen dan Jun Bing, Han Zhie sedikit merasa lega dengan apa yang Ia lakukan. Ia sendiri melakukannya karena amarahnya benar-benar memuncak menyaksikan Penduduk Desa yang tidak berdosa di bantai tanpa alasan yang jelas. Rasa senang saat membunuh Mereka sebenarnya adalah sebuah rasa senang yang muncul seakan Ia telah membinasakan kejahatan itu sendiri. Seandainya saja sebuah kejahatan itu berbentuk, mungkin Ia akan lebih senang mencabik-cabik dan menyiksanya.
Han Zhie kemudian bertanya tentang Sekte Pedang Naga. Sekte Pedang Naga merupakan Sekte aliran Netral dan tidak ingin ikut campur dalam urusan politik kekuasaan Kekaisaran. Tapi, karena perebutan kekuasaan melibatkan Sekte Aliran Hitam, maka beberapa Sekte Aliran Putih dan Netral membuat Aliansi di wilayah Kekaisaran untuk mendukung Kekaisaran termasuk Sekte Pedang Naga.
Mereka tentunya tidak ingin jika Kekaisaran di kuasai oleh Klan Pemberontak yang di dukung Sekte Aliran Hitam karena bisa saja nasib Mereka sama seperti Sekte Aliran Putih dan Netral di Kerajaan Sin Wu yang di hancurkan.
Hal ini tidak hanya menyangkut Kerajaan, tetapi seluruh wilayah Kekaisaran. Yang menjadi masalah ialah belum ada yang mampu menyatukan banyak Sekte Aliran Putih dan Netral yang mau ikut berperan aktif, sedangkan di pihak Klan yang akan memberontak sudah mampu mengumpulkan banyak pendukung dari Sekte aliran hitam di wilayah Kekaisaran.
Setelah Yu Wuhen dan Jun Bing di rasa cukup beristirahat, Han Zhie mengutarakan tentang serangan yang akan di lakukan Sekte Aliran Hitam ke Sekte Pedang Naga salah satunya ialah dari Sekte Mawar Hitam yang sudah menggerakkan Pasukannya dua hari yang lalu.
Yu Wuhen dan Jun Bing geram dengan Han Zhie karena tidak mengatakannya sejak awal, pasalnya di tengah serangan yang akan di lakukan, Mereka beristirahat disana cukup lama dan malah asik mengobrol, tetapi Han Zhie tidak menghiraukan kegeraman Mereka berdua.
__ADS_1
Benar ataupun tidaknya, Mereka berdua tentu tetap mengkhawatirkan Sektenya di tambah jumlah orang di Sekte mawar hitam yang di bantai lebih sedikit dari jumlah sebenarnya yaitu lima sampai tujuh ribu orang.