Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Kerja Bareng Temen.


__ADS_3

Mereka bertiga segera masuk kedalam bangunan tiga lantai itu dengan sesekali bercanda dan tertawa bersama.


Melepaskan rasa rindu yang menyerang karens hampir tiga tahun tidak bertemu. " wah, gaunya cantik cantik bsnget," gumam Resty yang merasa kagum pada design sahabatnya itu.


"hehehe, itu masih baru masih acak acakan, belum finish juga," jawab Elvita tersenyum manis.


Seketika itu juga, Resty menatap sahabatnya itu dengan ekspresi wajah tak percaya.


"gila loe ya, barang bagus dan indah gini loe masih bilang acak acakan,? Kalau ngerendah nggak ngotak memang," gerutu Resty.


Sementara itu, Cantika mendongak ke atas dan mendapi ada seperti bilik yang berjejer rapi.


"eh, itu apa El,?" tanya Cantika seraya menunjuk ke arah salah satu bilik yang terlihat darl bawah.


Elvita yang mendengar ucapan sahabatnya itu, ikut mendongak dan memfomuskan matanya ke arah yang di tunjuk Cantika.


"oh, itu salon kecantikan dan Spa kecil kecilan," ucapnya santai.


Hal itu membuat kedua sahabatnya, seketika membulatkan matanya. karena merasa terkejut. " El,!!" tegur mereka berdua secara bersamaan.


"apa,?" tanya Elvita dengan wajah tak berdosanya. Seolah olah, apa yang di ucapkan Elvita itu nggak penting.


"loe pumya Spa sendiri kenapa malah nyari Spa lagi,?" tanya Resty dengan wajah yang kurang bersahabat.


" karena gueau ngajak kalian ketempat yang profesional dan gak mau ngasih yang amatiran," Dengan Santainya, Elvita menjawab semua pertanyaan dua sahabatnya yang tampak kesal itu.


Mendengar hal itu, Cantika dengan segera mengambil Ponselnya yang berada di dalam tas dan dengan segera, membuka google.


Matanya seketika membulat saat melihat isi di dalam.benda pipihnya itu. " El, loe bikin gue kesel aja sih," gerutu Cantika.


Resty yang merasa penasaran, segra ikut bergabung dan menatap kearah layar ponsel sahabatnya itu.


"gila, terkenal nomor satu di kota ini," pekiknya seraya menyentuh kepalanya. mendadak, kepalanya merasakan pusing saat mengetahui fakta yang tersimpan di dalam diri Elvita.


" El, kita pokoknya minta penjelasan loe segera,?"ucap Resty.


Elvita menghela nafas dan mengajak kedua sahabatnya,untuk duduk di kursi yang masih kosong.


" gue emang punya usaha yang lumayan karena gue dulu adalah mantqn model," Elvita mulai membuka dan menceritakan semua pada kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Resty dan Cantika yang mendengarnya, menatap tak percaya. " jadi, loe pernah menjadi model papan atas,? Terus kenapa loe berhenti,?" tanya Cantika.


"karena Adik tiri gue merasa iri dan dia ingin menjadi model juga, tapi tidak bisa karena tinggi badanya kurang cuku," terang Elvita.


Mendengarnya, Rasty dan Cantika menjadi bingung dan saling pandang.


"lah, apa hubunganya coba, kan yang nggak lulus si Liona, kenapa loe yang malah keluar ?" tanya Resty.


"karena bujukan dari Ibu tiri gue, dan loe berdua tau lah, gimana sikapnya kalau mau minta sesuatu,?" Elvita berkata dengan lirihnya.


Seketika itu juga, Resty dan Cantika berhambur kearah sahabatnya itu dan menguatkanya.


"loe yang sabar ya, semoga loe cepat bisa bahagia," ucap Resty seraya memeluk.


Elvita hanya mengangguk dan tersenyum." lagian loe sih El, kenapa jadi anak nurut nurut aja kalau di suruh ini itu," gerutu Resty merasa geram.


Cantika yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya. " dasar loe ya, sahabat sesat. Bisa bisanya meracuni teman yang masih polos, " Resty berkata dengan nada tinggi.


