
Belum sempat Assasin itu pergi jauh, Han Zhie kembali mengejarnya dan memegangi jubah bagian belakangnya kembali. Assasin itu menelan ludahnya.
"Tunggu, Aku berubah pikiran" Ucap Han Zhie.
"Kenapa Tuan?" Tanya Assasin itu.
"Kau harus ikut denganku dan mengikuti perintahku, atau Aku akan memburu Orang-orang seperti Kalian" Jawab Han Zhie.
"Baiklah, baiklah apa yang harus Aku lakukan?" Balas Assasin Pembunuh itu.
Han Zhie kemudian memberitahukan kepadanya tentang apa yang harus di lakukan oleh Assasin Pembunuh yang di suruh oleh Jin Tong membunuhnya. Hal itu baru terpikirkan oleh Han Zhie sesaat setelah meninggalkan Assasin itu.
Han Zhie menyuruh Assasin itu berbohong dan mengatakan telah berhasil membunuhnya setelah Han Zhie membalaskan dendam Fu Shang.
Tidak beberapa lama Han Zhie sampai di Menara Cahaya. Dia berjalan santai menuju Gerbang.
"Siapa Orang itu?" Tanya salah satu Penjaga Gerbang ke Penjaga lainnya.
"Apa Pembunuh bayaran itu? Tapi Dia bercadar, tidak mengenakan topeng" Jawab penjaga Gerbang lainnya.
"Kita tanya saja terlebih dahulu. Jika Dia bermaksud buruk, habisi saja Dia" Sahut lainnya.
Han Zhie terus melangkah dan sampai di hadapan Mereka.
"Mau apa Kau malam-malam begini? Pergi dari sini" Ucap salah satu penjaga Gerbang Menara Cahaya.
"Mau menghancurkan tempat jelek ini" Jawab Han Zhie membuat beberapa Penjaga Gerbang menelan ludahnya.
"Omong kosong apa yang Kau bicarakan?" Jawab Penjaga.
"Enyah Kau dari sini, atau Kami akan menghabisimu" Sahut yang lainnya.
"Penjaga jelek, jangan coba menghalangiku" Perintah Han Zhie membuat Penjaga itu mengerutkan keningnya.
"Penjaga, laporkan hal ini pada Tuan Jin Tong" Perintah salah satu Penjaga Gerbang kepada penjaga Gerbang yang lain.
Han Zhie membiarkan Penjaga itu pergi melaporkan begitu saja.
"Enyah Kalian atau Aku hancurkan bersama dengan bangunan ini" Ucap Han Zhie.
"Omong kosong, Kau akan mati di sini" Jawab Penjaga itu.
Han Zhie meninju tiga Penjaga tersisa.
Bommm
Bommm
Bommm
Satu persatu Penjaga terpental puluhan meter masuk ke dalam Gerbang mengenai bangunan Menara Cahaya.
Han Zhie kemudian masuk ke dalam menuju ke bangunan Menara Cahaya. Dia mengambil batu kerikil kecil yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Puluhan Pendekar yang menjaga Menara Cahaya tingkat Bumi dan salah satunya di tingkat Petapa bersiap untuk menyerang Han Zhie.
Ctakk
Ctakk
Ctakk
Kening Mereka terkena kerikil yang di jentikkan oleh Han Zhie dan ambruk terjatuh di tanah satu persatu.
Jin Tong, Penjaga yang tersisa, Yi Liem dan Pengawalnya keluar setelah di beritahu oleh Penjaga Gerbang tentang Seseorang yang berniat menghancurkan Menara Cahaya.
"Siapa Kau?" Tanya Yi Liem.
Han Zhie yang memegangi kerikil dan tersisa satupun menjentikkannya kepada Yi Liem dengan sedikit kekuatannya. Yi Liem yang hanya berada di tingkat Bumipun jatuh telentang di tanah. Dia memegangi keningnya dan berteriak mengumpati Han Zhie.
"Sialan, Serang" Perintah Yi Liem kepada pengawalnya yang berada di tingkat Petapa dan langit.
Satu persatu Pengawal mengantarkan nyawanya,
Bommm
Bommm
Bommm
Tubuh puluhan Pengawal terpental ke bangunan Menara Cahaya tapi tidak sampai tewas karena Han Zhie hanya sedikit menggunakan kekuatan tinju Naga Besinya. Perbedaan kemampuan yang tinggi membuat Han Zhie begitu mudah mengalahkan Mereka seperti semut.
Jin Tong, Yi Liem dan Pengawalnya sedikit bergidig takut. Mereka mengetahui bahwa Han Zhie pasti dapat dengan mudah membinasakan Mereka semua dengan kemampuan dan kekuatannya.
"Mau di taruh dimana muka Menara Cahaya jika sampai di ketahui hancur" Batin Yi Liem lebih memilih merelakan seluruh harta kekayaan dan sumber daya Menara Cahaya itu di rampok oleh Han Zhie.
