
Hari demi hari, dilewati oleh Elvita dengan suasana bahagia. Walaupun tak ada perhatian sedikitpun dari Gio suaminya.
Hingga tak terasa, saat ini kandungan Elvita telah memasuki usia tiga bulan. dan lebih hebatnya lagi, Elvita tak pernah mengeluh apapun pada laki-laki itu.
Dirinya masih merasa sangat happy. apalagi Elvita di kelilingi oleh para sahabatnya yang mendukung dan mensupportnya secara penuh.
karena memang, hampir setiap hari Elvita menghabiskan waktunya di kantor bersama Resti dan juga Cantika.
hal itu tentu saja membuat wanita cantik itu, sedikit melupakan masalah rumah tangganya yang sepertinya sudah hambar.
Jujur saja, Elvita merasa semakin bingung. dengan sikap dan tingkah Gio. laki-laki itu semakin cuek saja terhadap dia.
untungnya Elvita tak pernah mengalami morning sickness. Menjadikan wanita itu terlihat normal di depan Gio.
karena sampai sekarang, Elvita masih belum mau memberitahukan kabar bahagia ini pada laki-laki yang telah berstatus sebagai suaminya itu.
" El, loe masih nggak mau ngasih tahu Gio,?" tanya Resti. saat mereka Tengah menikmati makanan di jam waktu istirahat.
Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, sejenak menghentikan aktivitas makannya." Entahlah gue kok masih merasa bingung dan ragu pada mas Gio," ucapnya Seraya menghela nafas panjang.
hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika, semakin merasa bingung. karena memang selama ini, dua wanita itu telah mencari informasi ke semua sumber yang mereka temui.
namun anehnya, semuanya tak menghasilkan apapun alias nihil. hal itu semakin membuat Resti dan Cantika, semakin merasa kasihan pada sahabatnya itu.
karena memang, wanita hamil sebaiknya tidak memiliki banyak beban pikiran. hal itu dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayinya.
"lu tenang aja kali El, kita berdua akan sekuat tenaga mencari informasi tentang suami lu itu" ucap Cantika Seraya tersenyum lebar.
Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis dan kembali menyantap makanan. di meja itu, makanan paling banyak adalah makanan milik Elvita.
bukan Elvita yang memesan semuanya, melainkan kedua sahabatnya. ya Resti dan Cantika memesan semua makanan yang bergizi untuk Ibu hamil itu.
mereka sudah seperti keluarga sendiri. bahkan Evita merasa, sang ayah yang notabennya adalah kakek dari anak yang dia kandung, tak pernah memberikan perhatian lebih pada dirinya.
Hal itu membuat Elvita, terkadang merasa sangat sedih. karena di saat dirinya hamil seperti ini, tak ada seorangpun, yang memperhatikannya.
__ADS_1
Ya sang ayah mama sudah tahu perihal dirinya yang sedang hamil itu. namun anehnya, Setyo tak memberitahu tentang hal ini pada istrinya itu.
Hal itu membuat Elvita, sedikit merasa lega namun juga terkesan aneh dan janggal. aneh karena Mengapa, ayahnya tak memberitahukan hal ini pada istrinya.
di sisi lain Evita merasa lega karena, semakin sedikit orang yang tahu, akan semakin kecil pula Resiko yang akan ia tanggung.
Entah mengapa sampai saat ini, Evita masih belum mau berdamai dengan ibu tiri dan adik tirinya itu. walaupun dirinya, udah memaafkan kedua wanita itu.
namun hal itu tak menjadikan Elvita akan membuka semua cerita dalam hidupnya. Untuk itulah, wanita cantik itu lebih memilih bercerita pada kedua sahabatnya dibandingkan dengan ayahnya sendiri.
"Makasih ya kalian udah mau bantuin gue" ucap Elvita dengan mata berkaca-kaca. itu tentu saja membuat Cantika dan Resti, mencebikkan bibirnya.
" Lo tuh kalau kita tolong selalu aja bilang gitu" ucap Resti sewot. karena dirinya tidak ingin ada jarak diantara mereka bertiga.
"Iya El Gue itu udah nganggep kalian berdua seperti keluarga sendiri bahkan lebih mungkin. jadi nggak ada namanya mewek-mewekan" ucap Cantika menimpali.
Hal itu membuat Elvita, bukannya semakin mereda tangisannya Malah semakin jadi. sontak saja hal itu membuat Resti dan Cantika segera memeluk sahabat mereka itu.
hal itu pula yang membuatmembuat ketiga wanita cantik itu menjadi pusat perhatian. Karena kini karyawan Elvita sudah semakin banyak.
***
tak terasa, Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. Hal itu membuat semua orang bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
begitupun juga dengan Elvita dan kedua sahabatnya. mereka pulang bersama walau, menggunakan kendaraan masing-masing.
walaupun sekarang ini, Cantika dan Resti sudah memiliki kendaraan masing-masing. dari hasil kerja keras mereka selama ini.
" nggak nyangka ya, akhirnya gue bisa beli motor ini dengan hasil kerja teras gue," ucap Resti merasa terharu.
Cantika yang mendengarnya, ikut mengangguk setuju." Iya gue juga nggak nyangka, bisa beli motor ini dengan hasil keringat gue sendiri," ucapnya tersenyum bangga.
"Dan ini semua, juga berkat lu kali El," ucap Resti Seraya menatap Elvita dengan tatapan rasa terima kasih.
" Apaan sih lu berdua, gue kan nggak ngapa-ngapain, ini semua kan berkat kerja keras kalian berdua." ucapnya dengan nada Ketus.
__ADS_1
karena memang, dirinya tidak ingin ada kata balas budi di dalam lingkungan mereka bertiga.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
***
sesampainya di rumah, Elvita segera masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamar. karena akhir-akhir ini, wanita itu sudah merasakan pegal-pegal yang sangat berarti.
" ya Allah, kenapa aku malah merasa semakin bingung ya sama sikap Mas Gio,?" tanya wanita itu Seraya memandang langit-langit kamarnya.
kemudian, Elvita bangkit dari kasur dan langsung menyambar bel kamarnya itu untuk memanggil salah satu pelayan.
Tok tok tok.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan dari arah depan kamar. dengan segera, Elvita melangkah dan membuka pintu kamarnya.
" Nyonya, Ada apa manggil saya?" tanya pelayan itu Seraya menundukkan kepala.
" bibi bisa pijat kan,?" tanya Elvita Seraya menatap pelayannya itu dengan tatapan menyelidiki.
Dengan Segera, pelayan itu menganggukkan kepala dengan cepat." bisa nyonya" ucapnya sedikit takut.
Dengan segera Elvita menarik tangan pelayan itu dan kemudian menyuruhnya untuk segera memijat punggung dan lengannya.
dengan segera, wanita cantik itu berbaring di atas ranjang. dan setelahnya pelayan itu mulai memijat tubuh Elvita yang mulai rileks itu.
" segarnya enak banget sih." gumamnya Seraya memejamkan mata. meresapi pijatan demi pijatan yang menyentuh kulitnya.
" bibi masak apa sih,?" tanya wanita itu Seraya menoleh ke belakang.
Masak ayam kecap kayaknya nyonya," ucapnya Seraya tangannya mulai memijat dan memberikan krim pada bagian tubuh yang lain.
Elvita merasa sangat rileks pada tubuhnya ini. padahal, wanita itu baru saja melakukan Spa di tempat termahal.
Namun entah mengapa, dirinya masih merasa lelah dan letih. Sehingga menyuruh salah satu Maid untuk memijat tubuhnya.
__ADS_1