Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Kawanan Beruang


__ADS_3

Han Zhie kemudian berburu Monyet untuk mendapatkan lebih banyak kristal jiwa. Selain Monyet, Han Zhie juga berburu Hewan apa saja yang berada di lapisan kedua Pulau Setan. Dari sekumpulan Monyet, Rusa, trenggiling, Kancil, rubah, dan lainnya Dia kalahkan satu demi satu dan berhasil mendapatkan ribuan kristal jiwa.


Han Zhie kemudian menyerap semua kristal jiwa yang di milikinya. Butuh sekitar sebulan Han Zhie menyerap kristal jiwa tersebut dan sekarang energi Setan semakin banyak memenuhi dantiannya. Dia mencoba berkultivasi tapi tetap saja tidak bisa.


Sekawanan monyet, Rusa, kancil, rubah, trenggiling, babi, dan lainnya kembali Han Zhie buru sebagai bahan pelatihannya.


Bangg


Bangg


Bangg


Pedang Han Zhie menghancurkan apapun yang di kenainya. Berbagai macam jurus Han Zhie uji coba dengan para Beast Spirit yang Dia temukan. Tetapi, Han Zhie hanya bisa berlatih Kitab di tingkat Mahayana ke bawah, tidak bisa Kitab yang lebih tinggi lagi karena belum berkultivasi. Han Zhie akan terlebih dahulu menyempurnakan jurus dan teknik surgawinya ke level yang lebih sempurna.


"Tebasan Pedang Neraka"


Brukkk


Brukkk


Brukkk


Ratusan Pohon tumbang terpotong. Han Zhie terus melesat menebas Pohon-pohon yang Dia lewati, ribuan pohon tumbang di buatnya. Dia melihat bebatuan sebesar rumah kemudian mengalirkan sangat banyak energi Setan ke pedangnya.


"Pedang Penghancur Gunung"


Bommmm


Batu itu hancur dan meledak. Han Zhie kemudian memasukkan Pedangnya ke ruang dimensinya. Di sana terdapat bebatuan serupa dan lebih besar. Dia ingin memperkuat tinjunya dan mengalirkan banyak energi Setan ke kepalan tangannya.


"Tinju Naga Setan"


Bommmm


Han Zhie berhasil menghancurkan batu sebesar Gubuk kecil. Han Zhie menambah lagi energi Setan ke kepalan tangannya.


"Tinju Naga Setan"


Krakkkk


Han Zhie berusaha menghancurkan bebatuan yang lebih besar sebesar rumah tetapi batu itu hanya retak dan tinju ke duanya berhasil membuat batu itu hancur dan meledak.


Han Zhie terus menerus menghancurkan Bebatuan.


Bommmm


Bommmm


Bommmm


Ribuan bebatuan sebesar Gubug kecil, besar dan rumah besar sudah Dia hancurkan dengan tinjunya.


"Tinju Naga Setan"


Bammmm

__ADS_1


Tanpa sengaja Han Zhie mengganggu beruang yang sedang tertidur di balik bebatuan. Beruang itu terlihat lebih besar dua kali lipat darinya dan sangat kuat. Tidak hanya satu, ratusan beruangpun terbangun dari tidurnya di balik bebatuan di depan Han Zhie yang belum Dia hancurkan.


Beruang itu melempari Han Zhie dengan batuan-batuan sebesar Rumah kecil dan besar. Bukannya ketakutan, Han Zhie malah senang dengan hal itu.


"Wahhhh. Kuat sekali beruang itu, cocok untukku berlatih" Gumam Han Zhie.


Bommmm


Duarrrrr


Bommmm


Duarrrrr


Duarrrrr


Han Zhie meninju Bebatuan yang melesat ke arahnya dan menghancurkannya. Lemparan bebatuan yang sangat cepat membuat tangannya getir meskipun mampu menghancurkannya. Tapi Han Zhie tidak peduli. Selama tangannya masih bisa di gunakan dan belum benar-benar terluka dan masih mampu meninju, Dia akan terus menyambut bebatuan yang melesat ke arahnya dan meninjunya. Ratusan bebatuan yang di lempar berhasil Dia hancurkan, beberapa Bebatuan juga berhasil Dia hindari karena banyaknya bebatuan yang melesat ke arahnya.


Beruang-beruang itu terlihat bingung dengan Han Zhie dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Han Zhie terlihat sangat senang dan menikmati serangan-serangan Mereka. Tanpa pikir panjang beruang-beruang itu terus menghujami Han Zhie dengan bebatuan yang sangat besar.


Han Zhie melompat dari batu-batu yang di lempar Mereka.


