Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Kebesaran Aliansi Perdamaian


__ADS_3

Peserta, Penonton berbaris rapi menyaksikan Mereka berjalan dari dalam Stadion ke Aula Perjamuan, begitupun dengan Han Zhie dan Fu Shang yang masih membawa keranjang penuh dengan tas yang belum di ambil oleh beberapa Pendekar Muda. Para Pendekar muda mengeluarkan air liurnya melihat Gadis-gadis cantik dari Sekte Tujuh Bidadari. Murid-murid Sekte Bidadari semuanya perempuan dan sangat cantik juga Seksi.


Beberapa Gadispun bersorak ramai, melongo mengeluarkan liurnya melihat puluhan Murid Sekte Seribu Nirvana yang terlihat sangat gagah dan hebat dengan Armor emas Mereka.


"Kakak, ayu lihatlah!!! Mereka sangat cantik dan Seksi" Ucap Fu Shang mengajak Han Zhie menyibak kerumunan ke barisan depan. Beberapa Orang memperhatikan Mereka karena mengganggu dengan keranjang besarnya.


Di atas langit kembali terlihat puluhan Beast spirit.


"Telah Hadir Biksu Agung dari Kuil Lentera Suci, Patriark Wan Ming dari Sekte Naga Langit, Matriark Xu Weili dari Sekte Angsa Emas" Teriak Seseorang Kembali terdengar dari atas Menara Stadion.


Wussss


Patriark Wan Ming turun menggunakan Beast Spirit Naga putih.


Wussss


Biksu Agung Li Yao turun menggunakan Beast Spirit Elang berekor api.


Wussss


Wussss


Wussss


Matriark Mu Weili turun bersama dengan salah Seorang Tetua dan juga Murid-murid Sektenya dengan tunggangan Mereka Beast Spirit Angsa raksaksa. Para Pendekar muda kembali mengeluarkan air liurnya melihat Murid-murid Sekte Angsa Emas yang juga para gadis seperti Sekte Tujuh Bidadari.


"Tetua Qin Feng bersama Murid-murid Sekte Poenik Abadi telah hadir" Teriak Seseorang kembali terdengar. Kali ini para Gadis bersorak-sorai melihat murid-murid Sekte Poenik Abadi yang sangat hebat dan tampan.


Mereka terus berjalan dari Stadion ke arah Aula perjamuan melewati barisan Orang-orang yang ingin melihat.


"Kakak, tunggu Aku, Aku akan menjadi murid di Sekte Poenik Abadi" Ucap salah satu dari Mereka tanpa malu-malu.


Biksu Agung Li Yao, Patriark Wan Ming mengucek matanya tidak percaya.


"Wan Ming, apa Kau melihatnya?" Tanya Biksu Agung Li Yao.


"Melihat Apa?" Jawab Wan Ming.

__ADS_1


"Lihat di sana !!! Bukankah itu Tuan Muda Zhie?" Balas Biksu Agung Li Yao menunjuk Han Zhie yang berada tidak jauh di depan Mereka.


"Dimana? Iya... Iya.. tidak salah lagi, itu Tuan Muda Zhie. Kenapa Dia membawa keranjang?" Jawab Patriark Wan Ming.


"Entahlah, mari Kita ajak masuk saja" Balas Biksu Agung Li Yao.


"Apa yang Biksu Agung dan Patriark bicarakan?" Tanya Matriark Mu Weili penasaran.


"Bukan apa-apa, Kami hanya melihat Seseorang yang Kami kenal" Balas Wan Ming.


Kebesaran Aliansi Perdamaian bukanlah isapan jempol. Sekte, Klan, para Bangsawan, bahkan Kekaisaran tidak ada satupun yang tidak menghormati Aliansi perdamaian. Bahkan Murid-murid Sekte Aliansipun patut di perhitungkan. Kekaisaran Qing berada di bawah kendali Mereka dan sangat jarang ada yang berani mengacau di Kekaisaran Qing atau para Pengacau akan di binasakan dan di hancurkan. Merupakan sebuah kebanggaan jika bisa memasuki Sekte Aliansi Perdamaian, bahkan hal itu di rasakan oleh Keluarga Kekaisaran.


"Fu Shang, sebentar lagi Kau akan melihat kebesaran Kakakmu ini" Ucap Han Zhie kepada Fu Shang.


"Hmmmm" Jawab Fu Shang datar, malas untuk menjawabnya.


Rombongan Biksu Agung sampai di hadapan Han Zhie dan Fu Shang. Para Pemuda di dekat Han Zhie semakin mengeluarkan air liurnya melihat murid-murid Sekte Angsa Emas dari jarak dekat, sementara para gadis melongo melihat murid-murid Poenik Abadi lengkap dengan armor Mereka yang membuat semakin terlihat gagah di mata Mereka.


