Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Fang Gun, Lin Mei, Sin Yuqie


__ADS_3

Han Zhie kemudian pamit dan pergi terlebih dahulu meninggalkan Mereka setelah di beritahu keberadaan Kuil Lentera oleh Biksu Agung Yao. Dia ingin berjalan-jalan di wilayah Kekaisaran Qing untuk melihat-lihat. Dia juga akan menjajal berbagai macam makanan enak yang sudah sangat lama tidak bisa Dia rasakan di Pulau Setan.


"Ayu Kita juga pergi dari sini" Ucap Biksu Agung Yao kepada Patriark Wan Ming.


"Baiklah" Balas Wan Ming kemudian Mereka melesat pergi keluar dari dalam hutan itu. Setelah sampai Di Desa di dekat pinggiran hutan itu, Wan Ming menyuruh salah satu Tetua dan beberapa Murid Aliansi Perdamaian tetap berjaga di sana.


Aliansi Perdamaian di Kekaisaran Qing menyebarkan beberapa Tetua dan Murid-murid Sekte di beberapa Desa atau Kota yang berdekatan dengan pinggiran hutan kabut hitam yang menjulang sangat luas di Kekaisaran Qing sampai ke wilayah yang berbatasan dengan Kekaisaran Mo. Beberapa dari Mereka juga di tugaskan untuk memburu dan mencari keberadaan para Beast yang berkeliaran di wilayah Kekaisaran Qing karena keluar dari Hutan Kabut Hitam.


"Aduh Aku lupa menyampaikan tentang Penduduk Desa di pesisir Pantai kepada Mereka berdua" Batin Han Zhie sambil melangkah berjalan di sebuah Kota yang Dia lewati sambil melempar-lempar, memainkan beberapa mutiara dengan tangannya.


Sementara itu, Ling di utus oleh Han Zhie mengamati kedalaman Hutan Kabut Hitam.


Han Zhie kemudian memasuki sebuah kedai yang cukup megah. Dia menuju lantai lima, lantai paling atas yang hanya terdapat atap tanpa aling-aling yang menutupi sehingga bisa melihat Bangunan-bangunan di sekitar sana.


"Pelayan, Aku ingin yang segar-segar dan enak" Ucap Han Zhie kepada Pelayan meminta minuman yang segar untuk menghilangkan dahaganya.


"Maaf Tuan, yang enak-enak dan segar-segar berada di sana" Jawab Pelayan sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan bertuliskan Hiburan Surga Malam yang terlihat megah dan lebih tinggi dari Kedai itu.


"Apa maksudmu? Aku ingin minuman dan buah-buahan yang enak dan segar" Jawab Han Zhie membuat Pelayan menggaruk Kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf Tuan, Aku kira Tuan salah mendatangi tempat" Balas Pelayan itu.


"Bodoh sekali Aku, Pemuda yang sangat tampan sepertinya pasti memiliki banyak Wanita, kenapa juga harus ke tempat menjijikkan seperti itu" Lanjutnya membatin kemudian berlalu pergi untuk mengambil pesanan Han Zhie.


Tidak berapa lama, Pelayan kembali datang membawa minuman dan buah-buahan segar untuk Han Zhie.


Han Zhie kemudian menikmati hidangan yang di bawa Pelayan kedai di sana. Han Zhie menaruh puluhan butir mutiara di atas meja hidangan. Dia bermaksud ingin mengetahui Orang-orang jahat yang telah membunuh beberapa Penduduk Pesisir, tetapi sudah beberapa hari Han Zhie tidak menemukan tanda-tanda dari Penjahat, Rampok, Bandit, Penyamun, ataupun Garong.


Han Zhie menikmati minuman dan buah-buahan sambil memikirkan tentang Ayah Ibunya dan Penduduk Desa Pelangi.


***


Tidak lama setelah Han Zhie yang di rasuki oleh Mata Setan meninggalkan medan peperangan di Ibukota Kekaisaran Mo, Pihak Istana memenangkan Peperangan meskipun peperangan itu juga memakan banyak korban jiwa di Pihak Mereka.


