
Malam hari itu, Jaka berulang-ulang kali menggosok kedua bola matanya. Dirinya masih tidak percaya atas apa yang barusan dirinya lihat.
Gulungan putih yang selama ini Jaka bawa ternyata menyimpan beberapa jurus seruling bambu yang mematikan.
Selama ini jurus-jurus itu tidak dapat Jaka temukan sebab ditulis oleh pemiliknya menggunakan teknik khusus. Tulisan ini akan terlihat hanya jika dibaca dengan mendekatkan gulungan putih itu ke suatu benda yang menghasilkan cahaya.
“Apakah ini sungguh nyata, paman?” tanya Jaka.
“Kau bisa membaca tulisan ini, Jaka?” Tantra Langit bertanya balik seraya menunjuk beberapa tulisan yang muncul di gulungan putih itu.
Jaka lalu membaca tulisan yang tertera di gulungan putih itu. Kata perkata dibacanya dengan sangat jelas.
Wahai anak manusia, siapapun dirimu dan dari manapun asal mu. Saat kau membaca tulisan ini artinya kau adalah manusia yang telah dipilih oleh seruling sakti. Pelajarilah jurus-jurus yang telah aku tuliskan.
Pergunakanlah jurus-jurus ini untuk membantu yang lemah dan membasmi keangkaramurkaan.
“Sepertinya ini merupakan jurus-jurus tingkat tinggi. Bagaimana menurutmu, paman?”
“Aku sependapat denganmu, ini memang jurus-jurus tingkat tinggi. Kau harus mempelajarinya dengan baik. Ada baiknya kita tinggal sejenak di hutan ini, waktu kita tidak banyak. Kau harus bertambah kuat untuk melindungi Yang Mulia Raja Angga.”
“Baiklah paman, aku setuju. Besok aku akan mulai berlatih.”
__ADS_1
“Tidak bisa, kau harus berlatih mulai dari sekarang.”
Jaka mengangkat sebelah alisnya dan mencoba untuk meminta agar diberikan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu. Namun, Tantra Langit bersikeras meminta Jaka untuk berlatih lebih keras sebab waktu yang mereka miliki tidaklah banyak.
Jaka akhirnya menurut dan mulai melakukan persiapan. Jaka memperhatikan gerakan-gerakan yang terdapat di gulungan putih itu.
Setidaknya ada tiga jurus yang tertulis di gulungan itu, ketiganya merupakan jurus-jurus mematikan. Jurus pertama bernama Seruling Penghancur Tulang. Jurus ini memungkinkan penggunanya mampu menghancurkan tulang-tulang lawan menggunakan seruling bambu sakti.
Gerakan dari jurus ini cukup sederhana dan mudah diikuti oleh Jaka. Namun jurus ini lebih bertumpu dalam penyelarasan tenaga dalam yang dikeluarkan penggunanya.
Jurus kedua bernama Tarian Sang Dewa. Jurus ini lebih mengandalkan kelincahan dan kecepatan gerak kaki penggunanya.
Jaka memulai latihannya dari jurus yang pertama. Jaka memperagakan gerakan jurus pertama dengan sangat baik namun setelah beberapa kali melakukan gerakan jurus itu belum terjadi apa-apa dengan batang pohon yang saat ini menjadi lawannya.
“Aneh.. Kenapa tidak menimbulkan goresan sedikitpun?”
Tantra Langit yang melihat Jaka kebingungan akhirnya memberikan sedikit saran, “Gerakan mu masih terlihat kaku dan sepertinya jurus ini bertumpu dengan penyelarasan tenaga dalam. Kau harus bisa menyatukan gerakan dan tenaga dalam mu menjadi satu.”
Jaka mencoba mengikuti arahan dari Tantra Langit. Mula-mula Jaka memejamkan kedua matanya, kemudian gerakan demi gerakan mulai berputar di kepalanya.
Jaka menggenggam erat seruling di tangannya, lalu mulai melakukan gerakan demi gerakan. Kali ini gerakannya sangat halus namun mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi. Batang pohon yang terkena ayunan seruling Jaka beberapa mengalami retak dan ada juga pohon yang langsung tumbang.
__ADS_1
“Sungguh jurus yang mengerikan.” gumam Jaka.
Latihan berat yang baru saja Jaka lakukan ternyata menyebabkan luka dalamnya kembali kambuh, “Argh.. sepertinya luka dalamku belum sepenuhnya pulih. Sudah cukup untuk malam ini.” pikirnya.
Saat ini malam sudah mulai larut, bulan sabit sudah beranjak ke arah barat. Jaka memperhatikan Tantra Langit yang tertidur lelap, tidak lama Jaka pun ikut tenggelam dalam mimpi indahnya.
***
Tidak terasa Jaka dan Tantra Langit telah seminggu berada di hutan ini.
Luka luar yang Tantra Langit alami sudah mulai menutup. Dan dirinya sudah melakukan latihan-latihan ringan.
Sedangkan luka dalam yang Jaka alami telah sepenuhnya pulih dan ketiga jurus yang Jaka pelajari sudah Jaka kuasai dengan cukup baik, hanya butuh sedikit waktu untuk menyempurnakannya.
Saat ini mereka harus bergegas kembali ke Kerajaan Matraman Barat, sebab perang besar sedang menanti mereka.
Tantra Langit mendapatkan informasi jika pasukan musuh sudah memasuki wilayah kerajaan.
"Jaka, kita harus cepat. Yang Mulia membutuhkan kita." ucap Tantra Langit dengan raut wajah sedikit panik.
"Baiklah, paman. Ayo."
__ADS_1