Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Masih Mengharapkan


__ADS_3

Elvita dan kedua sahabatnya, kini berada di dalam mobil masing-masing. Elvita dengan Winda, sementara Resti bersama Cantika.


Mereka berempat memutuskan untuk langsung menuju ke rumah Elvita. Namun, di Di tengah perjalanan, mobil Elvita tiba-tiba dihadang oleh sebuah mobil Jeep berwarna silver.


hal itu tentu saja membuat mobil yang ditumpangi oleh Elvita, seketika menghentikan lajunya secara mendadak.


" hais, Siapa itu orang berani beraninya menggunakan jalanan seperti ini, membuat orang lain celaka saja." Naruto Winda yang memang sedang menyetir itu.


Sementara Elvita yang berada di samping sang sekretaris itu, sedikit meringis kesakitan. Karena kepalanya terbentur dengan cukup keras. hal itu tentu saja membuat kepalanya sedikit berdarah.


" Ya ampun Ibu tidak apa-apa?" tanya Winda dengan sedikit panik karena melihat atasannya kepalanya berdarah." apa kita ke rumah sakit saja ya Bu?" tanya Winda dengan tangan yang hendak menyetirkan mobilnya untuk kembali ke rumah sakit.


Namun, pergerakan Winda itu segera ditahan oleh Elvita. setelahnya wanita itu menggelengkan kepala." tidak usah Win kita langsung saja kembali ke rumah." ucapnya dengan tersenyum tipis.


" tapi Bu kepala Ibu berdarah lho," ucap Winda dengan menunjuk ke arah kening sang Bosnya itu.


" Ini hanya luka kecil Win tidak usah lebay" ucap Elvita dengan tersenyum tipis. dan akhirnya Winda hanya menurut saja.


Namun tiba-tiba saja atensi mereka teralihkan saat melihat dua orang keluar dari dalam mobil Jeep berwarna silver itu. Seketika itu pula, wajah Elvita seketika memucat saat melihat Siapa orang yang baru saja keluar dari mobil itu.


" astaga Mas Gio, mau apa di sini?" tanya Elvita dengan ekspresi wajah memerah padam. kemudian wanita itu hendak keluar dari dalam mobil.


Namun, dengan cepat Winda menarik pergelangan tangan wanita itu. hingga membuat Elvita seketika menoleh ke arah sang sekretaris.


" jangan Bu, Saya takut kalau ibu nanti akan diapa-apain gimana, kan kita hanya berdua saja. apalagi kita itu wanita loh." ucap Winda mencoba memperingatkan.


Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis kemudian menepuk bahu sekretaris sekaligus asisten pribadinya itu." nggak apa-apa Win, Saya hanya ingin menyelesaikan masalah dengan laki-laki itu." ucapnya Seraya membuka pintu.


hal itu tentu saja membuat Winda yang mendengarnya, Hanya bisa pasrah dan berdoa saja semoga orang-orang itu tidak mencelakai sang atasan.

__ADS_1


****


Sementara Giovanni yang melihat istrinya turun dari mobil, tersenyum tipis. ya istri karena memang Dirinya belum merasa belum pernah mencarikan wanita itu.


Jadi secara hukum dan agama Elvita masihlah menjadi istrinya yang sah. Entahlah, namun selama beberapa bulan ini dirinya selalu memikirkan wanita itu. Dan masih mengharapkan untuk bersatu kembali.


" untuk apa kau menemuiku?!" tanya Elvita dengan nada sedikit Ketus. bukan dirinya berlaku untuk kurang ajar kepada suaminya. namun perlakuan suaminya di masa lalu, membuatnya sedikit sakit hati.


" jaga bicaramu aku ini masih suamimu!" ucap Giovanni dengan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya itu.


Seketika itu pula, Elvita yang mendengarnya terkekeh pelan Seraya tersenyum sinis mendengar ucapan dari suaminya itu.


