Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Cari Kesempatan


__ADS_3

hari ini, Elvita berniat mengajak kedua sahabatnya untuk pergi ke mall yang ada di kota itu. tentunya bersama kedua bodyguard-nya.


" Kalian mau ke mana,?" tanya Arvino yang baru saja tiba dari kantor. Dirinya memang berniat untuk mengunjungi mantan kekasihnya dan juga Putra tunggalnya itu selepas mengecek pekerjaannya di kantor.


" Kamu ngapain ke sini,?" bukannya menjawab pertanyaan dari Arvino, Elvita malah balik bertanya yang membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, tersenyum tipis.


Namun, senyuman mereka tidak bertahan lama saat kedua Bodyguard Elvita menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


Mereka berdua segera mengalihkan pandangannya masing-masing ke tempat lain. bukan merasa tidak suka melainkan merasa malu karena terpergok tersenyum manis.


Sementara itu Revan dan juga Kenzie yang melihatnya, juga ikut tersenyum tipis." Memang mereka sangat menggemaskan bukan?" tanya Revan ke arah Kenzie.


Sementara Arvino dan juga Elvita memang berada di sana, Tengah bersikeras dengan pendapat masing-masing.


" udahlah Ar. sebaiknya kamu kembali saja ke perusahaan. aku nggak mau sampai Om Joyo semakin membenciku." ucapnya Lirih.


Arvino yang mendengarnya, menatap Intens ke arah wanita yang masih menetap di dalam hatinya saat ini. entahlah, sepertinya laki-laki itu sulit sekali untuk menghapus nama Elvita dari dalam hatinya.


" Sudahlah El, kamu jangan pernah menolak Aku lagi. kamu Tuh kan tahu, kalau aku itu orang yang sangat keras kepala. jadi, percuma kamu melarangku untuk ikut aku akan tetapi ikut." ucapnya kekeh.


Elvita yang mendengarnya, hanya bisa menghela nafas Seraya memutar bola mata malas." dasar!" ucapnya Seraya berlalu dari sana.


Sementara arvino yang mendengarnya, hanya terkekeh kecil. kemudian mengikuti langkah Elvita." ini biar baby Azriel sama aku aja" ucapnya mengulurkan tangan hendak menggendong bayi laki-laki berusia 3 bulan itu.


Elvita yang melihatnya seketika menggelengkan kepala." nggak usah biar aku aja yang gendong kan ini anak aku." ucapnya Seraya menjauhkan sang anak dari mantan kekasihnya itu.


Seketika itu pula, Arvino terkekeh pelan."hehehe kamu lucu banget sih El, Aku bukan suami kamu. jadi kamu nggak perlu takut aku ambil anak kamu." ucapnya masih dalam kekakehan kecil.

__ADS_1


Seketika itu pula, Elvita seakan tersadar dari apa yang baru saja ia lakukan itu." hihihi ya Sudahlah kalau gitu," ucapnya Seraya melepas gendongan baby Azriel dan menyerahkannya pada Arvino." dijaga baik-baik ya anak aku, jangan sampai lecet." ancamnya penuh dengan penekanan.


" ya kali mau celakain anak ini. yang ada aku nggak dapet emaknya." ucapnya dengan tersenyum lebar.


Elvita yang mendengarnya, seketika itu pula, mendengkus kesal Seraya memutar bola mata malasnya." dasar cari kesempatan aja!" gerutunya Seraya melangkah pergi dari sana.


Langkahnya diikuti oleh Arvino dan yang lain dari belakang. Sesampainya di garasi, namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan dari Arvino.


" lebih baik kamu naik mobil Aku aja." ucapnya seraya menunjuk ke arah mobilnya yang memang telah terparkir di depan.


Elvita hendak menolak ajakan dari Arvino. namun gerakannya terhenti saat mending melihat celengan kepala dari laki-laki itu.


" nggak usah nolak. Aku paling benci tentang penolakan." ucapnya Seraya menekankan kata-katanya.


Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, seketika diam membisu. wanita beranak satu itu tidak bisa lagi untuk menolak. dan akhirnya menurut saja saat Arvino membukakan pintu untuknya.


kedua Bodyguard Elvita itu bertugas untuk mengawasi semua orang yang ada di sana. Terutama kedua gadis yang tengah mencuri hati mereka itu agar tidak terjadi apapun.


Setelahnya mereka segera menjalankan kendaraan masing-masing untuk Menelusuri Jalan Raya kota itu. Sesekali, Cantika dan juga Resti menoleh ke arah belakang untuk memastikan sesuatu.


***


Sementara di dalam mobil milik Arvino, tampak di dalam sana sedang terjadi Ketanggungan." emm, El Kapan sidang kamu dilaksanakan?" tanya Arvino setelah mereka terdiam cukup lama.


Seketika itu pula, Elvita yang mendengarnya menoleh ke arah samping di mana Arvino berada." Maksud kamu apa,?" tanya Elvita pura-pura tidak mengerti.


Karena sebenarnya dirinya tahu jika Arvino tengah membahas tentang perpisahannya bersama dengan Giovanni. namun sebisa mungkin wanita itu mencoba untuk bersikap polos. karena tidak mau orang lain ikut campur dalam urusannya.

__ADS_1


" nggak usah pura-pura nggak tahu. aku yakin, kamu tahu maksudku." ucapnya dengan Ketus Seraya sesekali bermain dengan baby Azriel.


Elvita yang mendengarnya, seketika itu, menghela nafas panjang." huh Sudahlah Ar, Aku tidak ingin orang lain ikut campur dalam urusanku. biar aku dan dia yang mengatasi masalah kami. apa ada campur tangan orang lain." ucapnya Seraya menatap sekilas ke arah Arvino.


Mendengar penuturan dari Elvita, Arvino hanya bisa mengangguk Seraya tersenyum tipis." baiklah kalau itu maumu. tapi yang jelas, jika kamu membutuhkan pertolonganku aku akan siap sedia untuk membantumu." ucapnya Seraya menyunggingkan senyuman tipis.


Elvita yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. dan setelahnya, suasana di dalam mobil kembali Hening seperti biasa.


****


tak lama berselang, mobil mereka telah memasuki sebuah kawasan mall terbesar di kota itu. dengan segera, Elvita dan juga Arvino turun dari mobilnya.


" kita masuk sekarang saja ya El," ajak Cantika yang baru saja turun dari mobilnya. dan diikuti oleh Resti dari belakang.


Elvita yang mendengarnya, seketika hanya menganggukkan kepala. kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dalam mall. tiba-tiba saja, langkahnya terhenti saat matanya menangkap sesuatu.


" Kenzi Revan, kalian tidak ikut ke dalam. ikut saja Nanti kalian bantu-bantu membawa barang kami." ucap Elvita Seraya menatap ke arah kedua bodyguardnya itu.


Sebenarnya, Evita masih merasa trauma dengan apa yang dilakukan oleh Liona hari itu kepadanya. Namun, perasaan itu ia tepis lantaran perasaan sungkannya untuk menolak ajakan kedua sahabatnya.


" Baiklah Nyonya kalau begitu kami ikut." ucapnya Seraya melangkahkan kaki dengan ekspresi wajah datar.


Revan dan juga Kenzie berjalan di belakang Resti dan juga Cantika. Hal itu membuat kedua gadis itu sesekali melempar pandangan ke arah belakang. namun secepat kilat mereka akan berbalik arah saat kedua pria itu mengetahui tetapan mereka.


" Anjir lah kenapa gue kayak ABG yang Kasmaran gini sih." gerutu Cantika yang sesekali menghela nafasnya panjang. Begitupun dengan Resti wanita itu tak jauh berbeda dengan sahabatnya.


tak lama berselang, mereka segera masuk ke dalam toko yang diinginkan. Sementara para laki-laki itu Tengah menunggu di depan Seraya duduk manis.

__ADS_1


Mereka sudah seperti seorang suami yang menunggu istrinya belanja.


__ADS_2