Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
semakin mempesona 2


__ADS_3

Tak Butuh waktu lama untuk Elvita sampai di area restoran. karena memang jarak antara perusahaan dan restorannya, tak terlalu jauh. hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.


Setelah sampai di restoran itu, Elvita segera menuju ke ruang VVIP. dengan diantarkan oleh salah seorang pelayan.


dengan segera, wanita cantik itu mengikuti langkah pelayan restoran itu." Silakan masuk nona" ucap si pelayan Seraya menunduk hormat.


Sementara Elvita hanya tersenyum tipis Seraya Mengayunkan kakinya melangkah masuk menuju lift ruangan VVIP.


Sejenak, dirinya merasa heran karena melihat ada pengawal yang berjaga-jaga di pintu lift itu. bukan karena ada pengawalnya, melainkan wajah dari para pengawal itu yang menurutnya sangat familiar.


" kok aku kayak pernah lihat ya," gumam Elvita seraya menatap para pengawal itu.


Namun dengan segera Elvita menggelengkan kepala." Ais mikir apa sih aku, mana mungkin itu dia. lagi pula dia tidak mungkin ada di sini ada di sini,?" kumannya Seraya menggelengkan kepala berapa kali.


Setelahnya, wanita cantik itu masuk ke dalam kotak besi itu. dan membawanya menuju ruangan VVIP. yang memang terletak di lantai paling atas.


Deg


jantung Elvita seakan ingin lepas dari tempatnya. saat dirinya membuka pintu ruangan VVIP tersebut. apalagi, dengan senyuman tipis yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di depannya


Yap saat ini Arvino tengah menetapnya dengan tatapan penuh domba. dan juga senyum yang terlihat sangat Tulus.


dengan segera wanita itu, berbalik arah dan ingin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. namun suara Arvino, membuat nyali wanita itu seketika ciut.


"Jangan coba-coba lari atau kamu akan mendapatkan kerugian yang sangat besar." ucapan itu berhasil membuat nyali wanita itu sedikit ciut " duduklah El, aku hanya ingin melepas rindu padamu" lanjutnya Seraya tersenyum tipis.


akhirnya mau tidak mau, Elvita segera mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana. dengan segera, dirinya kembali duduk dan menatap ke arah laki-laki yang pernah ada dalam hatinya.


bukan pernah. Melainkan, sampai saat ini sepertinya masih ada dalam hati Elvita. Entah mengapa, sebenarnya hal yang sama juga dilalui oleh wanita itu.


dirinya pun mengakui jika sulit untuk melupakan laki-laki pujaannya itu. Walaupun, Elvita telah melakukan berbagai cara untuk melupakannya.


dirinya seakan tersadar dari lamunan, saat tangan Arvino tak sengaja menyentuh tangannya." Maaf Ar, tapi kita tidak seharusnya melakukan ini." chat Elvita Seraya memalingkan wajah.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Arvino mengerutkan kening karena merasa bingung." emangnya kita melakukan apa El, Aku hanya ingin melepas rindu saja pada wanita yang pernah aku cintai" ucapnya Terdengar sangat Tulus.


dengan segera wanita cantik itu kembali menatap lurus ke depan." hentikan semua perbuatanmu Ar, ingat aku sudah menikah" ucapnya dengan nada tegas.


Namun bukannya membuat Arvino takut, laki-laki itu justru tersenyum tipis." aku tahu kau tidak akan bahagia dengan Gio," ucapnya Seraya menghela nafas panjang.


" Siapa bilang, aku bahagia kok dengan mas Gio. apalagi saat ini aku telah mengandung anaknya" ucapnya tanpa sadar memberitahukan hal privasi itu pada orang lain.


sontak saja hal itu membuat Arvino, sempat sedikit terkejut. hal itu kentara sekali di wajah tampannya. namun, ekspresinya tak bertahan lama. karena Arvino kembali tersenyum tipis.


" punya anak tidak menjadi jaminan kan untuk bahagia?" tanya laki-laki itu menyindir Elvita.


Mendengar hal itu, Elvita merasa tercekat. Bagaimana bisa, Arvino yang tak lain adalah mantan kekasihnya. dan notabenya adalah orang lain, mampu membaca situasi dalam dirinya itu.