"Penjaga ambil semua harta dan barang-barang milik Menara Cahaya" Lanjut Yi Liem menyuruh para Penjaga yang sudah bangkit. Tidak mau banyak berkomentar, Mereka mengambil semua barang berharga di dalam Menara Cahaya.
Han Zhiepun tidak sungkan mengambil semua yang Yi Liem berikan padanya.
"Harta dan benda-benda berharga ini sebagai kompensasi karena Kalian menuduh Fu Shang mencuri" Gumam Han Zhie dalam hati.
"Dan ini sebuah kompensasi karena Kalian sudah mempermainkanku dan berniat jahat ingin membunuhku" Lanjutnya bergumam dalam hati kemudian menghancurkan bangunan Menara Cahaya.
Bommm
Bommm
Bommm
Tiga bangunan Menara Cahaya hancur dengan Tapak Naga Setan. Yi Liem, Jin Tong, Pengawal, dan Penjaga menelan ludahnya.
"Benar-benar menakutkan Pendekar bisu ini" Batin Yi Liem menganggap Han Zhie bisu karena Dia tidak mendengar Han Zhie berbicara.
"Ka... Kau kena... "
Duarrr
__ADS_1
Duarrr
Duarrr
Belum sempat Yi Liem menyelesaikan perkataannya, dan tanpa banyak berkata, Han Zhie menyerang para Penjaga. Tubuh ratusan Penjaga dan beberapa Pengawal Yi Liem hancur dan gosong dengan Tinju dan Tapak Naga Petir satu demi satu dengan gerakan Han Zhie yang sangat cepat. Han Zhie bisa mengeluarkan petir setelah menyerap kristal jiwa dari Beast Petir Setan yang di berikan oleh Ling Si Serigala Setan.
Tubuh Yi Liem dan Jin Tong bergetar ketakutan melihat jurus Han Zhie yang mengerikkan, sesaat kemudian berlutut di tanah meminta ampun kepada Han Zhie.
"Itu sebuah kompensasi karena Kalian sudah membantai seluruh Keluarga Adikku, Fu Shang" Batin Han Zhie.
"Tinggal dua Kutu" Lanjut Han Zhie membatin kemudian mengeluarkan Pedangnya.
Ahhhh
Ahhhh
Ahhhh
Ahhhh
Teriak Yi Liem dan Jin Tong kesakitan karena terpotong lengan kanannya.
"Itu karena Kalian sudah memotong tangan Fu Shang" Han Zhie kembali membatin.
Han Zhie tidak mau banyak berkata-kata karena ingin membuat Yi Liem dan Jin Tong menderita sama seperti Fu Shang dan membiarkan Mereka hidup. Jika Han Zhie berbicara kemungkinan Orang-orang Menara Cahaya tidak akan tinggal diam dan akan merepotkannya karena Yi Liem pernah mendengar suaranya.
Mereka berdua berguling di tanah kesakitan karena tangan kanannya terputus.
"Siapa Kau?" Tanya Assasin Pembunuh berpura-pura kepada Han Zhie setelah muncul dan menghampiri Mereka.
Han Zhie tidak banyak bicara dan melesat pergi meninggalkan Mereka bertiga.
"Aku terpaksa membunuh Orang yang Kalian inginkan dan menghancurkannya menjadi seperti ini" Ucap Assasin itu di tengah kesakitan Yi Liem dan Jin Tong sambil mengeluarkan bagian-bagian tubuh Seseorang dengan kepala yang sudah tidak bisa di kenali. Assasin itu melihat penjaga yang sedang tidak jauh dari Menara Cahaya sedang kencing di bawah sebuah pohon. Tanpa banyak bicara Dia membunuh Penjaga itu untuk meyakinkan Yi Liem dan Jin Tong bahwa Dia sudah membunuh Han Zhie.
"Pembunuh bodoh, lupakan hal itu, cepat bantu Kami" Umpat Yi Liem sambil kesakitan.
Ahhh
Ahhh
Ahhh
Ronta Mereka.
"Maaf, Aku tidak bisa melakukannya, tugasku hanya membunuh" Jawab Assasin itu.
"Baiklah, karena Aku sudah menyelesaikan tugasku, akan pergi" Lanjutnya.
"Tu.. Tunggu, bantu Kami terlebih dahulu, Aku akan membayarmu" Ucap Jin Tong.
"Setidaknya panggilah tabib kemari" Sahut Yi Liem.
Tubuh Mereka berdua seperti ular bergerak kesana kemari menahan sakit di tangannya yang terus mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
"Maaf, itu bukan urusanku. Mau di taruh dimana wajah Organisasi Pembunuh Topeng Hitam jika melakukan hal seperti itu, Kalian tahu sendiri cara kerja Organisasi" Balas Assasin itu kemudian melesat pergi meninggalkan Yi Liem dan Jin Tong.