Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Dasar Bodoh!


__ADS_3

Elvita keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sangat lemas. terlebih lagi, wanita itu menangis sejadi-jadinya karena merasa tindakan bodoh yang ia lakukan.


" Kau benar-benar bodoh El, bodoh! bodoh! bodoh!" hardiknya dengan memukul-mukul kepalanya. Kemudian, tangannya terulur untuk mengambil benda pipih berwarna putih biru itu.


Tangannya terasa sangat bergetar saat akan mengambil benda panjang dan pipih itu. matanya nanar melihat ke arah dua garis merah yang ada di benda itu.


Seketika itu pula, nafasnya terasa berat. Karena Lagi Dan Lagi, dirinya merasa sangat bodoh." Ya Tuhan, Mengapa ini bisa terjadi padaku. hiks hiks hiks." tangis Elvita pecah.


Sontak saja hal itu membuat baby Azriel yang tengah tertidur pulas, seketika terbangun dan menangis cukup kencang.


Oeeekkk,... Oeeekk,... Oeekk,...


bayi laki-laki yang baru berusia empat bulan itu, menangis dengan cukup kencang. dengan langkah terseok-seok, Elvita melangkah mendekati ranjang. Kemudian segera merangkak naik. dan menggendong bayi laki-laki itu.


Kemudian mencoba menyusui bayi laki-laki itu. agar mau berhenti. Namun, seakan mengetahui batin ibunya yang tidak baik-baik saja, baby Azriel Malah semakin kencang menangis. Hal itu membuat Elvita yang merasa panik, Justru malah ikut menangis tersedu-sedu.


"hiks hiks, sayang kamu pasti tidak nyaman ya dengan apa yang Bunda alami ini, Maafkan ibu ya nak. hiks hiks hiks" Elvita menangis tersedu-sedu.


tok tok tok


tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar Elvita. hal itu membuatnya, seketika menoleh dan kemudian beranjak dari kasur.


Ceklek


Elvita dengan segera membuka pintu. dan dirinya sangat terkejut karena melihat Winda sang sekretaris, sudah berada di hadapannya dengan pakaian rapi.


" Ibu tidak ke kantor?" tanya Winda yang sedikit heran karena melihat Atasannya itu masih memakai baju tidur dan terlihat begitu acak-acakan.


Elvita yang mendengarnya, tak langsung menjawab. wanita itu menyuruh Winda untuk masuk ke dalam kamarnya." masuk dulu Win" ucapnya Seraya menarik tangan gadis itu.


Kemudian mempersilahkan Winda untuk duduk di sofa sebelah ranjang." saya boleh minta tolong,?" tanya Elvita Seraya menatap ke arah luar jendela.

__ADS_1


Winda yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala." tentu, apapun yang Ibu pelukan, Saya akan siap membantunya." ucap Winda dengan tersenyum manis.


" Tolong kamu panggil satu pelayan untuk kemari. untuk membersihkan tubuh anak saya. karena jujur, Saya masih sangat lemas." ucapnya dengan mengusap wajah Baby Azriel yang tengah menyusu itu.


Widah yang mendengarnya, seketika terdiam." ibu sakit?" tanya Winda Seraya menatap ke arah Bosnya itu.


Bukannya menjawab, Elvita hanya tersenyum tipis kemudian menyuruh untuk segera memanggil pelayan. Elvita hanya merasa malu jika bawahnya itu tahu bosnya Begitu bodoh. Karena menjadi terbuai akan rayuan laki-laki yang jelas-jelas menyakitinya.


Winda yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. Kemudian, segera memencet tombol yang ada di atas nakas itu.


Tak lama berselang, seorang pelayan berdiri di lambang pintu. dan setelah dipersilakan masuk, pelayan itu segera berjalan mendekati sang majikan yang masih bersandar di sandaran ranjang.


" Permisi Nyonya, Anda memanggil saya?" tanya pelayan itu Seraya menundukkan kepala. Elvita yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala.


