Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Mencurigakan


__ADS_3

Setelah selesai memuaskan dahaga dan stresnya, Elvita segera pulang kerumah suaminya. Sebenarnya, ia merasa tak berselera untuk pulang ke rumag itu.


karena ia masih terbayang dengan semua perlakuan suamibya pada dirinya. Namun, ia tak mempumyai pilihan lain selain itu.


Bukan karena ia tak punya uang untuk pergi dari sana. Atau hanya sekedar menyewa aprtement. Karena memang, ia juga memiliki salon kecantikan dam juga butik.


Yang membuat ia juga mampu hanya untuk sekedar membeli rumah atau menyewa apartement. Namun, ia sekarang telah menjadi seorang istri dsn tugas istri adalah menuruti semua kata dan perintahnya.


Hal itu yang membuat Elvita tak bisa berbuat banyak. Karena dia adalah tipe orang yang mempunyai sifat yang baik.


Bahkan saking baiknya, ia sering di tindas oleh orang orang yang ada di sekitar. Termasuk juga pada Ibu dan adik tirinya.


Mang benar, jika anak adalah cerminan orang tuanya. Karena pada masanya, Ibunda Elvita juga adalah istri penurut.


Dan hal itu yang membuat Elvita mengikuti jejak sang ibu. Tak berapa lama, mobil yang di kendarainya, telah memasuki kedalam pekarangan rumahnya.


Dan setrlah terparkir sempurna, wanita cantik nan anggun itu perlahan membuka pintu mobil dan berjalan masuk menuju rumah.


"eh, Nyonya udah pulang,?" tanya salah satu Maid yang baru saja membuka pintu.


"hmm," jawabnya seraya mengayunkan kakinya untuk masuk kedalam rumah. " oh ya, apakah Gio sudah kembali,?" tanya Elvita seraya menghentikan langkahnya.


"emm belum Nyonya, Tuan Gio belum pulang," jawabnya seraya menunduk hormat.


"tumben," ucapnya bergumam seraya melanjutkan langkahan kakinya. Karena tak biasanya laki laki itu seperti itu.


Seketika itu juga, rasa curiga seketika mencuat memenuhi isi kepalanya. Seketika itu juga, Elvita menggelengkan kepalanya.


"ish ngapain juga aku curiga,?" tanya ia pada dirinya sendiri dan segrra menuju kamarnya.setelahnya, merebahkan diri di atas kasur empuknya.


Belum berapa lama ia tertidur, Elvita merasa wajahnya di sentuh oleh seseorang. Seketika itu juga, ia segera membuka mata. Dan mendapati, sang suami telah berada di sampingmya dengan tersenyum tipis.


Dengan segera, Elvita segera bangkit dari rebahan dan duduk di tepi ranjang.


" kau sudah pulang, ? Mau makan atau mau mandi,?"tanya Elvita dengan sedikit was was karena ia tau apa yang afa di kepalanya.


Namun, bukanya jawaban yang ia dapatkan, justru malah Gio menggendong sang istri menuju kamar mandi.

__ADS_1


Dengan reflek, wanita itu segera meronta dari dekapan suaminya. ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya .


Kenapa ia merasa aneh pada laki laki yang tengah berada di hadapanya ini. mengapa ia seperti orang yang tengah hilang kendali,? Ini benar benar aneh dan mencurigakan.


Belum.sempat Elvita mengendalikan fikiranya, Gio telah terlebih dulu menyerangnya dan sepertinya hal ini akan terjadi berulang ulang


entah sampai kapan ia akan merasakan hal seperti ini, karena ia tak mengetahuinya.


****


Setelah selesai, Gio keluar terlebih dahulu dengan wajah sumrigah. namun, berbanding terbalik dengan Elvita. Wanita itu memasang wajah kesal penuh amarahnya.


" mati aku kalau begini terus," gerutunya dengan menghentak hentskan kakinya ke lantai. Tak lama berselang, matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya.


"ini kan Ponsel Gio,? Kenapa nggak di bawa,?" tanya Wanita itu pada dirinya sendiri.


