Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
merasa geram


__ADS_3

kini Elvita Tengah berada di sebuah halte yang tak jauh dari Komplek perumahannya. saat ini dirinya benar-benar tidak mempunyai apa-apa.


yang ia bawa hanyalah satu tas ransel pakaian bersama sedikit uang yang ada di dompetnya. karena memang, semua kartu kredit diambil oleh Liona.


walaupun dirinya seorang pengusaha fashion, namun Elvita tidak memiliki uang cash. uangnya semua ada di Black card-nya.


Perlu diingat, selama dirinya menikah Gio juga memberikan Black card padanya. itu sebagai bentuk tanggung jawab seorang suami pada istrinya.


dan setelah semuanya terbongkar, semua Black card-nya diambil alih oleh Liona. Untung saja Elvita masih mempunyai banyak Black card-nya yang ia sengaja tinggal di kantor.


untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. karena sepertinya Elvita telah memiliki firasat yang tidak baik.


dirinya menghela nafas panjang saat mengingat ucapan dari adik tirinya itu. yang mana mengatakan jika anak yang ia kandung, bukanlah anaknya Gio.


tentu saja hal itu membuat Elvita merasa sangat geram. dan bisa-bisanya, laki-laki bejat yang merupakan suaminya itu, malah percaya pada ucapan Liona.


padahal jelas-jelas Giovanni sendiri yang telah membuka segel itu. hal itu semakin membuat Elvita membenci mereka berdua.


Memang benar jika dirinya awalnya yang bersalah karena berani menghina orang asing akan tetapi hal itu ia lakukan karena waktu itu sedang emosi.


namun Apakah pembalasannya harus sekejam ini. sampai harus dirinya mengandung anak dari laki-laki itu. ya walaupun, mereka menikah secara sah.


Setelah lama melamun, Elvita dikejutkan dengan suara klakson yang berasal dari bus yang ada di hadapannya. dengan segera, wanita cantik itu masuk ke dalam bus itu,


karena memang, semua mobil yang dimiliki oleh Elvita, diambil oleh sang adik tiri. karena memang, Elvita belum memiliki mobil sendiri. mobil itu adalah pemberian dari Gio.


Tak lama berselang, bis yang ia tumpangi telah sampai di halte dekat Komplek perumahannya. dengan segera Elvita turun.


Wanita itu, berjalan dengan gontai menuju ke rumah sang ayah. tok tok tok terdengar suara ketukan yang dilakukan oleh Elvita.


Tak lama berselang, terdengar suara pintu dibuka dari dalam. dan menyembul lah Ratna di balik pintu. wanita paruh baya itu menatap sinis ke arah Elvita.

__ADS_1


Namun, Elvita tak memperdulikannya. dirinya segera masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan tatapan tajam dari wanita yang menjadi ibu tirinya itu.


" Mau apa kau," ucapnya dengan suara sedikit meninggi. hal itu sedikit membuat Elvita tersingkat kaget.


Kemudian, Elvita berbalik dan menatap datar wanita paruh baya itu." tentu saja untuk tinggal di sini lagi. aku kan masih anaknya papa," ucapnya dengan nada sinis.


Hal itu tentu saja membuat Ratna naik pitam." Heh Jangan mimpi kau ya, ini Itu sudah menjadi rumahku. dan kau, kau tidak boleh berada di sisi lagi" ucapnya dengan angkuh.


Elvita yang mendengarnya, seketika tersulit emosi. dirinya merasa geram saat mendengar ucapan ibu tirinya itu. Yang menurutnya sudah sangat lancang.


" siapa kau yang berani mengusirku? ini adalah rumahku" ucap Elvita tak mau kalah. untuk saat ini dan seterusnya, Elvita sudah memutuskan untuk melawan kekejaman kedua manusia laknat itu.


" dia memang pemilik rumah ini," tiba-tiba Setyo datang Dengan mengatakan hal itu. tentu saja, Elvita yang mendengarnya terbelalak kaget.


