
Hari ini tepat satu minggu Elvita berada di negara Singapura. wanita cantik itu, perlahan-lahan berangsur-angsur pulih dari rasa takutnya.
Hari ini pula, dirinya akan membuka cabang perusahaan fashion di negara kanguru tersebut. dan saat ini, dirinya telah memiliki asisten pribadi yang berasal dari negaranya.
" Winda, Apakah hari ini sudah siap untuk membuka perusahaan fashion kita,?" tanya Elvita Seraya jarinya terus mengutak-atik smartphone-nya.
dirinya kini tengah disibukkan dengan klien dari berbagai negara. Memang, perkiraan Elvita ternyata salah. dirinya berpikir, Apakah nanti bisa mendapatkan klien yang lebih banyak jika dirinya pindah ke negara lain.
karena memang, di negaranya sendiri Elvita baru saja mengepakkan sayapnya di dunia bisnis terutama dunia fashion.
Namun ternyata, apa yang dia pikirkan tidaklah benar. karena baru satu minggu berada di sini, Elvita sudah mendapatkan tawaran kontrak dari beberapa klien yang berasal dari beberapa negara.
Karena, mereka semua rata-rata merasa tertarik dengan model baju maupun kemeja yang diberikan kepada Elvita.
karena memang, model-model baju ataupun gaun tersebut, didesain langsung oleh Elvita sesuai dengan seleranya tentunya.
" kita ada meeting dengan pihak hotel Joy Group." ucap Winda Sera yang membuka dan membolak-balikkan Map di tangannya.
Deg
Seketika itu pula, jantung Elvita seakan ingin lepas dari tempatnya." Hah Joy Group, Bukankah itu punya Arvino,? Astaga kenapa dia ada di mana-mana sih Ya Tuhan." ucapnya mendesah pelan.
Kemudian, dirinya memijit pelipisnya dengan pelan karena merasa pusing dengan semua ini. baru saja dia ingin hidup tenang.
Namun sepertinya semesta belum mengizinkan dirinya untuk hidup dengan tenang tanpa bayang-bayang masa lalunya. sementara Winda, gadis cantik itu menatap sang atasan dengan tatapan bingung.
" Bu Evita sakit,?" tanya gadis yang baru berusia 19 tahun itu dengan ekspresi wajah cemasnya. hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, segera menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis.
" Saya tidak apa-apa Winda, hanya saja mungkin karena efek dari kehamilan saya yang semakin membesar ini." ucapnya Seraya mengelus perut buncitnya.
__ADS_1
Winda yang mendengarnya, menghela nafas lega. karena, Ternyata apa yang ia khawatirkan Tidak benar.
" emmm apakah Bu Elvita mau makan coklat,? Katanya coklat bisa membuat orang menjadi tenang lo bu" ucap Winda menawarkan.
Elvita yang mendengarnya sekilas menoleh ke arah samping di mana sang asisten berada. Dengan pelan, wanita hamil itu menganggukkan kepala dan segera meraih satu batang coklat SilverQueen dari tangan sang asisten.
" Terima kasih Win, kau memang yang terbaik." ucap Elvita tersenyum tipis. kemudian wanita itu perlahan-lahan membuka coklat dan memakannya sedikit demi sedikit.
sementara Winda, Gadis itu memperhatikan dan atasan yang sedang menikmati coklat dengan lahap, tersenyum tipis.
" saya janji, akan menjaga ibu dengan penuh jiwa dan raga saya." gumamnya dalam hati. kemudian, dirinya kembali menatap ke depan. memandangi jalanan Singapura yang begitu indah.
andai saja, semua ibukota bersih seperti ini. pasti udaranya akan lebih segar. Namun, Itu semua tidak lepas dari campur tangan dari beberapa pihak yang membantu kesuksesan sebuah wacana.
*****
tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Elvita, telah sampai di sebuah restoran di negara Singapura tersebut. dan dengan cepat, Elvita dan Winda turun dari mobil. kemudian mereka, bertanya pesanan atas nama perusahaan Joy Group
Untungnya, pihak dari Joy group telah memesankan mereka di tempat VVIP. hal itu memudahkan Elvita untuk menghindari kerumunan.