Kaisar, Lima Tetua Sekte Bambu kuning, Patriark, dan lainnya di makamkan secara layak, sementara ratusan ribu Prajurit musuh yang tewas di bakar habis. Oleh karenanya dan juga bangunan-bangunan yang terbakar, berhari-hari kabut asap menyelimuti wilayah Ibukota dan sekitarnya.


Setelah Pemberontakan dan Peperangan, kekacauan tidak terelakkan menjalar di berbagai Penjuru Kekaisaran. Beberapa Sekte aliran hitam di bawah kendali empat serangkai menjalankan siasat adu domba Mereka ke beberapa Sekte, Desa ataupun Kota. Mereka belum mengetahui akan kekalahan Mereka di Ibukota Kekaisaran.

__ADS_1


Beberapa bulan lamanya kondisi tidak terkendali. Beberapa Sekte kecil, menengah, besar, Desa, Kota berakhir saling serang karena kesalahpahaman, Rakyat yang kelaparan dan menderita terpaksa menjadi bandit, pencuri, penyamun, perampok, dll.


Setelah menyebarnya berita tentang Pendekar Hantu yang sangat hebat dan kejam di kalangan Sekte Pengacau dan Pemberontak, Mereka yang berhasil selamat bersembunyi dan beberapa bertaubat tidak berani bertingkah dan tidak melakukan sedikitpun pergerakan.


Sekarang, Ibukota dan Istana berpindah ke Kerajaan Sang yang di bangun dan di permegah seperti Ibukota dan Istana sebelumnya.


Setelah satu tahunan lebih terpuruk, Kekaisaran Mo sedikit demi sedikit sudah mulai terkendali.


Kaisar kini di pegang oleh Mo Xinjiang. Kaisar Xin menjadikan Kekaisaran bukan hanya bisa di jabat oleh Bangsawan Klan, tetapi semua Orang berhak menjabat sesuai dengan keahlian dan kemampuan Mereka, sesuai dengan keinginan mendiang Ayahnya.


Dia juga berhasil membuat kesenjangan antar Klan berkurang di bawah kepemimpinannya, dan kondisi Kekaisaran sedikit demi sedikit menjadi kembali pulih dan normal setelah keterpurukan Mereka akibat Perang.


Kaisar Xinjiang berhasil mengambil alih Kerajaan Luan dan Kerajaan Sin Wu yang jatuh ke tangan Pemberontak. Empat Serangkai yang selamat dan beberapa Sekte aliran hitam lain menghilang entah kemana bak di telan Bumi takut dengan Pendekar Hantu yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan Sekte Mereka atau mungkin Mereka juga sedang memulihkan diri.


Berita tentang Pendekar Pedang Hantu yang berasal dari Desa Pelangi menyebar di kalangan Petinggi.


Setelah Peperangan yang memporak-porandakan Ibukota dan Istana Kekaisaran dan Kerajaan, Beberapa Sekte Kecil, menengah, dan besar, Klan, Bangsawan Petinggi Istana yang selamat berkumpul di Desa Pelangi.


Harapan Mereka satu-satunya ialah Han Zhie menjadi Kaisar karena Mo Xinjiang tidak mau mewarisi ayahnya karena masih berkabung atas kepergiannya dan menyuruh Mereka mencari yang lain untuk menjadi Kaisar, akan tetapi Han Zhie tidak kunjung muncul di Desa Pelangi. Kekacauan melanda hampir di seluruh penjuru Negeri yang belum memiliki Kaisar dan empat Serangkai yang tersisa tidak berusaha menghentikan Sekte aliansi bawahan bentukan Mereka mengacau dan mengadu domba, sedangkan Mereka sendiri dan beberapa Sekte lain memilih bersembunyi.


Berawal dari Desa Pelangi kekacauan dan kesalahpahaman mulai bisa di kendalikan. Karena desakan Patriark Sekte, Klan, Bangsawan, Pejabat tinggi Istana akhirnya Xinjiangpun mau menjadi Kaisar.