Langkah rombongan terhenti karena Patriark Wan Ming dan Biksu Agung Li Yao berhenti.


Mereka bertanya-tanya siapa gerangan Han Zhie yang terlihat sangat di hormati dan akrab dengan Biksu Li Yao dan Patriark Ming.


"Aku dan Adikku hanya ingin melihat Kompetisi ini" Jawab Han Zhie.


"Oh... Lalu kenapa Kalian berada di sini? Ayu ikut Kami" Sahut Biksu Agung Li Yao.


"Qin Feng, suruh murid-muridmu membawakan barang-barang Mereka" Lanjut Biksu Agung Li Yao.


"Tidak perlu, Kami akan mengembalikannya pada yang punya" Jawab Han Zhie menyerahkan Keranjangnya pada Fei Ni. Dia dengan gemetar menerima Keranjang dari Han Zhie. Begitupun dengan Siang Ki yang di beri keranjang yang di gendong Fu Shang oleh Han Zhie.


"Bocah mana yang berani menitipkannya padamu? Apa perlu Kami keluarkan dari Kompetisi?" Sahut Wan Ming.


"Tidak perlu, Aku yang menginginkan itu untuk membantu Adikku ini" Jawab Han Zhie.


"Adik Shang, ayu Kita makan yang enak-enak" Lanjut Han Zhie mengajak Fu Shang. Fu Shang hanya terbengong dan mengikutinya menuju ke Aula perjamuan.


"Tuan Muda Zhie bukankah Kau punya ruang dimensi? Kenapa repot-repot menggendong tas-tas murahan itu?" Tanya Wan Ming penasaran.

__ADS_1


"Hehe hanya ingin merasakan menggendong Keranjang seperti Adikku Fu Shang" Jawab Han Zhie menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Amitabha... Tuan Muda Zhie sungguh amat baik hati dan bijaksana" Sahut Biksu Agung Yao.


Para Pendekar Muda yang menitipkan tas pada Han Zhie dan Fu Shang mendatangi Fei Ni dan Siang Ki.


"Apakah Mereka berdua utusan Sekte Aliansi Perdamaian yang menguji Kita?" Tanya salah satu dari Mereka.


"Apa Kita akan langsung diangkat Murid Mereka karena berbaik hati kepada Mereka berdua?" Sahut yang lainnya membuat Siang Ki dan Fei Ni mengerutkan keningnya.


"Di angkat Murid Gundulmu, Kita bahkan hampir di eliminasi karena Tas-tas sialan ini" Jawab Fei Ni membanting Keranjang yang penuh dengan Tas-tas Mereka.


"Ada apa dengan temanmu, Saudara?" Tanya yang lain kepada Siang Ki.


"Ada apa, ada apa, matamu" Ujar Siang Ki sambil memberikan Keranjangnya kepada Pendekar Muda yang bertanya.


"Dia tidak sedang menguji, Kalian saja yang berpikiran seperti itu" Lanjut Siang Ki mengumpat.


"Bukankah Kalian berdua juga sama saja" Jawab salah satu Pendekar membuat Fei Ni dan Siang Ki menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Beruntung Pemuda itu baik hati. Hampir saja usaha Kita berebut memasuki Pintu sia-sia saja" Ucap Fei Ni.


"Tuan Muda Zhie, siapa yang berani memotong lengan Adikmu?" Tanya Wan Ming berbisik di tengah langkah Mereka menuju Aula perjamuan.


"Bukan siapa-siapa Patriark, Mereka sudah menerima batunya" Jawab Han Zhie.


"Baiklah kalau seperti itu" Balas Wan Ming.


"Jika Kau ingin menghancurkan sesuatu di Kekaisaran Qing, jangan lupa mengajak Sekte Naga Langit" Lanjut Wan Ming dan Han Zhie hanya mengangguk saja.


"Tuan Muda Zhie, Aku sudah melihat Kitab warisan Biksu Dewa" Ucap Biksu Agung Li Yao.


"Lalu, apa ada yang akan Kau sampaikan Biksu Agung?" Tanya Han Zhie.


"Di sini terlalu ramai, bisakah Kita ke Kediaman Patriark Sekte terlebih dahulu?" Jawab Biksu Agung di anggukkan oleh Han Zhie.


Mereka berdua kemudian meninggalkan barisan menuju ke kediaman Patriark Sekte Edelweiss di antar oleh salah satu Tetua Sekte itu.

__ADS_1


__ADS_2