Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Apa Lagi Ini?


__ADS_3

Seketika itu pula, Elvita bangkit dari duduknya karena baru saja seperti terkena hipnotis. dengan segera, wanita beranak satu itu, menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" Jangan sembarangan memegangku!" bentak Elvita dengan ekspresi wajah merah padam. karena menahan amarah. Sementara Giovanni, hanya menatap Elvita dengan tetapan datarnya.


Kemudian, dengan segera laki-laki itu beranjak dari kursi kebesarannya. kemudian melangkahkan kakinya, menghampiri wanita yang masih sah menjadi istrinya itu.


Seketika itu pula, Elvita memundurkan langkah karena rasa khawatir dan juga takut yang menyelinap masuk ke dalam hatinya.


" Jangan pernah berani menyentuh lagi atau,..." belum sempat Elvita meneruskan ucapannya, Giovanni telah terlebih dahulu membungkam suara wanita itu dengan bibirnya.


hingga membuat keduanya kini, menjadi menyatu seperti roti isi. dan lebih parahnya lagi, Elvita sempat merasa terbuai dengan permainan yang diciptakan oleh apalagi yang masih menjadi suaminya itu. hingga akhirnya, wanita beranak satu itu menyadari tindakan bodohnya.


Dengan sekuat tenaga Elvita mendorong tubuh Giovanni hingga tubuh laki-laki itu, seketika mundur beberapa langkah.


Plak


Elvita melayangkan satu tamparan keras ke dalam pipi laki-laki itu. hal itu seketika membuat Giovanni mengerang kesakitan. karena memang, terasa panas itu menjalar di area pipinya. akibat tamparan dari tangan Elvita


Seketika itu pula, Giovanni menatap tajam ke arah Elvita yang suka Tengah menatapnya dengan Tatapan yang tak kalah tajamnya.


" Kenapa kau menamparku?" tanya Giovanni Seraya melayangkan tatapan tajam pada wanita yang masih berstatus istrinya itu.


bukannya merasa takut ataupun menyesal, Elvita Justru malah menatap Giovanni dengan tatapan tajam pula." Kau Yang kenapa? Kenapa kamu memelukku sembarangan seperti ini?" tanya Elvita dengan nada meninggi. dan juga, nafas yang naik turun. karena menahan amarah Yang meluap di dalam dadanya.


Bukannya menjawab, Giovanni malah menatap sinis ke arah wanita itu." kau bilang aku sembarangan menyentuhmu, Tapi apa Kau tidak sadar, kamu juga menikmati apa yang aku lakukan." ucapnya Seraya tersenyum sinis


Deg


jantung Elvita seakan ingin lepas dari tempatnya karena mendengar ucapan dari Giovanni itu. Rasanya, dirinya ingin menghilang saat ini juga. karena apa yang dikatakan oleh Giovanni itu Memanglah benar adanya.

__ADS_1


" nggak bisa jawab kan, dasar munafik!" hardik Giovanni dengan nada sinisnya.


hal itu semakin membuat Elvita seketika menatap tajam ke arah laki-laki itu. dengan pasar menghempaskan amplop berwarna coklat itu ke atas mejanya." segera tanda tangani, karena aku sudah tidak tahan berada di sini." ucapnya penuh dengan penekanan.


Bukannya merasa takut, Giovanni yang mendengarnya Justru malah semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Elvita. jantung wanita itu, seketika ingin lepas dari tempatnya.


" jangan pernah menyentuhku!" teriak Elvita Soraya mendorong tubuh Giovanni beberapa kali. berharap laki-laki itu segera pergi dari hadapannya.


Namun, bukannya menuruti perkataan Elvita, Giovanni Justru malah semakin mendekat dan dengan segera, memeluk tubuh mungil Elvita.


Seketika itu pula, Elvita mendorong tubuh Giovanni dengan sekuat tenaga. hingga membuatnya, seketika terjengkang jatuh ke belakang.


"dasar pria mesum, pria gila." ucap Elvita Seraya memaki laki-laki itu dengan sekuat tenaga. Setelahnya, Elvita segera membuka pintu.


