
Tak lama berselang, Elvita telah sampai di tempat parkir. Ia mendapato sang suami telah berdiri di samping mobilnya dengan tersenyum tipis.
Elvita yang melihatnya, menghela nafas terlebih dahulu. " bismilah, semoga gak akan terjadi apa apa" gumamnya dalam.hati.
Kemudian perlahan melangkah mendekati mobil di mana sang suami telah membukakqn pintu.
" udah selesai,?" tanya laki laki itu dengan sedikit menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik Elvita.
sontak saja, hsl itu membuat Elvita seketika mundur. Dan hal itu membuat Gio menatap penuh heran.
" kau kenapa aayang,?" tanya Gio dengan memautkan alisnya karena merasa keheranan.
" engak papa kok Mas," jawabnya dengan sedikit gugup
kemudian, Gio segera mengajak sang istri untuk pulang ke rumahnya. Karena hari ini, ia benar benar merasa sangat lelah sekali.
Di perjalanan, Elvita dan Gio sama sama terdiam. Jika Elvita terdiam karena metasa takut, lain halnya dengan Gio. Ia terdiam ingin mengatur rencana apa yang bisa ia gunakan untuk meluluhkan hati wanita fi sampingmya itu.
" gimana caranya buat gue bisa dapetin dia ya," Gio memutar otak dan akalnya untuk memikirkan caranya agar dapat empaty dari Elvita.
Tiba tiba saja, sebuah rencana muncul begitu saja saat melewati sebuah pemakaman. " emm sayang, bagaana kalau kita kemakam Mama kamu dulu sebelum pulang,?"tanya Gio secara tiba tiba.
Hal itu sukses membuat Elvita seketika menoleh. " a-apa tadi Mas bilang, mau ketempat Mama,?" tanya wanita cantik itu dengan terbata bata.
Seketika itu ada rasa lain yang menyelimuti hati Elvita. Entah apa yang ia rasakan, yang jelas Elvita merasa ada yang beda yang menyelinap masuk.
" iya sayang, aku serius. Dua rius malahan" jawabnya seraya mengelus kepala Elvita.
Seketika itu pula, wajah wanita cantik itu, menjadierah padam dan tak berapa air matanya mulai mengalir deras bak anak sungai yang tak ada bendunganya.
" kenapa malah nangis,?"tanya laki laki itu dengan wajah keheranan.
Elvita hanya menggeleng saja dan semakin terisak. tak lama kemudian, ia mulai tenang dan mulai mengngkat wajahnya.
"aku nggak papa," ucapnya seraya masih terisak tipis.
" apa kita pulang saja,?" tanya Gio dengan wajah khawatirnya.
Seketika itu pula, Elvita menggelengkan kepalanya. " nggak usah Mas. Aku hanya merasa terharu saja," ucapnya seraya menyeka air matanya.
Gio yang mendengarnya, mengulas senyum tipis. Kemudian tanganya terulur dan mengusap rambut Elvita dengan lembutnya.
__ADS_1
" gak usah merasa terharu sayang, aku itu suamimu dan aku juga harus mengngap dia juga ibuku " Gio berkata dengan lembutnya.
Elvita yang mendengarnya, hanya mengangguk saja. Kemudian mereka bersiap untuk pergi kemakam Ibu Elvita.
Setelah memempuh perjalanan kurang dari tiga puluh menit, Elvita dan Gio telah sampai di gerbang sebuah pemakaman umum keluarga.
Mereka segera turun dan menuju tempat penjual bunga itu berada. "bang bunganya satu ya," ucap Elvita dengan menyerahkan keranjang bunga.
" iya Neng," tangan laki laki tua itu meraih keranjang bunga dan segera mengisinya.
Setelah selesai, ia dan suaminya, segera melangkah masuk ke area pemakaman
" assalamu' alaikum Mah, apa kabar,?" sapa gadis cantik itu seraya berjongkok di depan batu nisan. disusul oleh Gio yang juga ikut duduk.
