Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Dinner Time


__ADS_3

Ia merasa merinding. Saat sang suami mendekatinya dan membisikan hal itu pada Elvita. Seakan akan, ia akan di terkam oleh laki laki yang ada di depanya.


Cup


Satu kecupan menarat mulua di pipi Elvita. Ia mengecupnya berkali kali.


Bahkan ia merasa was was karena takut akan di terkam kembali oleh Gio.


" aku mandi dulu ya," bisiknya tepat di telinganya." jangan lupa pakai gaun yang sudah aku siapkan," lanjutnya dengan menggenggam tangan Elvita.


Hal.itu tentu saja membuat wanita cantik itu seketkka merinding. " astaga, semoga semua baik baik saja." gumamnya seraya melangkah ke depan kasur.


seketika matanya terlihat membulat sempurna saat menyadari ada sebuah kotak bludru berwarna merah menyala.


" apa ini,?" tanya Elvita entah pada siapa. Dengan segera tangan lentiknya meraih dan mengambil gaun itu.


" indah sekali ini," ucapnya sengan ekspresi wajah takjubnya.


Dengam segrra ia mengenakannya dan dengan segera memoles wajahnya dengan make up tipis tipis.


Setelah lima belas menit memoles wajahnya dengan make up, akhirnya Elvita telah selesai. Tampil dengan sempurna.


Hal itu membuat seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi, tampak terpaku.


ia begitu terpukau dengan penampilan istrinya itu. " wow, lebih bagus dari Liona." gumamnya dengan berjalan mendekati sang istri.


Dengan perlahan, tangan Gio melingkar di pinggang ramping sang istri.


" kau begitu cantik ,"bisiknya seraya mendaratkan beberapa kecupan di pipi Elvita.


Seketika itu juga, wanita cantik itu wajahnya memarah padam.


Ia merasa was was saat Gio memperlakukan dia seperti itu.


" kau bersisp siap saja ya, sementara aku akan mempersiapkan minumanmu," Elvita dengan cepat menghindar.


Ia takut jika suamonya itu akan menerkamya lagi. Dengan cepat, ia melesat keluar.


*****


" Nyonya, kenapa anda seperti orang yang sedang di kejar hanti saja," salah satu Maid itu terkekeh pelan.


Memang, Para Maid telah akrab dengan Nyonya rumah mereka. Karena selain sikap Elvita yang sangat ramah, mereka juga sering bercandaan.


" eh, nggak Papa Sus, kamu malah yang buat saya kaget," ucap Elvita seraya mengelus dadanya.

__ADS_1


Sementara itu, Maid yang bernama Susy itu hanya menyengir kuda saja.


Setelah minuman itu jadi, Elvita segera membawanya kembali ke kamarnya.


Tok tok tok


Elvita mengetuk pintu kamar itu dan tak lama, pintu kamar segera di buka dari dalam.


Sesaat, mereka saling berpandangan. Menatap keindahan ciptaan Tuhan.


" Mas, minggir, aku mau taruh ini di dalam," ucap Elvita yang telah sadar dari lamunanya. Dan menyadarkan suaminya itu.


Ia tampak sekali jika tengah terpukau. Apa lagi, malam ini, Elvita tampil begitu sempurna.


" cantik," tanpa sadar, laki laki itu mengatakan hal itu. Karena memang, selama mereka menikah, Gio tak pernah memuji istrinya itu.


Hal itu tentu saja membuat wanita cantik itu terkejut. Namun,sebisa mungkin ia harus bersikap biasa saja.


Karena di hati Elvita masih ada nama Arvino mantan kekasihnya itu.


Entah mengspa, wanita itu sukar sekali menghapus nama kekasihnya itu dari dalam hatinya.


" di minum dulu itu minumanya. Nanti keburu dingin kan nggak enak,"Elvita mencoba mengalohkan tatapan sang suami.


Karena sedari tadi, laki laki itu tak henti hentinya menatap Elvita dengan tatapan yang sulit di artikan.


Setelah selesai bersiap siap, mereka segera menuju tempat yang telahdi sediajn oleh Gio..


