Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Kesedihan


__ADS_3

kini semua orang Tengah menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Karena Elvita mengalami insiden penusukan dengan sangat brutal. hingga membuat tim medis yang menanganinya, seketika bergidik ngeri saat melihat keadaan Elvita waktu pertama kali memasuki rumah sakit.


Bagaimana tidak ngeri, perut buncit Elvita terluka parah dengan menatapnya benda tajam di perut itu. hal itu seketika membuat orang yang ada di sana, seketika itu pula menjerit histeris.


Dengan segera, para tenaga medis, melakukan tindakan pertama yaitu mengoperasi kandungan Elvita. sementara keadaan wanita itu, sudah tampak lemah.


saat ini mereka Tengah menunggu di depan ruang operasi. dengan diiringi isak tangis dari kedua sahabat Elvita.


"aku takut, aku takut Elvita kenapa napa" ucap Resti yang masih berada dalam dekapan suaminya. begitupun juga dengan Cantika. Mereka menangis metaung meratapi nasib sahabat meteka.


"ssssttt sudahlah lebih baik, kau mendoakan semuanya agar baik-baik saja." ucap Revan memberikan kekuatan dan juga menenangkan sang istri.


Sementara Arvino, laki-laki itu tampak termenung di tempatnya tanpa menghiraukan keadaan di sekelilingnya.


"hhuuaa Mama," tiba-tiba saja, terdengar dari lorong rumah sakit seseorang yang tengah menangis menghampiri Arvino dan yang lainnya.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika saling pandang. dan tak lama berselang, seorang anak kecil berusia sekitaran 1 tahun lebih, datang menghampirinya dan langsung memeluk Arvino.


" hhuuaaa Mama," ucap bocah laki laki itu seraya memeluk tubuh kekar Arvino dan dengan sikap laki-laki tampan itu segera memeluk tubuh mungil baby Azril yang tampak meronta ingin menemui sang ibu.


" tenang Sayang, Bunda tidak apa-apa kok." ucap arvino Seraya memeluk tubuh mungil bocah laki-laki itu.


lama terjadi drama itu, akhirnya baby Azriel terdiam dalam dekapan laki-laki itu. dan setelah diperiksa, bocah kecil itu ternyata tertidur. karena mungkin, merasa kelelahan akibat menangis terus menerus.


" kasihan kamu sayang, di usia sekecil ini, kamu harus merasakan penderitaan pahit ini." ucap Arvino Soraya membaringkan tubuh kecil Azriel di sebuah bangku yang tak terpakai.


Hal itu membuat Resti dan Cantika yang melihatnya, semakin tak kuasa menahan tangis. karena mereka juga merasa kasihan dengan nasib bocah kecil itu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, mereka berdua merasakan ketakutan yang teramat sangat. Bagaimana jika Elvita, tidak mampu bertahan dan akhirnya menyerah. tidak itu tidak mungkin terjadi.


sontak saja mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala. Kemudian, kembali menangis dalam pelukan suami masing-masing.


***


Sementara itu di dalam ruangan operasi, tampak seorang perawat Tengah mengecek semua kondisi yang berada di tubuh Elvita dengan seksama.


" dokter, ini sepertinya bayi yang ada di dalam kandungan pasien, sudah tidak bergerak lagi. dan sepertinya, sudah tidak ada detak jantungnya lagi." ucap perawat itu Seraya beberapa kali mengecek detak jantung dan juga denyut nadi dari janin yang berada dalam kandungan Elvita itu.


Namun, hasilnya pun tetep sama. janin yang ada dalam kandungan Elvita pun, dinyatakan sudah meninggal.


" bagaimana, Apa benar kondisi janin yang ada di dalam kandungan itu sudah tidak ada?" tanya dokter itu. perawat itu pun hanya mengangguk dengan lemah.


