
"Bukan, bukan itu maksudku. Ular ini beracun, Dagingnyapun sangat berbahaya. Aku ingin Penduduk membakarnya sampai habis tidak tersisa" Jawab Han Zhie membuat Kepala Desa, Sesepuh, dan juga Penduduk Desa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mereka berpikiran sama dengan Kepala Desa, menganggap Mereka akan berpesta makan daging Ular itu karena Han Zhie membawanya ke Desa dan juga sudah sangat lama Mereka tidak makan Daging.
"Ah. Iya Tuan, Kami akan membakarnya dan abunya lebih baik Kami kubur hehe" Jawab Kepala Desa.
"Tenang, tenang. Daging Ular ini tidak enak, tidak cocok dengan perut Kalian" Ucap Han Zhie sedikit mengetahui pikiran Mereka.
"Ini baru lezat. Ini semua buat Kalian" Lanjutnya mengeluarkan banyak ikan dan kepiting raksaksa yang di tangkapnya di lautan.
Penduduk Desa terlihat sangat senang melihat ikan-ikan dan kepiting raksaksa. Beberapa ikan juga berukuran sangat besar. Ikan-ikan dan kepiting raksaksa itu mungkin dapat memenuhi kebutuhan pangan Penduduk Desa satu bulan ke depan karena jumlahnya sangat banyak.
Mereka dapat mengasapnya atau membungkusnya dengan daun langka yang tumbuh subur di Desa itu. Daun itu dapat membuat ikan-ikan tetap segar beberapa bulan ke depan. Han Zhie takjub dengan Daun itu karena baru pernah mendengar tentang daun seperti itu dan baru pertama kali mendengarnya.
Han Zhie kemudian pamit kepada Mereka karena akan melanjutkan perjalanan. Meskipun belum banyak bisa membantu, setidaknya Mereka bisa tenang dari Beast yang selalu berusaha menembus formasi pelindung ke Desa itu dan membuat takut Penduduk Desa. Han Zhiepun berjanji sebisa mungkin membantu Mereka sampai tuntas agar aman menuju Desa lain ataupun Kota. Mereka sendiri tidak mau di ajak oleh Han Zhie untuk pindah dari Desa itu.
"Terimakasih karena Tuan sudah berbaik hati kepada Kami" Ucap Kepala Desa di anggukkan oleh Han Zhie.
"Baiklah, Aku akan pergi. Kalian tidak perlu berterimakasih, lagian Aku hanya sedikit membantu. Sampai jumpa" Balas Han Zhie berpamitan kepada Kepala Desa dan yang lainnya kemudian melangkah pergi akan memasuki hutan kembali, tetapi langkahnya di hentikan oleh Kepala Desa.
"Tuan, tunggu" Teriak Kepala Desa membuat Han Zhie menengok ke belakang.
"Tolong terimalah hadiah kecil itu" Lanjut Kepala Desa menunjuk peti kayu yang sedang di bawa oleh beberapa Penduduk Desa.
"Apa itu? Pasti barang berharga milik Desa ini. Aku tidak akan menerimanya, Kalian mungkin lebih membutuhkannya" Balas Han Zhie menolak pemberian Penduduk Desa itu.
"Tolong terimalah ini Tuan, Kami sudah membicarakannya dan tidak membutuhkan semua ini. Benda sangat berharga ini tidak berguna bagi Kami, bahkan mengancam nyawa Kami dan sudah banyak menimbulkan korban jiwa karena perselisihan sesama Kami. Kami percayakan semua ini kepada Tuan daripada tidak berguna bagi Kami" Jawab Kepala Desa kemudian membuka peti itu yang ternyata di dalamnya adalah mutiara-mutiara yang sangat berharga dan sangat banyak jumlahnya.
__ADS_1
Penduduk Desa itu menemukan mutiara-mutiara itu tujuh tahun yang lalu di dasar laut dangkal di dekat pantai itu. Karena mutiara itulah penduduk Desa saling berselisih dan saling menghilangkan nyawa.
Beberapa penduduk yang di utus keluar dari Desa menggunakan atau menukarkan mutiara itu tidak pernah kembali. Mereka ternyata di bunuh dengan keji oleh para Penjahat karena tidak memberitahukan darimana asal Mereka.
Kepala Desa dan Sesepuh yang terus memaksa dan menceritakan hal-hal yang membuat Han Zhie tidak kuasa untuk menolak demi keselamatan Mereka. Han Zhiepun menerima peti mutiara itu.
Tidak sampai di sana, Kepala Desa, Sesepuh, bersama para Penduduk Desa mengajak Han Zhie ke sebuah tempat. Beberapa Penduduk terlihat telah selesai menggali pasir dan sedang menunggu Han Zhie. Han Zhie sontak terkejut melihatnya. Bukan hanya sebuah peti, tetapi ratusan atau mungkin ribuan peti terpendam di dalam pasir. Para Penduduk akan beramai-ramai mengangkatnya tetapi Han Zhie menghentikannya.