Yaitu sebuah kejutan untuk diner time yang sagat romantis sekali.


Tak lama berselang. Mereka telah sampai di depan sebuah rwstaurant ternama yang ada di kota itu..


Gio turun terlebih dahulu dan dengan segera membukanya. " silahkan My.Wife," tanganya terulur kedepan.


Dan dengan sigap wanita cantik itu menangkap twngan sang suami. Sontak saja Pemandangan itu, membuat sebagian pengunjung restaurant yang memqng berada di sana, menatap takjub.


" gila ya, sweet banget suaminya," seru salah satu dari mereka dengan gemetaran. Karena aura yang terpancar adalah aura bintang.


" eh, itu bukanya Model gaun Elvita itu kan ya,?" tanya salah satu dari mereka. Karena baru menyadari, jika sepertinya wanita itu pernah melihat Elvita.


" iya ih aku baru ingat jika mereka adalah pasangan terwow itu ksn,?" tanya salah satu dari mereka yang merasa tak percaya.


Sementara Gio dan Elvita yanh mendengarnya, hanya bisa tersenyum sajs. Eh, ralat. Yang tersenyum hanya Elvita.


Sementara itu, Gio hanya menatap dengan tatapan dingin dan angkuhnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka telah sampau di ruangan VVIP


" silahksn di nikmati fasilitasnya Tuan, Nyonya," ucap si karyawan dengan ramah.


" terimakasih," ucap Elvita dengan membalas senyuman itu.


Setelahnya, mereka masuk kedalam ruangan yang sangat mewah itu. Hal itu membuat Elvita seketika merasa kagum dengan dekorasinya.


" bagus banget sih," gumamnya tanpa terasa. hal itu tenti saja membuat Gio menjadi terdenyum lebar.


Karena sepertibya, ia akan memuaskan hasil yang di dapat.


Entah bagaimana Gio menilai. Karena terkadang laki laki itu merasa sangat terpesona dengan wanita cantik yang ada di hadapanya itu.


Namun terkadang, ia juga bisa menjadi laki laki yang sangat begitu tega. Dengan menduakan dan membicarakan aib istri pertamanya pada wanita lain.


Wanita yang tak lain adalah wanita yang menjadi istri keduanya. Ya walaupun, ia adalah wanita yang ada di hati Gio.


Setelahnya, Elvita di persilahkan oleh salah satu maid yang srmengaja Gio bawa dari rumah.


" Mas, kamu bawa salah satu maid kita,?" tanya wanita itu tak percaya.


Gio yang mendengarnya, hsnya mengangguk saja. Dan mereka akhrnya menyantap makanannya dengan tenang.


" Mas, ada acara apa kamu ngajak aku kesini,?" tanya Elvita yang sedari tadi ingin menanyakan hal itu pada laki laki di hadapanya itu.


sejenak, Gio terdiam dan menatap kearah Elvita dengan tatapan yang sulit di percaya. Kemudian, tanganya menggenggam tangan wanita cantik itu.


Di barengi dengan senyuman yang sangat menawan. Seketika itu juga, ada rasa lain yang menyelimuti hatinya.


" karena aku mau ngomong, kalau aku sayang sama kamu," ucapnya di barengi dengan kecupan di tangsn Elvita.


Seketika itu juga, wajah Elvita menjadi merah padam karena rasa malu yang menderanya.


" Mas ih buat aku malu aja," ucapnya menundukan kepalanya karena merasa malu.


" kenapa harus malu, ? Hmm kita itu suami istri lho," ucapnya seraya menoel dagu sang istri..


" dasar bodoh,' hardiknya dalam hati. Setelahnya. Gio kembali tersenyum dan mengatakan sesuatu.


" aku berjanji, akan menjadi suami yang setia untukmu," ucapnya dengan nada bersunguh-sungguh.


Elvita yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. Dan setelahnya, mereka kembali melanjutkan aksi makannya.


Gio tak hentinya menatap wanita itu. Entah apa yang di fikirkan.

__ADS_1


Jangan Lupa, Tinggalkan Jejaknya Gaes 😘


__ADS_2