Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Rahasia Kakek Huan Li


__ADS_3

Han Zhie dan Patriark Xiao Jiansi sampai di Markas Sekte bulan hitam. Han Zhie di persilahkan untuk beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan luka-lukanya.


"Anak muda, ini kamarmu. Istirahatlah terlebih dahulu besok anakku Xiao Ding dan Xiao Dong akan membawamu ke kediamanku. Kau masih berhutang penjelasan kepadaku"


Han Zhie hanya mengangguk kemudian masuk ke sebuah bangunan yang di siapkan oleh Patriark Xiao Jiansi.


Keesokan harinya, Han Zhie begitu kaget dengan Orang-orang yang sedang bekerja membangun bangunan Sekte. Para pekerja itu berasal dari Desa Pelangi yang berangkat bersama dengan Ayahnya. Iapun mendatangi Mereka.


"Paman, benarkah itu Kau?" Tanya Han Zhie.


Mereka sangat terkejut melihat Han Zhie.


"Han Zhie,,, kenapa Kau berada di sini?" Balas salah satu dari Mereka.


"Panjang ceritanya Paman, apa Kalian baik-baik saja?" tanya Han Zhie lagi.


"Dimana Ayah?" Lanjutnya.


"Kami baik-baik saja, Ayahmu juga baik baik saja, Dia di bangunan itu mengawasi pembangunan yang di lakukan murid-murid Sekte"


"Ayah" Teriak Han Zhie setelah mendatangi tempat di mana Ayahnya berada.


Han Liu menengok ke sumber suara yang sangat Ia kenal dan terkejut melihat Anak semata wayangnya yang sangat Ia sayangi.


"Han Zhie, benarkah itu Kau?" Tanya Han Liu terkejut, begitupun murid-murid yang sedang Ia awasi kaget karena baru pertama kali melihat Han Zhie.


"Siapa bocah ini?" Gumam mereka.


"Iya Ayah Aku Han Zhie. Apa Ayah baik-baik saja?"


"Ayah baik-baik saja nak. Kenapa Kau berada disini?"


"Aku sangat mengkhawatirkan Ayah" Ucap Han Zhie kemudian memeluk Ayahnya.

__ADS_1


"Hey Anakku apa Kau tidak malu, Kau sudah dewasa, para murid melihatmu" Ujar Han Liu tetapi Han Zhie tidak mempedulikan Mereka.


"Biarkan Mereka melihat Ayah. Aku jarang bisa tidur karena sangat khawatir tidak bisa berjumpa lagi denganmu Ayah"


"Bukankah Anakku sudah terbiasa di tinggal oleh Ayah. Sudahlah Ayu jelaskan pada Ayah kenapa Kau bisa berada disini"


Percakapan Mereka terhenti setelah Xiao Ding dan Xiao Dong menghampiri Mereka.


"Hey bocah, apa yang Kau lakukan disini?Kami mencarimu kemana-mana" Ujar Xiao Ding.


"Maaf Paman, tadinya Aku hanya ingin melihat-lihat tidak ku sangka Aku bertemu dengan Ayahku"


"Jadi Tuan ini adalah Ayahmu? Tampaknya terjadi kesalahpahaman, ayu Kalian temui Ayahku saja"


Mereka berempat kemudian pergi meninggalkan murid-murid yang masih sibuk membangun sebuah rumah.


Kediaman Patriark berada di atas dahan pohon yang cukup tinggi berselimut kabut. Seekor Elang membawa mereka naik ke dahan itu.


Patriark yang sudah menunggu Han Zhie di depan rumahnya sedikit terkejut melihat Han Liu yang juga datang bersama Han Zhie.


"Jadi ini Ayah yang Kau maksud? Beruntung sekali mempunyai seorang Anak sepertimu" Balas Patriak Xiao Jiansi.


"Bocah ini luar biasa. datang ke tempat yang sangat berbahaya demi menyelamatkan Ayahnya" Batin Patriak.


Han Liu, Xiao Ding dan Xiao Dong mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu Tuan?" Tanya Han Liu kepada Patriak Xiao Jiansi.


"Silahkan duduklah terlebih dahulu" Ucap Patriak.


"Xiao Ding, Xiao Dong, Kalian bantulah murid-murid"


"Baik Ayah" Jawab Mereka serempak.

__ADS_1


Han Zhie kemudian menceritakan kepada Patriak dan juga Ayahnya kenapa bisa sampai di sana.


Patriark menyuruhnya untuk berlatih terlebih dahulu jika ingin membantu Kekaisaran menghadapi Orang-orang yang jahat dan menasehatinya untuk tidak bertindak gegabah.


Patriak sebenarnya ingin meminta Han Zhie agar tidak turut mencampuri urusan Kekuasaan untuk membasmi kejahatan, karena percuma saja, kejahatan tidak akan pernah ada habisnya. Tetapi, Ia tidak ingin menurunkan semangat Han Zhie yang ingin membinasakan kejahatan dan menyuruhnya meningkatkan lagi kekuatannya. Meskipun Han Zhie belum berkultivasi, tetapi Patriark juga yakin akan potensi Han Zhie yang usianya baru menginjak 13 tahun tapi mampu menyamai Tetua Sekte di Kerajaan Luan.


