Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
dua laki-laki tampan


__ADS_3

" Memangnya Apa yang dilakukan suami lo sampai lo berdarah gini?" tanya Resti Seraya menggeram menahan rasa kesalnya.


" dia nonjok lu, lo dipukul ya? kini Cantika juga ikut bertanya dengan sejuta pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


Hal itu tentu saja membuat Elvita menjadi bingung namun juga sedikit senang karena kedua sahabatnya sangat care sekali padanya.


" ih kok malah diem aja, lu diapain sama suami lo?" Resti bertanya sekali lagi dengan rasa tak sabarnya. Jika benar pemikirannya, siap-siap saja si Giovanni akan Bonyok di tangannya.


" gue dihadang terus gue kepentok deh." ucapnya sesingkat mungkin. dengan ekspresi wajah biasa saja.


hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, saling berpandangan karena merasa heran dengan tingkah laku sahabatnya itu.


" Lho kok diem aja santai aja, lu nggak marah gitu sama laki-laki yang udah buat kepala lu terluka? apalagi dia suami lu?" tanya Resti dengan penuh rasa penasaran.


Elvita yang mendengarnya, menghela nafas panjang." huh sebenarnya gue udah merasa lelah banget sama dia. dan gue pengen banget mengakhiri semuanya." ucapnya Seraya menyandarkan kepalanya ke kepala kursi.


" Ya udah kalau gitu kita berdua bantu Buat urus semua perceraian lo." ucap Resti dan Cantika hampir bersamaan. Karena mereka berdua juga sudah merasa geram pada laki-laki yang bernama Giovanni dan merasa kasihan pada sahabatnya itu.


"hmm, nggak semudah itu kali guys, dia bilang dia nggak mau ngelepasin gue karena katanya masih mengharapkan gue kembali." ucapnya Lirih.


Sontak saja hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, membulatkan matanya Soraya membuka mulutnya sedikit lebar.


" astaga! apa yang dia pikirkan? dia udah menjebak lo seperti ini, terus dengan entengnya dia bilang nggak mau ngepasin lo? dasar egois!" ucap Cantika memaki suami sahabatnya itu.


"emm, entahlah tapi gue berharap Liona datang ngelabrak gue." ucapnya Seraya memejamkan mata.


" Lu gila ya, lu malah berharap mau dilabrak sama nenek sihir itu. lu bener-bener nggak waras ya?" maki Cantika pada Elvita.


Resti dan Cantika Tak habis pikir dengan jalan pikiran yang Elvita pikirkan. bisa-bisanya sahabatnya itu ingin dilabrak oleh Adik tirinya itu.

__ADS_1


" ish Bukan gitu, gue pengen di labrak sama Liona, saat Mas Gio ada di sini. Biar Luna bawa pergi tu tapi biar gue nggak usah capek-capek buat ngusir tuh laki," ucap Elvita sedikit kasar.


Sepertinya Wanita itu sudah merasa lelah dengan apa yang dilakukan oleh dua orang yang taat adalah suami dan juga adik tirinya itu.


Namun sepertinya dirinya akan membuat sedikit keributan ataupun drama agar laki-laki yang bernama Giovanni itu bersedia untuk mencarikannya.


Agar image yang susah payah ia bangun, tak runtuh begitu saja dengan kasus perceraiannya. Karena bagaimanapun juga, kasus perceraiannya itu akan mempengaruhi image-nya sebagai seorang pengusaha fashion.


Apalagi, pengusaha-pengusaha fashion di luar sana, sangat-sangat menjaga image mereka. Mereka cenderung menutup menutupi aib keluarga mereka agar tak tercium oleh publik.


"Ya udah kalau gitu, nanti gue bantu deh buat rencana agar mau nyerain lu. dia pasti nggak akan bisa berkutik kalau Lion ada di sini." ucap Resti dengan tersenyum misterius.


Begitupun dengan Cantika, mereka berdua akan membantu Elvita dalam menyelesaikan masalahnya. Elvita yang mendengarnya, hanya melakukan kepala kemudian tersenyum tipis.


tok tok tok


Dengan segera, asisten rumah tangga Elvita segera membukanya. dan tak berselang lama, asisten rumah tangga itu pun kembali lagi menghampiri Elvita dan teman-temannya.


" Maaf nyonya, di luar ada tamu yang mencari nyonya." ucap si Art.


Hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit heran. Karena, selain kedua orang sahabatnya itu, tak ada orang lain lagi yang tahu keberadaannya.


" Siapa yang tahu tentang rumah gue yang ada di sini, perasaan gue nggak pernah ngasih alamat gue ke orang lain." ucapnya Seraya menatap ke arah dua sahabatnya.


mereka berdua kompak mengedipkan bahu tanda tak mengerti." udah lebih baik lo keluar aja siapa tahu penting" ucap Cantika memberikan usul.


" Iya bener siapa tahu aja orang dari klien lu kali yang mau kerja sama sama lu." ucap Resti menimpali.


Elvita yang mendengarnya semakin merasa heran. Karena setahu dirinya tidak ada orang yang tahu tentang tempat tinggalnya. terlebih lagi, semua kliennya tak pernah meminta untuk bekerja sama di luar jam kerja. mereka pasti akan datang di saat jam kerja saja.

__ADS_1


akhirnya Elvita memutuskan untuk menemui orang itu. daripada dirinya pusing kepala sendiri.


Ceklek


Setelah Elvita membuka pintu, seketika itu juga wanita cantik yang tengah hamil besar itu tertegun. kala melihat pemandangan yang ada di di hadapan matanya itu.


Di depan matanya, kini telah berdiri dengan gagah sesosok laki-laki yang ia hindari." Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Elvita dengan nada garangnya'


Sontak saja hal itu membuat laki-laki yang ada di hadapannya itu segera menoleh ke belakang dan benar- dugaan Elvita jika laki-laki itu adalah Giovanni sang suami kampretnya.


" tentu saja ingin mengajakmu pulang. karena kau masih sah menjadi istriku." ucap Giovanni dengan santainya.


Plak


tiba-tiba saja satu tamparan keras mendarat mulus di pipi laki-laki itu. siapa lagi jika bukan Elvita pelakunya. sepertinya kesabaran wanita cantik itu telah diambang batas. hingga dirinya bahkan untuk melayangkan satu tamparan keras yang seperti baru saja ia lakukan itu.


Giovanni yang mendapatkan tamparan keras dari istrinya itu, menatap tajam ke arah Elvita." dasar Istri Durhaka!" harganya pada Elvita.


' bodo amat aku nggak peduli." ucap Elvita tak kalah sengitnya di tengah-tengah ketegangan pasangan suami istri itu, Resti dan Cantika pun datang menghampiri Elvita.


" untuk apa dia ada di sini,?" tanya Resti dengan nada tak sukanya. begitupun dengan Cantika. yang menatap Giovanni dengan tatapan penuh kebencian.


belum sempat Elvita menjawab pertanyaan kedua sahabatnya, tiba-tiba saja terdengar suara dari mesin mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya.


Hal itu membuat semua orang, menatap ke arah mobil yang sedang berhenti itu dengan tatapan penasaran.


Tak lama berselang seorang laki-laki tampan keluar dari dalam mobil. dan itu membuat Elvita semakin tercengang dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.


" Astaga kenapa mereka berdua di sini sih?" tanya Elvita Seraya menatap ke arah kedua laki-laki Tampan itu. dan setelahnya, kembali menatap kedua sahabatnya itu. Sementara Giovanni, laki-laki itu menatap Elvita dan juga Arvino dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


__ADS_2