Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
mungkin salah orang


__ADS_3

Resti ikut berlari kecil bersama Cantika untuk mengejar orang itu." Lu lihat apa Cantika,?" tanya Resti sedikit ngos-ngosan.


Cantika yang mendengarnya, tak langsung menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. matanya masih meneliti ke seluruh bangunan mall itu." apa gue salah lihat ya?" tanya gadis itu bergumam sendiri.


sementara Resti, wanita itu melihat gelagat aneh sahabatnya, segera menegur Cantika." Hei lu kenapa sih?" tanyanya Seraya ikut meneliti ke sekeliling.


Hal itu membuat Cantika sedikit menoleh ke arah Resti." gue tadi kayak lihat Liona deh, tapi kok sekarang nggak ada ya?" tanya wanita itu merasa bingung.


" Mungkin lu salah lihat kali," ujar Resti Seraya menarik tangan Cantika." yuk ah pergi Katanya mau jalan-jalan." selanjutnya mereka segera menyusuri kembali mall terbesar di kota itu.


sementara Tanpa mereka sadari, orang yang sedang mereka cari Tengah bersembunyi di balik tembok." Sial gue Hampir aja ketahuan," gerutunya Seraya berlalu pergi.


****


sementara itu Cantika dan Resti kini tengah asik berbelanja. walau mereka baru saja bekerja, mereka masih mempunyai tabungan yang cukup jika hanya untuk membeli barang diskon.


" Eh ini gantungan bagus banget ya Ada tiga lagi kita beli yuk," usul Resti Seraya menunjukkan benda itu pada Cantika.


Cantika yang melihatnya, langsung menganggukkan kepala." Ayo mumpung diskon itu." ucapnya semangat.


mereka kembali mencari baju untuk bekerja. mereka memilih baju yang sedikit murah. uang mereka belum cukup untuk membeli barang yang mewah seperti dulu.


karena baik Cantika maupun Resti, sama-sama bertekad untuk hidup mandiri tanpa tergantung pada orang tua mereka masing-masing.


Jadi sebisanya mereka harus hemat untuk mengatur keuangan mereka. jangan sampai uang mereka kehabisan sebelum tanggalnya.


****


Setelah selesai berbelanja, Resti dan Cantika memutuskan untuk makan sejenak di restoran yang ada di mall tersebut.


Cantika Masih memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Ia yakin sekali bahwa yang dirinya lihat itu adalah memang benar adanya.


" Lu kenapa,?" tanya Resti Seraya menyiapkan es krim ke mulutnya.


" gue kok ngerasa kalau apa yang gue lihat itu beneran ya Res,?" tanya Cantika.


Resti menautkan alisnya karena merasa bingung." maksudnya?" tanyanya merasa bingung.

__ADS_1


" Emangnya Lu beneran lihat dia?" tanya Resti yang mulai penasaran. Mendengar hal itu, Cantika menganggukkan kepala.


" iya gue yakin banget kalau gue nggak salah lihat," ucap Cantika Seraya menatap lurus ke depan.


" kalau begitu kita selidiki dulu lah, kalau salah kan kita juga yang malu." ucap Resti Seraya mengeram kesal.


dirinya yakin jika apa yang mereka pikirkan itu benar. jika memang benar apa yang mereka pikirkan, mereka akan langsung melabrak dua manusia terkutuk itu.


berani-beraninya mereka menghianati dan menyakiti wanita sebaiknya Elvita yang merupakan Wanita berhati malaikat itu.


setelah mereka puas, bersenang-senang di mall mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.


masing-masing.


****


Sementara itu di lain tempat, seorang wanita cantik Tengah duduk di sofa ruang Tengah Seraya membaca majalah kesukaannya.


" kok mas Gio belum pulang juga ya hari ini,?" tanya sedikit cemas. dengan segera wanita cantik itu mengambil ponsel yang ada di meja.


setelahnya membuka aplikasi hijaunya untuk menghubungi sang suami.


beberapa saat kemudian, ponselnya masih berdering. Dan beberapa saat pula Elvita menunggu jawaban dari sang suami.


namun sudah hampir 15 menit, sambungan ponsel itu masih tetap sama. belum ada jawaban dari suaminya itu.