"Pantas saja membahayakan nyawa Mereka" Gumam Han Zhie dalam hati. Han Zhiepun tanpa sungkan menerima Peti-peti itu karena Penduduk di sana sudah merelakannya.
"Biarkan, tidak perlu repot-repot di angkat. Aku akan mengamankannya"
Wussss
Peti-peti mutiara itu menghilang di masukkan ke ruang dimensi Han Zhie. Kepala Desa, Sesepuh, dan Pendudukpun berterimakasih karena Han Zhie sudah menghilangkan beban terberat Mereka.
Han Zhie sampai di suatu tempat di pinggiran Hutan kabut hitam yang menuju ke sebuah Desa dan Kota. Dia melihat Dua Orang yang ternyata Patriark dari Sekte Naga Langit dan Biksu Agung dari Kuil Lentera Suci yang masing-masing sedang melawan Beast Spirit tingkat sembilan.
Patriark Wan Ming dari Sekte Naga Langit terlihat sudah terluka parah melawan Beast Spirit Harimau bertanduk emas, sementara Biksu Agung Li Yao melawan Beast Spirit Gorila bertubuh besar berwarna hitam pekat. Beast Spirit itu bukanlah Beast Spirit biasa, Mereka bisa menembus formasi Pelindung.
Berdasarkan pengamatan dari Aliasi Perdamaian, beberapa Beast yang berhasil melewati formasi pelindung memiliki sebuah tanda berbentuk lingkaran bertuliskan tulisan-tulisan aneh seperti mantra di tubuhnya. Kedua Beast yang Mereka lawan memiliki tanda tersebut di tubuhnya, dan berdasarkan informasi Penduduk Desa dan Kota yang berada tidak jauh dari sana, Dua Beast itu sering keluar masuk memakan Orang-orang dan membawa beberapa Gadis masuk ke dalam Hutan sama seperti beberapa Beast lain yang berhasil menembus formasi pelindung di dekat Kota atau Desa lain.
"Ling, Kau bantulah melawan Harimau itu" Perintah Han Zhie berkata dalam hati.
Tanpa berlama-lama Ling langsung melesat sangat cepat ke bawah.
__ADS_1
Swussssss
Bammmm
Ling menapak di tanah di antara Patriark Wan Ming dan Harimau itu. Tanah di sekitarnya bergetar dan sedikit retak meski Dia sudah sedikit menahan kekuatan tapak kakinya. Harimau itu sedikit beringsut karenanya. Mata tajam Ling bersinar merah, dua taring tajamnya di keluarkan, dan auranya mengintimidasi Beast Spirit Harimau itu.
Patriark Wan Ming dan Biksu Li Yao sejenak merasa bergidig ngeri kalau-kalau Serigala itu salah satu dari Beast dari kedalaman hutan dan lebih kuat dari dua Beast yang sedang Mereka hadapi.
Ling dengan sangat cepat melompat dan menerkam Harimau itu. Gigi dan taring tajamnya berhasil menggigit lehernya. Tidak butuh waktu lama baginya, Ling mencabik-cabik tubuh Harimau itu.
Bulu kuduk Wan Ming berdiri melihat Ling yang sangat begitu brutal dan buas, begitupun dengan Biksu Li Yao yang sempat melihatnya di tengah pertarungannya dengan Gorila. Harimau yang membuat Patriark Wan Ming terluka parah begitu mudah di kalahkan oleh Ling.
"Makhluk apa yang dulu di hadapi Serigala Setan itu sampai terluka parah jika kekuatannya saja begitu" Gumam Han Zhie melihat Beast Harimau seperti mainan bagi Ling dan mengingat pertemuannya dengan Ling.
"Seharusnya Aku tidak menyuruhnya, membuat Orang takut saja" Lanjutnya bergumam melihat Biksu Li Yao dan Patriark Wan Ming mematung melihat Ling.
Gorila yang sedang di lawan oleh Biksu Agung Li Yao berlari masuk ke dalam Hutan seperti ketakutan melihat kebuasan dan kebrutalan Ling.
Han Zhie kemudian mendekat ke arah Biksu Li Yao dan Patriark Wan Ming.
"Tuan, apa Aku harus mengejar Gorila itu?" Tanya Ling yang hanya bisa terdengar oleh Han Zhie.
"Pergi Kau !!!" Perintah Han Zhie sambil melempar biji buah yang sedang di makannya. Han Zhie tidak ingin Ling berlama-lama karena melihat Biksu Agung Li Yao dan Patriark Wan Ming takut.
"Kita akan melihat situasi di dalam hutan nanti" Lanjut Han Zhie berkata dalam hati kepada Ling yang sudah melesat terbang kembali.
__ADS_1
"Baik Tuan" Jawab Ling.
"Beast Spiritnya saja begitu, bagaimana dengan Pemiliknya" Batin Li Yao menelan ludahnya, begitupun dengan Wan Ming yang berdiri bulu kuduknya.