
saat ini, Elvita telah dipindahkan dari ruang operasi menuju ke ruang perawatan VVIP. wanita itu, Sampai saat ini pun, belum sadarkan diri. Hal itu membuat Resti dan Santika, merasa begitu khawatir. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka berdua pun kini juga tengah mengandung.
hal itu tentu saja membuat kedua sahabat Elvita itu, tak leluasa untuk menjaga wanita itu. dan akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. dan saat ini, yang menjaga Elvita hanyalah Arvino dan juga baby Azriel. yang tampak anteng dalam gendongan laki-laki itu.
tak lama berselang, tangan Elvita pun bergerak menandakan wanita itu sudah melewati masa kritisnya. hal itu tentu saja membuat Alvino yang melihatnya, seketika bangkit dan langsung menghubungi tim medis.
tak lama berselang, seorang dokter dan beberapa perawat datang menghampiri ruangan Elvita. dan setelah itu, mereka segera memeriksa keadaan wanita itu.
" dia sudah melewati masa kritisnya." ucap dokter itu Seraya tersenyum tipis. kemudian berjalan keluar dari dalam kamar itu.
Setelah kepergian para tim medis itu, Arvino segera menghubungi semua orang untuk mengabarkan jika Elvita sudah sadarkan diri. setelah itu, Arvino segera duduk di samping brankar wanita itu Seraya mengulas senyum tipis.
__ADS_1
" akhirnya kamu sadar juga." ujarnya Seraya mengelus tangan Elvita. namun, berbeda dengan wanita itu. karena sedari tadi, Elvita hanya terdiam seperti Tengah mengingat sesuatu.
" anak aku mana?" tanya Elvita Seraya menatap ke arah Arvino dan juga sekelilingnya. hal itu tentu saja membuat Arvino yang mendengarnya, berusaha agar tetap tersenyum tipis.
" Tenanglah, dia ada di Sofa sedang tidur." mengejarnya Seraya menunjuk ke arah sofa di mana Baby Azril Tengah tertidur pulas.
Elvita yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala." bukan itu yang aku maksud, anak aku yang ada di perut mana?" ucapnya memperjelas pertanyaan yang baru saja ia lontarkan itu.
Hening,....
"Ar, jangan ada yang disembunyiin dari aku. Please tolong." ucap Elvita Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada. dan dengan memasang wajah memelas.
__ADS_1
hal itu tentu saja membuat Arvino yang melihatnya, menjadi sangat gundah dan juga Bimbang. hal itu semakin membuat l kita yang melihatnya, semakin merasa yakin jika ada sesuatu yang terjadi. dan setelah merengek dan juga meminta penjelasan, akhirnya Arvino pun mengatakan sesuatu.
" sebenarnya, bayimu sudah tak selamat." ucapnya dengan nada Lirih. bahkan nyaris tak bersuara.
Degh
Seketika itu pula, jantung Elvita seakan ingin lepas dari tempatnya. saat wanita itu mengetahui fakta yang menyakitkan.
" tidak! itu tidak mungkin terjadi!" teriak Elvita histeris. hatinya begitu hancur. dunianya seakan runtuh saat mendapati kabar mengejutkan itu. Bahkan, Wanita itu sudah seperti orang tidak waras. dirinya mencoba untuk mencabut selang infus dan juga melarikan diri dari sana.
hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika yang baru saja datang, seketika merasa terkejut dengan kondisi sahabatnya itu. dan dengan sigap, Resti dan juga Cantika segera menangkap dan membawanya kembali ke atas ranjang rumah sakit.
__ADS_1
" tenang Ya El lu harus tenang." ucap Resti Seraya memeluk sahabatnya itu.
" Bagaimana gue bisa tenang, anak gue nggak ada." ucapnya dengan histeris. hingga membuat baby Azriel yang telah tertidur pulas, seketika terbangun dan menangis kencang,