Dan saat ia sedang ingin membukanya, ternyata ponsel itu di kunci.


"eh, Yah kok di kunci sih," gerutunya saat menyadari jika ponsel laki laki itu telah miliki kata sandi.


Elvita semakin merasa aneh saat menyadari ada begitu banyak kejanggalan dari suaminya itu. Ia masih sangat ingat betul saat di pelinan, Ibu mertuanya, membisikan sesuatu padanya


"lah, kan seharusnya aku yang minta di jaga karena aku ini makmun anakmu," gumamnya dalam hati.


Dan masih banyak lagi masalah dan kejanggalan lainya yang membuatnya semakin mencurigakan di matq Elvita.


"ish tau akh, sebaiknya aku bersiap siap saja karena sebentar lagi berangkat," gumamnya bersiap siap akan pergi kesalon kecantikan miliknya.


Setelah mempersiapkan dirinya, Elvita segera keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju lantai satu.


" Nyonya, mau bawa bekal tidak,?" tanya salah satu Maid yang bernama Nita.


"iya Bi, seperti biasa ya, telur gulung Saus dengan daun sledri dan juga tomat, dan kejunya di perbanyak," ucap Elvita seraya duduk di meja makan


sedari kecil, memang Elvita sering maka. Makanan rumahan dari pada makanan yang tqk higenis yang berasal dari luar.


Tak lama kemudian, Maid yang bernama Nita datang membawakan pesananya. Dan dengan segera, berangkat ke tempatnya bekerja.

__ADS_1


******


Sepanjang jalan, Elvita selalu memikirkan hal yang mengganggu fikiranya sejak beberapa akhir ini.


Kenapa tiba tiba sang adik tiri pergi meninggalkan rumah dan malah meninggalkan kekasihnya dan membiarkan kekasihnya menikah dengan orang lain,? Ini benar benat aneh dan mencurigakan.


Apalagi dengan sikap Ratna yang sebenarnya adalah Ibu dari adik tirinya ywng seharusnya akan marah besar jika pernikahan putrinya gagal.


tapi ini malah kebalikanya. ibu tirinya itu malah terihat bahagia. Semua memang masih menjadi tanda tanya dan menurutnya sangat mencurigakan.


*********


Tak lama berselang, mobil yang di tumpangi oleh Elvita, telah sampai di depan bangunan salonya. Dan dengan segera, wanita cantik itu segera turun dari mobilnya.


Di depan sana, Elvita melihat ada dua orang yang sangat ia kenal. Dengan segera, ia menghampiri mereka.


"hai gaes, udah lama nunggunya,?" tanya Elvita dengan menepuk bahu salah satu dari mereka.


"baru aja kok El, ini ya tempatnya,?" tanya salah satu dari mereka.


"hehebe iya, kalau kalian berubah fikiran. nggak papa kok " Elvita tersenyum sungkan.


Sementara dua orang itu, hanya saling pandang saja. " nggak papa kali El, kita mah mau mau aja kerja disini," jawab Resty.


Yap mereka adalah Resty dan Cantika yang ingin melamar pekerjaan di tempat Elvita. Karena meraka baru lulus dari Univ beberapa bulan yang lalu.


"tapi ini kan masalahnya tempat usaha gue kecil. Masak iya, kalian lulusan tinggi tinggi kerja di tempat seperti ini," Elvita merasa tidak enak.


"ngak usah merasa gak enak, kalau nggak enak, kasihkan kucing aja," Resty berkata seraya terkekeh pelan.


Mendengarnya, Elvita segera mendegus kesal. Dan dengan segera, Cantika segera menarik tangan kedua sahabatnya.


"udahlah, ayo masuk. Ngapain ada di sini, mending kita segera masuk kedalam. Disini panas," ucap Cantika dengan cepat, menariknya.


"iya iya, kau ini bisa saja," Elvita dengan segera, menrpuk pundak sahabat sahabatnya.


"loe kalau masih merasa nggak enak, kita ngobrol aja nanti," Cantika tersenyum

__ADS_1


.BERSAMBU G.....


__ADS_2