" jangan ngaco Ar, Siapa bilang Aku nggak bahagia?" ucapnya menyangga sekuat tenaga.


" dasar Naif," ucapnya Seraya menghela nafas panjang. karena memang Sedari Dulu, sifat Naif Elvita yang tidak disukai oleh Arvino.


" segera kita selesaikan masalah ini, Aku tidak mau berlama-lama denganmu" ucapnya dengan Ketus.


dengan masih tersenyum tipis, Arvino meraih berkah yang ada di hadapannya itu. kemudian membacanya dengan sangat teliti.


" hmm, semuanya menguntungkan. Deal kita kerjasama," ucapnya Seraya mengarahkan tangannya ke depan.


uluran tangan Arvino disambut dengan cepat oleh Elvita. wanita cantik itu berharap kerjasama ini segera dimulai. agar cepat selesai.


Karena jujur Jujur saja Elvita masih ada rasa dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu. dirinya hanya takut, akan jatuh pada Pesona Arvino kembali.


walaupun rumah tangganya saat ini, Tengah berada di posisi yang tak menentu. namun Elvita tak ingin kembali pada laki-laki yang ada di depannya itu. Walaupun, jika seandainya video benar-benar selingkuh.


Karena, dirinya merasa tak pantas untuk mendapatkan posisi di hati Arvino kembali. apalagi dengan statusnya Yang nantinya menjadi janda anak satu.


hal itu hanya akan menjadikan Elvita sebagai bahan olok-olokan keluarga besar Arvino. dan Elvita tidak mau mengalami hal itu.

__ADS_1


" Deal, kita kerjasama" ucap Elvita Seraya menyambar uluran tangan Arvino. sementara laki-laki itu hanya menganggukkan kepala.


Arvino, merasa semakin terpesona dengan tampilan Elvita yang semakin menawan." kau terlihat semakin mempesona" ucapnya dalam hati.


Setelahnya, Elvita berlalu keluar dari sana. dirinya tak mau berlama-lama berada dalam satu ruangan dengan laki-laki yang pernah ada di hatinya itu.


" aku akan membuktikan semuanya, dan kau akan kembali menjadi milikku" ucapnya Seraya menyesap coffee latte.


*****


sementara itu di luar ruangan VVIP, Elvita menghela nafas panjang." huh. kenapa Resti Nggak bilang sih kalau kliennya itu dia" gerutunya Seraya mengantar-hentakkan kaki ke lantai.


Setelahnya, wanita cantik itu terlalu dan keluar dari dalam restoran. untuk kembali ke kantornya. Sesampainya di kantor, bertepatan dengan jam makan siang.


dengan segera wanita cantik itu, melangkahkan kakinya menuju ke kantin." Kebetulan sekali Jamnya sudah makan siang "gumamnya Seraya melangkahkan kaki jenjangnya menuju kantin kantor.


Memang, di perusahaan ini tidak membedakan antara petinggi perusahaan dengan karyawan biasa. Untuk itulah Elvita membangun kantin umum untuk mereka semua.


" kalian sudah pesan,?" tiba-tiba saja Elvita duduk di samping Resti. sontak saja, Hal itu membuat Resti dan Cantika hampir melompat karena kaget.


" astaga! kau ini mengagetkan kami saja!" pakik Cantika Seraya mengusap dadanya.


Elvita yang mendengarnya, merebut minuman yang hendak diminum oleh Resti. sontak saja, hal itu membuat Resti memutar bola mata malas.


" Hai Itu minumanku" ucap Resti dengan menatap sahabatnya itu "kau kan sudah jadi bos kenapa nggak pesen Sendiri Saja" lanjutnya Seraya menatap nanar isi di dalam gelas yang tinggal separuh itu.


"hais, kau ini lebay sekali." ucapnya sewot." Lagian ini tuh hukuman buatmu." timpalnya Seraya menatap tajam ke arah Resti.


" Emang aku salah apa,?" tanya wanita itu kebingungan.


" Kenapa nggak bilang, kalau kliennya itu Arvino,?" tanya Elvita geram.


" Lah kemarin kan aku udah bilang, Kamu sih nggak mau dengar." ucap Resti membela diri.

__ADS_1


__ADS_2