
Han Zhie Keluar dari Dunia tersebut ke dalam Gua tempat Ia masuk ke Dunia buatan sebelumnya. Dia melihat ada laki-laki yang sedang duduk berkultivasi.
"Apakah itu kakek Li? Hmmm ternyata Kakek bisa berubah bentuk, aku akan memintanya mengajariku nanti" Gumamnya dalam hati.
"Aku tunggu saja sampai Dia selesai" kemudian duduk menunggu pria itu selesai berkultivasi, mata kirinya bisa melihat Pria itu sudah mencapai tingkat pendekar raja level Puncak.
Setelah beberapa saat Sun Ho membuka matanya, Ia terkejut melihat seseorang berada di depannya.
"Siapa Kau?"
"Kakek, ini Aku. Apa kau lupa?" Jawab Han Zhie kepada Sun Ho.
Sun Ho mengerutkan keningnya. "Siapa yang Pemuda ini sebut kakek? Apa Dia gila?" Umpatnya dalam hati.
"Kakek? Siapa yang Tuan maksud dengan Kakek?" Tanya Sun Ho penasaran
Han Zhie berfikir sejenak. Dari ekspresi Sun Ho, Dia menyadari bahwa Pemuda di depannya bukanlah Kakek Huan Li.
"Di mana Kakek Li? Siapa Kau? Kenapa berada di sini?" Tanya Han Zhie kepada Sun Ho yang masih bingung dengan keberadaan Kakek Huan Li.
"Apa ini tempatmu?" Tanya Sun Ho.
"Ya. Dan Kau belum menjelaskan pertanyaanku" Jawab Han Zhie ketus
"Tuan, mohon maafkan aku karena berada di Tempatmu"
Kemudian Sun Ho menceritakan kejadian yang telah Dia alami sampai harus bersembunyi di Gua tersebut, dan tak lupa Dia juga menjelaskan rencana serangan aliansi 5 sekte aliran hitam, dan kekejaman-kekejaman Sekte Aliran hitam.
Sun Ho sendiri menjelaskan bahwa Dia tidak tahu dengan Kakek Huan Li. Akan tetapi, Sun Ho memberitahukan seorang Kakek yang mati di dalam Goa, dan kemungkinan Kakek itulah yang di maksud oleh Han Zhie.
Di lihat dari bekas buah beracun yang masih ada di sana dan jasadnya, kakek itu tampak habis memakan buah beracun.
Sun Ho telah menguburkannya tepat di belakang Han Zhie.
Han Zhie yang mendengar penjelasan Sun Ho menengok ke belakang. Dan benar saja di belakangnya ada gundukan tanah yang ternyata liang kubur Kakek Huan Li.
Melihat Sun Ho yang tidak berbohong dan Sun Ho orang yang baik karena telah menguburkan Kakek Huan Li, Dia tak mempermasalahkan jika Sun Ho ingin bersembunyi di Gua tersebut.
Dari wajah Sun Ho pun Han Zhie melihat sebuah kebenaran yang Dia sampaikan dan tidak mencurigainya lagi.
"Tuan, Bolehkah Aku tahu nama Tuan?" Tanya Sun Ho melepas keheningan setelah menceritakan yang Dia alami.
"Hmmmm" Hanya itu yang keluar dari mulut Han Zhie yang masih tidak mau mempercayai jika Kakek Huan Li meninggal, kemudian suasana hening kembali.
"Tuan, bisakah Saya meminta tolong?"
Tanya Sun Ho.
"Maaf saya tidak bisa, bisa-bisa nyawa saya terbunuh, Kau saja bersembunyi di Sini, Kau malah menyuruhku untuk mati" Jawab Han Zhie seakan tahu apa yang ada di pikiran Sun Ho, yaitu akan menyuruhnya untuk ke Kerajaan memberitahukan tentang rencana serangan yang akan di hadapi Kerajaan.
"Ku mohon Tuan, demi kerajaan Luan. Tuan bukan ancaman bagi Sekte Tengkorak Hitam karena Tuan bukan Pendekar. Wajahku juga sudah di ketahui oleh beberapa orang dari Sekte Tengkorak hitam" Sun Ho berpikir bahwa Han Zhie bukanlah seorang Pendekar karena tidak bisa melihat tingkat Kultivasinya.
"Saya berjanji dan akan memastikan Tuan di beri banyak hadiah kepingan emas setelah menyampaikannya kepada Raja Luan" Lanjut Sun Ho lagi.