" Ya sudah kalau begitu, sekarang, kamu beritahu keluarganya." ucap dokter itu seraya kembali mengecek keadaan Elvita.


perawat itupun hanya menganggukkan kepala kemudian keluar dari ruang operasi tersebut dengan langkah gontai.


" Iya dok, kamu sama keluarganya," ucap Arvino yang menghampiri perawatan Soraya menggendong baby Azriel yang telah tertidur itu.


" Apakah anda suaminya,?" tanya perawat itu Seraya menatap ke arah laki-laki yang tengah menggendong anak kecil itu.


Sejenak, suasana menjadi sangat hening. karena mereka semua, tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan perawat itu.


" Jika benar, Anda adalah suaminya, Tolong segera temui dokter di ruangannya dan segera tanda tangani surat ini." ucap perawat itu Seraya menunjuk sebuah map coklat yang berada di tangannya.


Mendengar ucapan dari perawat itu, sontak saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika menjadi takut. takut dengan kenyataan yang ada.

__ADS_1


" sus Apakah Elvita baik kita aja?" tanya Resti yang melonggarkan pelukannya pada sang suami.


perawatan itu tak langsung menjawab pertanyaan dari Resti. melainkan, perawat itu kembali menatap ke arah Arvino yang tengah berdiam diri di sana.


" Bagaimana Tuan, Apakah anda bersedia untuk masuk ke dalam ruangan dokter dan menandatangani surat ini?" tanya perawat itu sekali lagi untuk memastikan jawaban dari keluarga pasien.


" memangnya, Apa itu isinya?" tanya Cantika yang memang penasaran.


" maaf Nyonya nyonya semua, Saya tidak berani memberitahukan hal ini pada orang lain. cukup suaminya saja yang tahu," ucap perawat itu Seraya melangkah pergi dari tempat itu.


Mendengar hal itu membuat Resti dan Cantika, semakin menggigil ketakutan. Bahkan, mereka yang terkenal tidak pernah menangis, sekarang ini menangis sesenggukan di dalam pelukan suaminya masing-masing.


" sudah, Yakinlah, semua akan baik-baik saja." ujar Kenzi dan juga Revan menenangkan para istri mereka.


Sementara Arvino yang mendengarnya, tetap bergeming Seraya menatap kosong ke arah depan. seakan tidak ada gairah hidup yang terpancar dari matanya.


" Aku titip baby Azriel di sini ya, kalian Tolong jaga dia." ucapnya dengan tatapan sedikit kosong. Setelahnya, laki-laki Tampan itu segera berjalan masuk ke dalam ruangan dokter.


" Permisi dok, Bagaimana keadaan Elvita?" tanya laki-laki itu tanpa basa-basi lagi saat berada di dalam ruangan dokter itu.


" Silakan duduk tuan," ucapnya Seraya mempersilahkan Arvino untuk duduk di depannya. setelahnya, dokter itu menyerahkan map coklat pada laki-laki Tampan itu.


Dengan langkah hati-hati dan wajah yang tidak menentu, Arvino Mencoba membuka dan membaca isi dari Map itu. Seketika, mata laki-laki itu membulat sempurna.


Arvino merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia baca itu." apakah ini benar?" tanya laki-laki Tampan itu Seraya menatap ke arah dokter yang berada di hadapannya itu.


" Iya Tuan, itu benar. dan kami harus memberitahukan tentang satu fakta lainnya." ucap dokter itu Seraya menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


" Apa itu dok?" tanya Arvino dengan wajah cemasnya. dirinya tidak siap jika harus mendapati kabar buruk tentang wanita yang sangat ia cintai itu. Walaupun, Elvita bukan mengandung darah dagingnya, tetap saja laki-laki itu merasa sangat Terpukul dengan berita ini.


Bagaimana jika sampai Elvita mendengar tentang kabar ini, pasti hatinya akan hancur. dan Arvino tidak akan pernah bisa membayangkan keadaan wanita yang sangat ia cintai itu.


__ADS_2