" assalamu' alaikum Mah," sapa laki laki beralis ulat bulu itu. Ia juga ikut mengusap batu nisan mertuanya.
Elvita yang mendengarnya, menoleh sesaat dan menatap sang suami dengan ekspresi wajah tak percaya.
" kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu,?" tanya Gio denga ekspresi heranya.
Elvita yang mendengarnya, mengelengkan kepalanya. " aku ngerasa terharu aja," ucapnya tersenyum tipis.
" ksmu itu ada ada aja, aku kan suami kamu ya jelaslah aku perhatian sama Mama kamu," Gio menepuk bahu Elvita.
" terimakasih," Elvita tersenyum tipis dan kembali fokus pada mskam yang berada di depanya.
" Mah, El Kangen," wanita cantik itu tampak menyeka air matanya.
Gio yang berada di sisinya, menenangkan sang istri dengan merangkulnya dan mengelus elus pundaknya.
"sabar sayang, kamu harus bisa kuat demi kita berdua. Doakan saja, supaya Mamah tenang disana. " Gio tampak mengelus kepala Elvita.
"terimakasih Mas," ucapnya seraya tersenyum manis. Lalu mereka kembali mengajak berbicara Mama Elvita.
Seakan akan, orang yang ada di dalam.kubur itu bisa merwsponya.
Sementara Gio, laki laki itu tak memperdulikan apa yang di ucapkan oleh wanita di sampingnya. Ia malah fokus ber chat- ingan dengan istrinya yang lain.
Sungguh laki laki seperti itu, tidak pantas untuk mendapatkan cinta tulus dari wanita sebaik Elvita. sungguh malang nasib wanita itu.
Setelah hampur tiga puluh menit, Elvita dan Sang Suami segera pamit untuk pulang. " Mah, El sama Mas Gio pulang dulu ya, nanti kapan kapan aku kesini lagi," ucap wanita itu seraya mengusap batu nisan
__ADS_1
Gio yang mendengarnya, segera metangkul sang istri dan bangkit dari duduknya. " nanti, kita kesini lagi ya Mah, sama cucu Mama," Gio mengelus perut sang istri.
Seketika itu juga, pipi Elvita tampak merah karena malu. Kemudian ia menganggul meng-iyakan ucapan suaminya.
"iya Mah, aku pulang ya, assalamu'alaikum," sapanya dan berlalu dari sana.
****
Sesampaonya dalam mobil, Gio memandang wajah Elvita. ada rasa lain yang menggelayut di dalam hatinya.
Dengan segera, laki laki itu menggelengkan kepalanya mengusir pikiran aneh yang ada di dalam fikiranya.
" nggak boleh, itu nggak boleh terjadi," gumamnya seraya menepis pikiran itu.
Sementara itu, Elvita yang baru mengusap air matanya, merasa aneh dengan sikap sang suami.
" Mas kenapa,?' tanya Wanita itu dengan alis menaut heran
Gio segera menggelengkan krpala. Nggak papa, kita pulang aja ya,' ucapnya lembut.
Elvita hanya mengangguk seraya tersenyum.tipis dan dengan segera, Gio segera melajukan mobilnya ke rumah.
*****
Sesampainya di rumah, Elvita segera turun dari dalam mobil dan dengan segera menuju kedalam rumahnya.
Sementara itu. Gio masih tercemung di kursi kemudinya. " nggak mungkin kan, gue suka sama dia, yang gue suka kan cuma Liona," Gioasih berusaha mengelak.
dengan segera, laki laki itu turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Dan dengan segera menuju kamarnya.
Ceklek
Suara pintu kamar di buka dari luar dan dengan segera, Gio masuk kedalam kamar. Ia mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan. Seakan mencari sesuatu.
Tak lama berselang, suara pintu terbuka dari dalam. Menampakan Elvita yang baru saja selesai mandi.
Ia terlihat lebih menggoda dengan perlahan, laki laki itu berjalan menghampiri sang istri.
"kau memang cantik," ucapnya berbisik di telinga Elvita. Sementara wanita itu hanya terdiam.
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Gaes
__ADS_1