Han Zhie dan Ayahnya kemudian pergi meninggalkan kediaman Patriak. Ia ingin bercerita banyak kepada ayahnya, Ayahnya juga penasaran dengan kemampuan Han Zhie yang sedikit sudah Ia ceritakan, Ia juga akan menceritakan kenapa bisa berada di Sekte Bulan Hitam. Patriark mengizinkan Han Liu meninggalkan pekerjaannya.


Sekte bulan hitam pada awalnya berada sedikit masuk kedalam di hutan kabut hitam. Akan tetapi belakangan muncul Beast aneh yang membuat para Beast lain mengamuk. Karenanya beberapa bulan yang lalu Patriak memindahkan Sektenya ke tempat yang aman dari para Beast yang mengamuk.


Di sana Ia juga berjaga-jaga melihat perkembangan para Beast agar tidak menghancurkan formasi pelindung yang di buat oleh Aliansi Perdamaian ratusan tahun yang lalu agar tidak keluar dari dalam hutan.


Patriak kemudian menyuruh orangnya untuk mencarikan pekerja untuk Mereka di Desa Pelangi.


Sesuai dengan kebiasaan Penduduk desa Pelangi, jika sebuah Sekte akan mempekerjakan Mereka terlebih Sekte dari aliran hitam, maka beberapa akan merahasiakannya. Mereka pergi dengan cara menutup mata Mereka, beberapa Sekte bahkan memberikan Mereka sebuah pil agar ingatan Mereka hilang beberapa waktu karena tempat sekte yang sangat rahasia.


Hal itu pula yang membuat penduduk Desa Pelangi aman dari beberapa Sekte aliran hitam karena Mereka membutuhkan sesuatu yang Penduduk Desa Pelangi bisa, tetapi tidak bisa Mereka lakukan sendiri.


Akan tetapi, belakangan ini memang terjadi penipuan oleh bangsawan di Kerajaan Luan terhadap penduduk Desa Pelangi yang lainnya. Mereka di kerjakan di Kerajaan Sin Wu, dan banyak Sekte aliran hitam yang sudah tidak lagi mempedulikan dan memandang Desa Pelangi.


Han Zhie bercerita tentang semua kejadian yang menimpanya kepada Ayahnya Han Liu, Ia meminta izin untuk waktu yang lama mencari pasukan Bangsa hantu di kedalaman Samudra.


Ayahnyapun sangat percaya kepada Han Zhie. Setelah Han Zhie menceritakan tentang Kakek Huan Li yang hidup ribuan tahun, Han Liu mencurigai bahwa Kakek Huan Li merupakan salah satu leluhur Desa Pelangi yang menurunkan keahlian keterampilan pembangunan secara turun-temurun.


Han Liu mengetahui kisah Seseorang yang bernama Huan Li dan teman-temannya dari Patriak Sekte bulan hitam, Xiao Jiansi.


Kehebatan teknik pembangunan Kakek Huan Li dan teman-temannya kala itu bukan hanya di cari-cari di Kekaisaran, akan tetapi di cari di seluruh daratan Tengah, tetapi Mereka sulit di temukan karena Huan Li dan teman-temannya melanglang buana ke seluruh daratan Tengah.


Han Liu baru mengetahuinya dari Sekte bulan hitam tentang nama Huan Li yang menghilang di dekat Desa Pelangi. Ia tidak menyangka kalau Kakek Huan Li yang selama ini Mereka anggap tukang sapu ternyata salah satu leluhur bersama teman-temannya yang menetap di sana.


Menurut catatan pendirian sekte milik Patriark Xiao Jiangsi, ribuan tahun yang lalu, Seorang bernama Huan Lilah yang sudah mendirikan bangunan di Sekte Bulan Hitam dan menghilang di dekat Desa Pelangi.


Berkat Mereka yang sudah melanglang buana, Desa Pelangi secara turun-temurun aman dari gangguan Sekte hitam sekalipun dan dikenal namanya. Namun seiring berjalannya waktu nama Desa Pelangi semakin memudar dan keahlian Mereka sudah tidak di hargai lagi.

__ADS_1


Han Zhie sangat kagum dengan Huan Li, Seorang kakek yang selalu Ia ingat. Bahkan setelah kematiannya, Suaranya masih saja terdengar di telinganya seakan tidak pernah berhenti menceramahinya karena Ia masih sangat lemah. Saat terdesak dan berlatih, Han Zhie juga seperti mendengar suara kakek Huan Li yang sedang mengajarinya Teknik dan jurus.


Han Zhie akan menginap di sana beberapa hari sebelum pergi untuk mencari Pasukan Hantunya. Sedang Ayahnya akan meneruskan pekerjaannya beberapa bulan lagi. Menurut Ayahnya, Sekte Bulan Hitam sangat menghargai kemampuan teknik pembangunan Mereka dan mau membayar mahal karena leluhur Sekte bulan hitam dan Kakek Huan Li dahulu merupakan teman baik.


__ADS_2