" kau bilang kau masih suamiku, dan aku harus menjaga ucapanku?" tanya Evita dengan tatapan tajamnya." suami yang bagaimana, suami yang diam-diam telah menikah dengan adik tirinya sendiri?" Elvita mendaratkan bertubi-tubi pertanyaan dengan nada sinisnya.


hal itu tentu saja yang membuat Giovanni sejenak terdiam. entah apa yang ia pikirkan, namun yang jelas ekspresi wajahnya terlihat sangat Bimbang. dan itu membuat Elvita semakin yakin akan berpisah pada laki-laki itu.


" dia istriku istri kesayanganku," ucapnya dengan nada datar. seakan kata-kata itu tak menyakiti hati orang lain.


" Aku Masih mengharapkanmu!" ucap Giovanni dengan nada datar dan tenangnya. itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, seketika terbelalak kaget.


" Hah skenario macam apa ini? Kenapa kau begitu egois?" tanya Elvita dengan nada sedikit meninggi. wanita cantik itu Tak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki yang ada di hadapan ini.


Dengan entengnya, mengatakan jika masih mengharapkannya untuk kembali. namun juga mengatakan jika sangat mencintai istrinya. Ya udah macam apa ini?


Giovanni yang mendengarnya hanya terdiam. entahlah mungkin pikirannya sedang kalut. bisa-bisanya, dirinya menghampiri dan mengatakan hal itu pada wanita yang jelas-jelas tidak ia cintai itu.


" kau tidak usah macam-macam, yang jelas aku tidak akan pernah Melepaskanmu sampai kapanpun ingat itu!" ucapnya serayap melanggar dari sana.


hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, merasa sangat geram. dengan sekuat tenaga, Elvita berteriak sekeras mungkin. hingga membuat Giovanni menghentikan langkahnya." dasar laki-laki egois! brengsek kau!" ucapnya memaki.

__ADS_1


tentu saja Giovanni yang mendengarnya, seketika menoleh ke belakang. kemudian menyunggingkan senyum tipisnya. kemudian kembali berbalik arah dan melenggang pergi.


" Astaga kenapa nasibku seburuk ini sih? Lagian Papa nemu di mana lagi calon mantu yang model beginian" gerutunya Seraya menghentak-hentakkan kakinya ke atas aspal. Dirinya merasa sangat geram dengan tingkah laki-laki yang masih menjadi suaminya itu.


setelahnya Elvita kembali ke dalam mobil dan menyuruh Winda untuk melajukan mobilnya mengikuti mobil kedua sahabatnya itu.


*****


tak lama berselang, mereka semua telah sampai di pekarangan rumah Elvita. dengan perlahan mereka semua turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah minimalis itu.


" Wah keren El, rumah lu bagus banget Berapa nih harganya?" tanya Resti Seraya menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan.


" murah lah nggak nyampe 1 M," ucapnya Seraya masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi ruang tamu.


" ini rumah sama mobil pasti bekas orang kan?" tanya Cantika menebak.


Elvita yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala saja.


" hmm, udah gue juga sih kalau lu pasti akan beli rumah dan mobil yang udah pernah dipakai sama orang. Padahal kalau mau beli yang baru lu pasti bisa-bisa aja kan?" tanyanya.


" yang penting nyaman kali, ngapain beli barang-barang baru. barang bekas pun masih bisa dipakai kalau kualitasnya bagus" ucap Elvita dengan sedikit menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


tiba-tiba saja mata Resti terfokus pada kening Elvita yang berdarah." Kenapa kening lo berdarah?" tanyanya Seraya menunjuk ke arah yang dimaksud.


Elvita yang mendengarnya, kemudian meraba keningnya sendiri." Oh ini karena terbentur tadi" ucapnya singkat.


seketika itu pula Resti dan Cantika segera menatap ke arah Winda dengan tatapan tajam. karena berani-beraninya membawa mobil dengan ugal-ugalan yang menyebabkan sahabatnya itu terluka.


Hal itu tentu saja membuat Winda ketakutan kemudian menundukkan kepala. Elvita yang melihatnya, segera menjelaskan semuanya pada sahabatnya.

__ADS_1


" ini bukan karena dia ini gara-gara suami kampret gue" ucapnya dengan sedikit kesal kemudian menjelaskan pada kedua sahabatnya itu.


Keduanya seketika merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki bernama Giovanni Ravandra itu.


__ADS_2