Persis seperti emak emak yang tengah memarqhi anak anaknya.


Hal itu membuat Elvita dan Resty yang mendengarnya, hanya tersenyum.saja.


"kenapa kalian lihatin gue kayak gitu sih," Cantika mengerutkan dahinya.


Mendengar hal itu, membuat Cantika mendegus kesal. " enak qja aku bukan mak emak ya, enak aja. aku masih gadis ini," jawabnya menggerutu.


Setelahmya, mereka kembali berbincang bincang dengan penuh semangat. Dan tak lama, Elvita mengajak ke ruangan paling atas.


"ayo kita ke ruang pembuatan gaun yuk," ajak Elvita dengan menarik tangan kedua sahabatnya.


"wah, ayo, siapa tau, kita bisa menjadi bagian dari mereka," Resty berkata dengan penuh semangar..


"gue juga mau," Cantika menatik tangan Elvita dengan semangaynya.


Setelahnya, mereka berjalan menaiki anak tangga hingga ke lantai tiga. Karena memang, bangunan ini belum ada akses liftnya.


Tak lama berselang, mereka telah sampai di depan ruang yang bertuliskan " ruang Produksi Gaun." dan dengan segera, Elvita segera membukanya.


Klik

__ADS_1


Suara bunyi lift yang terbuka, membuat ketiga wanita cantik itu seketika langsung sampai di ruang ptoduksi gaun.


"woah, loe bisa memproduksi gaun juga,?" tanya Cantika semakin merasa kagum.


"iya Tika, gue ngerasa, harus mulai membuat inovasi baru karena gue mau tampilan gaun buatan gue, beda dari yang lain," Elvita tersenyum tipis.


Mendengar hal itu, Resty dan Cantika semakin merasa kagum saja dengan sahabatnya itu. Termyata ia tak hanya baik. Tapi juga sangat pintar dan kreatif.


Itu salah satu yang membuat siapapun yang berteman dengan Elvita, pasti akan mendapatkan ide baru.


"terus loe mau buat apa lagi ini ?" tanya Resty dengan antusiasnya. Seakan akan yanh akan mendapatkan ide adalah dirinya.


Padahal, yang mendapatkan ide, adalah Elvita. Tapi dia juga ikut senang mendengarnya.


"emm rencananya, gue mau buat puding yang beda dari yang lain," ucapnya tersenyum sumrigah.


"emang loe mau buat apa,?" tanya Resty penasaran. Begitupun juga Cantika.


Karena memang, mereka selalu menunggudan selalu penasaran jika Elvita telah mendapatkan ide yang menurutnya spektakuler.


" kayaknya puding buah buahan enak kali ya, di tambah dengan flanya," jawabnya dengan mata berbinar.


"ide bagus tuh El, kita buat aja sekarang " ucap Resty semangat.


"eh, nanti dulu kan itu baru rencana," ucap Elvita mencegah sahabatnya itu.


"iya nih sih Resty emang nggak sabaran,' ucap Cantika menimpali.


Setelahnya, mereka berleliling untuk menemani Elvita memantau semua yang ada di ruang pembuatan gaun.


Tiba tiba saja, mata Resty menangkap ada yang menarik di antara gaun gaun itu. Dengan segera, wanita itu melangkah menuju ke sana.


"bagus banget ya Tuhan," gumamnya seraya menatap takjub ke arah gaun berwarna biru putih itu.


Diikuti dengan Elvita dan Cantika. Mereka berdua juga ikut melangkah mendekati gaun yang terpajang di depan sendiri itu.


"bagus ya Res, gue juga mau kalau nanti gue nikah bisa beli di sini," Cantika berkata dengan menatap dan mengedarkan pandangannya kesekelilingnya.


"ya udah, kalian nanti kalau nikah, gue kasih diskon deh," ucap Elvita tersenyum tipis.

__ADS_1


Hal itu membuat kedua temanya, memutar bola mata malas. " jangan ngrledek deh loe," ucapnya seraya mendegis


Jangan Lupa, Tinggalkan Jejak Kalian Ya Gaes๐Ÿ’•๐Ÿ’•


__ADS_2