" tolong mandikan Baby Azriel. Sepertinya, Saya tidak kuat untuk berjalan lama-lama." ucapnya dengan nada lemah.


mendengar ucapan dari Elvita, pelayan itu hanya mengangguk kemudian mengambil baby Azriel yang berada dalam gendongan Elvita.


Setelahnya, wanita paruh baya itu segera masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian, dengan segera memandikan bayi berusia 4 bulan itu.


" tidak perlu repot- repot Win, lebih baik kamu panggilkan satu pelayan lagi untuk masuk ke dalam kamar ini." ucap Elvita Seraya mengusap air matanya yang sedari tadi terjatuh itu.


" tidak apa-apa Bu, Saya tidak merasa repot kok. Hitung-hitung belajar mengurus anak." ucap Windia Seraya tersenyum tipis.


Akhirnya, Elvita hanya bisa tersenyum tipis Seraya memandangi sekretarisnya itu mengambil baju-baju yang akan dikenakan oleh baby Azriel.


" Emangnya kamu sudah siap untuk menjadi seorang ibu?" tanya Elvita setelah mereka sama-sama terdiam cukup lama.


" hihihi Siap nggak siap sih Bu, tapi kita kan harus siap." ucapnya Seraya terkikik geli.


Elvita yang mendengarnya, juga ikut tersenyum tipis. tak lama berselang, pelayan yang tadi memandikan baby Azriel, keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Dengan segera, wanita paruh baya itu segera memakaikan baju dan juga aksesoris-aksesoris yang lainnya.


" Ibu kenapa, Kenapa sepertinya lama sekali?" tanya Winda dengan menatap seksama ke arah Bosnya itu.


Elvita yang mendengarnya, seketika menggilingkan kepala." aku tidak apa-apa, Ya sudah kalau begitu, Kau boleh berangkat. itu ada berkas di atas meja." ujarnya Seraya menunjuk ke arah nakas.


Winda yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian, dengan segera, berjalan dan keluar dari kamar Elvita.


Sepeninggalan sekretaris dan juga asisten rumah tangganya, Elvita kembali menangis tersedu-sedu karena merasa begitu bodoh." sekarang, di sini akan tumbuh lagi seorang anak." ucapnya dengan lirih Soraya mengusap perutnya yang masih rata.


Sementara itu baby Azriel Tengah tengkurap dan bermain bersama mainan-mainan mahalnya. yang memang dibelikan oleh Arvino.


Sore harinya, di saat Elvita Tengah duduk di kursi dekat balkonnya, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"masuk," ucapnya Seraya menatap sekilas ke arah pintu. Kemudian kembali menetap ke arah depan.


Hap


tiba-tiba saja, sebuah tangan menutup kedua mata Elvita. hingga membuat, wanita itu sedikit tersingkat kaget.


"astaghfirullah, siapa ini," pakai Elvita Saraya tangannya berusaha untuk memiting tangan orang itu. hal itu tentu saja membuat orang itu seketika mengadu kesakitan.


" kau Kasar banget sih," gerutu orang itu yang langsung duduk di samping Elvita. Hal itu membuat Elvita yang melihatnya, seketika tercengang.


" kau datang sendiri?" tanya Elvita Seraya menatap orang itu. yang tak lain adalah Cantika.


"noh, " ucapnya Seraya menunjuk ke arah Resti yang tengah bermain bersama baby Azriel di atas karpet berbulu.


" Kenapa sih ngelamun terus, lu nggak kenapa-napa kan?" tanya Cantika dengan tatapan menyelidiki. membuat Elvita yang melihatnya, seketika merasa sangat gelisah.


" jujur sama gue, kenapa," tanyanya Seraya memegang kedua pundak Elvita.

__ADS_1


"gu-gue Hamil" ucapnya Lirih Seraya terbata-bata. hal itu tentu saja membuat Resti yang tengah bermain bersama baby Azriel, seketika terkejut. Bahkan, sampai menjatuhkan mainan yang ada di tangan.


" serius lu?" tanya Cantika mematikan. karena dia merasa tak percaya.


__ADS_2