Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Akhir Pemberontakan dan Peperangan


__ADS_3

Pertarungan yang terjadi di dekat tubuh Luo Yang yang terjatuh di tanah terhenti sesaat. Beberapa Orang bertanya-tanya penyebab Suara tersebut. Dengan ujung Pedang Hantunya, Mata Setan mengangkat tubuh Luo Yang. Ujung pedangnya Dia kaitkan di kerah jubah Luo Yang. Seketika Orang-orang di sekitar jatuhnya Luo Yang menyadari bahwa suara tersebut dari Luo Yang yang terjatuh dan sudah di ambang kematian.


Ribuan Prajurit di atas burung dan kelelawar raksaksa dan juga ribuan Murid bertopeng perak yang sejak tadi memperhatikan Mata Setan, menghentikan pertarungan. Mereka menelan ludahnya melihat kekuatan dan kehebatan Mata Setan.


Mata Setan terbang rendah, satu tangannya memegang kepala Kaisar dan satunya membawa Luo Yang yang tercantel di ujung Pedang hantunya.


Patriark yang melawan Guangzhou menelan ludahnya. Melihat lawannya yang tercengang, Guangzhou tidak menyia-nyiakan kesempatan dan dengan serangan mematikannya berhasil menewaskan lawannya itu.


Prajurit musuh yang berada di dekat sana mengucek-ngucek matanya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Ha.. Ha.. Hantu.. Dia Pendekar Hantu itu?"


"Ya Hantu, Dia Pendekar Hantu"


"Lihat Kakinya tidak menapak Tanah"


Mata Setan melewati Hua Meng dan Wan Yong kemudian memberikan kepala Kaisar kepada Guangzhou membuat Hua Meng berkeringat dingin. Begitupun dengan Kie Rung dan Shi Tong yang juga tidak berada jauh dari Mereka mulai berkeringat dingin melihat Mata Setan membawa Luo Yang dengan ujung Pedang yang di kaitkan ke jubah di leher Luo Yang.


"Ta.. Tabib kecil Kaukah itu?" Tanya Guangzhou terbata-bata dan Mata Setan hanya mengangguk-anggukkan kepala tidak banyak bicara.


"Jangan lengah !!! Serang " Teriak Patriak Do Zhi, kemudian pertarungan yang berhenti sesaat kembali berlangsung, begitupun dengan ribuan Prajurit yang berada di dekat Mereka.


Sementara yang lainnya yang berada cukup jauh, masih terus berperang. Begitupun dengan beberapa Patriark, Tetua dan ribuan Prajurit yang sedang mengeroyok Kalajengking raksaksa.


Kalajengking itu terus menyemburkan Api dan memakan beberapa Prajurit di sekelilingnya, ekornya terus menyibak Prajurit-prajurit yang sedang berusaha membunuhnya. Dengan Sekuat tenaga, Mereka semua saling melepaskan jurus dan teknik terkuatnya dan juga pusaka Mereka masing-masing untuk melumpuhkan Kalajengking itu. Tetapi, semuanya sia-sia. Dua Kalajengking itu lebih kuat dari satu Kalajengking yang berhasil Mereka bunuh dengan susah payah. Tubuhnya sangat kuat, ekor dan kakinyapun selalu menghalangi pergerakan Mereka, di tambah racun dan api yang di keluarkan membuat Mereka tampak kesulitan melumpuhkan dua Kalajengking itu. Ribuan Orang tewas oleh kalajengking yang membabi buta mengamuk. Beberapa Patriark dan Tetuapun sangat kualahan dengan Kalajengking-kalajengking itu.


Mata Setan menendang tubuh Luo Yang yang sudah tidak berdaya sehingga terlempar tidak terlalu tinggi di udara. Orang-orang bertanya dengan apa yang akan di lakukannya, sejurus kemudian Mereka bergidig ngeri.


Mata Setan ikut melesat bersamaan dengan tubuh Luo Yang yang terpental di udara. Dengan Pedang Hantu di tangannya, Dia mencabik-cabik tubuh Luo Yang menjadi beberapa bagian dan tercecer berjatuhan di tanah, darah segar mengenai beberapa Prajurit di bawahnya.


Tidak tinggal Diam, Mata Setan menuju ribuan Prajurit yang sudah kembali berperang di atas udara.


Srakkk


Srakkk


Auuuu


Akhhh


Srakkk


Srakkk


Auuuu


Akhhhh


Tidak butuh waktu begitu lama ribuan Prajurit musuh berjatuhan bersama dengan tunggangan Mereka, masing-masing tercabik-cabik. Hujan darah beserta bagian-bagian yang terpotong mengenai Orang-orang yang berada di bawah Mereka.


Beberapa murid topeng emas dan perak menelan ludahnya melihat Mata Setan dengan begitu mudahnya membunuh ribuan Prajurit musuh yang sedang Mereka hadapi. Beberapa dari Mereka berkeringat dingin dan mual melihat isi dan bagian-bagian tubuh Prajurit musuh. Tanpa banyak berpikir Mereka kemudian turun untuk membantu beberapa Patriark, Tetua, dan yang lainnya.


Perang kembali terhenti sejenak, Meraka melihat kekejaman Mata Setan. Beberapa Prajurit tidak menyia-nyiakan kesempatan menebas kepala musuh yang terlihat mematung. Begitupun dengan Wan Yong yang berhasil melukai Hua Meng dan beberapa Patriark, Tetua lain yang tidak mau lengah menghadapi musuh berhasil melukai dan membunuh lawannya.

