
Keesokan harinya hancurnya Menara Cahaya di kota itu ramai di perbincangkan. Tidak ada yang berani berurusan dengan Menara Cahaya selain bagian dari Aliansi Perdamaian yang berkuasa.
Fu Shang yang ingin melihatnya meminta Han Zhie untuk melihat bersamanya, tetapi Han Zhie menolak dan menyuruh Fu Shang melihatnya seorang diri. Dia akan menunggu Fu Shang di Penginapan untuk kemudian pergi ke Kota Bulu Merak.
Menurut Fu Shang, di Kota bulu Merak akan berkumpul beberapa Pendekar. Di dekat Kota itu ada sebuah Sekte yang bernama Sekte Edelweis yang akan mengadakan sebuah kompetisi yang di laksanakan setiap setahun sekali.
Kompetisi itu di ikuti berbagai Sekte baik Sekte kecil, menengah, besar, hitam, putih, ataupun netral. Selain itu, beberapa Klan, Bangsawan Kekaisaran juga mengirimkan Jenius terbaik Mereka. Kompetisi itu biasanya di ikuti oleh ribuan jenius Sekte, Klan, ataupun Bangsawan Kekaisaran yang berusia di bawah 20 tahun.
Bukan hadiah yang Mereka incar, akan tetapi kesempatan menjadi Murid dari salah satu Sekte Aliansi Perdamaian jika Mereka beruntung dapat menarik perhatian Mereka. Para Patriark dan Tetua dari Sekte Aliansi Perdamaian akan menghadiri acara itu, dan kemungkinan Aliansi Perdamaian akan merekrut sangat banyak Murid karena banyak Murid yang tewas menghadapi Beast Spirit yang mengamuk.
Fu Shang pergi melihat Menara Cahaya. Dia ingin menghibur diri mendengar berita tentang kehancuran Menara Cahaya.
Beberapa Orang bersyukur dengan kehancurannya dan beberapa lainnya sedikit iba dan tidak tahan melihat dua Orang tergeletak tidak sadarkan diri tanpa lengan kanannya.
Setelah Fu Shang puas melihat Mereka yang terkena karma dan mengumpati Mereka, Dia kembali menemui Han Zhie dan pergi bersamanya meninggalkan Kota kecil itu. Fu Shang meminta tas kepada Han Zhie untuk membawakannya, tetapi Han Zhie menolak dan malah Dialah yang membawakan keranjang besar milik Fu Shang di punggungnya. Han Zhie ingin melihat Fu Shang senang dan bahagia.
Fu Shang yang sangat lambat membuat Mereka sangat lama menempuh perjalanan. Sekitar dua minggu berlalu Mereka baru sampai di Kota Bulu Merak. Di sana sudah berkumpul beberapa Pendekar yang akan menuju ke Sekte Edelweis. Han Zhie menyewa penginapan untuknya dan Fu Shang, dan akan melanjutkan perjalanan ke Sekte Edelweis.
"Kakak, kemana Kau akan pergi? Aku merasa tidak enak hati, bukannya Aku yang membawakan barang milikmu, tetapi Kau yang malah membawakan keranjang milikku" Tanya Fu Shang karena menurutnya Mereka akan segera berpisah.
"Sama sepertimu, Aku akan pergi ke Sekte Edelweiss untuk melihat kompetisi itu" Jawab Han Zhie.
"Tidak perlu Kau pikirkan masalah itu, sudah ku bilang, Aku hanya ingin melihatmu senang, bukankah Kau sekarang adalah Adikku" Lanjutnya.
"Baiklah kalau begitu, tapi sebaiknya Kita berpisah di sini, kali saja Kakak akan di remehkan, lagian Aku hanya akan membawakan barang, tidak berniat melihat kompetisi itu" Ucap Fu Shang.
"Tidak apa-apa Aku juga ingin membantumu, lagian Aku dulu hanyalah tukang sapu, sudah terbiasa melakukan pekerjaan yang di anggap rendahan" Jawab Han Zhie.
"Tidak perlu, Aku bisa melakukannya sendiri" Balas Fu Shang.
"Aku akan mencari Seseorang yang mau menitipkan barangnya padaku, kali saja ada Pendekar yang tidak memiliki cincin dimensi" Lanjutnya.
"Baiklah Aku akan menyusulmu nanti, Kita akan pergi bersama ke Sekte Edelweis" Jawab Han Zhie.
__ADS_1
Fu Shang kemudian meninggalkan Han Zhie yang akan mandi terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya.
Beberapa saat berlalu, Keranjang Fu Shang sudah penuh dengan tas milik para Pendekar dan hanya muat satu tas lagi. Bukannya para Pendekar tidak mau membawa tas Mereka sendiri, bahkan di antara Mereka ada yang memiliki cincin dimensi. Tidak sedikit dari Mereka membayar mahal Fu Shang.
Sebagai calon yang ingin menjadi Murid dari salah satu Sekte Aliansi Perdamaian, Mereka tentu harus memperhatikan dan membantu Orang-orang lemah. Mereka juga beranggapan mungkin saja Fu Shang di utus oleh Aliansi Perdamaian untuk menguji para Pendekar.
