
Setelah selesai berbelanja, Elvita dan kedua sahabatnya berjalan menuju ke restoran yang ada di sana. Sementara itu Arvino dan juga kedua Bodyguard Elvita berada di belakang untuk membawa belanjaan mereka bertiga.
Mereka sudah seperti seorang suami yang tengah menemani istri-istri mereka berbelanja." aduh aduh, kita sudah seperti seorang suami yang membawa belanjaan istri tahu nggak." ucapkan si Seraya melirik ke arah Resti dan Cantika yang tengah asyik berbincang-bincang itu.
Sementara Revan yang mendengar gerutuan dari rekan kerjanya itu hanya menatap datar ke arah Cantika dan juga Resti yang tengah asik berbicara itu.
" Sudahlah tidak usah diperpanjang. lagi pula Siapa tahu ini menjadi doa." ucap Revan Seraya menatap ke arah rekan kerjanya Itu sekilas.
Sementara Kenzie yang mendengarnya, menautkan alis karena merasa bingung." Maksudnya gimana?" tanya laki-laki bertato naga di tangannya itu.
Revan tak lagi menjawab. dirinya malah terus berjalan menghampiri para wanita itu untuk menjaganya dari dekat.
****
Sementara Resti dan juga Cantika yang menemani Elvita berbelanja, sesekali berbincang Seraya bermain dengan baby Azriel.
" kayaknya lu udah cocok deh jadi mama muda" celetuk Elvita Seraya melirik ke arah Resti dan juga Cantika yang berada di kanan dan kirinya.
seketika itu pula, keduanya sama-sama terdiam menghentikan aktivitas mereka masing-masing." mau sama siapa, kita aja masih jomblo." ucap Resti dengan Ketus.
hal itu sontak membuat Elvita yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan." dibelakang itu kan ada tiga, kalian Tinggal pilih aja." ucap Elvita dengan entengnya.
"huh, dikira mereka barang apa, tinggal pilih tinggal pilih." ucap Resti mengomel. hal itu semakin membuat Elvita tertawa lepas. dan hal itu disaksikan oleh ketiga pria yang ada di belakang itu.
" gue harus dapat." gumam Arvino, Kenzi dan juga Revan secara bersamaan dalam hati mereka masing-masing.
Begitulah manusia, jika terobsesi dengan sesuatu maka akan dengan sekuat tenaga untuk menggapainya. tak perduli rintangan dan hambatan yang akan mereka hadapi nantinya.
yang terpenting, tujuan mereka terpenuhi dengan segera. Setelah berjalan-jalan di dalam mall itu, Elvita dan kedua sahabatnya memutuskan untuk masuk ke sebuah restoran kecil yang berada di dalam mall itu.
" Kalian mau makan apa?" tanya Elvita Seraya menatap tap Resti dan juga Cantika secara bergantian.
__ADS_1
Sejenak, mereka berdua terdiam seolah berpikir ingin makan apa." emm, kayaknya hot dog sama steak enak deh" ucap Resti.
Sementara Cantika, wanita itu berpikir cukup lama. hingga akhirnya, pilihannya jatuh ke arah menu Scramble yang ada di buku menu itu.
" aku ini aja scrumbel satu sama coffee latte satu," ucapnya dengan menyerahkan buku menu pada Elvita.
Elvita yang mendengarnya, segera menyerahkan buku itu pada pelayan yang ada di sana.
" Mbak Saya pesan scrumbel satu, coffee latte satu, hot dog dan juga steak dua ya." ucap Elvita Seraya menyerahkan buku menu itu.
" baik Mbak ditunggu ya," ucapnya Seraya melangkah pergi dari sana.
" eh Tunggu mbak." tiba-tiba saja Cantika menghentikan langkah pelayan itu. Hal itu membuat Elvita dan juga Resti yang mendengarnya, seketika saling tetap.
" lu mau pesan apa lagi Cantika,?" tanya Resti Soraya menatap ke arah sahabatnya itu. Sementara Cantika yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis.
