
setelah perjalanan sekitar 2 jam lebih, pesawat yang ditumpangi oleh Elvy setelah sampai di landasan Singapura.
dengan segera, wanita cantik itu keluar dari dalam pesawat. dan menelepon seseorang untuk menjemputnya.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, mobil jemputan Elvita pun telah tiba. dengan segera wanita cantik itu masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju tempat yang telah dipersiapkan.
tak lama berselang, dirinya telah sampai di lokasi perumahan yang akan ia huni." Wah bagus banget nih" ucapannya Seraya memandang arah sekitar.
" silakan yang masuk semua sudah ada dalam" ucap seorang wanita paruh baya dengan sedikit menundukkan kepala.
Elvita yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang dituju.
" Bagaimana Neng, Apakah Neng suka sama rumah ini,?" tanya wanita paruh baya itu.
Elvita yang mendengarnya, menganggukkan kepala." suka Rumahnya bagus" ucapnya Seraya melempar senyum tipis. kemudian tangannya bergerak mengelus perut yang telah buncit itu.
" Semoga kamu kuat di sini sayang," ucapnya Seraya tersenyum tipis. dirinya masih tidak menyangka. jika akan mengalami kejadian seperti ini.
bayangan tentang rumah tangga yang bahagia seketika hancur saat melihat dan mendengar alasan dibalik pernikahan itu.
Kemudian, Elvita melangkahkan kakinya menapaki satu persatuan anak tangga hingga sampai di lantai 2. dirinya tersenyum tipis saat melihat ruangan yang ada di lantai 2.
tak terlalu mewah memang, karena Elvita membelinya dengan harga kisaran 100 juta. dan itu mungkin sudah lebih dari cukup.
Apalagi, dirinya hanya tinggal berdua bersama anaknya nanti. jadi tidak ada alasan untuk membeli rumah yang lebih besar.
dirinya segera melangkah menyusuri setiap ruangan demi ruangan yang ada di lantai atas. Terlihat lengkap memang ada ruang olahraga, ada dua kamar dan ada seperti tempat bioskop kecil di dalamnya.
" huh, setelah ini aku harus membeli mobil murah-murah saja. biar bisa kemana-mana sendiri tanpa merepotkan orang lain." gumamnya Seraya melangkah menuju salah satu kamar yang ada di lantai atas itu.
Ceklek
pintu kamar dibuka dari luar. dengan segera Elvita masuk ke dalam kamar itu. dirinya tersenyum di saat melihat isi di dalam ruangan yang akan menjadi kamarnya itu.
__ADS_1
Ternyata ruangannya telah rapi dan juga wangi memang tidak terlalu luas tapi cukuplah ada fasilitas tv-nya juga. Memang, tidak salah membeli rumah dari agen resmi. Hasilnya sangat memuaskan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
setelan pas melihat-lihat, Elvita segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. karena memang hari sudah sore.
Elvita keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri selama 30 menit. dirinya duduk di meja rias.
kemudian ia melangkah menuju koper yang ada di samping ranjang. kemudian membukanya dan menatanya di lemari kaca yang ada di kamar itu.
Setelah semua beres, Elvita segera kembali ke meja rias untuk memulai wajahnya. dirinya hanya memakai bedak tipis dan juga lipstik berwarna merah muda.
kemudian dirinya segera berganti pakaian, yaitu setelan blus warna biru dipadupadankan dengan rok span berwarna Senada.
sehingga kaki jenjang dan putih mulus semulus porselen itu, terpampang indah. dengan percaya diri dan sesekali dirinya mematut di depan cermin.
" kok gue malah kayak ABG ya, mana perutnya nggak kelihatan lagi." gumam Elvita percaya diri.
namun Kenyataannya memang benar seperti itu. dirinya masih seperti wanita lajang. akan terkesan seperti ABG remaja yang baru lulus sekolah.