"Berapa?" Tanyanya dengan acuh.
"Apa Tuan?" Tanya Sun Ho mengerutkan keningnya padahal sudah mendengarnya.
__ADS_1
"Berapa banyak keping emas?" Tanyanya lagi dengan nada yang acuh.
"Berapa banyak yang Tuan minta?" Balas Sun Ho
Han Zhie berfikir sejenak kemudian.
"Ahhh sudahlah Aku tidak bisa membantu"
Gumamnya keras
"Kumohon Tuan. Ini semua demi Rakyat, berapapun yang Tuan minta, Aku akan berusaha memenuhinya." Pinta Sun Ho dengan wajah memelas dan penuh keputusasaan.
"Jika Kerajaan jatuh ke tangan 5 aliansi Sekte aliran hitam, Rakyat yang akan menderita" Lanjutnya lagi penuh dengan harapan kepada Han Zhie.
"Aihhhh Baiklah baiklah, Kau tak perlu memasang wajah menyedihkanmu itu. Saya tidak memerlukan hadiah. Anggap saja demi keluargaku juga karena Kau sudah menceritakan kekejaman mereka"
"Sekarang ceritakan kepadaku seberapa kuat 5 aliansi aliran hitam itu? dan apa kaitannya dengan Rakyat kerajaan ini, kenapa bisa menderita?" Tanya Han Zhie kepada Sun Ho. Dia tak begitu tahu tentang hal di luar Desanya karena selama ini Dia tidak pernah keluar dari Desanya.
##
Sun Ho menceritakan kepada Han Zhie bahwa kekuatan 5 Aliansi Sekte aliran hitam patut pihak Kerajaan perhitungkan, di tambah mata-mata, penyusup dan pengkhianat dari para Bangsawan membuat Kerajaan tinggal menunggu kehancurannya saja.
Saat ini pihak Kerajaan hanya memiliki dukungan dari 2 Sekte Aliran Netral dan 2 Sekte Aliran Putih.
Menurut mata-mata dari Sekte tengkorak putih, Kekuatan di balik 5 Aliansi Sekte Aliran Hitam sangatlah besar, mereka berasal dari Klan besar di Kekaisaran.
Kerajaan Sin wu di wilayah Kekaisaran bagian barat pun sudah di kuasai oleh mereka. Kini mereka mulai menyerang Kerajaan Luan melalui Aliansi 5 Sekte Aliran Hitam. Tujuan mereka tak lain tak bukan adalah untuk menggulingkan Kekaisaran dengan terlebih dahulu menguasai semua Kerajaan di Kekaisaran.
Kerajaan Sin Wu dahulu adalah wilayah yang makmur. Setelah di kuasai oleh Sekte aliran Hitam yang berada di bawah kendali Klan besar di Kekaisaran, kini rakyatnya hidup menderita dengan pajak yang amat besar, bekerja layaknya Budak. Tak segan-segan jika sebuah desa tidak mampu membayar pajak dan tidak berpenghasilan, maka Desa itu akan di hancurkan beserta Penduduk di dalamnya.
Tidak banyak yang tau tentang seberapa kuat Klan besar tersebut sehingga mampu membuat beberapa Sekte aliran hitam bersatu di bawah kendalinya, mereka juga menyusupkan Para Bangsawan Kekaisaran. Beberapa Bangsawan bahkan berada di bawah telapak tangan mereka.
##
"Sekte?"
"Aliran putih?"
"Aliran hitam?"
"Klan?"
"Bangsawan?'
"Apa itu?"
Tanyanya dalam hati tidak mengerti istilah-istilah yang baru pertama kali Dia dengar. Dia hanya beranggapan bahwa semua yang Sun Ho ceritakan hanya tentang kejahatan dan kebaikan.
"Ahhh sudahlah. Aku tak mau bertanya tentang itu semua. Xixixi yang jelas Aku tak berpihak pada kejahatan" Lanjutnya membatin.
Sun Ho melihat Han Zhie bingung dengan tingkah anehnya saat mendengar Dia bercerita. Tapi Dia tidak mempermasalahkannya.
"Tuan" Panggil Sun Ho di tengah lamunan Han Zhie.
"Ah iya" Balas Han Zhie sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Tolong jangan memanggilku Tuan. Panggil saja Han Zhie. Aku masih berumur 12 tahun" Lanjut Han Zhie
__ADS_1
"Baiklah Tuan Zhie, Aku Sun Ho"
Sun Ho yang baru tahu bahwa Han Zhie berumur 12 tahun menelan ludahnya sendiri. Pasalnya Han Zhie terlihat berusia 16 tahun.
