
Pagi harinya Elvita, terlihat sangat segar. bahkan wajahnya terlihat berseri kembali. menentukan jika wanita itu, sudah dalam keadaan sehat.
Hal itu membuat Resti dan Cantika merasa senang." lo udah sehat?" tanya Resti Seraya menelisik k wajah sahabatnya itu.
seakan Tengah mencari sesuatu yang kurang dalam diri Elvita. sementara wanita cantik itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.
" kalau gitu gue panggil dokter ya, Siapa tahu lu udah diperbolehkan pulang," ucap Resti Seraya menekan tombol bantuan yang ada di dinding sebelah ranjang rumah sakit itu.
Tak lama kemudian, seorang dokter tampan datang menghampiri Elvita dan teman-temannya." apakah ada masalah?" Tanya Dokter terus itu.
" Apakah teman saya sudah boleh pulang,?" tanya Resti tanpa basa-basi. karena memang, wanita tomboy itu jarang sekali untuk berbasa-basi.
apalagi dengan seseorang yang tidak ia kenal. dirinya akan langsung to the point. karena menurutnya, basa-basi itu hanya sebuah kamuflase dari seseorang yang munafik.
dokter muda yang bername tage Alandro itu, sejenak terdiam karena dirinya baru pertama kali ini, mendapatkan sikap jutek dan galak dari seseorang.
hal itu tentu saja membuat dokter Alandro, menatapnya dengan intens. sontak saja itu membuat Resti sedikit melangkah mundur.
" Idih lihatnya kok gitu banget," gumamnya Seraya pergi ngeri. sementara Elvita dan Cantika yang menyaksikan hal itu, hanya Saling pandang Seraya melempar senyum.
karena mereka tahu, Resti tak pernah mempunyai rasa pada lawan jenisnya kecuali pada mantan kekasih Elvita dulu.
dan semenjak saat itu, seakan Resti menutup mata dan kupingnya terhadap laki-laki lain.
" lebih baik, besok saja temanmu untuk pulang" ucap dokter Alandro. membuat ketiga gadis yang tengah tenggelam dalam lamunan masing-masing itu, seketika tersadar.
Resti yang mendengarnya segera maju dengan gaya angkuhnya dirinya melangkahkan kakinya mendekat pada dokter muda itu.
hingga tubuh keduanya, tak berjarak sejengkal pun. hal itu sontak membuat dokter Alandro, seketika melangkah mundur.
" ngapain dokter mundur-mundur,?" tanya Resti yang merasa heran dengan sikap laki-laki yang ada di hadapan itu.
__ADS_1
dokter Alandro yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya." tidak apa-apa" ucapnya Seraya memperlihatkan ekspresi wajah datarnya.
hal itu tentu saja membuat Resti, mendengkus kesal. karena dirinya tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dokter muda itu.
" Jadi kapan teman saya akan pulang,?" tanya Resti kembali ke topik awal.
Hal itu membuat dokter Alandro, seketika tersadar dari lamunannya. laki-laki itu segera menggila nafas panjang.
Sepertinya, dirinya akan merasa sulit untuk menghadapi dan mengontrol emosi wanita yang ada di ada banyak itu.
Untuk itulah, dokter Alandro, memutuskan untuk mengalah saja. toh apa yang dia katakan nanti tak akan pernah didengarkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.
"huft, baiklah temanmu itu boleh pulang hari ini asal ada syaratnya," ucap dokter Alandro Seraya melirik ke arah Elvita sekelas.
hal itu tentu saja membuat Resti, mengerutkan keningnya." Apa syaratnya?" tanya wanita tomboy itu.
sejenak, dokter Alandro menghembuskan nafasnya panjang." Jangan pernah salahkan kami jika terjadi apa-apa pada temanmu itu. terutama dirimu," ucapkan dokter Seraya menunjuk ke arah Resti.
hal itu tentu saja membuat Resti yang mendengarnya, semakin marah. emosinya tiba-tiba membuncah ke ubun-ubun.
ternyata memang benar apa kata teman-temannya. jika wanita sedang marah, mereka akan lebih mengerikan dan berbahaya dibandingkan seekor singa sekalipun.
sementara Cantika dan Elvita yang melihat dan mendengarnya, sama-sama menggelengkan kepala. melihat tingkah sahabat mereka itu.
