Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Sedikit Membaik


__ADS_3

Sementara itu, di sebuah ruangan berukuran besar, seseorang wanita terlihat sedang bermamesraan dengan seorang laki laki.


Siapa lagi jika bukan Liona dan Gio. Mereka sama sama sedang asyiknya bermesraan.


"honey, apa ada perubahan,?" tanya wanita itu dengan nada manjanya.


Gio yang mendengarnya, menghentikan altifitas mengetiknya.sesaat menatap wanita kesayabgan ya itu dengab tatapan yang sulit di artikan.


" kamu kenapa lihatin aku ksya gitu,?" tanya Liona dengan wajah heranya.


"sepertinya aku punya ide deh sayang," ucap Gio dengan segera membisikan idenya pada sang istri tercinta.


Ya, Gio selalu menganggap Liona sebagai istri satu sarunya. Sementara itu, Elvita hanya di anggap penghangat ranjangnya saja.


Ya begitulah memang kenyataanya. Jika Elvita hanya di anggap sebagai pelampiasan semata.


******


Sementara itu, di tempat lain, Elvita tengah menghabiskan waktu luang bersama sahabat sahabatnya.


" eh El loe nggak naruh cemburu atau apa gitu sama suamo atau keluarga loe,?" tanya Resty yang tiba tiba, menanyakan hal seperti itu.


"emangnya loe kenspa tanya bwgitu sama gue,?" bukanya menjawab,Elvita malah bertanya balik.


" ya kan semua kelihstan aneh aja. Masak ia ada seorang wanita yang rela kekasihnya di persunting wanita lain,?" tanya Resty.


Hal.itu membuat Cntika terkikik geli karena mendengarkan ucapan dari sahabatnya.


"iyalah di persunting, kan keluarga Elvita yang mempersunting si Gio,"ucap Resty dengan tersenyum tipis.


" eh, iya juga ya, kok gue baru sadar ya," jawab Elvita yang merasa konyol.


Tak lama, obrolan mereka terhenti saat mendengar ada ponsel yang brdering.


" hl siapa tuh yang berdering,?" tanya Cantika yang mendengar suara deringan ponselnya terlebih dahulu.


"iya, punya siapa itu, soalnya punya gue bukan," sahut Cantika seraya mengangkat tanganya.


Elvita yang baru saja membuka twsnya. Lantas berkata dengan mulut yang masih belepotan karena baru saja selesai makan.


" halo, assalamu'alaikum," sapa Elvita dari sebetmrang sana.


"wa'alaikum salam El kamu lagi apa sayang,,?" tanya seseorang dari seberang sana.

__ADS_1


Hening...


Sesaat, suasana di sana menjadi sangat hening. Saat Elvita mendengar kata kata keramat yang baru saja keluar dari sang suami.


Karena Elvita seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh suaminya itu.


"sayang, kenapa diam, kamu masih di sana kan,?" tanya Gio yang terdengar sangat lembut.


"eh, iya Mas, aku masih berada di sini," jawabnya dengan sedikit tergagap.


Elvita merasa masih tak percaya jika sang suami memanggilnya sayang. Sebab, sela mereka menikah, Gio tak pernah mengatakan hal hal yang begitu romantis.


Elvita juga sadar diri karena ia hadir sebagai pengantin pengganti aang adik tiri.


"sayang, kenapa masih saja diam,?" tanya Gio lagi. terdengar sangat khwatir


" e-eh maaf Mas ada apa ya,?" tanya wanita itu dengan sedikit tergagap. Karena rasa terkejutnya yang masih menyelimuti hatinya.


" ngak da apa apa sayang kita nanti pulang bareng ya," tawar Gio pada Elvita.


" twpi,.." ucapan Elvita menggantung di udara. Karena ia sebenarnya bingung dengan situasi saat ini.


Ingin sekali, wanita itu menolaknya. Karena ia takut akan di perlakukan semena mena lagi oleh laki laki itu.


Di tengah tengah kegalauanya, Tiba tiba saja terlintas pesan dari sang Ibu dulu semasa hidupnya.


...selama dia tidak berbuat kasar dan yang membahayakan kita, kita wajib mengikuti perintahnya....