" Papa apa yang Papa lakukan, ini kan rumah Kenangan Papa sama Mama," ucap Elvita tak mengerti dengan jalan pikiran sang papa.


Setyo yang mendengarnya, hanya menghela nafas panjang. sementara Ratna, wanita paruh baya itu hanya tersenyum penuh dengan kemenangan.


" Ayah benar-benar tega!" ucapnya Seraya berlalu pergi dari sana. Sementara Setyo, laki-laki paruh baya itu hanya terdiam dengan ekspresi wajah datarnya.


begitupun dengan Ratna, wanita paruh baya itu pun juga ikut menatap kepergian anak tirinya dengan tatapan datar dan tersenyum penuh dengan kemenangan.


" akhirnya aku bisa meracuni pikiran Mas Setyo," gumamnya Seraya terbahak dalam hati.


Akhirnya Setyo dan Ratna, kembali ke ruangan keluarga. dengan tenangnya. seakan tak pernah terjadi apa-apa.


*****


Sementara itu, di bangku halte Elvita Tengah terduduk lesu di sana. dirinya masih Tak habis pikir Bagaimana bisa ayahnya sangat atuh seperti itu padanya.


Padahal, sang Papa tahu jika kemarin dirinya Tengah curiga dan curhat padanya. Namun, Mengapa responnya begitu berbeda dengan yang kemarin.

__ADS_1


akhirnya Elvita memutuskan untuk menuju ke rumah sahabat-sahabatnya. dan tak lama berselang, dirinya telah sampai di rumah Resti.


Tok tok tok


Elvita mengetuk pintu rumah Resti dengan sedikit tergesa-gesa. dirinya sudah tidak tahan ingin mengeluarkan semua umpatan yang terpendam dari tadi dalam hatinya.


Karena hanya Resti dan Cantika yang mampu tahan mendengar umpatan dan Makian yang keluar dari mulut Elvita.


walaupun Elvita sangat Anggun, namun tetap saja dirinya adalah seorang manusia biasa. jika mendapatkan hal buruk dalam hidupnya, Elvita juga bisa mengeluarkan kata-kata mutiara.


Tak lama berselang pintu rumah itu terbuka dan menyembulah Resti dari balik pintu. Sejenak, wanita itu tertegun saat melihat sahabatnya dengan keadaan kacau.


Cukup lama Resti memandangi sang sahabat. hingga, sebuah tepukan di pundaknya berhasil menyadarkan wanita itu.


" kok malah elu yang shok, Seharusnya kan gue?" tanya Elvita setengah menyindir. hal itu tentu saja membuat Resti segera mempersilahkan sahabatnya untuk masuk.


" Eh iya maaf, Ayo masuk silakan" ucapnya Seraya sedikit gelagapan. mereka akhirnya duduk di ruang tamu.


" lo kenapa malam-malam ke sini?" akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari mulut Resti. hal itu tentu saja membuat Elvita, kembali murung.


Dengan segera wanita cantik itu menceritakan semua pada sahabatnya itu. dan tentu saja respon dari Resti adalah sama dengan dirinya.


Sahabat Elvita itu pun, merasa sangat geram dengan tindakan yang dilakukan oleh ibu tiri beserta berdirinya itu.


" dasar kurang ajar!" ucapnya mengeram kesal. Tak lama kemudian, terdengar lagi ketukan pintu. dengan segera Resti membukanya.


Karena memang, Resti tidak mempunyai asisten rumah tangga tetap. art-nya hanya bekerja pada pagi hari di saat dirinya akan berangkat kerja dan berakhir pada sore hari saat dirinya pulang kerja.


" eh Cantika kebetulan lu ke sini," ucap Resti Seraya menarik tangan Cantika. hal itu tentu saja membuat Cantika merasa kebingungan.


" Emang ada apa?" tanya wanita itu dengan raut wajah kebingungan. Namun rasa bingungnya Semakin menjadi saat melihat Elvita duduk di kursi ruang tamu.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak guys


__ADS_2