Selain karena tubuhnya yang terlihat mungil dan juga wajahnya yang terlihat Baby Face, Ditambah lagi dengan rambutnya yang sedikit bergelombang.
Setelah hampir 15 menit mematut dirinya di depan cermin besar, Elvita segera meraih tas jinjingnya dan mengenakan sneakers kemudian bergegas pergi dari sana.
" Wah Nyonya terlihat lebih segar. dan juga terlihat bukan seperti ibu-ibu yang sedang hamil melainkan remaja pada umumnya." ucap salah satu asisten rumah tangganya yang kebetulan melintas di hadapannya.
Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis Seraya tangannya mengelus perut buncitnya itu.
Memang, Elvita memakai blus yang sedikit kebesaran. hal itu membuat perut buncitnya tak terlihat sama sekali.
" sudah masak belum,?" tanya Elvita Seraya melangkahkan kakinya menuju meja makan.
sang asisten rumah tangga pun hanya menganggukkan kepala kemudian mempersilakan Elvita untuk segera duduk dan mencicipi masakannya.
" ini enak sekali," rumahnya Seraya tak henti-hentinya menyuapkan makanan itu ke dalam mulut.
__ADS_1
Mendengar hal itu, asisten rumah tangganya itu hanya tersenyum tipis kemudian pamit untuk kembali ke dapur.
selesai makan, Elvita segera bergegas ke sebuah showroom mobil untuk membeli mobil bekas saja. karena, dia membutuhkan mobil untuk perjalanan bisnisnya bukan untuk gaya-gayaan.
*****
setelah hampir 15 menit, akhirnya Elvita sampai juga di sebuah showroom mobil yang tidak terlalu terkenal di negara itu.
jika kebanyakan orang memilih showroom mobil yang terkenal, tidak dengan Elvita wanita cantik itu malah memilih tempat mobil yang kurang terkenal.
Iya pasti karena Selisih harganya lebih murah daripada yang lain. padahal dirinya bisa untuk membeli di showroom mobil yang lebih bagus lagi.
itulah Elvita, dirinya lebih memilih barang yang ia butuhkan, ketimbang barang yang ia inginkan.
setelah memilah-milah beberapa mobil, akhirnya Elvita memutuskan untuk membeli salah satu mobil yang tak terlalu buruk namun juga tidak terlalu bagus.
setelah proses pembayaran itu, Elvita segera mengendarai dan mengurus surat-suratnya. agar kendaraan itu bisa segera dipakai.
Setelah semuanya selesai, Elvita segera menuju ke supermarket yang ada di kota itu. kemudian dirinya masuk ke dalam supermarket itu.
sesekali dirinya menoleh ke belakang. karena dia merasa seperti ada orang yang tengah mengikutinya dari belakang.
" kok kayak ada yang ngebuntutin gue ya,?" tanya wanita itu entah pada siapa. karena memang di tempat ini Elvita Tak memiliki teman ataupun saudara.
walaupun dirinya seorang model terkenal di negaranya. namun percayalah dirinya tak mempunyai banyak teman.
Karena memang, Elvita adalah tipe orang yang berprinsip lebih baik punya teman sedikit tapi jujur daripada mempunyai teman banyak namun ada yang mendusta.
Setelah selesai berbelanja kebutuhan ataupun cemilan yang ia perlukan. dengan segera wanita cantik itu membayarnya pada kasir.
sepanjang ia berdiri, banyak para pengunjung yang menatapnya dengan tatapan kagum. dan kebanyakan dari mereka adalah kaum Adam.
Namun, dengan tenang Elvita tak menghiraukan tatapan dari mereka. dirinya fokus ke depan dan sesekali membuka ponsel miliknya itu.
__ADS_1
Ternyata, ada banyak panggilan dari kedua sahabatnya. Elvita yang memandangnya tersenyum tipis.
sampai jumpa lagi jangan lupa tinggalkan saja ya guys