Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Lahirnya Sang Pelindung


__ADS_3

beberapa bulan kemudian, kandungan Elvita telah menginjak usia 9 bulan. itu artinya, sebentar lagi wanita cantik itu akan melahirkan. Namun demikian, wanita cantik itu masih tetap saja bekerja.


Maklum perusahaan fashion miliknya, perlahan-lahan mulai melejit. Dengan berdatangannya Para investor yang ingin berinvestasi di tempatnya.


Salah satunya adalah perusahaan Joy Group. yang lain adalah milik Arvino Joyo Kusumo. Walaupun, sebenarnya ada satu lagi perusahaan yang ingin bergabung. namun, dengan tegas ditolak oleh Elvita.


Siapa lagi jika bukan perusahaan GVN Group yang tak lain adalah milik Giovanni. laki-laki yang sampai saat ini masih menjadi suaminya itu.


Elvita sebenarnya telah berulang kali meminta agar segera diceraikan. Namun, dengan tegas Giovanni menolaknya. Hal itu membuat Elvita sedikit garam.


Bahkan, saking merasa geramnya Elvita sampai tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu untuk meeting hingga beberapa waktu.


" Win Winda, kita hari ini meeting sama siapa?" tanya Elvita serayan memperhatikan sebuah map coklat di tengahnya dan juga sesekali mangal perut buncitnya itu.


" kita ada meeting dengan perusahaan Tuan Maxim Bu," Winda berkata Seraya membuka beberapa lembar map yang ada di hadapannya itu.


hal itu seketika membuat Elvita menghembuskan nafasnya lega. Karena untuk beberapa saat ini, dirinya tidak berurusan lagi dengan perusahaan Arvino dan juga perusahaan Giovanni.


Karena jujur saja dirinya merasa begitu sangat lelah menghadapi kelakuan dari kedua laki-laki itu. kemudian Elvita menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


tak lama berselang konsep miliknya pun berdering dengan segera, wanita hamil itu mengangkatnya. yang tak lain, adalah dari dua sahabatnya.


" Halo El ada di mana? Kayaknya ada di perjalanan ya?" tanya Resti dengan beberapa pertanyaan.


Hal itu membuat Elvita terkekeh kecil dibuatnya." Lo tuh kayak Mama gue tahu nggak, duh jadi kangen sama Mama." ucap Elvita tersenyum tipis.


" enak aja di samain sama emak-emak, gue masih muda gini." ucap Resti Soraya mengerucutkan bibirnya.


Hal itu membuat Elvita terkekeh kecil." gue lagi mau meeting sama perusahaan Tuan Maxim. emangnya kenapa?" tanya Elvita di akhir kalimatnya.


" what lo itu udah mau lahiran Elvita, Terus kenapa lu masih aja kerja?" terdengar suara lengkingan dari seberang sana. siapa lagi pemiliknya jika bukan Cantika.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Elvita merasa geram namun juga senang. geram karena dari beberapa bulan terakhir ini, Evita dilarang untuk berpergian jauh. Padahal dokter kandungannya pun telah menganjurkannya untuk lebih banyak gerak. agar, Bayinya bisa baik dengan selamat.


di lain sisi merasa senang karena mendapatkan perhatiannya itu banyak dari kedua sahabatnya itu. Bahkan, kasih sayang kedua sahabatnya itu melebihi kasih sayang ayahnya yaitu Tuan Setyo.


Padahal anak yang dikandung oleh Elvita ini adalah merupakan cucu pertamanya. yang seharusnya, menjadi kabar yang excited untuk laki-laki paruh baya itu.


Namun entah apa yang terjadi, Setyo tak pernah mempedulikannya. Bahkan laki-laki itu lebih mementingkan anak tirinya yang tak lain adalah Liona. Karena, Elvita pernah dikirim di video dari nomor yang tidak dikenal.


Video itu memperlihatkan keharmonisan sebuah keluarga. di mana ada ayah ibu dan anak dan juga menantu dalam satu meja makan.


" eh nggak usah sedih Elvita kan ada kita," ucap Resti yang mengetahui ekspresi wajah dari sahabatnya itu.


