
Orang-orang mulai mengagumi Han Zhie.
"Pemuda itu tampaknya begitu hebat, Patriark Sekte Poenik Abadipun sepertinya kabur tidak berani melawannya''
"Sepertinya lebih aman jika Dia yang mengawasi Kita di banding Patriark Sekte Poenik Abadi" Ucap salah satu Peserta Kompetisi.
"Patriark Muda dari Sekte Aliansi Perdamaian mana Dia?" Penonton dan Peserta bertanya-tanya.
"Sial, Aku tidak bisa lagi berharap menjadi murid Sekte Aliansi Perdamaian Aku bahkan menitipkan tasku padanya" Ucap salah satu Peserta, begitupun dengan Peserta lain yang sama sepertinya.
Fu Shang yang sejak awal begitu terkejut dengan Han Zhie sedikit bertanya-tanya.
"Apa Kakak Zhie yang menghancurkan Menara Cahaya?" Gumamnya sambil menggaruk kepala.
"Luka gosong Orang-orang Menara cahaya juga seperti terkena jurus petir" Lanjutnya bergumam.
"Apa Kau bilang? Apa Menara Cahaya berani berulah dengan Tuan Muda Zhie?" Tanya Wan Ming yang mendengar Fu Shang bergumam.
"Entahlah Patriark, tidak ada yang mengetahui siapa yang menghancurkannya, hanya saja Menara Cahaya di Kotaku hancur setelah Mereka menghinanya dan Aku menceritakan tentang kejahatan Mereka kepadaku dan keluargaku" Jawab Fu Shang.
"Berengsek, Tanganku sudah gatal dengan Mereka" Ucap Wan Ming.
"Jangan bertindak gegabah, tenanglah Ming" Sahut Biksu Agung Li Yao.
"Ya.. Ya... Tapi kalau di biarkan, Mereka akan tumbuh semakin kuat" Balas Wan Ming.
Jin Lin melesat ke arah Mereka.
"Biksu Agung, Patriark, dari Sekte mana Pemuda itu? Apa dari Aliansi Perdamaian baru?" Tanya Jin Lin.
__ADS_1
"Bukan, Dia hanya Orang yang Kami kenal, dan pernah menyelamatkan Kami" Sahut Wan Ming.
"Sial, Aku mencari gara-gara dengannya. Apa Dia seperti Matriak Sekte tujuh Bidadari?" Tanyanya lagi. Biksu Agung Li Yao dan Patriark Wan Ming mengangkat bahunya.
"Kekuatan petirnya terlihat menakutkan, apa Aku tidak salah memberinya informasi?" Gumam Biksu Agung Li Yao melihat petir Han Zhie yang berwarna hitam.
"Informasi apa maksudnya Biksu Agung?" Tanya Wan Ming yang mendengarnya.
"Sudahlah, nanti saja Aku ceritakan" Jawab Biksu Agung Li Yao.
"Kita perhatikan saja Anak-anak itu, siapa tahu beberapa dari Kalian tertarik" Lanjut Biksu Agung.
Di tengah keterkejutan Orang-orang, Han Zhie tidak menghiraukannya. Ling sudah kembali meninggalkan Arena dan Han Zhie kemudian membuat sebuah formasi pelindung di arena. Formasi pelindung itu sangat kuat sehingga Beast yang akan di lepas, jurus dan teknik dari ratusan Peserta yang melawannya tidak akan membahayakan Penonton.
Setelah mendapatkan instruksi dari Han Zhie, Tetua melepaskan seekor Beast tingkat lima untuk di lawan oleh para Peserta. Peserta yang terluka akan langsung tersingkir, begitupun dengan Peserta yang berusaha menghindari Beast, tidak melawannya, dan mengandalkan Peserta lain akan di diskualifikasi.
Roarrrr
Roarrrr
Beast itu berwarna ungu, kuku kakinya tajam, tanduknya sedikit panjang, mirip monster, badannya dua kali lebih besar dari Peserta, bisa berdiri dengan dua kakinya, kulitnya keras (bisa di lihat di bawah gambarnya).
Tanpa pikir panjang ratusan murid langsung mengeroyok Beast itu. Tidak ada satupun yang menyia-nyiakan kesempatan. Patriark, Tetua Sekte Aliansi Perdamaian mengamati Mereka, melihat Pemuda yang berbakat.
Han Zhie mengawasi jalannya pertarungan. Seseorang yang terluka langsung Dia selamatkan. Dengan cepat Han Zhie mengobatinya dan mengeluarkannya dari arena.
Beast itu bukanlah tandingan Mereka. Namun jika di keroyok, kemungkinan Mereka mampu untuk mengalahkannya walaupun kemungkinan bagi Pendekar di tingkatan Mereka hanya sedikit, tetapi dengan kerjasama yang baik Mereka pasti dapat mengalahkannya.
