Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Dia Bukan Milikmu


__ADS_3

seminggu kemudian,...


kini Elvita telah diperbolehkan pulang. karena memang, tak ada luka yang serius di dalam tubuhnya. Sebenarnya, sehari setelah melahirkan, Elvita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


Namun, karena desakan dari Cantika dan juga Resti, membuat Elvita mau tidak mau untuk tetap tinggal di rumah sakit itu. dengan alasan, dia harus benar-benar bed rest agar tidak gampang terkena baby blues.


Hal itulah yang membuat Elvita merasa sangat terharu. Karena perhatian kedua sahabatnya itu melebihi perhatian sang ayah. Bahkan, sampai saat ini pun, Tuan Setyo belum pernah menjenguk Putri dan cucunya.


" udahlah El Nggak usah sedih-sedih, kan ada kita." ucap Resti Seraya mengusap punggung Elvita. mencoba untuk menenangkan dan menguatkan wanita yang baru saja menjadi seorang ibu itu. agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.


Elvita yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis." Makasih ya atas perhatian kalian, Oh ya kapan nih gue pulang, udah bosen kali gue di sini." ucap Elvita mendengkus sebal.


" Nanti sore lu udah boleh pulang kok." ucap Resti Seraya mengulurkan tangannya untuk menggendong baby Azriel.


Hal itu membuat Elvita seketika menghela nafas panjang. akhirnya dirinya bisa menikmati makanan yang ia suka. Karena jujur saja dirinya sangat merasa bosan dan juga sedikit enek karena seminggu ini hanya memakan bubur dari rumah sakit saja.


" Kenapa El girang gitu,?" tanya Resti Seraya menimang-nimang baby Azriel yang ada dalam gendongannya.


" Ya iyalah dia senang, di sini kan cuma makan bubur aja mana betah dia makan bubur," ucap Cantika seakan mewakili Isi Hati dari Elvita.


Mendengar hal itu, Elvita tersenyum dengan sangat puas." tau aja lu Cantika, kalau gue udah bosen tau nggak makan bubur aja di sini. mana ada nutrisinya gue makan bubur" ucap Elvita Seraya menggerutu kesal.


Hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, seketika terkekeh kecil. Kemudian kembali berebut untuk bermain dengan bayi laki-laki tampan itu.


****


Tak lama berselang, terdengar pintu ruangan yang diketuk dari luar. dan tak lama berselang, muncullah seorang dokter perempuan dengan dua perawat yang ada di kiri dan kanannya.


" selamat pagi Nyonya Elvita, bagaimana kondisi Anda saat ini? Apakah sudah lebih membaik?" tanya sang dokter dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


" semua sudah membaik dok, Apakah saya sudah boleh pulang?" tanya Elvita Seraya menatap ke arah dokter itu.


Dokter wanita itu, menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis." hari ini juga, Nyonya sudah diperbolehkan pulang. Tapi harus lebih memperhatikan makanan yang anda makan ya nyonya, jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas. karena itu akan mengganggu pencernaan anda" pesan sang dokter pada Elvita.


Elvita yang mendengarnya, menganggukkan kepala." baik dok, rerima kasih ya" ucap Elvita.


*****


Sementara itu di sebuah parkiran Rumah Sakit dua orang laki-laki Tengah berebut ingin masuk ke dalam rumah sakit. siapa lagi orangnya jika bukan Arvino dan juga Giovanni.


Entah dari mana Giovanni mengetahui jika Elvita telah melahirkan. namun yang jelas, laki-laki itu datang ingin berbicara dengan Elvita untuk membahas sesuatu.


" untuk apa kau datang kemari?" tanya Arvino menatap tajam ke arah Giovanni.


Sementara Giovanni yang tidak ingin mengalah, juga menatap tajam ke arah laki-laki itu." kau sendiri untuk apa datang ke sini?" tanya Giovanni tak kalah sengitnya.