" saya pesan nasi goreng tiga kalau gitu." ucapnya tersenyum tipis. Hal itu membuat pelayan wanita itu segera menggangguk dan berjalan ke arah dalam restoran.
" bukan buat gue, tapi buat mereka." tunjuk Cantika merayap menatap ke arah ketiga laki-laki yang sedang berbincang-bincang itu.
Seketika itu pula, Elvita dan juga Resti yang mendengarnya saling pandang." nggak usah aneh-aneh Gue cuman kasihan aja sama mereka." ucap Cantika yang seakan tahu dengan apa yang Tengah dipikirkan oleh kedua sahabatnya itu.
Mereka berdua seketika hanya menghela nafas panjang. kemudian sama-sama nyengir kuda. Hal itu membuat Cantika yang melihatnya, mendengus kesal.
Tak lama berselang, makanan yang telah mereka pesan, kini sudah tersaji di atas meja. Cantika segera melirik ke arah ketiga laki-laki itu.
" Res, sebaiknya Lo panggil deh mereka untuk makan." ucap Cantika menyuruh kepada Resti.
Mendengar hal itu, Resti menunjuk diri sendiri." kok gue?" tanya wanita itu tak percaya. karena sebenarnya, hatinya merasa deg-degan saat memandang salah satu dari mereka.
" udahlah Res, sana lu panggil mereka deh." ucap Elvita Seraya menengahi perdebatan mereka.
__ADS_1
Hal itu membuat Resti akhirnya menyetujui usulan dari Cantika. namun dengan sesekali menggerutu kesal.
"ish kenapa mesti gue sih Yang harus manggil mereka?" tanyanya Seraya menghantak-hentakkan kakinya.
Hal itu membuat para laki-laki yang ada di sana, menatap tingkah Resti yang membuatnya sangat menggemaskan di mata Revan.
"eum, Maaf para tuan-tuan, kalian ingin makan atau tidak?" tanya Resti dengan sedikit gelagapan.
Hal itu membuat Revan yang melihatnya, tersenyum tipis. kemudian menggangguk pelan dan melangkahkan kakinya menuju tempat mereka berada.
Sementara Resti yang melihat itu, hanya ternganga tak percaya." dia tersenyum sama gue,?" tanyanya pada diri sendiri.
Setelahnya, mereka semua sama-sama menikmati makanan yang sudah ada di atas meja. dan sesekali, Revan dan juga Kenzie mencuri pandang pada kedua gadis itu.
Setelah sama-sama bersitatap dengan Resti dan Cantika, mereka berempat akan melempar senyum. Setelah selesai makan, mereka berenam berjalan menyusuri Mall itu dengan berpasang-pasangan.
Hal itu membuat Resti dan juga Cantika yang berada di samping Kenzi dan juga Revan, tampak sekali salah tingkah.
"astaga, Kenapa gue jadi salah tingkah seperti ini. kayak ABG aja sih gue." ucapnya menggerutu kesal."emm Can, Nanti malam kita keluar yuk jalan-jalan cari angin" ucap Resti Seraya melirik ke arah sahabatnya itu.
" Wah boleh tuh. Sekalian cari angin sambil cuci mata para cogan.hehe," ucap Cantika Seraya terkekeh kecil.
Revan dan Kenzie yang mendengarnya, seketika itu pula, ekspresi wajah mereka berubah menjadi garang. Seakan tak senang jika kedua Gadis itu membahas orang lain.
Namun dengan segera mereka berdua mengubah ekspresi wajahnya. Tapi sayangnya, ekspresi wajah keduanya telah terlebih dahulu di ketahui oleh kedua gadis yang ada di samping mereka masing-masing.
" Hah Kenapa mereka kayak nggak seneng gitu?" tanya Resti Seraya sekali menatap ke arah dua laki-laki yang ada di sampingnya itu.
Namun seketika itu pula, Resti dan juga Cantika tak ambil pusing dengan sikap Revan dan juga Kenzie itu.
Karena mereka tak ada urusan dengan dua orang laki-laki itu.
__ADS_1