
Suatu hari di depan bangunan yang cukup besar, terlihat seorang anak berusia 10 tahun sedang berlatih ilmu pedang.
Peluh keringat telah memenuhi wajahnya namun tidak menyurutkan semangat berlatihnya sedikitpun.
Nama anak itu ialah Banyu Kelana. Banyu Kelana adalah seorang anak yang dulunya hampir tewas setelah beberapa saat dilahirkan ke dunia.
Banyu Kelana dilahirkan tepat pada malam gerhana bulan. Konon jika ada bayi yang lahir pada malam gerhana bulan maka akan membawa petaka bagi keluarganya.
Hal ini terbukti ketika tidak lama setelah Banyu Kelana dilahirkan, kedua orangtuanya serta pamannya tewas dibantai orang. Bahkan Banyu Kelana saat itupun hampir tewas di tangan pembunuh.
Beruntung, ada seorang lelaki tua yang telah menyelamatkan hidupnya. Lelaki tua itu pula yang merawat dan menjaga Banyu Kelana hingga saat ini.
Selain membawa petaka, bayi yang dilahirkan tepat pada malam gerhana bulan juga membawa berkah yang tersembunyi. Banyu Kelana dilahirkan dengan tubuh yang istimewa.
Banyu Kelana memiliki struktur tulang yang sangat langka serta berkualitas sangat tinggi yaitu Tulang Naga Langit. Konon, kualitas Tulang Naga Langit hanya bisa dikalahkan oleh seseorang yang memiliki kualitas Tulang Dewa Naga.
Tulang Dewa Naga diketahui sebagai struktur tulang paling tinggi dan orang-orang yang lahir dengan struktur tulang seperti itu bisa dihitung dengan sebelah tangan.
__ADS_1
Selain memiliki kualitas tulang yang istimewa, Banyu Kelana juga dilahirkan dengan kemampuan pemahaman yang sangat baik.
Lelaki tua yang menyelamatkan Banyu Kelana dikenal sebagai Pendekar Pedang Kembar di dunia persilatan. Nama aslinya adalah Ki Alam Sakti.
Ki Alam Sakti kini tengah duduk di kursi kayu mengamati latihan yang dilakukan Banyu Kelana. Hampir setiap hari, lelaki tua itu selalu diberikan kejutan oleh hasil latihan Banyu Kelana.
Seperti yang terjadi hari ini, Banyu Kelana baru saja menyelesaikan latihan berpedangnya. Biasanya, dibutuhkan waktu satu tahun atau bahkan ada yang sampai dua tahun bagi seorang pendekar untuk menguasai secara sempurna Teknik Pedang Burung Walet.
Teknik Pedang Burung Walet adalah teknik berpedang yang dimiliki oleh Perguruan Pedang Kembar.
Seorang jenis pun membutuhkan waktu setidaknya paling cepat delapan bulan sampai satu tahun untuk menguasai secara sempurna teknik itu.
"Banyu, kemarilah. Istirahat sejenak." Ucap lelaki tua itu yang membuat Banyu Kelana mengakhiri latihannya.
"Baik Kakek Guru."
"Ini, minumlah."
__ADS_1
Banyu Kelana menerima gelas bambu yang diberikan padanya lalu meminum isinya hingga habis.
"Huah... Segarnya." Ucap Banyu Kelana seraya tersenyum lepas.
"Minum pelan - pelan saja Banyu, tidak ada yang akan meminta air itu darimu." Ucap Ki Alam Sakti yang hanya dijawab cengiran oleh Banyu Kelana.
"Banyu, berapa usiamu sekarang?"
"Sepuluh tahun Kek." Jawabnya.
"Hmph... Sepuluh tahun ya? Mungkin sudah tiba waktu bagimu untuk mempelajari ilmu tenaga dalam."
Banyu Kelana meskipun baru berusia sepuluh tahun, namun perawakannya sudah seperti remaja berusia dua belas sampai tiga belas tahun.
Dengan kepandaiannya, Banyu Kelana tidak kesulitan menerima pelatihan yang diberikan Ki Alam Sakti.
Selain belajar teknik berpedang, Banyu Kelana juga diajarkan teknik bertarung tangan kosong. Salah satu teknik bertarung tangan kosong yang sudah dikuasainya adalah Teknik Dua Belas Pukulan Kunyuk.
__ADS_1
Selain teknik bertarung, Banyu Kelana juga telah menguasai teknik tulis menulis, berhitung, melukis, sastra, strategi dan formasi.