" sudah Resti nggak usah debat lagi," ucap Elvita mencoba menenangkan sahabatnya itu. karena dirinya tahu, masalah ini akan berbuntut panjang jika berhadapan dengan Resti.
" tapi El, gue masih..." ucapannya seketika terhenti. saat melihat raut wajah dari Elvita. Hal itu membuat Resti mencoba meredam amarahnya.
wanita tomboy itu, memilih untuk duduk di sofa yang ada di sana. Memperhatikan kedua sahabatnya yang sedang berbincang dengan dokter yang menurut dia sangat menyebalkan.
" Maaf ya dok atas kelakuan sahabat saya itu" ucap Elvita Seraya melirik ke arah Resti. sementara gadis tomboy itu, seketika melotot ke arah Elvita.
__ADS_1
" Oh tidak apa-apa nona, Saya mengerti dengan Sikap yang ditunjukkan oleh sahabat nona." ucapnya yang juga ikut melirik ke arah Resti.
Elvita yang mendengarnya, mengganggukan kepala tanda mengerti." Jadi kapan saya boleh pulang?" tanya wanita itu sekali lagi.
Hal itu membuat dokter Alandro, seketika menghilang nafas panjang." Baiklah sekarang kamu boleh pulang. dan saya akan menuliskan resep untuk memperkuat kandunganmu." ucapnya Seraya berjalan menuju ke arah pintu.
Mendengar hal itu, Elvita menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. sementara Resti, wanita tomboy itu melangkahkan kakinya mendekati ranjang yang ditempati oleh sahabatnya.
saat Resti menoleh, tatapan matanya tak sengaja bertemu dengan tatapan dokter Alandro. dan sejenak, dokter muda itu mengulas tipis pada wanita tomboy itu.
dengan segera, Resti memalingkan wajah Seraya mencebikkan bibir karena merasa kesal. sementara Cantika yang melihat itu semua, hanya bisa tersenyum simpul.
" semoga kalian berdua bisa bahagia," ucap Cantika Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.
karena wanita itu tahu, jika Resti dan Elvita pernah menyukai laki-laki yang sama. apalagi Resti, wanita anggun itu bisa berubah menjadi wanita tomboy dan sangar di saat-saat tertentu.
Ya bisa dibilang seperti kepribadian ganda. Namun demikian, Resti tidak pernah memperlihatkan sisi lain dalam dirinya pada orang lain.
hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya . Karena Resti akan memperlihatkan semuanya pada orang-orang terdekat. termasuk juga pada Cantika dan Elvita.
Namun demikian mereka berdua tidak pernah merasa ilfil pada Resti. Karena persahabatan mereka telah menyatu dan mendarah daging.
" Terus lu nanti kalau ditanya sama Gio mau jawab apa?" tiba-tiba saja pertanyaan Cantika meluncur begitu saja dari mulutnya.
sehingga hal itu membuat Resti dan Elvita yang sedari tadi hanya diam, ketika menoleh ke arah Cantika.
" mungkin gue akan bersikap biasa saja di depannya" ucapnya Lirih.
Cantika dan Resti yang menyadari perubahan Elvita, segera memeluk wanita cantik itu." udah nggak usah sedih, lebih baik kita siap-siap aja." ucap Cantika menenangkan sahabatnya itu.
" Iya betul El, lu nggak boleh sedih. bumil itu harus tetap ceria. agar bayi yang ada di dalam kandungan itu, bisa tetap sehat.
__ADS_1
Elvita yang mendengarnya, merasa terharu. wanita cantik itu menganggukkan kepala." kalian bener gue harus tetap Happy agar bisa bersikap biasa saja" ucapnya tersenyum tipis.
jangan lupa tinggalkan jejak guys love you kalian semua.