Tiba-tiba saja, Elvita yang sedang berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya, meringis kesakitan. dan itu terulang hingga beberapa kali.


" ah sakit banget ya Allah," ucapnya merintih kesakitan. hal itu tentu saja membuat kedua sahabat, seketika merasa panik. apalagi, melihat raut wajah dari Elvita yang merah padam.


" Elvita lu nggak papa,?" tanya Resti dengan sesekali melihat raut wajah dari sahabatnya itu.


hal itu tentu saja membuat Winda yang tengah berada di kursi samping kemudi, seketika menoleh ke arah belakang." Bu Ibu baik-baik saja?" tanya Winda dengan ekspresi wajah cemasnya.


" aw sepertinya aku mau melahirkan Win," ucapnya semakin meringis kesakitan. tubuhnya seketika bergetar hebat karena menahan sakit yang luar biasa.


Karena memang dirinya baru pertama kali mengalami hal ini. rasa sakit itu, tanpa sadar membuat Elvita menitihkan air mata.


" Astagfirullahaladzim Mama sakit banget!" ucapnya Seraya teriak secara tertahan. hal itu tentu saja membuat Winda, semakin merasa panik dibuatnya.


Dengan cepat, gadis itu memerintahkan sopir mobilnya untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sementara Winda, mencoba menghubungi Tuan Maxim. untuk memberikan keringanan agar pertemuannya bisa diundur lain waktu.


Tut tut tut

__ADS_1


" halo Maxim Selamat pagi," sapa Winda dengan sopan. Jujur Saja, Gadis itu merasa sedikit ketakutan karena tuan Maxim adalah seseorang yang tidak menerima penolakan ataupun pengunduran secara mendadak.


" Iya Nona Winda ada apa,?" tanya Tuan Maxim dari seberang sana.


"emmm, Saya mau minta izin untuk mengulang kembali pertemuan kita lain waktu," ucap Winda dengan sedikit ekspresi takut-takut.


namun jawaban dari tuan Maxim suhu di luar dugaannya. hal itu tentu saja membuat Winda sedikit merasa terkejut.


" Oh tidak apa-apa nona, lagi pula saya ada meeting di luar negeri. ini saya sebenarnya ingin mengatakan kalau meeting kali ini diundur." ucap Tuan Maxim dari seberang sana.


hal itu tentu saja membuat Winda seketika bernafas lega. namun Gadis itu juga merasa aneh dengan tingkah rekan bisnis Atasannya itu. Karena biasanya, Tuan Maxim akan tetap menyempatkan datang Walaupun ada meeting di luar negeri sekalipun.


Namun kenapa sekarang berbeda, Lamunan Winda seketika terhenti. saat mendengar suara rintihan dari Atasannya itu. dengan segera, mobil melaju cukup kencang membelah padatnya Jalan Raya. Untung saja, hari masih terlalu pagi. sehingga belum ada banyak kendaraan yang lalu lalang.


***


tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Elvita telah sampai di depan rumah sakit. dan dengan segera, sang sopir yang bernama Johan segera membopongnya menuju ke ruang gawat darurat.


di dalam ruangan itu, Elvita tak henti-hentinya merintih. karena memang, perutnya serasa diremas-remas dari dalam.


" tolong Nyonya Tarik nafas dan keluarkan secara teratur. ini sudah buka 8 tinggal sedikit lagi nyonya," ucap seorang dokter paruh baya.


Mendengar hal itu Elvita segera menuruti Apa kata dokter itu. secara perlahan, dirinya menarik nafas dan setelahnya menghembuskannya ke udara.


Hingga pukul setengah tujuh, pembukaan sudah lengkap dan itu artinya Elvita sudah diperbolehkan untuk mengejan.


" sekarang Nyonya Tarik nafas, terus dorong yang kuat ya nyonya." ucap sang dokter memberikan aba-aba.


Dengan sekuat tenaga, Elvita mengejan. hingga terlahirlah seorang bayi laki-laki yang menangis cukup kuat.


Elvita yang melihat dan mendengarnya, seketika tersenyum lebar." selamat datang my boy, semoga kau bisa menjadi pelindung untuk bunda." ucapnya Seraya menyeka air mata.

__ADS_1


__ADS_2