Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
mencoba berpikir positif


__ADS_3

Mendengar hal itu, Gio mencoba untuk memberikan alasan yang tepat agar wanita yang ada di depannya, mempercayai cerita yang dibuat oleh Gio.


"Mas kok malah bengong sih ditanya?" tanya Elvita Seraya Melambaikan tangannya di depan wajah laki-laki itu.


" eh Iya sayang maaf ada apa,?" tanya laki-laki itu sedikit gelagapan.


hal itu,, tentu saja membuat Elvita semakin penasaran dan sedikit menyerah curiga pada suaminya itu.


" seperti ada yang aneh dengan mas Gio." gumamnya sedaya melanjutkan makan. dan akhirnya mereka menikmati makan malam dengan suasana diam.


dan akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat tanpa membahas dan menyinggung permasalahan yang baru saja mereka alami.


Pagi harinya,...


Elvita bergegas bangun pagi. dirinya menatap ke arah samping di mana suaminya masih tertidur dengan lelap.


" apa sebenarnya yang kamu sembunyikan Mas,?" tanya wanita itu Seraya beranjak dari tempat tidur. dirinya memutuskan untuk berpikir positif.


dia beranggapan, apa yang dikatakan suaminya itu benar. mungkin saja, kedua sahabatnya itu memang salah lihat.


sampai sejauh ini pun, Elvita masih berpikir dengan positif. karena dirinya tidak ingin, menaruh curiga pada suaminya sendiri.


" eh Nyonya Mau masak apa?" tanya sama satu mic yang berpapasan dengannya.


Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis." Saya mau buat sarapan dan bekal makanan untuk dibawa ke kantor." ucapnya tersenyum tipis.


" kalau begitu biar saya bantu," ucap Maid itu Seraya melangkahkan kakinya mendekati sang majikan.


Elvita hendak menolak." nggak usah biar aku aja" ucapnya mencegah.


Hal itu membuat Maid itu, mengurungkan niatnya. dan akhirnya mereka hanya melihat sang majikan memasak.


Tak lama kemudian,Gio turun dari dari kamarnya menuruni anak tangga menuju ke ruang makan." pagi" Siapa laki-laki itu Seraya mendekat pada sang istri.


Cup


satu kecupan mendarat mulus di kening Elvita. itu tentu saja membuat wanita cantik itu, merasa malu." Mas malu ih ada orang tahu nggak." ucapnya Seraya berbisik.

__ADS_1


Gio yang mendengarnya, mengedarkan pandangannya melihat sekeliling ruangan." mana nggak ada orang tuh" ucapnya Seraya duduk di kursi meja makan.


Elvita yang mendengarnya, ikut mengedarkan pandangannya ke penjuru. seketika itu pula dirinya berdecak kesal.


" terus itu kalau bukan orang apa,?" tanya wanita cantik itu Seraya mendengkur kesal. sementara Gio yang mendengarnya hanya menatap datar.


" Sudahlah sayang lebih baik kita berangkat sekarang." ucapnya Seraya meraih tas kerja yang ada di sebelahnya.


begitupun dengan Elvita. wanita cantik itu juga memutuskan untuk berangkat kerja karena Jam sudah menunjukkan pukul kurang.


****


Elvita segera masuk ke dalam mobilnya. dan merajutkannya meninggalkan area rumah mewahnya.


di sepanjang jalan, pikiran wanita itu tak menentu. memikirkan sikap suaminya akhir-akhir ini." kok sepertinya Mas Gio sedikit berubah ya?" tanya wanita itu Seraya mengedarkan pandangannya.


Deg


seketika itu pula, jantung Elvita berdegup dengan kencang. saat pasang netralnya tak sengaja melihat sesosok yang dikenalnya.


" dia,.." gumamnya Seraya memicingkan mata. untuk mematikan Apa yang dia lihat benar atau tidak. dan seketika itu pula, matanya membelalak lebar.