Dua Pendekar bertarung di jalanan demi di bawakan tasnya oleh Fu Shang setelah mengalami jalan buntu tidak mau kalah satu sama lain saling meninggikan harga yang akan Mereka bayarkan. Mereka yang menang yang akan di bawakan tasnya oleh Fu Shang.
Han Zhie yang baru sampai menyusul Fu Shang melihat keributan dan menghampiri Fu Shang.
"Fu Shang, apa Kau baik-baik saja? Ada apa dengan Mereka?" Tanya Han Zhie penasaran.
"Aku baik-baik saja. Mereka sedang bertaruh" Jawab Fu Shang.
"Bertaruh? Apa yang Mereka pertaruhkan?" Tanya Han Zhie masih penasaran.
"Mereka memperebutkan tempat di Keranjangku yang hanya muat satu lagi" Jawab Fu Shang.
"Mereka juga menawar sampai 20 koin emas" Lanjut Fu Shang.
Han Zhie menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Beberapa hari yang lalu Dia bertemu dengan Orang-orang yang jahat, tidak menghargai Orang yang lemah, lalu saat ini Dia bertemu para Pendekar yang sangat menghargai Orang yang lemah. Mereka bahkan bertarung untuk memberikan Fu Shang uang dengan menitipkan tasnya karena Mereka sendiri terlihat memiliki cincin dimensi.
"Apa Kau tidak keberatan membawa begitu banyak tas? Biar Aku saja yang membawanya" Ucap Han Zhie.
"Tidak perlu Kak, barang Mereka ringan-ringan, Aku sanggup membawanya, dengan ini Aku juga bisa mengganti uang yang Kakak keluarkan untuk Aku makan dan menginap beberapa hari ini" Jawab Fu Shang.
"Kenapa Kau berbicara mengganti-mengganti terus? Bukankah Kau menganggapku Kakakmu? Adik macam apa Kau itu?" Umpat Han Zhie membuat Fu Shang cengengesan.
"Hehe, Aku tidak mau berhutang budi kepada Kakak Zhie" Jawab Fu Shang.
"Baiklah kalau seperti itu, mulai sekarang jangan menganggapku Kakakmu lagi" Balas Han Zhie membuat Fu Shang sedikit bersedih.
"Kakak Zhie, bukan maksudku seperti itu, hanya saja Kakak sangat baik sekali padaku. Aku benar-benar tidak ingin merepotkan Kakak" Jawab Fu Shang.
__ADS_1
"Kau sudah Aku anggap Adikku jadi jangan berpikiran seperti itu" Balas Han Zhie.
"Baiklah Kak, Terima kasih karena sudah mau menjadi Kakakku, dan Kakak memberikan kehangatan seperti Keluargaku" Jawab Fu Shang menunduk.
"Berkat Kakak, Aku bisa merasakan kembali rasanya memiliki Keluarga" Lanjutnya.
"Sudahlah jangan bersedih, Aku Keluargamu. Siapapun yang menyakitimu akan berurusan denganku. Lagian Kau sangat bandel sekali, sudah Kakak bilang jangan membawa barang-barang lagi, Kakak mempunyai banyak harta" Ucap Han Zhie sambil mengelus-elus kepala Fu Shang dan Fu Shang hanya mengangguk.
Tidak terasa pertarungan antara dua Pendekar yang sedang bertaruh telah selesai.
"Fu Shang, tangkap ini" Pinta Pendekar yang memenangkan pertarungan.
Fu Shang dengan segera menangkapnya dengan tangan kirinya dan memasukkan tas itu ke Keranjang.
Melihat Han Zhie di samping Fu Shang dan juga tidak memiliki tingkat Kultivasi, Pendekar yang kalah melemparkan tasnya kepada Han Zhie.
"Tampaknya Kau belum mendapatkan barang-barang yang ingin Kau bawa" Ucap Pendekar itu kepada Han Zhie membuat beberapa Pendekar lainnya yang baru menyadari keberadaan Han Zhie segera berebut agar tasnya di bawakan olehnya.
Mereka saling sikut dan dorong menuju ke arah Han Zhie. Salah satu Pendekar berlari di atas kepala-kepala Pendekar yang saling dorong kemudian melompat sampai di hadapan Han Zhie.
"Aku akan membayarmu lima puluh koin emas" Ucapnya sambil memberikan tasnya kepada Han Zhie.
Seketika di tangan Han Zhie sudah menumpuk tas-tas milik para Pendekar.
"Ada apa dengan Pendekar-pendekar ini? Apa Mereka sudah Gila?" Gumam Han Zhie.
"Tidak perlu bingung. Mereka yang ingin menjadi murid salah satu Sekte Aliansi Perdamaian tentu harus melindungi dan membantu Orang-orang yang lemah" Ucap Seseorang yang berada tidak jauh dari Han Zhie dan Fu Shang.
"Oh jadi begitu, Apa Aliansi Perdamaian begitu tenar di sini?" Jawab Han Zhie kepada Orang itu.
"Tentu saja sangat tenar, Merekalah yang menguasai seluruh daratan tengah" Ucap Orang itu menjawab pertanyaan Han Zhie.
"Iya ya, Aku baru tahu karena Aliansi Perdamaian di tempatku itu sangat rahasia" Balas Han Zhie.
__ADS_1