Sun Hopun memberikan Han Zhie sebuah jubah miliknya karena melihat Han Zhie yang hanya mengenakan pakaian dari kulit kayu.
Sun Ho kemudian meminta Han Zhie menyerahkan catatan yang Dia tulis untuk di serahkan ke Raja Luan dan menyampaikan keberadaannya kepada Raja agar pihak Kerajaan menjemputnya.
Han Zhie menolak untuk pergi seorang diri.
Bukannya Dia tidak mau membantu, akan tetapi Dia tidak pernah keluar dari Desa sehingga tidak tahu lokasi Ibukota kerajaan. Dia juga tidak banyak tahu akan Dunia luar. Bahkan istilah-istilah yang umumpun Dia tidak tahu.
Sun Ho menghela nafasnya. Han Zhie begitu plin plan pikirnya.
"Jika Saya bisa ke sana, kenapa harus meminta pertolonganmu?" Batin Sun Ho.
"Ya sudahlah Aku tidak memaksamu" Ucapnya kemudian.
Han Zhie bertanya ciri-ciri orang yang mengejarnya. Dengan perasaan malas dan enggan Sun Ho memberitahukannya.
Han Zhie keluar dari dalam Gua. Di bawah air terjun di samping sungai, Ia membuat sebuah mantra formasi hantu yang sudah Ia pelajari dan Ia arahkan di sepanjang air terjun.
Entah apa tujuannya membuat mantra formasi tersebut, hanya Han Zhie yang tahu.
Ia kemudian melompat tinggi ke atas air terjun. Dengan mata kirinya Han Zhie melihat-lihat ke dalam hutan. Mata kirinya bisa melihat puluhan kilometer jauhnya.
Dari jarak lima kilometer, Dia melihat kumpulan orang dengan ciri-ciri yang di sebutkan Sun Ho sedang mengelilingi api unggun, Dia melesat dengan sangat cepat ke arah mereka.
Celepukk
Celepukk
Mereka dengan mudah di kalahkan oleh Han Zhie. Dengan kecepatan Han Zhie, tanpa mereka sadari satu demi satu dari mereka jatuh pingsan tak sadarkan diri di pukul tengkuknya oleh Han Zhie.
Han Zhie membawa mereka melesat dari dahan yang satu ke dahan pohon yang lainnya. Bolak balik membawa dua orang yang pingsan bergantian seperti membawa anak kucing kemudian meletakkan mereka di pinggir sungai.
"Saudara Ho, mereka yang mengejarmu sudah aku bereskan" Kata Han Zhie setelah masuk kembali ke dalam Gua.
"A.. A.. A.. Apa? Si.. Sii.. Siapa yang sudah Kamu bereskan?" Tanya Sun Ho tak percaya.
"Bukankah sudah jelas yang Aku katakan? Jadi kapan Kita akan pergi?" Tanya Han Zhie.
Han Zhie menjelaskan bahwa orang-orang yang mengejar Sun Ho sudah Dia lumpuhkan dan di letakkan di pinggir sungai.
Dengan langkah yang ragu-ragu dan sedikit sungkan karena tidak terlalu percaya, Sun Ho keluar dengan Han Zhie.
Sun Ho menelan ludahnya tidak percaya dengan yang Han Zhie lakukan.
"Bagaimana Anak ini bisa melumpuhkan mereka semua?baru beberapa saat yang lalu Dia keluar. Satu di antara Mereka bahkan sudah di tingkat Pendekar Kaisar level tinggi"
Sun Ho menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan hening seketika.
Dia merasa bersalah kepada Han Zhie karena sudah meremehkannya. Entah Han Zhie atau bukan yang melakukannya, Dia hanya bisa mempercayainya karena tidak ada siapapun di sana selain Mereka berdua.
"Saudara Zhie, apakah boleh mereka saya bunuh?" Tanya Sun Ho dengan hormat kepada Han Zhie.
"Jika mereka di bawa ke Kerajaan untuk di penjara, maka akan merepotkan. Mereka juga sudah membunuh teman-temanku" Ungkapnya kemudian.
__ADS_1
" ... " Tak ada kata kata yang keluar dari mulut Han Zhie
Sun Ho yang marah mengingat temannya yang di bunuh dengan keji menebas kepala mereka semua kemudian membakarnya untuk menghilangkan jejak.