**


Di Desa Pelangi,


Fang Gun terlihat sedang di kejar oleh Lin Mei karena mencium Sin Yuqie di hadapannya. Lin Mei melesatkan anak panah ke arah Kaki Fang Gun yang sedang berlari, tapi Fang Gun berhasil menghindarinya.


"Cihh. Gilanya kumat" Gumam Fang Gun.


"Berhenti Kau" Teriak Lin Mei.


"Apa Kau cemburu?" Balas Fang Gun berteriak juga.


Setelah cukup lama kejar-kejaran, Fang Gun menghentikan langkahnya di sebuah hutan tidak jauh dari Air Terjun Pelangi, di susul Lin Mei yang sekarang sudah berada di hadapannnya.


"Kau, Pemuda sialan, Mata keranjang, berani sekali Kau mencium Adik Sin" Umpat Lin Mei menjitak kepala Fang Gun.

__ADS_1


"Lagian Adik Sin juga senang di cium olehku, bilang saja kalau Kau juga ingin di cium olehku" Jawab Fang Gun.


"Kau menciumnya tiba-tiba, jangan bermimpi, banyak Pria tampan lebih darimu datang melamarku" Balas Lin Mei.


"Apa maksudmu Aku tampan?" Tanya Fang Gun membuat Lin Mei menelan ludahnya.


"Cih dasar Mata keranjang, Kau terus saja menggodaku, apa Kau sudah lupa barusan Kau mencium Adik Sin di hadapanku?" Jawab Lin Mei.


Fang Gun secepat kilat meraih pinggang Lin Mei dan memeluknya. Muka mereka hanya berjarak beberapa Cm.


"Apa perlu Kau Aku cium juga? Kau irikan?" Ledak Fang Gun.


Lin Mei yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba seperti itu menonjok muka Fang Gun dan menendangnya sampai terpental dan telentang di tanah.


Fang Gunpun tiduran di tanah tempatnya terjatuh sambil tertawa cengengesan di susul dengan Lin Mei yang juga ikut berbaring di sampingnya.


"Apa Kau mau meminta maaf sudah meninjuku?" Tanya Fang Gun kepada Lin Mei yang ikut berbaring di sampingnya.


"Tidak" Jawab Lin Mei.


"Kenapa Kau marah Aku mencium Adik Sin?" Tanya Fang Gun.


"Terserah Kau mau mencium siapapun, tapi jangan coba-coba menyakiti dan melukai hati Adik Sin" Balas Lin Mei.


"Benarkah seperti itu? Aku juga akan menciummu kalau begitu" Ucap Fang Gun menggoda.


"Kakak" Potong Sin Yuqie setelah susah payah mengejar Mereka berdua dan kemudian ikut berbaring bersama Mereka.


"Aku akan pergi, Adik Sin jangan tergoda oleh Si Mata keranjang ini, nanti Kau terluka" Ucap Lin Mei kemudian berdiri melesat ke dahan pohon.


"Mau kemana Kau?" Fang Gun secepat kilat sudah berada di dahan pohon yang sama dengan Lin Mei. Dia memeluk pinggang Lin Mei kemudian menciumnya di hadapan Sin Yuqie yang sedang menatap Mereka berdua.


"Bilang kalau Kau cemburu karena Kau menyukaiku, Aku tidak keberatan menikahi Kalian berdua" Ucap Fang Gun lalu langsung melesat pergi meninggalkan Mereka bedua, sementara Lin Mei wajahnya memerah menahan malu.


Sekarang giliran Sin Yuqie yang mengejar Fang Gun amat murka dengannya.


"Hey, Sialan Kau. Berani sekali Kau mencium Kakak Mei? Tunggu Kau !!!" Teriak Sin Yuqie mengejar Fang Gun dan amat murka dengannya, sementara Lin Mei berdiri di dahan pohon mematung tidak percaya Fang Gun berani mengambil ciuman pertamanya.

__ADS_1


"Kakak sialan jangan lari, akan Aku patahkan lehermu" Lanjut Sin Yuqie berteriak.


**


__ADS_2