Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
mengelak


__ADS_3

Elvita segera masuk ke dalam ruangan suaminya sementara wanita yang mengantarnya itu pamit kembali ke meja sekretaris.


" Lagi apa Mas,?" tanya Elvita karena melihat sang suami sedari tadi tak bergeming di tempatnya. Seraya matanya fokus Menatap layar komputer.


" lagi memeriksa laporan dari karyawan," ucapnya menatap sekilas pada Elvita.


wanita cantik itu hanya mengangguk saja. kemudian melangkahkan kaki menuju kursi sofa yang ada di sana.


" Makan dulu lah Mas, ini udah aku siapin makanan kesukaan kamu," ucapnya Seraya membuka kotak makanan itu.


Hal itu membuat Gio seketika menoleh ke arah di mana wanita itu berada." kamu tahu dari mana tentang makanan kesukaan aku,?" tanyanya merasa heran.


Sebab, Semenjak mereka menikah Gio tidak pernah memberitahukan tentang makanan kesukaannya pada Elvita.


" dari mama," ucapnya Seraya tersenyum tipis. kemudian ia melangkah hendak mendekati sang suami.


namun langkahnya terhenti saat Gio mengatakan sesuatu." kamu di situ aja jangan ke sini," ucapnya terdengar panik.


hal itu, tentu saja membuat Elvita merasa heran." Emangnya kenapa Mas?" tanya Elvita sedikit curiga.


karena memang, laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu terlalu banyak menyimpan rahasia sepertinya.


sehingga hal itu membuat Elvita selalu merasa curiga pada Gio. Namun, berulang kali dirinya menaruh curiga, berulang kali pula Elvita menepis perasaan itu.


entah apa yang terjadi, hingga membuat wanita cantik itu berubah total.


" nggak sayang, Mas Udah mau selesai." jawabnya sedikit tergagap.


setelahnya laki-laki itu, melangkahkan kakinya menuju sofa di mana Elvita berada.


" ini kamu yang masak,?" tanya Gio saat kotak makanan itu dibuka oleh sang istri,


Elvita yang mendengarnya menganggukkan kepala." Iya Mas Cobain deh, kalau ada yang kurang ngomong ya soalnya itu baru pertama kali aku membuatnya," ucapnya Seraya tersenyum tipis.


dengan segera Gio menyuapkan makanan itu ke mulutnya. seketika itu pula, laki-laki itu membulatkan matanya.


hal itu tentu saja, membuat Elvita merasa cemas. karena dirinya pikir, makanannya hancur.


" Kenapa Mas?" tanyanya panik Seraya membuka botol minuman yang sengaja ia bawa dari rumah." apa Makanannya tidak enak?" tanya Elvita kembali.

__ADS_1


seketika itu pula, Gio menggelengkan kepalanya. " Enggak kok Sayang ini Makanya enak banget" ucapnya seperti anak kecil yang mendapatkan suatu hal yang baru.


dengan lahapnya, laki-laki itu menyantap makanan yang dibawakan oleh sang istri hingga tanda tak bersisa.


" masakan kamu Ternyata enak juga," ucapnya memuji.


hal itu sukses membuat Elvita menghela nafas lega." huh kirain masakannya nggak enak,"gumamnya.


****


setelah selesai makan siang, Elvita tak langsung pulang ke kantornya. wanita cantik itu seakan ingin mengatakan sesuatu lebih tepatnya menanyakan sesuatu pada sang suami.


"kok masih ada di sini Bukannya kamu bilang ada meeting penting ya,?" tanya Gio yang merasa heran.


" emm Mas, aku boleh tanya sesuatu nggak,?" tanyanya Seraya menatap sang suami.


" mau tanya apa?" tanya Gio dengan wajah sesantai mungkin.


Elvita yang mendengarnya, menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengatakan sesuatu." Mas masih ada hubungan sama Liona,?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari dalam mulut wanita cantik itu.


Hening,..


" enggak lah sayang, kamu ini ada-ada aja. Emangnya kamu dapat berita dari siapa,? tanya laki-laki itu berusaha untuk setenang mungkin.


Elvita seketika berfikir, dirinya sedikit Bimbang. antara memberitahukan kepada suaminya atau tidak.