Baru saja, wanita itu membuka pintu. dirinya sudah tercengang melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Di mana,


" ngapain lu ada di sini?! Lu mau godain suami gue?!" tanya orang itu Seraya memetik dengan suara yang begitu keras.


"Mas, Apa yang kamu lakukan dengan wanita ini." ucap Liona Seraya menunjukkan arah Elvita. Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya seketika mengelus dada.


Sebenci itukah Liona kepadanya, hingga lama sekali tak sudi untuk menyebut namanya? Entahlah. namun, Entah mengapa hatinya begitu tak enak saat mendengar ucapan dari Liona yang memang masih menjadi adik tirinya itu.


"hais, Kenapa juga gue harus merasakan sakit seperti ini, lagi pula dia kan bukan siapa-siapa gue?" ucap Elvita dalam hati Sara yang menggelengkan kepala.


Kemudian Elvita menatap ke arah Giovanni. berharap laki-laki itu akan menjelaskan semuanya pada istrinya.


Namun, harapannya seketika itu sirna karena mendengar ucapan dari Giovanni." dia mencoba merayuku sayang, makanya aku sedikit menghindar dari wanita itu." ucapnya Seraya menunjuk ke arah wajah Elvita.


Seketika itu pula, wajah Elvita menjadi merah padam karena merasa sangat marah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Giovanni." Apa maksud Mas, Bukannya kamu yang memaksaku?" tanya Elvita berapi-api.

__ADS_1


"hei, kau jangan suka membalikan kenyataannya, bukankah kau yang memang ingin menggodaku?" tanya Giovanni dengan nada mengejeknya.


hal itu semakin membuat Elvita yang mendengarnya, seketika naik pitam. dengan segera, wanita itu melangkahkan kaki. hingga kini jarak Elvita dan juga Giovanni hanya tersisa beberapa senti saja.


Plak


Seketika itu pula, Elvita menampar Giovanni dengan sangat keras hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


" dasar laki-laki tidak tahu diri, selalu saja memutarbalikkan fakta.!" Elvita berteriak cukup lantang. Hal itu membuat Giovanni yang mendengarnya, seketika tersenyum sinis.


" kamu lihat kan sayang, kakakmu ini sepertinya sangat terobsesi padaku. kau lihat saja sikapnya itu." ujarnya Seraya melirik ke arah Liona.


dengan gerakan cepat dan juga kasar, Liona menarik tangan Elvita dan menghempaskannya di dinding. Kemudian,..


Plak


Satu tamparan keras, mendarat mulus di pipi Elvita. Hal itu membuat wanita satu anak itu, mengerang kesakitan karena merasakan panas yang sangat menyiksa.


" beraninya kau menggoda suamiku, dasar wanita murahan!" ujarnya Seraya mencengkeram leher Elvita, tangga membuat wanita itu kesulitan untuk bernafas.


" le-paskan aku," ujarnya dengan nafas tersengal-sengal. karena memang Elvita hampir kehilangan asupan udara. akibat dari cekikan yang ada di tenggorokannya.


Namun, bukannya melepaskan, liona malah semakin mencengkeram leher sang kakak tiri. hingga membuatnya, hampir pingsan.


Untung saja, dengan gerakan cepat, Giovanni menarik tangan Liona." jangan sayang, nanti kalau kamu masuk penjara gara-gara kasus pembunuhan gimana?" tanya Giovanni dengan nada lembutnya.


Hal itu membuat Liona seketika melepaskan cenkramanya dari leher Elvita. "uhuk uhuk uhuk," seketika itu pula, Elvita menghirup udara dengan sangat rakus. dan disertai batuk yang luar biasa.


" dasar kalian stress!" ucap Elvita seraya berlalu dari sana. dirinya masih mencoba untuk mencerna apa yang baru saja terjadi." dasar pasangan tidak waras!" ucapnya seraya menatap sinis ke arah Liona dan juga Giovani yang masih terlihat sedikit dari balik pintu.

__ADS_1


Kemudian, Elvita berjalan kearah mobilnya dan menyempatkan diri untuk memantulkan lehernya di depan cermin


__ADS_2