
setelah mengadakan meeting selama hampir 2 jam, akhirnya kesepakatan ditemukan. mereka berdua sepakat, bahwa Joy Group dengan Elf butik akan bekerja sama.
Hal itu tentu saja membuat Arvino, tersenyum penuh dengan kebahagiaan. laki-laki itu berjanji, takkan pernah melepaskan wanita yang ada di hadapannya itu untuk yang kedua kalinya.
Sedari tadi, laki-laki itu tak anti-hentinya menyunggingkan senyumannya. Seraya matanya, tak teralihkan dan tetap terfokus pada sosok seperti bidadari yang ada di hadapannya itu.
hal itu tentu saja membuat Elvita yang memandangnya, merasa risih. dengan cepat, wanita itu berpamitan pada Arvino.
Dengan alasan, dirinya akan memeriksakan kandungannya ke rumah sakit yang ada di kota itu. Elvita hendak berdiri. namun sebuah suara membuat dirinya menghentikan langkah.
" emn Apakah aku boleh mengantarmu,?" tanya laki-laki itu Seraya terus memandangi Elvita dengan tatapan yang sudah diartikan.
hal itu tentu saja membuat Elvita seketika menoleh ke belakang." tidak usah Pak Arvino. saya bisa berangkat sendiri" ucap Elvita tersenyum formal.
Arvino yang mendengarnya, merasa sedikit tercengang. karena Elvita, memanggilnya dengan sebutan formal.
Itu menandakan jika wanita yang ada di hadapannya itu, tidak ingin berurusan lagi dengannya. namun Sedetik kemudian, air mukanya pun berubah. dirinya akan tetap berusaha untuk merebut hati wanitanya kembali.
" tidak apa-apa Bu Elvita, karena saya juga ingin ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan saya." ucap Arvino tak kalah formal.
kali ini, bukan hanya Elvita yang bisa bersikap formal. melainkan Arvino juga bersikap sangat formal. dan Entah mengapa hal itu membuat Elvita sedikit tak suka.
Perubahan ekspresi wajah Elvita itu pun membuat kedua sudut bibir Arvino berangkat dan membentuk sebuah pengumuman tipis.
" aku tahu, Kau pasti masih menyimpan rasa padaku kan. Tapi ego dan rasa takutmu melebihi perasaan padaku." gumamnya dalam hati.
Kemudian melenggang pergi mengikuti kemanapun wanitanya itu pergi. hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit risih. dan dengan segera menegurnya.
" Astaga Arvino, Kenapa kau selalu mengikutiku, Apakah kau tidak memiliki pekerjaan lain?" tanya Elvita yang sedikit geram dan juga sudah sedikit lelah.
karena sedari tadi, Arvino selalu membuntutinya. Hal itu membuat Elvita secara terang-terangan menegurnya. dan sontak saja, Hal itu membuat beberapa pengunjung restoran itu sempat memperhatikannya.
__ADS_1
Mereka saling berbisik satu dengqn yang lain. Dan sedikit terdengar oleh wanita cantik itu.
" eh, mereka pasangan suami istri ya,?" salah satu pengunjung bertanya kepada temanya.
" sepertinya begitu," sahut yang lain. Hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit tercengang. Bagaimana bisa, dirinya dan Arvino di sangka sebagai suam istri.
Arvino yang melihat ekspresi wajah mantan kekasihnya itu, semakin gencar menggodanya.
" jangan galak- galak nona, kau sudah seperti seorang istri yang memarahi suaminya." bisiknya tepat di telinga Elvita.
hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Akhirnya karena Elvita merasa malu, wanita cantik itu akhirnya sepakat membiarkan mantan kekasihnya ikut bersama mereka.
Winda yang melihatnya menahan senyuman. karena merasa lucu dengan tingkah konyol kedua manusia berbeda jenis yang ada di hadapannya itu.
" huuft lucu banget sih gemesin tau nggak" gumamnya dalam hati. Kemudian ikut menatap keluar jendela. Menikmati angin spoi spoi.