"huh, ini Mas Gio ke mana sih kok dari tadi aku nggak bisa,?" tanyanya Seraya menghela nafas panjang.


tiba-tiba saja, dirinya mulai khawatir dan mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh para sahabatnya itu.


" Apa mungkin yang dikatakan cantik dan Resti itu benar ya?" tanyanya menebak-nebak. malah sekarang pikirannya menjadi sangat kacau akibat dia menebak-nebak.


" ah semoga saja apa yang aku duga itu tidak benar" gumamnya Seraya kembali membaca majalah.


hingga pukul 08.00 malam, Evita masih menunggu sang suami. namun belum ada tanda-tanda laki-laki itu pulang.


" Ais ke mana sih Mas Gio ini," tanya Elvita Seraya menggerutu kesal.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terdengar suara mesin mobil dari arah depan. dengan segera wanita cantik itu berjalan menghampiri pintu utama.


" Mas ke mana aja sih Jam segini baru pulang,?" tanya Evita Seraya sedikit mengomel. Dirinya menjadi curiga sekaligus khawatir.


" Maaf sayang Mas tadi itu ada meeting mendadak waktu jam pulang kerja makanya lama," ucap Gio meyakinkan.


Hal itu membuat Elvita hanya mengangguk mengerti." Mas mau makan atau mandi dulu?" tanya wanita itu Seraya berjalan menuju kamar mereka.


" mandi dulu aja kali ya mas Soalnya capek banget" ucapnya Seraya merebahkan diri di sofa kamarnya.


Elvita yang mendengarnya, mengangguk mengerti dengan segera wanita cantik itu menyiapkan segala keperluan sama suami untuk mandi.


Walaupun Elvita mempunyai banyak pelayan, namun untuk urusan ini. Elvita memutuskan untuk menyiapkannya sendiri.


Setelah semua selesai, wanita itu segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri sang suami." air mandinya sudah siap Mas" ucapnya Seraya tersenyum tipis.


Gio yang mendengarnya, mendongak dan menatap sekilas ke arah wanita yang menjadi istrinya itu.


" Apa kau sudah mandi,?" tanya Gio ambigu. Hal itu membuat Elvita sedikit tercengang. karena dirinya tahu apa yang dimaksud oleh sang suami.


" Aku mau menyiapkan makananmu dulu," ucapnya Seraya terburu-buru pergi. karena dia tahu apa yang dimaksud oleh suami.


" Ya ampun Kenapa aku memiliki suami yang sangat mesum seperti ini" ucapnya seraya bergedi ngeri.


setelahnya ia menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam dirinya dan Gio." eh Nyonya biar kami saja yang menyiapkan makanan ini" ucap salah satu maid.


Elvita yang mendengarnya mengangkat tangan Seraya menggelengkan kepala" tidak usah biar saya saja yang menyiapkan, kalian lanjutkan saja pekerjaan yang lain" perintahnya.


dengan segera para maid itu, mengangguk dan menjalankan perintah dari sang majikan. tak berapa lama, Gio turun dari anak tangga menuju ke ruang makan.


dengan segera, Elvita segera melayani sama suami dengan baik. hal itu sedikit membuat hati Gio menceleos.


karena selama ini, jika dirinya bersama Liona, Gio tidak akan pernah mendapatkan perhatian seperti ini. hal itu tentu saja membuat hatinya menghangat.


" Makasih sayang." ucapnya tersenyum tipis. Elvita yang mendengarnya hanya mengangguk saja.


setelahnya mereka makan dalam keadaan diam. karena di antara mereka sama-sama menikmati makanan yang masuk dalam mulut masing-masing.

__ADS_1


" mas Dari mana aja sih kok lama banget baru pulang jam segini?" tanya wanita itu Seraya mengelap mulutnya dengan tisu.


jangan lupa tinggalkan jejak guys


__ADS_2