" Hah pertanyaan macam apa itu?" tanya Arvino tersenyum sinis." justru aku yang bertanya demikian. Elvita kan bukan lagi milikmu.?" tanya Arvino dengan nada sinis.


Namun, hal itu harus ia lakukan demi menjaga perasaan Liona. Entahlah, yang jelas perasaan Giovanni saat ini tengah kacau.


Dirinya seakan berada dalam Dilema yang sangat rumit. dirinya seperti menyimpan rasa pada dua wanita sekaligus.


" tidak usah banyak bicara, kita buktikan saja siapa yang akan mendapatkan tempat di hati Elvita." ucap Giovanni Seraya melangkah menuju dalam bangunan rumah sakit itu.


Sementara Alvino yang mendengarnya, tercemung di tempatnya. Dirinya seakan merasa sedikit Gentar mendengar ucapan dari laki-laki itu. Bagaimana jika apa yang dikatakan oleh Giovanni itu benar jika Elvita lebih memilih suaminya itu daripada dirinya.


Dengan segera, arvino menggelengkan kepalanya." Lebih baik, aku masuk saja terlebih dahulu. untuk masalah itu, lebih baik dipikirkan nanti saja" gumamnya Seraya melangkah mengikuti langkah Giovanni.


*****

__ADS_1


Sementara di dalam ruangan VVIP tersebut, Elvita dan kedua sahabatnya Tengah sibuk untuk mengemasi semua barang-barang yang ada.


" El, lu udah siap semua kan,?" tanya Cantika Seraya menatap ke arah ibu muda itu. Elvita yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis.


Tok tok tok


Tiba-tiba saja, terdengar suara pintu diketuk dari luar. dengan segera, Elvita beranjak dari brankarnya kemudian melangkah menuju pintu.


Ceklek


Seketika itu pula Elvita tertegun saat membuka pintu. Karena, dirinya melihat Giovanni Tengah berdiri menatapnya dengan tersenyum tipis.


" untuk apa kau datang ke sini Tuan Giovanni?" tanya Elvita dengan suara dinginnya.


" Aku hanya ingin menjenguk anakku saja" ucapnya tanpa dosa. Hal itu membuat Elvita seketika menatap tajam ke arah Giovanni.


" dia bukan milikmu!" ucap Elvita dengan nada meninggi. Seketika itu pula, baby Azriel yang tengah berada dalam gendongan sang Bunda, seketika menangis kencang.


" ssttt sayang, jangan menangis ya cup cup cup jagoan Bunda nggak boleh nangis" ucap Elvita Seraya mengayun-ayunkan bayi itu. hingga baby Azril kembali tertidur.


Giovanni yang melihatnya, tersenyum tipis." Bolehkah aku menggendongnya?" tanya Giovanni tanpa rasa malu.


" lu nggak malu ya, lu meragukan ini anak lu kan? Terus kenapa lu sekarang bilang kalau ini anak lu?" bukan Elvita yang menjawab melainkan Resti.


Disusul oleh Cantika yang juga menatap Giovanni dengan tatapan tajamnya. "dia memang bukan anak lu, baby Asril tidak pernah punya ayah yang pengecut seperti lu" terang Cantika Seraya menarik lengan Elvita untuk kembali duduk di rancang rumah sakit.


Mendengar hal itu, Giovanni ikut masuk ke dalam ruangan Elvita." bagaimanapun juga, dia itu tetap anakku Elvita." ucap Giovanni Seraya menatap ke arah seorang bayi tampan yang tengah tertidur lelap itu.


" benar Elvita dia itu anak Mas Gio, " tiba-tiba saja, seseorang masuk ke dalam ruangan Elvita. Hal itu membuat semua orang merasa terkejut. termasuk juga Giovanni sendiri.

__ADS_1


" Apa maksudmu Liona,? bukankah kau sendiri yang bilang kalau ini bukan anak dari suamimu itu?" tanya Elvita mencoba mengingatkan ucapan dari adik tirinya itu.


__ADS_2