Bukannya tidak mau berbaur, namun keadaan dirinya yang tengah hamil besar itu. membuat Elvita sedikit merasa was-was dengan kandungannya.
Apalagi, ini adalah merupakan anak pertama darinya. Walaupun, nantinya ia akan lahir tanpa kehadiran seorang ayah, namun Elvita akan menjamin semua kebutuhannya.
setelah sampai di ruangan VVIP, ternyata di sana telah terhidang berbagai jenis makanan dari negara Singapura tersebut.
Sialnya, Entah mengapa Elvita menjadi begitu tergiur dengan hidangan yang ada di depan matanya itu. dirinya sampai tidak bisa menelan salivanya hanya gara-gara melihat makanan-makanan itu.
" kenapa aku bisa pengen banget sih makan ini, padahal kan kemarin-kemarin biasa saja," boruto Elvita dengan ekspresi wajah yang sedikit tersiksa.
__ADS_1
karena memang, akhir-akhir ini keinginannya sulit untuk dikendalikan. apalagi jika menyangkut soal makanan. semahal apapun makanan itu, pasti akan langsung ia beli.
Entahlah, dirinya juga tidak mengetahui apa penyebabnya. yang jelas, ketika melihat makanan-makanan itu, dirinya merasa sangat tergiur.
Mungkin, ini juga pengaruh dari kehamilannya. padahal dirinya sudah hampir memasuki usia kandungan 6 bulan.
Namun, ternyata fase ngidam itu masih terjadi di usia kandungan yang hampir menua itu. sekuat tenaga Elvita ingin mengendalikan rasa ngidamnya.
Namun, Sekuat apapun dirinya untuk mencegah. hal itu semakin membuat ia ingin mencicipinya. Namun, atensinya teralihkan saat mendengar suara pintu dibuka dari luar.
tak lama berselang, muncullah seorang laki-laki tampan dan gagah yang menyembul dari balik pintu. hal itu tentu saja membuat Elvita segera mengalihkan tatapannya.
sementara Arvino, laki-laki Tampan itu malah semakin menatap kagum ke arah wanita yang ada di hadapannya.
Tatapannya, tak henti-hentinya menatap kagum ke arah wanita yang tengah berbeda dua itu. dan sesekali, senyumnya merekah begitu saja.
hal itu semakin membuat Elvita, memalingkan wajahnya. dirinya merasakan malu dan juga tanggung secara bersamaan.
Entah mengapa, merasa begitu malu melihat laki-laki yang ada di hadapannya itu. mungkin itu perasaan karena dulu, aarvino pernah mengatakan jika dirinya akan merebut Elvita kembali jika wanita itu tidak dibahagiakan untuk suaminya.
Kenyataannya, Memang sekarang seperti itu. dirinya dinikahi hanya untuk dijadikan alat balas dendam. dan bodohnya Elvita, karena tak mengetahui niatan bersub itu dari awal.
Mungkin karena dirinya terlalu mempercayai ucapan dari sang ayah. dan tanpa berpikir panjang apalagi menyelidikinya terlebih dahulu.
Karena memang, Elvita itu sejenis manusia pintar tapi bodoh. pintar dalam hal bisnis dan segalanya. namun sangat bodoh tentang cinta apalagi dengan kode yang diberikan oleh lawan jenisnya.
Maklum saja, dirinya hanya berpacaran Satu Kali Saja. karena dulunya, Elvita sangat dilarang keras untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya.
Namun, setelah mengenal Arvino, perlahan-lahan membuat pendirian dan pandangan dari kedua orang tua Elvita, sedikit demi sedikit berubah.
__ADS_1
Namun sepertinya Lagi Dan Lagi, keberuntungan tidak berpihak kepadanya. Karena setelah menjalin hubungan dengan laki-laki itu selama hampir 3 tahun, akhirnya ganda juga dengan alasan Perjodohan ini.
dan sekarang ini, dirinya menjadi begitu malu setiap kali bertatapan dengan laki-laki itu.