Entahlah, Mengapa sekarang Elvita menjadi sosok wanita yang Tulalit seperti ini. karena sebelum ini, Dia adalah wanita yang sangat cerdas.


" aku tahu dari Cantika dan Resti Mas," ucapnya Seraya menatap sang suami.


dirinya memutuskan untuk tidak ada rahasia yang tercipta di antara mereka. karena sebuah hubungan itu, pondasinya adalah kejujuran satu sama lain.


dan Elvita percaya apa yang dia lakukan ini, sudah benar.


Mendengar hal itu, tanpa diketahui oleh Elvita, Gio mengepalkan tangannya erat di bawah meja sana." kurang ajar!" ucapnya menggeram kesal.


kemudian ia menoleh menatap sang istri dengan senyuman tipis." Memang mereka tahu dari mana?" tanya Gio yang berusaha menahan emosinya.


"Mereka bilang mereka tahu sendiri Mas," ucapnya Seraya mengeluarkan ponsel miliknya." dan lagi, mereka juga mengirimkan bukti ini padaku," wanita cantik itu menunjukkan sesuatu yang ada dalam ponselnya.

__ADS_1


Deg.


seketika itu juga, wajah Gio merah padam. dirinya merutuki kebodohannya karena bisa kecolongan seperti ini." Dasar bodoh! Kenapa bisa kecolongan seperti ini sih" makin nya pada dirinya sendiri.


Elvita yang melihat reaksi sang suami, mengerutkan keningnya karena merasa bingung." Mas, kok malah bengong?" tanyanya Seraya menyentuh bahu laki-laki itu.


seketika itu pula, Gio menjadi gelagapan. "e-eh,iya Sayang ada apa,?" tanyanya sedikit terbata.


" jadi ini beneran atau enggak mas,?" tanya wanita cantik itu sekali lagi untuk memastikan kebenarannya.


" Ya jelas itu nggak lah sayang, Mana mungkin aku masih berhubungan sama Liona. lagi pula, Dia kan sudah pergi ke luar negeri" ucapnya dengan tenang.


Hal itu membuat Elvita mengangguk mengerti." bener juga ya Mas, Liona kan udah lama perginya." ucapnya tersenyum tipis.


Gio menghela nafas panjang saat sudah berhasil mengelak dari wanita yang ada di depannya ini. " Untung saja bisa mengelak." gumamnya Seraya mengelus dada.


Setelahnya Elvita pamit untuk kembali ke kantornya." kalau begitu, aku pamit ya Mas Soalnya masih ada meeting dengan klien dari restoran dan butik yang lain," ucapnya Seraya meraih tangan suaminya.


"Aku antar ya," tiba-tiba saja Gio menawarkan diri untuk mengantar Elvita.


" eh nggak usah Mas," ucapnya merasa tidak enak karena Elvita tahu, suaminya sedang sibuk.


Gio yang mendengarnya menggelengkan kepala," nggak ada penolakan Aku nggak lagi sibuk sayang." ucapnya seakan tahu jika wanita yang ada di depannya itu, merasa tidak enak.


Akhirnya Elvita mengangguk setuju. dan dengan segera, Gio mengantarkan istrinya itu kembali ke kantornya.


" eh mas, terus Mas Nanti pulangnya gimana kan Mas naik mobil sama aku,?" tanya wanita itu sedikit bingung.


Gio yang mendengarnya tersenyum tipis." kalau itu sih gampang, aku kan bisa pesan taksi online atau menyuruh sopir kantor untuk menjemputku," jawab Gio.


Elvita yang mendengarnya, hanya mengangguk saja. setelahnya mereka berdua, segera masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


Meninggalkan area kantor milik Gio. untuk menuju kantor butik milik Elvita. tiga puluh menit kemudian, mereka berdua telah sampai di area kantor milik Elvita.


mereka berdua segera turun dari mobil. dan saat mereka turun, semua mata karyawan Elvita, menatap kagum ke arah pasangan suami istri itu.


mereka sampai melongo menatapnya. begitupun dengan Resti dan Santika.


sampai jumpa jangan lupa tinggalkan jejak guys

__ADS_1


__ADS_2