****


Setelah 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Elvita, memasuki area kantor Elvita.


dan seperti biasanya, wanita cantik itu selalu menjaga karena pada setiap karyawannya. tak lama berselang, matanya melihat kedua sahabatnya yang baru saja turun dari sebuah taksi.


dengan segera Elvita menghampiri Cantika dan juga Resti." kita masuk sekarang," ajaknya Seraya menarik tangan Cantika dan juga Resti.


mereka berdua yang melihat gelagat aneh dari sahabat sekaligus Bosnya itu, hanya bisa saling melempar pandang. dan akhirnya mereka memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. karena memang, jam kerja Sudah dimulai.


" kenapa ya dengan Elvita, kok dia aneh sekali?" tanya Resti Seraya tangannya masih menggambar pola di kain polos itu.


sementara Cantika yang mendengarnya, mengetikkan bau Seraya menggelengkan kepala." gue juga nggak tahu nanti kita cari tahu aja saat jam istirahat." ucapnya Seraya memasang pita di sebuah gaun yang hampir jadi.


***

__ADS_1


Bel istirahat pun berbunyi, menandakan waktu jam makan siang telah tiba. dan dengan segera, Elvita mengajak dua sahabatnya itu untuk menikmati makanan di area taman belakang.


Memang, di area kantor ini memiliki taman belakang yang cukup luas dan asri. dan itu di desain sendiri oleh Elvita. untuk tempat bersantainya Setelah bekerja.


" Lu ngapain ngajak kita,?" tanya Resti saat mereka telah duduk di sebuah bangku taman yang menghadap langsung ke arah danau buatan.


sejenak Elvita menatap dalam ke arah pusaran air yang terlihat begitu indah." tadi gue lihat orang mirip dengan Liona," ucapnya menggantung Seraya menghela nafas panjang.


" terus?" tanya aneka kompak Seraya saling melempar pandang. mereka berdua seakan menunggu kelanjutan dari sahabatnya itu.


" kok jadi semakin curiga sama mereka," ucapnya suara yang membuka kotak bekal yang sengaja dibawa.


Karena Wanita itu ingin memberitahu semua pada sahabatnya. sekalian ingin meminta maaf akibat ulahnya kemarin karena tidak mempercayai ucapan dari kedua sahabatnya.


" jadi,?" tanya mereka berdua secara serempak untuk mendengarkan kelanjutan cerita Dadi Elvita.


" gue minta maaf, sekalian gue mau minta tolong lu berdua untuk menyelidiki Gio dan Liona kembali," ucapnya Lirih.


sontak saja, hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya menghela nafas panjang." lu yakin menyelidiki Mereka lagi?" tanya Resti untuk memastikan.


pertanyaan itu dijawab oleh Elvita." Iya gue yakin, sekalian gue mau minta maaf sama lu berdua," ucapnya tertunduk malu karena sudah meragukan kemampuan sahabat-sahabatnya.


Mendengar hal itu Resti dan Cantika akhirnya mengganggu setuju. karena walaupun mereka masih dongkol dengan tingkah Elvita, namun mereka tak mau melihat sahabatnya itu menderita.


" oke baiklah kita mau bantu lu untuk menyelidiki suami dan adik tiri lo, tapi dengan satu syarat lu harus percaya apa kata kita." ucapnya penuh dengan penekanan.


karena mereka tidak mau, memiliki masalah seperti kemarin dengan Gio. hingga di labrak oleh laki-laki itu.


" Hehehe Iya gue percaya kok." ucapnya nyengir kuda. karena dirinya Tahu betul, jika para sahabatnya itu Tengah menyindir dirinya." Gue juga minta maaf atas sikap Gio kemarin yang udah ngelabrak kalian," ucapnya Seraya menundukkan kepala.


Cantika dan Resti yang mendengarnya, menghembuskan nafas mereka kasar." Emangnya lu nggak mau berpikir positif dulu gitu?" tanya Resti serius.


namun Elvita yang mendengarnya, memukul bahu Resti sedikit kasar." nggak usah sarkas deh." ucapnya Seraya mendengkus kesal.


" his gue bukan sarkas gue serius." ucapnya Seraya menatap Elvita dengan tatapan yang menohok.


Hal itu membuat Elvita sejenak terdiam." entahlah gue selama ini udah mencoba untuk berpikir positif tapi nyatanya zonk," ucapnya pelan.

__ADS_1


sampai jumpa jangan lupa tinggalkan jejak guys


__ADS_2