__ADS_1


Mata Setan kemudian melesat ke arah dua Kalajengking raksaksa.


Tranggg


Bunyi Pedang Hantu mengenai ekor Kalajengking yang sangat keras membuat ekor Kalajengking itu terputus.


Trang


Trang


Trang


Kaki-kaki Kalajengking terpotong menyisakan bagian tubuh yang tersisa. Kalajengking raksaksa itu berguling-guling kesakitan.


Ngakkkk Ngakkkk Ngakkkk Ngakkkk


Suara kesakitannya membuat bising telinga Orang-orang di dekatnya. Mata Setan mengorek-ngorek kupingnya.


Tok


Tok


Tok


Dengan ilmu totok yang Dia lihat di balik mata kiri Han Zhie saat belajar ilmu dari Tetua Cheng, Dia bereksperimen kepada Kalajengking itu, ternyata bisa membuat mulut Kalajengking itu tidak bisa bergerak dan tertutup rapat.


Sssst


Sssst


Sssst


Satu Kalajengking yang masih hidup, seolah mengetahui bahwa Mata Setan merupakan Monster yang lebih ganas darinya. Kalajengking itu akan berlari dari tempat tersebut ketakutan melihat satu temannya di siksa oleh Mata Setan.


Kalajengking itu berlari menyibak kerumunan Prajurit yang mengeroyoknya. Membuat Mereka terpental dan tewas terkena tendangan dan ekornya dan beberapa tewas dimakan, gosong, dan terkena semburan racun. Kalajengking itu berlarian menjauhi Mata Setan.


Mata Setan sudah berada di depan Kalajengking itu.


Tok


Tok


Tok


Mulut Kalajengking itu tidak bisa bergerak dan membuka. Dengan gerakan yang cepat Mata Setan tiba-tiba sudah di belakang Kalajengking itu.


Trangggg


Ekor Kalajengking itu terputus membuatnya kesakitan menendang kesana-kemari membabi buta bergerak ke arah beberapa Prajurit bermaksud akan lari dari Mata Setan.


Sssst


Sasst

__ADS_1


Tranggg


Tranggg


Tranggg


Tranggg


Mata Setan memotong Kaki-kaki Kalajengking itu. Membuatnya berguling-guling menyusul temannya yang sekarang sedang di keroyok membabi buta oleh para Prajurit yang tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Duarrrr


Duarrrr


Duarrrr


Sedikit demi sedikit Prajurit menghancurkan tubuh kalajengking itu, membuatnya tewas. Tidak tinggal diam, Mereka menuju ke Kalajengking satunya yang baru saja di lumpuhkan oleh Mata Setan dan menghancurkan tubuhnya juga.


Prajurit musuh di buat kejang-kejang oleh Mata Setan. Begitupun dengan para Patriak dan Tetua Mereka masing-masing.


Beberapa dari Mereka ingin kabur tetapi di halang-halangi oleh lawannya. Hua Meng yang terus-menerus tercengang tidak konsentrasi karena melihat Mata Setan, berhasil di lumpuhkan oleh Wan Yong dan Guangzhou. Begitupun dengan Shi Tong yang berhasil di lumpuhkan oleh Do Zhi dan Topeng emas, sedangkan Kie Rung, Dia berhasil kabur meninggalkan medan peperangan bersama beberapa Patriark lain. Sejurus kemudian Hua Meng dan Shi Tong tewas di tangan Patriark Wan Yong dan Patriark Do Zhi.


Mata Setan kemudian membantai beberapa Patriark dan Tetua musuh. Satu demi satu dari Mereka terpenggal kepalanya.


Orang-orang sungguh tidak percaya melihat apa yang di lakukan Mata Setan. Bagi Mereka yang mengenalinya, Pendekar Hantu ialah Han Zhie. Mereka tidak mengatahui kalau Han Zhie di ambil alih oleh Mata Setan.


Dalam sekejap, peperangan berbalik arah dan kemenangan tampak terlihat di Pihak Kaisar.


Meskipun beberapa rekan dan juga Kaisar Tewas, Mereka tidak bertanya-tanya kenapa Han Zhie datang terlambat.


Ratusan ribu Prajurit musuh yang mengetahui Patriark dan Tetua Mereka tewas dan beberapa lainnya kabur, berhamburan tidak jelas apa yang akan Mereka lakukan.


Mata Setan terbang rendah di atas tanah. Setiap kerumunan Prajurit yang Dia lewati di babat habis olehnya. Entah jurus apa yg Mata Setan Pakai, dengan satu tebasan saja ratusan sampai ribuan Prajurit tewas.


Srakkk


Srakkk


Auuuu


Akhhh


Srakkk


Srakkk


Auuuu


Akhhhh


Puluhan ribu sudah Prajurit musuh tewas terpenggal, terbelah, terpotong dan tercabik-cabik.


Mata Setan kemudian terbang tinggi melihat ke bawah seakan tahu peperangan telah usai hanya menyisakan beberapa ribu Prajurit kelas teri. Orang-orang hanya menatapnya dari bawah.

__ADS_1


Wusssss


Dia kemudian melesat terbang sangat cepat meninggalkan Istana dan Ibukota. Mereka yang melihat hanya melongo masih tidak percaya dengan apa yang di lakukan Pendekar Hantu.


__ADS_2