Begitulah pesan dari sang ibu saat itu. Dan dengan segera, wanita csntik itu mengiyakan ajakan sang suami.


" emm baik lah Mas aku ada di butikku," jwabnya dengan mengatakan pada dirinya ia akan baik baik saja.


" oke sayang, aku jemput jam lima nanti jika aku telah selesai bekerja," ucap Gio seraya segera mematikan panggilanya.


Elvita segera meletakan ponselnya kedalam tasnya kembali dan menatap lurus kedepan. Beberapa saat kemudian, menghela nafas panjang.


" kenapa loe El,?" tanya Resty saat melihat peribahan sahabatnya yang berawal dari ceria berubah menjadi. lesu.


" emm gue ngerasa aja, apa yang di katakan Gio itu nggak tulus dalam hatinya. gue takut jika hanya di jadikan pelampiasan sama dia," ucapnya lemah.


Mereka berdua yabg mendengarnya, saling berpandangan.


" tapi menurut gue ya El, apa yang di lakukan suami loe itu emang hanya sebatas kebutuhan biologiams aja deh," ucap Resti dengan nada takut.

__ADS_1


Takut jika sang sahabatnya itu tersinggung. " iya El, apalagi suami loe baru aja di tinggal sama tunanganya. Yang pasti akan seperti apa yang di katakan Resty." Cantika menambahkan argumennya.


"terus, gue harus gimana,?" tanya Rlvita frustasi. " apa gue harus mundur,?" Elvita menatap bergantian sahabatnya..


" jangan, loe pepet aja dia siapa tau, dia bisa jatuh sejatuh jatuhnya dalam.pesona loe," ucap Resty membeli saran.


" iya bener El, apa lagi, loe kan cantik," ucap Cantika dengan tersenyum tipis.


mendengar hal.itu, sejenak Elvita hanya terdiam.saja dengan mencerna apa yang di sarankan oleh sahabat sahabatnya.


" tapi gue merasa jika Gio itu hanya nganggep gue pelampiasan aja," ucapnya sedih.


" hei, ngapain loe sedih. kalau loe hanya sebagai pelampiasan, ya loe jerat hatinya sampI dia nggak bisa hidup tanpa loe," ucap Resty.


Membuat Elvita mengangguk dengan pasti. " baik kalau begitu, gue akan lakuin saran kalian," ucap Elvita mantap.


Ia akan mulai memberikan hal yang paling terbaik untuk menjerat hati suaminya. Walaupun ia tau, perasaanya masih terpaku pada masalalunya.


Namun, ia akan berusaha meraihnya. Saat luka akibat kenyataan tak sesuau yang di inginkan itu membaik.


" oke, kalau begitu gue mau balik kerja dulu. Dan harus selesai saat jam.pulang," Elvita segera bergegas menuju ruanganya.


Sementara itu, Resty dan Cantika juga melanjutkan pekerjaanya. Mereka di tempatkan di bagian peoduksi.


Yap,,setelah menimbang nimbang, Resty dan Cantika memutuskan untuk berkerja di bagian produksi gaun saja.


karena merasa tidak enak jika mereka langsung memiliki jabatan yang menguntungkan.


*******


" gimana, apa semua sudah siap ,?" tanya Elvita yang baru saja keluar dari ruanganya.


Hal itu tentu saja, membuat Canrika dan Resty yang mendengarnya, seketika mendongak.


" sebentar ya bu bos, saya selesaikan dulu," ucapnya dengan melanjutkan pekerjaannya.


" iya," ucapnya singkat. Ia sebenarnya kurabg nyaman jika harus di panggil ' Bos' oleh temanya sendiri


Apalagi, ia baru berapa tahun membangun bisnis fesion ini. Dan masih belum sebetapa jika di bandingkan dengan pengusaha yang lain.


Namun, ia tak bisa berbuat apa apa. Karena Resty dan Cantika yang bersikukuh untuk memanggilnya bos. Di tambah lagi, saat ini ada di lingkungan kantor


Jangan Lupa Tinggalkan Jejaknya gaes 💕💕

__ADS_1


__ADS_2