__ADS_1
Terlihat Seseorang Pendekar Muda memimpin lainnya. Dia tampak mendominasi memberikan arahan kepada peserta lainnya. Tetapi, kerja sama tim yang kurang baik membuat Mereka harus susah payah untuk dapat melukai Beast yang lincah dan kulitnya begitu keras. Beberapa juruspun tidak mempan terhadap Beast itu.
Seorang gadis terlihat lengah dan akan di terkam oleh Beast itu. Han Zhie menjentikkan jarinya, sileut angin membuat Beast itu menghentikan serangannya, sejenak Beast itu menoleh ke arah Han Zhie di pinggiran arena, begitupun dengan gadis seksi yang Han Zhie selamatkan. Dia berhasil lolos menghindari Beast itu dan langsung di suruh keluar Arena oleh Han Zhie.
Peserta tidak mau terlihat menganggur, Mereka menyerang Beast itu. Beast itu meruncingkan kukunya, mengamuk membabi buta. Para Peserta kualahan menghadapi dengan jurus dan teknik Mereka yang tidak semuanya mempan.
Beberapa Peserta sudah Han Zhie keluarkan dari Arena. Han Zhie menghentikan pertandingan setelah Patriark Jin Lin memberikannya tanda. Beberapa Patriark atau Tetua sudah memilih pilihan Mereka di pertandingan pertama melawan Beast.
Patriark Jin Lin merasa cukup dengan pertandingan pertama, Han Zhie menghentikan pertandingan dengan melompat secepat kilat di hadapan Beast yang sedang para Peserta lawan. Han Zhie menendang Beast itu dengan tendangan naga setan. Beast itu terbang ke atas keluar dari Arena, entah hidup atau mati terkena tendangan Han Zhie yang tidak sekuat tenaga. Beast itu bukan apa-apa bagi Han Zhie, tetapi bagi Pendekar Muda Beast itu akan sangat mematikan.
Para Penonton dan Peserta menelan ludahnya. Patriark, Tetua Sekte Aliansi Perdamaian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Cihhh, bocah itu banyak tingkah, seperti sedang pamer saja" Gumam Patriark Jin Lin.
Seratus Peserta kedua bersiap di atas Arena, Tetua kembali melepas Beast di tingkat yang sama seperti sebelumnya. Meskipun begitu, Beast ini lebih menyeramkan dari Beast sebelumnya.
Beast ini memiliki dua kepala, salah satu kepalanya berasal dari ekornya yang menyerupai ular, dua tanduk panjangnya membuatnya terlihat semakin garang, empat kakinya mengeluarkan kuku yang tajam siap untuk mencabik-cabik, tubuhnya sedikit menyerupai Banteng.
Ekor Beast yang dapat bergerak bebas dan memiliki kepala membuat peserta tidak mempunyai celah untuk melumpuhkan atau membunuhnya. Sama seperti sebelumnya, Han Zhiepun harus berusaha keras untuk menyelamatkan para peserta yang mengeroyok Beast itu.
Han Zhie mengawasi Peserta dan Beast itu. Jika Beast itu hampir menewaskan peserta, maka Han Zhie menjentikkan jarinya. Puluhan sileut angin sudah Han Zhie lepaskan melihat beberapa Peserta yang hampir terkena serangan mematikan dari Beast itu.
Para peserta merasa aman dengan adanya Han Zhie yang melindungi Mereka. Meskipun Mereka tahu kekuatan Mereka jauh di bawah Beast yang Mereka lawan, Mereka tidak segan mengeluarkan jurus terbaik Mereka, tidak berusaha menghindari Beast yang terlihat mengerikkan di mata Mereka, seolah menggantungkan keselamatannya pada Han Zhie.
Terlihat Seseorang berhati-hati dalam setiap serangannya. Dia seperti mampu mengambil celah di saat rekan peserta lain dan Dia menyerang Beast.
Pendekar muda itu seperti tidak mau menggantungkan keselamatannya pada Han Zhie. Di saat beberapa rekannya melakukan serangan membabi buta seolah tidak takut mati sehingga bertindak gegabah, Pendekar muda itu justru sangat hati-hati, serangannya melengkapi peserta yang lain. Dia bahkan seperti mengalihkan perhatian Beast itu di saat rekannya terlihat tidak waspada, dan tanpa rekannya ketahui, Dia menyelamatkan Mereka sebelum Han Zhie melakukan sesuatu dengan serangannya. Han Zhiepun terkesan dengan Pendekar Muda itu.
__ADS_1
Dengan sebuah strategi dari beberapa Orang, setelah beberapa lama bertarung, Beast itu berhasil Mereka kalahkan dan binasakan. Kristal jiwa dari Beast itu nantinya bisa di tukarkan sebagai sebuah apresiasi bagi Mereka yang berhasil terpilih menjadi Murid dari Sekte Aliansi Perdamaian. Kristal jiwa itu dapat Mereka tukarkan dengan Kristal Jiwa lain yang sepadan dan lebih banyak karena Pesertapun berjumlah banyak.