****
dengan segera, wanita cantik itu turun dari mobil dan segera melangkah menuju ke dalam bangunan itu. sementara Arvino, laki-laki itu mengikuti langkah Elvita hingga ke dalam rumah sakit tersebut.
Hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit gram dibuatnya. dengan sedikit kasar, wanita cantik itu mendorong tubuh Arvino. hingga tubuh tegap itu, mundur beberapa langkah.
" Mbaknya jangan kasar-kasar sama Masnya, sebagai calon orang tua yang baik, Tolong berikan contoh pada calon anak kalian." tiba-tiba saja, salah satu keluarga pasien berkata demikian.
Elvita dan Arvino yang mendengarnya, seketika tercengang. karena mereka tak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh keluarga pasien itu.
" Maaf Bu, tapi kami memang bukan suami istri." ucap Elvita Seraya menatap sini ke arah Arvino. Dirinya berharap, jika apa yang ia lakukan dapat membuat laki-laki yang ada di hadapannya itu sedikit merasa ilfil padanya.
Namun, tindakan Arvino sungguh di luar kehendak Elvita. karena dengan secara tiba-tiba, pinggang Elvita ditarik oleh Arvino.
__ADS_1
Sehingga, membuat tubuh keduanya menjadi saling himpit dan juga dapat mendengar detak jantung satu sama lain. untuk beberapa saat, mereka sama-sama terdiam.
Hingga, Elvita yang tersadar terlebih dahulu. dengan segera dirinya mendorong tubuh kekar Arvino agar menjauh darinya.
" Maaf Bu istri saya memang sedang marah makanya tidak mau mengakui saya sebagai suaminya." Arvino berkata dengan tenang.
Hal itu tentu saja membuat Elvita melotot menatap tajam ke arah laki-laki yang baru saja mengatakan hal konyol itu.
Sementara para pengunjung yang mendengarnya, terkikik geli. karena merasa Dulu mereka juga pernah melakukan seperti itu.
" sudah Mas, jangan diambil pusing. Dulu istri saya juga melakukan hal yang sama waktu Kami sedang bertengkar." ucap salah satu pengunjung rumah sakit itu.
hal itu semakin membuat Elvita mencerbitkan bibirnya karena merasa kesal. sudah ada beberapa orang, bahkan sebagian manusia yang mengatakan kalau dirinya dan Arvino adalah pasangan suami istri.
Elvita yang sedikit emosi, duduk di bangku sebelah Winda sang sekretaris. sementara Arvino, secara diam-diam laki-laki itu memesankan perawatan yang cukup Wow pada mantan kekasihnya itu.
tak lama berselang, namanya dipanggil oleh seorang perawat. dan dengan cepat, wanita itu masuk ke dalam ruangan. dan tanpa disadari olehnya, Arvino juga ikut masuk ke dalam ruangan itu.
" maaf, nyonya dan Tuan sudah menikah berapa lama,?" tiba-tiba saja pertanyaan itu meluncur dari mulut si Dokter wanita.
hal itu tentu saja membuat Elvita seketika tercengang, karena Lagi Dan Lagi, dirinya dan Arvino disangka sebagai suami istri.
" maaf Dok,tapi saya,.." belum sempat Elvita meneruskan ucapannya, Arvino sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan mereka.
" Maaf dok, kami baru saja menikah hampir 1 tahun yang lalu." ucapnya dengan tenang. hal itu tentu saja membuat Elvita, seketika tercengang matanya melotot tajam.
Sementara Dokter wanita itu hanya tersenyum melihat tingkah dua manusia berbeda jenis yang ada di hadapannya itu.
*****
Setelah selesai pemeriksaan, tiba-tiba saja Arvino sudah menghilang entah ke mana. hal itu tentu saja membuat Elvita merasa heran namun juga lega. karena pengganggu itu telah menghilang dari hadapannya.
__ADS_1