"Tapak Naga Setan"


"Tendangan Naga Setan"


Bammmm


Bammmm


Bammmm


Boom


Boom


Boom


Bebatuan itu hancur mengenai batu-batu yang terus di lempar oleh beruang-beruang itu.


Seketika di area itu seperti sedang terjadi perang batu. Ratusan sampai ribuan batu besar hancur dan terbang kesana kemari.


Terlihat ratusan monyet di atas sebuah bukit sedang menonton Mereka, beberapa dari Mereka seperti sedang bertaruh buah-buahan. Han Zhie yang kesal menendang bebatuan ke arah Mereka.


Bangg


Bangg


Bangg


Kwakkk kwakkk kwakkk monyet-monyet itu menghindar dan melompat ke bukit yang lainnya. Kwakkk kwakkk kwakkk Mereka bertepuk tangan seperti sedang menyemangati Han Zhie.


"Monyet sialan, tunggu saja Kau" Gumam Han Zhie kembali tidak mempedulikan Monyet-monyet itu.


"Tinju Naga Setan"

__ADS_1


"Tendangan Naga Setan"


"Tapak Naga Setan"


Ribuan batu sudah melayang terlempar ke sana kemari dan hancur berkeping-keping. Han Zhie mengeluarkan Pedang hantunya.


"Srakkk"


"Srakkk"


"Srakkk"


Tebasan Pedang Neraka yang di aliri energi Setan ratusan batu besar yang di lempar ke arahnya. Han Zhie mulai mendekat ke arah beruang-beruang yang terus bergerak ke belakang mencari Bebatuan yang dapat Mereka lempar.


"Bayangan Pedang Penghancur"


Ratusan pedang melesat ke arah beruang-beruang itu.


"Hujan Pedang Langit"


Tidak sampai disitu, dari atas ratusan pedang juga melesat ke arah beruang-beruang itu.


Beberapa beruang tidak berhasil menghindar dan tewas mengeluarkan kristal jiwa. Han Zhie mengambil kristal jiwa dan beruang-beruang yang tersisa juga berhasil Dia kalahkan.


"Huhhh, giliran kalian" Gumam Han Zhie kemudian melesat ke arah bukit kecil yang tidak terlalu tinggi. Tetapi Monyet-monyet yang barusan Dia lihat sudah berlarian jauh dari area tempat itu yang sekarang terlihat sangat berantakan oleh Han Zhie dan sekawanan beruang.


Han Zhiepun tidak mengejar Monyet-monyet itu dan duduk menyerap kristal jiwa beruang yang barusaja Dia peroleh. Dua minggu berlalu Han Zhie menyerap ratusan kristal jiwa satu demi satu. Dia merasakan sesesok misterius sedang mengamatinya di atas sebuah dahan pohon.


Tap


Tap


Tap


Saat Dia melesat ke arahnya melompat dari batu satu ke batu lainnya, bukit satu ke bukit lainnya, sosok itu menghilang begitu saja.


"Beast apa barusan?" Gumamnya kemudian masuk ke dalam hutan, berusaha mencari keberadaan Beast yang mengamatinya.


Tanpa Mata Setan ketahui, tiga Beast spirit Setan tingkat tinggi juga berada di pulau tersebut. Beast itu mampu lolos dari pengamatan Mata Setan. Beast itu di sebut sebagai tulang Setan, daging Setan, dan juga kulit Setan. Bukan hanya Beast tingkat tinggi, Mereka juga merupakan bagian dari Penguasa Setan, dan yang mengamati Han Zhie barusan merupakan kulit Setan.


Tidak lama, Han Zhie memasuki sebuah Gua dan memasukinya. Di dalam Gua terdapat seseorang yang sepertinya sedang menunggunya. Dia adalah kulit Setan yang menjelma menjadi Seorang Pemuda.


Han Zhie yang tidak berniat jahat dan sedikit mencurigainya, memberanikan diri bertanya kepadanya.


"Maaf Tuan, Aku tidak bermaksud mengganggu. Bolehkah Aku istirahat sejenak di sini?" Tanya Han Zhie berusaha memulai pembicaraan dan kulit Setan hanya mengangguk membolehkannya. Han Zhiepun tanpa basa-basi duduk di hadapannya.


"Apa Tuan manusia? Menurut Temanku di sini hanya terdapat para Beast spirit Setan"


"Siapa Teman Tuan?"


"Dia hanya seekor Beast spirit Setan"


"Apa Dia mata setan?"


"Bagaimana Kau tahu?"

__ADS_1


"Karena Aku sama sepertinya"


"Ternyata memang benar dugaanku, Kau juga Seekor Beast spirit Setan"


__ADS_2